Ci Pasarangan Sungai Suci di Linggamanik

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Sawah bertingkat di Desa Linggamanik, dengan Ci Pasarangan yang tampak kering. (Sumber: Citra satelit: Google maps)
Sawah bertingkat di Desa Linggamanik, dengan Ci Pasarangan yang tampak kering. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Ci Pasarangan (kini ditulis gabung Cipasarangan), adalah sungai yang hulunya berada di Desa Linggamanik, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dari ketinggian +1.060 m dpl, anak-anak sungainya mengalir, lalu bermuara di Ci Pasarangan pada ketinggian +540 m dpl. Di sekitar itu ada Lembur Kawungluwuk, yang termasuk Desa Linggamanik. Setelah mengalun sejauh 22 km, sungai ini bermuara di Samudra Hindia.

Di Jawa Barat, toponim Sarangan hanya satu, yaitu Ci Pasarangan. Di luar Jawa Barat terdapat empat nama geografis Sarangan. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ada dua, yaitu Telaga Sarangan di tenggara Gunung Lawu, yang termasuk Kampung Ngluweng, Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, dan Desa Sarangan di Kecamatan Plaosan. 

Di Jawa Tengah ada dua toponimi Sarangan, pertama di barat daya Gunung Merbabu, masuk ke Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dan kedua Sarangan yang berada di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.

Dari arah pantai di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, tempat Ci Pasarangan bermuara, sejauh tujuh km ke arah hulu (utara), sungai itu mengalir di endapan paling muda, yang terbentuk sejak 2,58 juta tahun yang lalu. Endapan itu berupa lempung, lanau, pasir halus hingga kasar, kerikil, dan bongkah-bongkah batuan beku.

Dari sana ke arah hulu sepanjang delapan km, Ci Pasarangan menoreh lapisan batuan paling atas, yang berupa material hasil letusan gunungapi sejak 5,3 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu.

Ci Pasarangan terus mengiris lapisan batuan di bawahnya, batuan hasil letusan gunung api yang meletus sejak 11,6 juta hingga 5,3 juta tahun yang lalu. Lapisan ini terdiri dari batupasir tufan, tuf batu apung, batulempung, konglomerat, dan lignit. 

Lapisan paling atas berupa tanah pucuk yang paling subur, namun ketebalannya sangat tipis, walau sudah terjadi pelapukan selama berjuta-juta tahun. Di bawah tanah subur yang sangat tipis itu berupa tanah yang keras, kurang subur, berupa material letusan gunungapi sejak 11,6 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu.

Dalam istilah bahasa Sunda, tanah tidak subur itu disebut tanah angar. Ketidaksuburan tanah itu tercermin dari nama geografis Nagrog, Cadas, Pogor, dan Gunung Buligir. 

Sarang, sarangan berarti suci (Prof Drs S Wojowasito, 1977. Kamus Kawi - Indonesia). Aliran Ci Pasarangan bisa berarti sungai suci, tempat membersihkan raga, sebelum membersihkan hati, dengan melaksanakan ritual. Di manakah tempat ritual itu dilaksanakan?

Di sana ada dua nama geografis yang diduga sebagai tempat ritual dilaksanakan. Pertama di Linggamanik, dan kedua di Gunung Kasur.

Pusat ritualnya di Linggamanik, yang saat ini sudah dibangun Kantor Desa Linggamanik di ketinggian +420 m dpl.

Tempat ini dapat dicapai lebih mudah dari pertigaan Jl Raya Cilauteureun dengan Jl Desa Pamalayan, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet. Jalan menerus ke utara sejauh 13 km. Namun, bisa juga melalui kantor Kecamatan Cikelet (+40 m dpl), menerus Kampung Dukuh di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut sejauh delapan km. Di punggungan pada ketinggian +380 m dpl, ada jalan setapak menurun menuju ke Kampung Dukuh (+320 m dpl). Dari Kampung Dukuh ada jalan desa menuju kantor Desa Linggamanik, dengan jalan yang sempit. Setelah menuruni lereng setinggi 260 m, akan sampai di Ci Pasarangan, diteruskan melewati jembatan rawayan.

Pelataran kantor Desa Linggamanik itu lebarnya 470 m, yang diapit oleh dua sungai kecil, yang mengalir ke anak sungai, kemudian bermuara di Ci Pasarangan. Lokasi ini dipilih sebagai tempat peribadatan karena berada di tempat yang aman dari serangan pihak luar. Benteng pertahanan alami di sebelah barat berupa lembah yang dalam, lebih dari 200 m dalamnya, yang di dasarnya mengalir Ci Pasarangan.

Di utara dan di timur, dibentengi berlapis berupa lembah yang dalam dengan punggungan berlereng curam. Untuk berkehidupan di lingkungan yang ronabuminya seperti ini akan berkelimpahan air.

Linggamanik diduga sebagai pusat peribadatan karena toponimnya yang menggambarkan dua hal yang mengarah ke sana.

Pertama, karena di sana ada lingga, atau yang lebih tua lagi umurnya, yaitu menhir. Toponimi Linggamanik, terdiri dari lingga yang melambangkan kesuburan, atau sebagai perwujudan Dewa Siwa, lambang kekuatan dan kekuasaan. Jauh sebelum itu, para pendukung religi megalitik menegakkan batu (menhir), yang digunakan sebagai sarana penyembahan kepada arwah nenek moyang. Sedangkan manik berarti permata. Linggamanik, lingga yang utama laksana permata.

Kedua, seperti ditulis dalam naskah Warugan lemah, ada bentuk lahan, yang ronabuminya ngalinggamanik. Aditia Gunawan (2010), menuliskan kajiannya, ngalinggamanik itu berarti membentuk puncak permata, sebagai gambaran untuk topografi yang lahannya baik, karena menjadikan penduduknya diperhatikan Dewata. 

Bujangga Manik, rahib kelana dari Kerajaan Sunda abad ke-16, pada akhir hayatnya berharap dapat menemukan tanah kabuyutan yang ngalinggamanik. Bujangga Manik menulis:

Berharap semoga terbukti:

Menemukan tanah yang suci,

Tempat yang ngalinggamanik, 

menyerupai tiang permata,

Lalu akan kutunggu,

Mengembang ke atas bagaikan payung bertiang,

Menghadap ke Bahu Mitra.

(J Noorduyn – A Teeuw, Tiga Pesona Sunda Kuna, Pustaka Jaya, 2009).

Alasan lainnya yang menguatkan dugaan Ci Pasarangan sebagai sungai suci, empat km di utara Linggamanik, ada Gunung Kasur (+920 m dpl). Bila di gunung itu benar terdapat batu besar yang datar atau rata, maka sebutan untuk kasur itu adalah dolmen.

Bagi para pendukung religi megalitik, dolmen digunakan sebagai alat pemujaan untuk arwah nenek moyang. Di batu datar itulah sesaji diletakan untuk mendapatkan keberkahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)