Jalan Rusak dan Tambal Sulam, Tingkat Kepuasan Pemudik Bisa Merosot

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi jalan rusak di Desa Banjaran Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)
Ilustrasi jalan rusak di Desa Banjaran Wetan, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)

Faktor utama yang menentukan tingkat kepuasan mudik lebaran bisa diukur dari kondisi jalan yang mulus hingga ke kampung halaman para pemudik.

Tingkat kepuasan bagi pemudik lebaran kini menjadi perhatian para kepala daerah hingga kepala desa. Kategori jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa menjelang lebaran 2026 terus dibenahi. Pembenahan ada yang bersifat asal-asalan dan tambal sulam alias sementara. Tetapi juga ada pembenahan yang direncanakan dengan baik. Tidak asal mulus, tetapi juga membenahi badan jalan, marka jalan dan saluran drainase di pinggir jalan.

Reputasi kepala daerah hingga kepala desa bisa terangkat karena kondisi jalan. Begitu pula sebaiknya, jalan yang rusak akan menjadi bahan pembicaraan yang bisa menguras reputasi. Pada saat anggaran daerah banyak yang dipangkas oleh pemerintah pusat, banyak kepala daerah yang pusing mencari solusi pendanaan untuk memperbaiki jalan rusak menjelang mudik lebaran.

Sejumlah warga Kampung Mekarwangi Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggalang dana swadaya untuk memperbaiki jalan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Restu Nugraha)
Sejumlah warga Kampung Mekarwangi Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggalang dana swadaya untuk memperbaiki jalan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Restu Nugraha)

Lingkaran Setan Kerusakan Jalan

Penyebab kerusakan jalan seperti lingkaran setan. Selama ini proyek perbaikan jalan sarat dengan penyelewengan. Antara lain struktur biaya yang kelewat tinggi dan kualitas yang tidak sesuai dengan standar.  Ruas jalan rusak bertambah panjang akibat musim hujan dan bencana banjir di berbagai kawasan. Banjir menyebabkan kerusakan jalan semakin parah.

Mestinya ada solusi komprehensif untuk memperbaiki jalan rusak baik itu yang menyangkut manajemen yang bebas penyelewengan anggaran perbaikan maupun inovasi teknologi untuk mengatasi jalan rusak sehingga kualitas lebih baik dan umur jalan lebih panjang.

Kerusakan jalan terjadi di berbagai ruas dan kategori jalan. Sejumlah aksi unjuk rasa yang menuntut perbaikan jalan sering terjadi. Bahkan tidak jarang, di tengah jalan yang rusak parah ditanami pohon pisang atau dijadikan kolam ikan lele. Aksi masyarakat ini semoga tidak terjadi pada saat musim mudik lebaran kali ini.

Pemerintah daerah selalu berdalih terkendala dana untuk perbaikan jalan. Adakah solusi perbaikan jalan yang ideal pada saat ini. Semakin banyak daerah yang gemar “beternak” lubang jalan. Apalagi pasca terjadinya banjir yang menggerus permukaan jalan hingga berlubang-lubang. Tingkat kepadatan lalu-lintas semakin membuat pemda tidak berdaya memperbaiki jalan dengan metode yang benar. Yang terjadi hanyalah tambal sulam sekedarnya dan tidak lama akan hancur kembali.

Alasan klasik, keterbatasan anggaran menjadi kendala untuk mewujudkan jalan mulus. Kondisinya semakin rumit karena setiap perbaikan kategori ruas jalan terkandung biaya yang tinggi akibat bermacam modus penyelewengan hingga pungutan liar yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Bencana banjir hendaknya jangan dijadikan kambing hitam penyebab kerusakan jalan. Pasalnya kualitas infrastruktur jalan juga banyak yang bermasalah. Selama ini proyek perbaikan jalan sarat dengan mark-up dan permainan anggaran.

Diperlukan audit investigasi untuk mengusut segala macam korupsi proyek infrastruktur jalan. Secara teknis ada beberapa tipe kerusakan ruas jalan, yakni retak-retak, bergelombang, kerusakan alur jejak roda kendaraan, dan berupa lubang-lubang. Sebenarnya setiap tipe kerusakan diatas sudah ada standar penanganan. Namun, pengerjaan di lapangan sering tidak sesuai dengan standar karena adanya penyelewengan.

Untuk lokasi jalan yang medannya kritis atau riskan terhadap bencana alam, diperlukan inovasi teknologi untuk mengatasinya. Mestinya tidak ada lagi istilah tambah sulam atau perbaikan jalan secara asal-asalan yang berulang-kali menghabiskan keuangan negara. Inovasi teknologi jalan juga disertai dengan pembenahan saluran drainase. Sebenarnya salah satu kunci dari umur jalan adalah adanya drainase yang baik. Sayangnya, masalah drainase bukan tanggung jawab pihak Bina Marga. Urusan drainase yang lintas instansi tersebut selama ini juga diwarnai dengan koordinasi yang kurang baik.

Solusi Teknologi Perbaikan Jalan

Perlu inovasi teknologi untuk perbaikan infrastruktur jalan. Agar dilapangan proses perbaikan jalan bisa lebih sempurna dan tidak asal-asalan. Selama ini penyebab kerusakan jalan bukan semata-mata karena faktor beban. Permasalahan yang paling mungkin adalah karena kinerja atau kualitas jalannya. Salah satu rendahnya kualitas jalan karena prosedur pengerjaan yang kurang benar. Seperti karena aspalnya tipis atau agregatnya jelek.

Kesalahan mendasar yang sering ditemui di lapangan adalah kualitas pekerjaan jalan yang masih buruk. Sebagai contoh adalah pembuatan jalan dengan hotmix. Yakni pencampuran antara agregat ( batu pecah ) dan aspal yang seharusnya dilakukan dalam suhu tinggi hingga sekitar 140 derajat celcius. Metode ini banyak dipakai untuk perbaikan jalan karena durasinya pendek sehingga jalan bisa digunakan secepatnya.

Namun, metode diatas dilapangan sulit sesuai dengan ketentuan teknis. Sehingga memerlukan inovasi teknologi tepat guna untuk mengatasi titik kritis dari proses konstruksi dengan hotmix terkait temperatur pada saat dihamparkan dan dipadatkan. Temperatur itu harus mencapai standar agar tercapai kepadatan jalan.

Yang terjadi di lapangan, jarang sekali sesuai dengan standar karena faktor peralatan. Akibatnya, kepadatannya jadi kurang dan jalan akan mudah retak walaupun hanya dilewati kendaraan ringan. Begitupun air mudah masuk ke celah-celah permukaan jalan lalu menjadi inisial keretakan jalan dalam tempo yang cepat.

Hingga kini kinerja infrastruktur jalan masih jauh dari harapan masyarakat. Hampir semua kategori, dari jalan nasional, provinsi, kabupaten, hingga jalan desa kondisinya mengalami kerusakan. Data dari Badan Pembinaan Konstruksi dan Investasi (Bapekin) menunjukkan bahwa rata-rata masa pelayanan infrastruktur jalan hanya sekitar 50 persen dari umur rencana. Langkah mendasar dalam mewujudkan infrastruktur jalan yang berkualitas adalah peningkatan kegiatan pengendalian mutu oleh tim pengawas. Namun, hingga kini pengawasan tetap saja tidak efektif dan asal-asalan.

Baca Juga: Zakat di Bandung Raya Abad ke-19

Dibutuhkan metode yang lebih efektif untuk mengatasi masalah rendahnya kualitas jalan. Antara lain dengan metoda kontrak yang mempertimbangan aspek kinerja hasil pekerjaan secara tegas. Saatnya meningkatkan kinerja pengelola jalan dan juga usaha inovasi teknologi untuk memecahkan permasalahan kualitas infrastruktur jalan. Antara lain dengan melakukan inovasi project delivery system, inovasi kontrak berbasis kinerja, peningkatan kualitas SDM, dan berbagai upaya lainnya terkait capacity building instansi terkait di tingkat daerah. Upaya peningkatan kapasitas birokrasi pengelola dapat dilakukan melalui penyelenggaraan diklat manajemen dan rekayasa infrastruktur.

Penerapan kontrak berbasis kinerja untuk pembangunan infrastruktur jalan sebaiknya diterapkan juga pada proyek yang bersifat pemeliharaan atau outsourcing maintenance. Penerapan tersebut membutuhkan pengawas independen yang mampu melakukan audit investigasi. Dalam proses pengadaannya, calon kontraktor jalan sebaiknya mengajukan penawaran berupa biaya tetap per bulan per kilometer jalan yang akan dibayarkan kepadanya. Pembayaran tiap bulan akan dilakukan apabila kontraktor melakukan pemeliharaan jalan yang memiliki kinerja dengan tingkat kualitas pelayanan jalan tertentu sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Kinerja diukur dengan tingkat kualitas pelayanan (service quality levels) yang didefinisikan berdasarkan perspektif pengguna jalan. Hal-hal yang dapat dijadikan ukuran kinerja antara lain kecepatan rata-rata, kenyamanan pengendara dan keselamatan. Semuanya harus diukur secara obyektif dan menyeluruh. Selain kontrak berbasis kinerja, juga perlu metoda lain, yakni kontrak bergaransi. Kontrak tersebut diterapkan untuk menjamin hasil pekerjaan selama umur operasi yang direncanakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Jul 2026, 13:01

Memahami Wajah Lain El Nino di Jawa Barat

El Nino bukan fenomena baru. Yang baru adalah intensitas dan dampaknya yang semakin terasa. Ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun strategi jangka panjang.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, membuat kekeringan melanda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)