Ci Pasarangan Sungai Suci di Linggamanik

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Kamis 14 Agu 2025, 16:10 WIB
Sawah bertingkat di Desa Linggamanik, dengan Ci Pasarangan yang tampak kering. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Sawah bertingkat di Desa Linggamanik, dengan Ci Pasarangan yang tampak kering. (Sumber: Citra satelit: Google maps)

Ci Pasarangan (kini ditulis gabung Cipasarangan), adalah sungai yang hulunya berada di Desa Linggamanik, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dari ketinggian +1.060 m dpl, anak-anak sungainya mengalir, lalu bermuara di Ci Pasarangan pada ketinggian +540 m dpl. Di sekitar itu ada Lembur Kawungluwuk, yang termasuk Desa Linggamanik. Setelah mengalun sejauh 22 km, sungai ini bermuara di Samudra Hindia.

Di Jawa Barat, toponim Sarangan hanya satu, yaitu Ci Pasarangan. Di luar Jawa Barat terdapat empat nama geografis Sarangan. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ada dua, yaitu Telaga Sarangan di tenggara Gunung Lawu, yang termasuk Kampung Ngluweng, Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, dan Desa Sarangan di Kecamatan Plaosan. 

Di Jawa Tengah ada dua toponimi Sarangan, pertama di barat daya Gunung Merbabu, masuk ke Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dan kedua Sarangan yang berada di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.

Dari arah pantai di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, tempat Ci Pasarangan bermuara, sejauh tujuh km ke arah hulu (utara), sungai itu mengalir di endapan paling muda, yang terbentuk sejak 2,58 juta tahun yang lalu. Endapan itu berupa lempung, lanau, pasir halus hingga kasar, kerikil, dan bongkah-bongkah batuan beku.

Dari sana ke arah hulu sepanjang delapan km, Ci Pasarangan menoreh lapisan batuan paling atas, yang berupa material hasil letusan gunungapi sejak 5,3 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu.

Ci Pasarangan terus mengiris lapisan batuan di bawahnya, batuan hasil letusan gunung api yang meletus sejak 11,6 juta hingga 5,3 juta tahun yang lalu. Lapisan ini terdiri dari batupasir tufan, tuf batu apung, batulempung, konglomerat, dan lignit. 

Lapisan paling atas berupa tanah pucuk yang paling subur, namun ketebalannya sangat tipis, walau sudah terjadi pelapukan selama berjuta-juta tahun. Di bawah tanah subur yang sangat tipis itu berupa tanah yang keras, kurang subur, berupa material letusan gunungapi sejak 11,6 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu.

Dalam istilah bahasa Sunda, tanah tidak subur itu disebut tanah angar. Ketidaksuburan tanah itu tercermin dari nama geografis Nagrog, Cadas, Pogor, dan Gunung Buligir. 

Sarang, sarangan berarti suci (Prof Drs S Wojowasito, 1977. Kamus Kawi - Indonesia). Aliran Ci Pasarangan bisa berarti sungai suci, tempat membersihkan raga, sebelum membersihkan hati, dengan melaksanakan ritual. Di manakah tempat ritual itu dilaksanakan?

Di sana ada dua nama geografis yang diduga sebagai tempat ritual dilaksanakan. Pertama di Linggamanik, dan kedua di Gunung Kasur.

Pusat ritualnya di Linggamanik, yang saat ini sudah dibangun Kantor Desa Linggamanik di ketinggian +420 m dpl.

Tempat ini dapat dicapai lebih mudah dari pertigaan Jl Raya Cilauteureun dengan Jl Desa Pamalayan, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet. Jalan menerus ke utara sejauh 13 km. Namun, bisa juga melalui kantor Kecamatan Cikelet (+40 m dpl), menerus Kampung Dukuh di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut sejauh delapan km. Di punggungan pada ketinggian +380 m dpl, ada jalan setapak menurun menuju ke Kampung Dukuh (+320 m dpl). Dari Kampung Dukuh ada jalan desa menuju kantor Desa Linggamanik, dengan jalan yang sempit. Setelah menuruni lereng setinggi 260 m, akan sampai di Ci Pasarangan, diteruskan melewati jembatan rawayan.

Pelataran kantor Desa Linggamanik itu lebarnya 470 m, yang diapit oleh dua sungai kecil, yang mengalir ke anak sungai, kemudian bermuara di Ci Pasarangan. Lokasi ini dipilih sebagai tempat peribadatan karena berada di tempat yang aman dari serangan pihak luar. Benteng pertahanan alami di sebelah barat berupa lembah yang dalam, lebih dari 200 m dalamnya, yang di dasarnya mengalir Ci Pasarangan.

Di utara dan di timur, dibentengi berlapis berupa lembah yang dalam dengan punggungan berlereng curam. Untuk berkehidupan di lingkungan yang ronabuminya seperti ini akan berkelimpahan air.

Linggamanik diduga sebagai pusat peribadatan karena toponimnya yang menggambarkan dua hal yang mengarah ke sana.

Pertama, karena di sana ada lingga, atau yang lebih tua lagi umurnya, yaitu menhir. Toponimi Linggamanik, terdiri dari lingga yang melambangkan kesuburan, atau sebagai perwujudan Dewa Siwa, lambang kekuatan dan kekuasaan. Jauh sebelum itu, para pendukung religi megalitik menegakkan batu (menhir), yang digunakan sebagai sarana penyembahan kepada arwah nenek moyang. Sedangkan manik berarti permata. Linggamanik, lingga yang utama laksana permata.

Kedua, seperti ditulis dalam naskah Warugan lemah, ada bentuk lahan, yang ronabuminya ngalinggamanik. Aditia Gunawan (2010), menuliskan kajiannya, ngalinggamanik itu berarti membentuk puncak permata, sebagai gambaran untuk topografi yang lahannya baik, karena menjadikan penduduknya diperhatikan Dewata. 

Bujangga Manik, rahib kelana dari Kerajaan Sunda abad ke-16, pada akhir hayatnya berharap dapat menemukan tanah kabuyutan yang ngalinggamanik. Bujangga Manik menulis:

Berharap semoga terbukti:

Menemukan tanah yang suci,

Tempat yang ngalinggamanik

menyerupai tiang permata,

Lalu akan kutunggu,

Mengembang ke atas bagaikan payung bertiang,

Menghadap ke Bahu Mitra.

(J Noorduyn – A Teeuw, Tiga Pesona Sunda Kuna, Pustaka Jaya, 2009).

Alasan lainnya yang menguatkan dugaan Ci Pasarangan sebagai sungai suci, empat km di utara Linggamanik, ada Gunung Kasur (+920 m dpl). Bila di gunung itu benar terdapat batu besar yang datar atau rata, maka sebutan untuk kasur itu adalah dolmen.

Bagi para pendukung religi megalitik, dolmen digunakan sebagai alat pemujaan untuk arwah nenek moyang. Di batu datar itulah sesaji diletakan untuk mendapatkan keberkahan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)