Ketika Air Tinggal Sepercik

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Sawah yang mengering akibat kemarau di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sawah yang mengering akibat kemarau di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sepercik air berwarna bening

Gemercik riuh mengurai rumputan

Malam indah, tiada.. akan datang

Mengucapkan..

Salam bagi dunia..

Mengucapkan salam dunia...

Sepercik AIr, Deddy Stanzah

Air adalah benda yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, setiap hari kita menggunakannya. Karena ketersediaannya yang relatif mudah di banyak tempat, sering kali manusia menganggap air sebagai sesuatu yang biasa. Namun, ketika musim kekeringan datang dan sumber air mulai mengering, pandangan tersebut berubah total. Pada saat itulah manusia menyadari bahwa sepercik air ternyata memiliki nilai yang sangat berarti.

Musim kekeringan merupakan fenomena yang terjadi ketika curah hujan menurun dalam jangka waktu tertentu April-Oktober sehingga persediaan air menjadi terbatas. Sungai-sungai memunculkan dasarnya,, sumur-sumur tanpa air, sawah kering dan retak-retak, auto masyarakat harus berjuang mendapatkan air bersih. Di berbagai daerah di Indonesia, musim kemarau panjang sering menyebabkan warga di beberapa daerah harus berjalan sejauh 2 km hanya untuk memperoleh beberapa liter air. Dalam kondisi seperti itu, sepercik air bukan lagi sesuatu yang dianggap remeh, melainkan sumber kehidupan yang sangat berharga.

Sepercik air memiliki makna mendalam karena menjadi simbol harapan. Bagi seseorang yang kehausan akibat panas terik dan minimnya persediaan air, seteguk air dapat mengembalikan tenaga dan semangat hidup. Bagi petani yang tanamannya mulai layu, beberapa tetes air hujan yang turun dari langit membawa harapan akan keberlangsungan panen. Bahkan bagi lingkungan alam, keberadaan sedikit air dapat membantu mempertahankan kehidupan berbagai makhluk hidup yang bergantung padanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menggunakan air secara berlebihan. Keran dibiarkan terbuka saat menyikat gigi, kendaraan dicuci dengan air yang mengalir terus-menerus, atau penggunaan air dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya. Kebiasaan tersebut muncul karena manusia jarang merasakan sulitnya mendapatkan air. Namun, musim kekeringan mengajarkan bahwa setiap tetes air memiliki arti yang tidak ternilai. Air bukan sekadar benda cair yang mengalir dari keran, melainkan anugerah yang menopang seluruh kehidupan di bumi.

Imajinasikan jika suatu hari manusia harus hidup hanya dengan sepercik air. Mungkin kita hanya memiliki cukup air untuk membasahi bibir yang kering atau menghilangkan dahaga sesaat. Dalam keadaan seperti itu, banyak aktivitas yang selama ini dianggap biasa akan menjadi kemewahan. Mandi setiap hari, mencuci pakaian dengan leluasa, atau menikmati segelas air dingin akan menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Kondisi tersebut akan mengubah cara pandang manusia terhadap air secara menyeluruh.

Sawah yang mengering akibat kemarau di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sawah yang mengering akibat kemarau di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Hikmah pertama yang dapat dipetik jika seandainya kita hidup dengan sepercik air adalah tumbuhnya rasa syukur. Selama ini banyak orang mengeluh tentang berbagai hal dalam hidup, tetapi lupa bahwa mereka masih memiliki akses terhadap air bersih. Ketika air menjadi sangat langka, manusia akan menyadari betapa besar nikmat yang telah diberikan Tuhan. Setiap tetes air akan disambut dengan rasa terima kasih yang mendalam. Rasa syukur tersebut membuat manusia lebih menghargai kehidupan dan tidak mudah mengeluh.

Kedua adalah munculnya sikap hemat dan bijaksana. Keterbatasan air akan memaksa manusia untuk menggunakan sumber daya secara efisien. Mereka akan belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan boros akan berkurang karena setiap penggunaan air harus diperhitungkan dengan cermat. Pelajaran ini tidak hanya berlaku untuk air, tetapi juga untuk berbagai sumber daya lainnya seperti makanan, energi, dan waktu.

Ketiga adalah tumbuhnya kepedulian sosial. Saat kekeringan melanda, masyarakat sering bekerja sama untuk mendapatkan dan mendistribusikan air. Mereka saling membantu, berbagi, dan mendukung satu sama lain. Orang yang memiliki persediaan air lebih banyak akan terdorong untuk membantu mereka yang kekurangan. Dari sini terlihat bahwa kesulitan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas antarmanusia.

Hidup dengan sepercik air juga mengajarkan tentang kesederhanaan. Manusia modern sering terjebak dalam gaya hidup yang berlebihan. Namun, ketika kebutuhan dasar seperti air menjadi terbatas, manusia akan kembali memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari kemewahan. Kesederhanaan justru dapat mewujudkan ketenangan dan kesadaran akan sesuatu yang benar-benar penting dalam hidup.

Kekeringan sering kali diperparah oleh kerusakan alam, seperti penebangan hutan, pencemaran sungai, dan eksploitasi sumber daya yang berlebihan. Jika manusia merasakan hidup dengan sepercik air, mereka akan lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan. Menanam pohon, melestarikan daerah resapan air, mengurangi pencemaran, dan menggunakan air secara bijak akan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama sebagai bentuk dari rasa sadar lingkungan hidup.

Sepercik air dapat juga mengajarkan kerendahan hati. Di tengah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, manusia sering merasa mampu mengendalikan segala sesuatu. Namun, kekeringan menunjukkan bahwa manusia tetap bergantung pada alam. Tidak ada teknologi yang dapat sepenuhnya menggantikan fungsi air sebagai sumber kehidupan. Kesadaran ini membuat manusia lebih rendah hati dan menghargai keseimbangan alam yang telah diciptakan.

Pada akhirnya, sepercik air bukan hanya tentang kebutuhan fisik, tetapi juga tentang pelajaran kehidupan. Air mengajarkan nilai syukur, kepedulian, kesederhanaan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab. Ketika air tersedia melimpah, manusia sering melupakan nilai-nilai tersebut. Namun, saat musim kekeringan datang, sepercik air menjadi pengingat bahwa kehidupan bergantung pada hal-hal sederhana yang sering diabaikan. Kita tidak perlu menunggu kekeringan melanda untuk menghargai air. Mulailah dari hal-hal kecil seperti menutup keran dengan baik, menggunakan air secukupnya, menjaga kebersihan sungai, dan melestarikan lingkungan wahana untuk air supaya selalu tersedia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)