Bukan Sekedar Tren 'Clean Eating' Bentuk Tanggung Jawab terhadap Bumi

2 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Siapa sangka Clean Eating adalah langkah paling kecil dan sederhana untuk menjaga bumi (Sumber: Freepik)
Siapa sangka Clean Eating adalah langkah paling kecil dan sederhana untuk menjaga bumi (Sumber: Freepik)

Kampanye hidup sehat mulai marak terjadi di lingkungan sekitar. Hadirnya influencer di media sosial juga turut meramaikan masyarakat untuk bersama-sama terlibat dalam tren ini.

Permasalahan masyarakat modern yang semakin kompleks menimbulkan penyakit degeneratif seperti alzhheimer, parkinson, kanker, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan osteoporosis. Gaya hidup yang tidak sehat serta pola konsumsi makanan yang tidak dibatasi pun turut menjadi penyebab penyakit yang bersangkutan hadir.

Clean eating menjadi solusi paling nyata, mudah dan murah untuk memperbaiki pola hidup sehat. Tapi tentu hal ini tidak semudah apa yang diucapkan. Bayangkan saja kebiasaan makan gorengan, dominasi tepung, makanan dengan tambahan micin dan makanan dengan pengolahan cepat saji selama bertahun-tahun yang tentu tidak bisa diubah dalam satu malam.

Clean eating menurut The Nutrition Source Harvard University, istilah ini mengacu pada konsumsi makanan yang dekat dengan bentuk alaminya serta tidak mengalami proses makanan yang terlalu berlebihan. Beberapa jenis makanan yang dianjurkan dalam proses clean eating seperti buah, sayur, lemak hewani atau nabati, vitamin dan mineral.

Menurut saya untuk memulai proses clean eating, hal pertama yang penting dilakukan adalah memperbaiki pola pikir. Terlebih kebiasaan hidup tidak sehat yang sudah berjalan lama tidak semudah itu untuk berubah.

Sebagaimana yang diungkapkan James Clear dalam bukunya Atomic Habit yang mengatakan bahwa kesadaran dan kebaikan kecil yang dilakukan untuk pertumbuhan 1% lebih baik-- justru lebih menunjang di kemudian hari dibandingkan dengan perubahan secara besar-besaran di awal yang kemudian bisa saja terhenti di tengah jalan.

Dibalik narasi bahwa clean eating adalah tren masyarakat yang hidup di zaman modern tanpa disadari bahwa kampanye ini bukan sekedar tren tapi bentuk tanggung jawab manusia terhadap bumi yang dipijaknya.

Kehidupan era modern sering kali menuntut kita untuk hidup dengan gaya konsumtif. Kita bisa saja fomo membeli makanan viral yang sebetulnya kita tidak suka tapi untuk terlihat selalu update kita membelinya. Padahal makanan bukan lagi sesuatu hal berharga yang bisa memenuhi kebutuhan tubuh tapi kebutuhan eksistensi diri di masyarakat. Pada akhirnya makanan terbuang dengan sia-sia dan menjadi limbah yang menyumbang krisis iklim.

Lewat clean eating tanpa disadari kita bisa mengurangi limbah yang biasa kita tumpuk di tempat sampah. Sampah sisa makanan dari produk clean eating yang hanya berhubungan dengan kulit dari buah atau sayuran yang kemudian sisa limbah ini juga bisa kembali ke alam setelah dijadikan pupuk kompos.

Sementara makanan cepat saji yang tersedia memerlukan kemasan baik dalam bentuk styrofoam, plastik atau jenis lainnya yang menyumbang limbah yang sulit untuk terurai. Sampah kecil dalam rumah tangga yang dianggap sepele justru turut mengundang volume penumpukan pada TPA(Tempat Pembuangan Akhir).

Dengan menerapkan clean eating dalam kehidupan sehari-hari maka secara tidak langsung bisa mengurangi limbah sampah. Jika limbah sampah dapat diminimalisir sejak dari dini dan lingkungan terdekat yang ada di keluarga. Maka menjadi suatu keniscayaan bahwa manusia bisa memulai menjaga lingkungannya melalui merubah pola pikir terhadap jenis konsumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Clean eating memang bukan sekedar tren tapi upaya kecil dari manusia untuk menjaga kelestarian lingkungannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)