Asyiknya Kemah Berjamaah 

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Muara Rahong Hills, glamping di tepi Sungai Pangalengan yang cocok untuk healing. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Muara Rahong Hills, glamping di tepi Sungai Pangalengan yang cocok untuk healing. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)

Saat asyik membaca buku Biografi Gus Dur karya Greg Barton, tiba-tiba Aa Akil, anak kedua yang tengah giat berlatih baris-berbaris dan bercakap lewat semapore, bertanya polos,

Bah, kenapa setiap Pramuka harus upacara?”

Dengan santai kujawab, “Supados disiplin, mandiri, A!”

Bocah kelas 5 ini semakin penasaran, “Kalau Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu) atau Persami (Perkemahan Sabtu-Minggu) nggak ada ya?”

Sambil tersenyum, “Muhun atuh, aya kemping.”

Justru pikiranku melayang ke kampung halaman di Bungbulang, Garut Kidul yang terkenal dengan cerita mistik Halimun, Puncak Guha, Tanjakan Kapten, semakin terpesona dengan batu akik uhen, dan keindahan pancawarna yang tiada duanya.

Dahulu, saat masih kecil di Kampung Darussalam sangat terpaut dengan aktivitas agustusan yang sederhana tapi penuh makna, terutama pada saat berkemah di lapangan (Barukalili, Cihikeu, Bojong), mendirikan tenda di tengah sawah (Tegal Alun), melintasi jurit malam, susur lintas alam, jelajah kampung, dusun, dan menyalakan api unggun yang menghangatkan badan, jiwa raga.

Lagu Pramuka berkumandang tanpa henti yang terus memberikan energi nyala, semakin membara di tengah gelapnya malam.

Upacara pagi menjadi titik awal petualangan. Barisan rapi, bendera berkibar, dan Dasa Dharma dibacakan dengan lantang dan serentak. Bubaran upacara menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu, bisa bermain bebas, berjalan pulang sambil tertawa, bersuka ria dengan kawan-kawan, guru.

Suasana langit cerah dan jalan perkampungan yang berlubang, bebatuan, tanah merah yang belum tersentuh aspal menjadi semacam panggung kebebasan, kemerdekaan. Hore! Salam Pramuka!

Hari Pramuka ke-64: Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa (Sumber: pramuka.id | Foto: Fabio Yehezkiel Lasut)
Hari Pramuka ke-64: Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa (Sumber: pramuka.id | Foto: Fabio Yehezkiel Lasut)

Sekilas Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka mulai diperkenalkan secara resmi pada 14 Agustus 1961 yang merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. 

Gerakan Pramuka tingkat nasional dikelola langsung oleh Kwartir Nasional (Kwarnas). Saat ini jumlah satuan dalam Gerakan Pramuka yaitu, 1 Kwartir Nasional, 34 Kwartir Daerah, 514 Kwartir Cabang, 5.277 Kwartir Ranting, dan 239.877 Gugus Depan.

Untuk peringatan Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengusung tema "Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa” 

Tema ini secara tegas menyoroti dan menegaskan peran strategis Gerakan Pramuka dalam mendorong kolaborasi lintas sektor. Tujuannya untuk memperkuat fondasi ketahanan bangsa di berbagai dimensi, meliputi ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan. 

Dengan tema ini, Pramuka diharapkan terus mengukuhkan posisinya sebagai agen perubahan positif, pilar kekuatan bangsa, dan organisasi yang relevan serta adaptif sepanjang 64 tahun perjalanannya yang penuh dedikasi. Ini menjadi panggilan bagi seluruh elemen Gerakan Pramuka untuk bersinergi dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.(www.pramuka.or.id dan detikNews Selasa, 12 Agu 2025 19:03 WIB).

Wadah Strategis Bentuk Karakter

Ingat, Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial (aktivitas luar ruang belaka), melainkan wadah strategis dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia. 

Melalui latihan baris-berbaris, penjelajahan, hingga simulasi tanggap darurat, anak-anak dan remaja ditempa untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan yang kuat. 

Tak heran, bila banyak tokoh nasional yang mengakui masa-masa kepramukaan sebagai fondasi penting dalam perjalanan hidup mereka.

Salah satu nilai utama yang diajarkan Pramuka adalah kemandirian. Sejak usia dini, peserta diajak mengelola kebutuhan pribadi, bekerja sama dalam kelompok, serta menyelesaikan masalah secara mandiri. 

Dalam kemah, misalnya, mereka belajar memasak, mendirikan tenda, dan menjaga lingkungan aktivitas yang secara tidak langsung menanamkan kepercayaan diri dan kemampuan adaptasi terhadap berbagai situasi. 

Aktivitas ini tidak hanya mendekatkan anak-anak pada alam, justru mendekatkan pada realitas hidup yang menuntut daya juang tinggi. 

Walhasil, Pramuka menjadi ajang pelatihan kepemimpinan yang aplikatif. Pasalnya dalam struktur organisasi regu dan ambalan, para anggota diberi peran sebagai pemimpin kecil yang bertanggung jawab terhadap timnya. 

Mereka belajar mengambil keputusan, menyampaikan pendapat, dan mengarahkan teman-temannya menuju tujuan bersama. 

Tentunya model latihan ini merupakan simulasi nyata dari kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi, yang kelak menjadi bekal saat mereka terjun ke dunia profesional atau sosial.

Di era digital yang serba instan, kehadiran Pramuka mampu menyeimbangkan tumbuh kembang anak dan remaja agar tidak kehilangan esensi nilai-nilai luhur bangsa. 

Dengan berpramuka mendorong interaksi sosial yang sehat, memperkuat rasa cinta tanah air, membentuk karakter yang tahan banting di tengah berbagai tantangan zaman. Melalui program “Saka” (Satuan Karya) dapat memperkenalkan keterampilan khusus, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga kebencanaan.

Model pendekatan pendidikan karakter yang menyenangkan dan terstruktur, Pramuka tetap relevan sebagai gerakan pembentuk generasi tangguh. Mendorong anak dan remaja bergabung dalam Gerakan Pramuka ini bukan hanya investasi masa depan pribadi mereka, justru menjadi modal bangsa dalam mencetak pemimpin berintegritas, visioner, dan peduli pada sesama. Jiwa kepemimpinan yang dibangun sejak dini menjadi harapan bagi Indonesia yang lebih kuat dan berkarakter. (RRI 30 Jul 2025 - 12:30).

Ilustrasi pramuka (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi pramuka (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan.

Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur (SK. Kwarnas No. 231 Tahun 2001). 

Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia Pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan. (Syukiat, 2020: 63-64) 

Malam Api Unggun Meriahkan Lomba Kreativitas Pramuka Penggalang dan Penegak (LKP3) Ke-4 2024 (Sumber: pramuka.id | Foto: Pusdatin Kwarnas)
Malam Api Unggun Meriahkan Lomba Kreativitas Pramuka Penggalang dan Penegak (LKP3) Ke-4 2024 (Sumber: pramuka.id | Foto: Pusdatin Kwarnas)

Ajang Menghidupkan Nilai Kebersamaan 

Pramuka (Praja Muda Karana) justru bisa menjadi wahana yang tepat untuk memperkuat pendidikan karakter bangsa sejak dini dalam menghadapi berbagai disrupsi pada era digital.

Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN Scout Association for Regional Cooperation (ASARC) Brata T Hardjosubroto menuturkan, gerakan pramuka memiliki tiga dasar utama yang dikedepankan, yakni tanggung jawab pada Tuhan Yang Maha Esa, tanggung jawab terhadap diri sendiri, dan tanggung jawab terhadap sesama. Dari tiga pondasi itu dijabarkan secara lebih praktis melalui trisatya dan dasa dharma.

Pramuka dilakukan untuk menyiapkan pribadi yang bisa bertanggung jawab pada diri sediri, masyarakat, dan Tuhan. Melalui pramuka, seseorang bisa lebih siap menghadapi hidup dengan baik, bahkan diharapkan dapat membangun bangsa dan menjadi pemimpin bangsa yang berkarakter.

Nilai-nilai yang ditanamkan pun disampaikan kepada anak melalui metode yang menyenangkan, seperti bermain, bernyanyi, bertualang, berkemah yang sarat dengan nilai pendidikan karakter. Pramuka yang identik dengan kelompok (regu) memberikan pelajaran bagi siswa untuk belajar memimpin dan memahami anggotanya dengan baik.

Sejak awal, seorang anak dalam berpramuka selalu masuk dalam suatu regu. Dalam regu ini, anak bisa berperan sebagai ketua ataupun anggota. Setiap inisiatif yang akan diambil harus disepakati oleh seluruh anggota regu. Kerjasama, gotong royong, dan saling berbela rasa selalu diterapkan dalam aktivitas regu. Praktik ini menjadi salah satu bentuk pelatihan yang akan bermanfaat dalam menjalani hidup bermasyarakat di masa depan.

Gerakan pramuka bisa dikemas sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga siswa bisa langsung mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pramuka tidak hanya belajar tali temali dan baris berbaris, namun dapat belajar mengolah limbah elektronik dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kepramukaan bisa menjadi solusi dalam pembinaan karakter siswa. Apabila nilai-nilai dalam trisatya dan dasa dharma pramuka bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tentu memiliki akhlak dan karakter yang kuat.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengungkapkan, gerakan pramuka bertujuan membentuk pribadi seorang anak yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai  luhur bangsa. Anak dilatih agar memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI, mengamalkan Pancasila, sekaligus melestarikan lingkungan hidup.

Pegiat pramuka, Sylviana Murni, menegaskan di era globalisasi, kepramukaan sangat dibutuhkan untuk penanaman nilai-nilai kehidupan dan cinta Tanah Air. 

Meski demikian, mantan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka DKI Jakarta mengakui, sebagian kalangan anak muda masih memiliki stigma kurang tepat terhadap pramuka. Pramuka dianggap kegiatan yang membosankan sehingga mereka mengikutinya hanya sekadar formalitas  ekstrakurikuler sekolah saja.

Untuk itu, tantangan saat ini bagaimana mencari metode yang tepat agar pramuka menjadi kegiatan yang kreatif dan inovatif, tetapi tak melepaskan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka itu sendiri. Seharusnya Pramuka bisa disandingkan dengan berbagai ajang internasional lain seperti Robotic Camp, Youth Leadership Camp for Climate Change, dan Startup Bootcamp. Jadi mereka tak hanya ikut pramuka karena kegiatan ekstrakurikuler wajib. (Kompas edisi 14 Agustus 2019)

Alhamdulillah akhir tahun bisa kumpul bareng keluarga di Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang (Sumber: Instagram | Foto: @hayfa_alfian_adzril)
Alhamdulillah akhir tahun bisa kumpul bareng keluarga di Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang (Sumber: Instagram | Foto: @hayfa_alfian_adzril)

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka, para peserta perkemahan dari berbagai gugus depan berkumpul, berbaur tanpa sekat, dan menjalin keakraban. Di sinilah indahnya kebersamaan terasa begitu nyata. Tak ada perbedaan asal sekolah, daerah, tempat tinggal. Semua melebur menjadi satu keluarga besar Pramuka.

Api unggun malam itu menjadi saksi kemandirian yang telah ditempa sejak pagi. Mulai dari mendirikan tenda, memasak bersama, hingga mengikuti berbagai kegiatan lapangan, baris-berbaris, lintas alam. Setiap peserta belajar mengandalkan diri sekaligus menguatkan kerja sama dan gotong royong.

Nyala api tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi  menyuburkan hati yang rapuh. Lagu-lagu Pramuka, tepuk semangat, dan kisah inspiratif dari para pembina membuat suasana semakin meriah. Alam pedesaan yang asri dan udara pegunungan yang sejuk menambah kesan magis. Seolah-olah setiap percikan api membawa pesan persaudaraan dan semangat mencintai tanah air.

Hari Pramuka bukan sekadar peringatan. Melainkan pengalaman berharga yang selalu dikenang mulai dari belajar mandiri, menjaga persahabatan, sampai merasakan indahnya kebersamaan di bawah cahaya api unggun.

Ketika mencari referensi tentang asyiknya kemah bersama di tengah penatnya aktivitas, tiba-tiba Aa Akil bertanya,

"Bah, kapan kemping lagi seperti dulu di Bumi Perkemahan Ranca Cangkuang?"

Pertanyaan itu dilontarkan sambil menunjuk sebuah foto. Aa Akil dengan Abang Fian tengah berpose membentuk tanda cinta, perdamaian di dalam tenda, tepat di depannya ada Papa Ifa, Mama Nur bersama keluarga besar Abah Ilal.

Dengan demikian, berkemah di saat Hari Pramuka (penghujung akhir pekan, pergantian tahun) bulan sekadar perayaan menghilangkan kejenuhan, gaya hidup, melainkan pertemuan hati yang hangat di tengah alam yang dingin, terasa lebih intim, dekat, syarat makna. Agar terus mensyukuri waktu yang telah dilalui dan menyiapkan langkah yang lebih baik di masa depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!