Cerita Hantu dan Jeritan Ketidakadilan

5 menit baca
Arfi Pandu Dinata
Ditulis oleh Arfi Pandu Dinata diterbitkan
Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh, dan ketimpangan nyata lebih menyeramkan dari bayangan gaib. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh, dan ketimpangan nyata lebih menyeramkan dari bayangan gaib. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Cerita hantu bukan cuma seru yang menghangatkan suasana malam saat nongkrong bareng. Sepintas lalu memang seperti obrolan intim yang memacu degup jantung dan bikin sensasi panik.

Tapi kali ini kita akan menyelaminya dengan lebih jujur, tentang narasi horor yang kadang jadi arsip yang paling baik buat mengungkapkan alam pikir rakyat.

Kode-kode lokal buat berbagai trauma, ketakutan, dan harapan soal hidup yang lebih baik.

1. Hantu Zaman Perang

Goa Jepang di Taman Hutan Raya Bandung megeradarkan kisah hantu Ayame, perempuan pribumi korban pelecehan seksual para tentara Jepang pada masa penjajahan.

Cerita ini diiringi pantangan mengucapkan kata lada di Goa Belanda yang letaknya enggak jauh dari lokasi itu. Menyebutnya sama dengan memprovokasi penunggu setempat yang dulu dikenal sebagai Ki Lada Wisesa. Sekilas, tampak seperti takhayul. Namun goa-goa tersebut adalah situs peninggalan perang.

Hantu menjadi medium untuk mengingat betapa mengerikannya kolonialisme beroperasi. Ia merendahkan martabat manusia, memeras, dan membunuhnya.

Kita begitu familiar dengan pengakuan banyak orang yang melihat prajurit berkepala buntung atau penampakan noni Belanda.

Tapi mengertikah kita soal tragisnya penjarahan itu? Dalam perang, menang jadi arang kalah jadi abu. Betapa banyak korban luka tembak dengan simbah darah yang tak terbilang? Betapa banyak nyai dan perempuan pribumi yang bukan hanya menjadi tawanan, juga dijadikan objek seksual? Hantu adalah penuntut keadilan.

2. Tumbal Pabrik

Kisah lain muncul di pabrik-pabrik tua, seperti cerita tumbal dalam film Pabrik Gula (2025) garapan Awi Suryadi. Film yang diadaptasi dari kisah viral di utas X (Twitter) karya SimpleMan ini menceritakan sekelompok orang muda yang bekerja musiman di sebuah pabrik gula bersama warga desa.

Awalnya pekerjaan berjalan lancar, namun setelah seseorang mengikuti sosok misterius di malam hari, teror mulai datang kepada para pekerja.

Film yang hadir dalam dua versi yakni jam kuning (17+, tersensor) dan jam merah (21+, uncut), menayangkan serangkaian kecelakaan kerja dan kematian tragis yang mengungkap rahasia kelam tentang kerajaan gaib yang menuntut nyawa sebagai balasan.

Tanpa kerajaan gaib pun, buruh menghadapi hari-hari yang melelahkan. Film dan cerita seperti ini sejatinya memotret situasi yang beneran mengerikan di balik cara kerja industri. Para pekerja berhadapan dengan upah minim sebagai imbalan buat nyawa yang dianggap murah.

Keselamatan kerja bukan jadi prioritas, termasuk tunjangan dan sistem kontrak yang sepihak. Hantu semacam potret dari kehidupan buruh yang secara berulang ditumbalkan untuk keuntungan pemilik modal semata.

3. KM 97 Tol Cipularang

Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)
Cerita hantu menyimpan kode trauma dan harapan rakyat, mengingatkan bahwa luka sosial belum sembuh. (Sumber: Pexels/Monstera Production)

Tol Cipularang dengan panjang 54 kilometer menghubungkan Cikampek, Purwakarta, dan Padalarang, menjadi jalur strategis Bandung-Jakarta.

Di jalur yang selesai dibangun pada 2005 ini berhamburan kesaksian pengalaman janggal seperti munculnya penumpang gaib berwajah hancur di kursi belakang, gangguan rasa kantuk mendadak yang bikin oleng kendaraan, sampai penampakan mobil misterius yang sekejap menghilang.

KM 97 dikenal paling berbahaya. Keyakinan setempat bilang ada makhluk gaib yang bernama Kamilin sebagai ular besar penunggu Gunung Hejo di dekat tol.

Sepanjang KM 90 sampai KM 100, memang menjadi area rawan kecelakaan. Dengan topografi turunan dan jalur berliku di kawasan pegunungan, sejumlah kecelakaan terjadi mulai dari insiden beruntun hingga tragedi rem blong.

Ketimbang menyangkali tuturan pengalaman warga soal jalan tol ini, narasi horor yang menempatkan penyebab di luar kendali manusia nyatanya menutupi tanggung jawab negara dan pengelola tol untuk memastikan keselamatan publik.

Hal ini adalah cerminan soal kebutuhan rakyat pada pembangunan yang berkeadilan di berbagai sektor. Tentang tanggung jawab pada ruang hidup yang digusur, hak pekerja, juga konservasi ekologis.

4. Nyi Roro Kidul dan Kuntilanak

Nyi Roro Kidul, ratu mistis Laut Selatan. Dalam legenda kerap dipandang sebagai putri yang disingkirkan karena intrik politik. Mitos paling terkenal tentangnya berhubungan dengan larangan mengenakan pakaian hijau di pesisir Laut Selatan.

Sebab diyakini akan membuat orang celaka. Melebihi pantangan lokal, laut sudah kadung tercemar, di isi konflik nelayan, dan proyek pelabuhan yang merugikan masyarakat pesisir. Lihatlah Pelabuhan Ratu dan Pangandaran.

Selain ia, banyak hantu perempuan yang terkenal di Indonesia seperti kuntilanak, sundel bolong, wewe gombel, hingga suster ngesot. Mereka lahir dari kisah perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Ada juga kisah infertilitas, pemerkosaan, dan pembunuhan tragis yang mencerminkan stigma, kekerasan seksual, dan kuasa patriarki atas tubuh perempuan.

Dalam semua kisah ini, korban malah digambarkan sebagai sosok yang menakutkan. Padahal mereka sedang mengejar pelaku, menuntut keadilan. Gambaran dari kejadian nyata di kehidupan kita.

5. Penglaris dan Kekayaan

Sementara itu, tuyul atau praktik penglaris menjadi kisah yang enggak pernah kelewat kalau bicara soal orang-orang kaya dan restoran yang terkenal. Sering ada cerita tentang orang yang memuja ke gunung untuk mencari keberuntungan, lalu “menyerahkan” saudaranya kepada iblis.

Begitu juga cerita-cerita tentang jualan makanan yang enggak enak kalau dibungkus. Ada juga tuturan yang mengaku melihat genderowo menjilat piring, liur siluman sebagai penyedap, sampai pakaian dalam yang masuk kuah panci.

Dunia perdagangan yang sarat trik licik, ketimpangan, dan sifat eksploitatif kerap menjadi sasaran kritik sosial. Figur juragan-jurangan lokal sering diasosiasikan dengan monopoli keuntungan lewat praktik tidak transparan.

Mulai dari permainan harga sampai penguasaan pasokan. Mereka kerap dilekatkan pada citra keserakahan. Cerita-cerita horor model ini mencerminkan kecurigaan sekaligus kritik rakyat terhadap sistem ekonomi yang tidak adil.

Dari semua ini kita belajar bahwa hantu-hantu adalah suara keresahan warga pada keadilan yang tak kunjung tiba. Kisah hantu di rumah sakit, misalnya, merekam fasilitas kesehatan yang tidak aman dan perlakuan tidak manusiawi kepada pasien maupun tenaga medis.

Pocong, anak yang tenggelam, dan perantau muda yang masuk dalam mimpi menggambarkan nasib pekerja migran yang meninggal jauh dari kampung halaman. Penampakan arwah korban pembantaian 1965 turut menjadi ingatan liar atas tragedi politik yang dibungkam negara.

Hantu-hantu tidak lekang oleh zaman. Mereka menjadi penyambung ingatan bahwa luka sosial belumlah sembuh.

Kita juga jadi sadar ternyata ada yang lebih horor ketimbang penampakan sosok bayangan yang sepintas, ialah tampaknya ketimpangan sosial yang bukan lagi menghantui tapi menerkam kita semua. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)