KDM yang Katanya Bahagia Digugat Soal Kebijakan Rombel 50 Siswa

3 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan dirinya bahagia digugat Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat. (Sumber: Diskominfo Depok)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan dirinya bahagia digugat Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat. (Sumber: Diskominfo Depok)

Ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan dirinya bahagia digugat Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat, publik mendapat pesan yang tidak biasa.

Pernyataan itu muncul pada 8 Agustus 2025, sesaat setelah FKSS bersama tujuh organisasi Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) resmi mendaftarkan gugatan terhadap Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 yang menetapkan jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) menjadi 50 orang.

Kebijakan ini diteken pada 26 Juni 2025. Para penggugat berpendapat bahwa penambahan rombongan belajar justru menurunkan kualitas pembelajaran, terutama di sekolah swasta yang memiliki keterbatasan fasilitas dan sumber daya.

Gugatan didaftarkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung pada 1 Agustus 2025, dengan sidang persiapan digelar pada 7 Agustus 2025. Sebelumnya, FKSS dan organisasi swasta telah mengirim surat keberatan, berdialog dengan Dinas Pendidikan, dan menemui Komisi V DPRD Jawa Barat. Tidak ada titik temu yang tercapai, sehingga jalur hukum menjadi pilihan terakhir.

Masalahnya tidak berhenti pada gugatan. Pikiran Rakyat pada 12 Agustus 2025 mengutip Ketua FKSS Ade D. Hendriana yang mengungkap adanya dugaan intimidasi kepada pihak-pihak yang menggugat. Bentuknya mulai dari audit mendadak terhadap bantuan pendidikan ke sekolah swasta, hingga pemanggilan ketua FKSS di daerah agar menarik gugatan.

Jika hal ini benar, maka kita sedang berhadapan dengan persoalan serius tentang kebebasan warga menempuh jalur hukum tanpa rasa takut.

Dalam demokrasi yang sehat, gugatan terhadap kebijakan bukanlah ancaman, melainkan instrumen pengawasan publik. Ia adalah mekanisme legal yang diatur undang-undang, untuk memastikan kebijakan publik diuji, disempurnakan, bahkan dibatalkan jika terbukti merugikan.

Bahwa seorang pemimpin mengatakan bahagia digugat mungkin bisa dibaca sebagai tanda percaya diri. Namun, dalam praktik komunikasi politik, kebahagiaan itu seharusnya dibarengi sikap melindungi hak warga menggugat tanpa intimidasi.

Sikap pemerintah terhadap gugatan publik akan menjadi cermin kualitas demokrasi. Jika gugatan hanya direspons dengan retorika gembira tanpa komitmen terhadap substansi keberatan, publik akan melihatnya sebagai basa-basi politik. Lebih buruk lagi, jika intimidasi memang terjadi, publik akan menilai negara gagal menjamin keamanan proses hukum.

Hak untuk menggugat adalah bagian dari hak konstitusional warga negara. Hak itu akan kehilangan maknanya bila dibayangi ancaman.

Pemimpin daerah yang menghormati demokrasi akan memanfaatkan gugatan sebagai pintu dialog, bukan sebagai arena adu kekuatan. Ia akan memastikan sidang berjalan tanpa tekanan, memberi penjelasan argumentatif atas kebijakan yang dipersoalkan, dan membuka kemungkinan revisi jika terbukti ada kekeliruan.

Kita tidak boleh lupa, demokrasi bukan hanya tentang kebebasan berbicara, tetapi juga keberanian pemerintah untuk diuji. Dalam kasus ini, ujiannya bukan sekadar pada isi kebijakan rombongan belajar, melainkan pada sikap pemerintah terhadap warga yang menggunakan hak hukumnya.

Apakah pemerintah mampu menanggapi dengan kepala dingin, atau justru membiarkan bayang-bayang intimidasi merusak proses?

Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan arah kepercayaan publik. Jika pemerintah memilih keterbukaan, demokrasi akan semakin kuat. Jika sebaliknya, rasa takut akan membungkam partisipasi warga. Dan ketika partisipasi publik hilang, kebijakan pemerintah akan berjalan tanpa pengawasan yang memadai.

Kita patut berharap gugatan FKSS ini menjadi momentum untuk memperbaiki komunikasi antara pemerintah daerah dan warga. Gugatan seharusnya dilihat sebagai peluang untuk memperkuat kebijakan melalui uji publik, bukan sebagai ancaman terhadap kewibawaan. Pemerintah yang percaya diri akan mengandalkan argumen, bukan tekanan.

Demokrasi dan negara hukum akan hidup subur bila warga merasa aman mengajukan gugatan, dan pemerintah merespons dengan penghormatan penuh pada proses hukum. Inilah fondasi yang akan memastikan kebijakan publik benar-benar lahir dari kepentingan rakyat, bukan sekadar dari kehendak penguasa. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Sufyan Abdurrahman
Peminat komunikasi publik & digital religion (Comm&Researcher di CDICS). Berkhidmat di Digital PR Telkom University serta MUI/IPHI/Pemuda ICMI Jawa Barat

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)