Simbol Bajak Laut dan Krisis Kepercayaan Membaca Pesan

4 menit baca
Marcos Soares da Silva
Ditulis oleh Marcos Soares da Silva diterbitkan
Berkibarnya Bendera One Piece melambangkan kemarahan dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah Indonesia. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI Yupp)
Berkibarnya Bendera One Piece melambangkan kemarahan dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah Indonesia. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI Yupp)

Di tengah riuh protes yang merebak di media sosial dan jalanan, simbol bajak laut muncul di poster, mural, bahkan kaos para demonstran.

Simbol yang dahulu identik dengan perompakan kini menjelma menjadi ikon perlawanan generasi muda terhadap apa yang mereka anggap sebagai “perampasan masa depan” oleh elite.

Fenomena ini bukan sekadar tren visual, tetapi cermin dari krisis kepercayaan publik terhadap institusi.

Bajak Laut Sebagai Bahasa Politik Baru

Dalam sejarah, bendera Jolly Roger dengan tengkorak dan tulang menyilang melambangkan ancaman dan pembangkangan terhadap otoritas maritim. Kini, simbol itu hadir Kembali bukan di lautan, melainkan di linimasa media sosial dan ruang-ruang protes di kota-kota besar di Indonesia.

Menurut pengamat komunikasi politik Effendi Gazali, simbol adalah “bahasa yang melampaui kata-kata, karena ia mengundang tafsir dan rasa”. Dalam konteks protes generasi muda, bajak laut menjadi metafora bagi elite yang “merampas” sumber daya, hak politik, atau bahkan kesempatan hidup yang layak.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hanya 39 persen, dan terhadap partai politik hanya 36 persen. Angka ini mengindikasikan jurang yang dalam antara penguasa dan rakyat.

Ketika ruang dialog formal dirasa buntu, simbol visual seperti bajak laut menjadi sarana artikulasi kemarahan yang lebih efektif.

Krisis Kepercayaan yang Makin Terstruktur

Bendera Jolly Roger alias bajak laut Akagami dalam serial One Piece berkibar di permukiman warga Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Bendera Jolly Roger alias bajak laut Akagami dalam serial One Piece berkibar di permukiman warga Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Krisis kepercayaan di Indonesia tidak muncul tiba-tiba. Ia dibentuk oleh rangkaian kasus korupsi besar, kebijakan publik yang dianggap memihak kelompok tertentu, dan minimnya transparansi dalam pengambilan keputusan.

Kasus mega corruption seperti dugaan korupsi Pertamina Rp968 triliun atau manipulasi tata kelola energi menjadi pemicu utama. Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan sepanjang 2023, kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp 44,8 triliun.

Psikolog sosial Hamdi Muluk dari Universitas Indonesia menjelaskan, “Krisis kepercayaan terjadi ketika publik merasa norma dan etika yang diharapkan dari pemimpin dilanggar secara berulang. Simbol-simbol protes kemudian menjadi bentuk coping mechanism kolektif.”

Generasi Z dan Politik Simbolik

Generasi Z yang lahir antara 1997–2012 menjadi aktor utama di balik gelombang simbol bajak laut. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024, generasi ini mencakup sekitar 27,94 persen populasi Indonesia.

Mereka adalah pengguna aktif media sosial, peka terhadap isu ketidakadilan, dan terbiasa mengekspresikan pendapat lewat meme, poster digital, hingga street art.

Peneliti media dari Universitas Gadjah Mada, Wisnu Prasetya Utomo, mencatat bahwa gerakan ini memanfaatkan visual storytelling untuk memperluas pesan.

“Simbol bajak laut memudahkan publik yang awam politik untuk langsung mengerti pesan inti bahwa ada pihak yang dianggap merampas,” ujarnya.

Fenomena ini juga menunjukkan pergeseran dari protes berbasis orasi menjadi protes berbasis viral content. Dalam beberapa kasus, satu gambar dengan simbol bajak laut dapat menyebar lebih cepat dibandingkan berita di media arus utama.

Dampak terhadap Politik Formal

Pertanyaannya, apakah simbol ini hanya akan menjadi tren atau mampu mendorong perubahan nyata?

Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa politik simbolik dapat menjadi pintu masuk bagi gerakan politik yang lebih terorganisasi.

Namun, risikonya adalah banalitas ketika simbol lebih populer dibandingkan substansi. Seperti diingatkan sosiolog Ariel Heryanto, “Simbol yang kehilangan konteks akan menjadi komoditas pasar, bukan alat perubahan.”

Jika tidak diikuti agenda politik yang jelas, simbol bajak laut berpotensi hanya menjadi merchandise tanpa kekuatan transformasi.

Bendera Jolly Roger membawa pesan tentang kekuatan kekuasaan, kebebasan, tekad, dan solidaritas dalam komunitas. (Sumber: Wikimedia Commons/Ferfive)
Bendera Jolly Roger membawa pesan tentang kekuatan kekuasaan, kebebasan, tekad, dan solidaritas dalam komunitas. (Sumber: Wikimedia Commons/Ferfive)

Tantangan terbesar bagi gerakan ini adalah konsistensi narasi dan integritas aktornya. Krisis kepercayaan publik tidak akan teratasi hanya dengan mengangkat simbol, melainkan dengan membangun kanal partisipasi yang efektif baik melalui kebijakan publik maupun mekanisme pengawasan masyarakat.

Di sisi lain, fenomena ini adalah tanda vitalitas demokrasi Indonesia. Ia menunjukkan bahwa generasi muda tidak apatis, melainkan mencari cara baru untuk menyampaikan pesan. Munculnya simbol bajak laut justru dapat menjadi “alarm” bagi penguasa bahwa bahasa politik lama tidak lagi efektif.

Sejarah telah menunjukkan bahwa simbol dapat menggerakkan massa, dari bendera merah putih di era kemerdekaan hingga pita hitam saat reformasi. Kini, bajak laut menjadi bab terbaru dalam politik visual Indonesia. Tantangannya adalah memastikan bahwa simbol ini membawa perubahan nyata, bukan sekadar tren yang menguap di linimasa.

Ketika simbol bajak laut berkibar di jalan-jalan kota, ia mengingatkan kita pada satu hal: di balik tawa sinis dan meme lucu, ada kemarahan yang sah terhadap ketidakadilan. Pertarungan bukan lagi di lautan, melainkan di ruang publik baik fisik maupun digital.

Generasi muda telah memilih bahasanya sendiri. Kini, bola ada di tangan para pemimpin, apakah mereka akan mendengar, atau menunggu sampai bendera bajak laut itu menjadi pertanda badai yang tak lagi bisa dibendung? (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Marcos Soares da Silva
"To be a winner appreciate defeat"

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)