Dari Kurikulum hingga Pendidikan Karakter

4 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)

Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia memang berkembang sangat siginifikan dari awal mula sistem pendidikan itu didirikan, Taman Siswa lahir di Yogyakarta pada tahun 3 Juli 1922 sebagai gerbang emas kemerdekaan dan kebebasan budaya bangsa. Taman siswa ada sebagai jiwa rakyat untuk merdeka dan bebas. Lalu apakah kita sudah merdeka?

Peran pendidik saat ini, menjadi sebuah dilematis serius dalam menjawab sebuah perkembangan zaman. Adanya sebuah aturan yang mesti harus dipatuhi dan ada juga aturan-aturan yang sudah tertulis, akan tetapi dilanggar secara saksama dalam mempertahankan suatu prioritas lembaga. Guru masih sulit mempertahankan idealismenya masing-masing, karena tertekan dengan adanya sebuah tuntutan, yang semakin hari hilang martabat. Tidak ada lagi peran guru yang berbakti, karena semakin berbakti memang makan hati. Kita belum merdeka, jika tonggak dari segela ilmu ini runtuh, apalagi bila tambah runtuh maka persoalannya akan lebih berat lagi.

Hal seperti ini terjadi karena kurikulum terfokus pada nilai-nilai atau hasil yang bersifat akademis, semua siswa harus naik kelas, dan nilai siswa tidak boleh di bawah standar. Kemurnian itu telah melebur menjadi coretan tinta yang hina, sebuah tanda tak bermakna apa-apa. Justru dari kemurnian itulah sebaiknya nilai-nilai itu harus tetap utuh dan tidak bisa lagi tuk diubah-ubah, jika pun ingin diubah maka perlu adanya sebuah perbaikan. Jika terus dibiarkan sistem yang seperti ini, maka semangat belajar siswa sangat memungkinkan akan menururun, karena orientasinya sudah berbeda dengan zaman dahulu. Sekarang siswa yang penting ke Sekolah, semakin bebas malah semakin hancur! Dan bila ada guru yang menentang, maka dianggap melawan, hingga dikucilkan dalam lingkaran.

Seberapa jauh kurikulum merdeka itu berdampak pada keberlangsungan pendidikan siswa di sekolah? beberapa kampus di Eropa seperti Belanda kini tidak bisa langsung menerima siswa lulusan SMA di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda.  Salah satu penyebabnya itu terjadi karena di Indonesia ditiadakannya Ujian Nasional (UN) sebagai standar siswa yang digunakan secara nasional. Lantas benarkah beberapa Universitas di Belanda tidak bisa menerima langsung siswa lulusan SMA dari Indonesia?

Communication Manager Nuffic South East Asia Inty Denaesari membenarkan bahwa saat ini beberapa universitas berbasis riset memang tidak bisa langsung menerima siswa lulusan SMA dari Indonesia “Benarkah Kampus di Belanda Tak Bisa Terima Siswa Lulusan SMA?” Kompas.Com.  28 September 2024.

Nilai Ujian Nasional (UN) memang sebuah nilai yang perlu diperjuangkan mati-matian sebelum akhirnya UN itu dihapuskan. UN terakhir dilaksanakan pada tahun 2020, dan setelah itu diganti dengan Asesmen Nasional (AN) mulai tahun 2021. Menurut penjelasan dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi, Nadiem Makari menegaskan “Penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi Assesmen Kompetensi Minimum dan Survai Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter “Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim: Hapus Ujian Nasional (UN).” Rumah Aspirasi. 11 Maret 2020.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels/Yazid N)

Dalam penguatan pendidikan karakter, sekolah harus membuat kurikulum yang membangun karakter siswa, dan tidak hanya terfokus pada hasil akedemik. Penguatan pendidikan karakter di sekolah bukan sekadar memberikan slogan-slogan kepada siswa, akan tetapi sebagai pembangunan karakter yang hebat memang harus ada sebuah pembelajaran mengenai Character Building yaitu membangun karakter. Karakter siswa menjadi persoalan serius mengenai suatu pergaulan yang terlihat bebas, dan sebuah trending-trending di media sosial. Secara perlahan moral pendidikan akan terkikis pada gangguan kondisi mental setiap siswa, dan menganggap bahwa hal-hal itu adalah hal yang biasa.

Pendidik Harus Tegas Dalam Menangani Kriteria Siswa

Kriteria siswa merupakan ukuran yang menjadi dasar penilaian dalam ruang lingkup “sektor pendidikan” mengenai sebuah mekanisme untuk membuat suatu aturan dan prinsip. Setiap sektor pendidikan berhak menciptakan visi dan misinya sendiri demi sebuah tujuan dalam instrumen penilaian, namun indikator penilaian tidak cukup hanya sekadar diukur dari hasil belajar di kelas. Peran guru sangat penting agar bisa menerapkan metode-metode liar yang penuh inovatif, inklusif, dan menyenangkan. Setiap masa pembelajaran berlangsung perlu adanya evaluasi yang komprehensif, siswa harus ditarik kepada dimensi lain untuk dapat bernalar kritis, dan mampu untuk bertanggungjawab atas nalarnya.

Kurikulum merdeka mengajak siswa untuk berkembang dalam sebuah ruang, akan tetapi ruang-ruang itu tidak difasilitasi secara mutu di sekolah. Jika di survai memalalui assesmen diagnostik awal akan dapat diketahui tentang hobi dan kebiasaan belajar siswa setiap harinya, assesmen diagnostik awal angatlah membantu guru untuk mengobservasi, membangun karakter, kreatifitas, dan eksplorasi siswa dibidangnya masing-masing.

Pendidik Harus Inovatif

Inovatif sebagai pendidik tidak hanya mentransfer ilmu dalam mengajar, tetapi memberikan sebuah edukasi bermakna. Ki Hadjar Dewantara mempunyai konsep Tri-N yaitu: “Niteni (mengamati), Nirokake (menirukan), Nambahi (memodifikasi)” dalam konsep Tri-N pembelajaran bukan lagi sekadar menghafal, tetapi menjadi proses aktif yang melibatkan pengamatan, peniruan, serta kreativitas dalam memodifikasi ilmu yang didapat. Prinsip itu relevan dengan pendidikan modern dalam pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan inovasi Chantika Toti Yuliandani (PGSD), Nadea Diva Nurfin Afrilia (BK) “Mengulik Filosofi Tri-N : Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang Tak Lekang Waktu” Fip.Unesa.ac.id 14 Maret 2025.

Ruang kreatifitas dan membuka bimbingan belajar tambah seharusnya menjadi tugas bersama guru, bukan hanya wali kelas/guru wali. Kesenjangan peserta didik memang harus terus dituntun dan dibimbing agar pembelajaran menjadi terarah. Eksplorasi peserta didik sangatlah penting, ini berbicara mengenai sebuah capaian misalnya memalalui "bimbingan membaca inklusif, bimbingan berhitung secara sederhana, bahkan bimbingan pembelajaran secara umum" namun hanya beberapa guru saja yang melakukan kegiatan demikian, makanya tidaklah heran jika kemampuan nalar peserta didik di Indonesia itu sulit untuk berkembang. Tidak ada yang disalahkan dari sektor manapun, karena ini menjadi tanggungjawab bersama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

Ayo Netizen 12 Mar 2026, 16:07

Cik, THR-na?

Cik, THR-na?

News Update

Ayo Netizen 31 Jul 2026, 13:01

Memahami Wajah Lain El Nino di Jawa Barat

El Nino bukan fenomena baru. Yang baru adalah intensitas dan dampaknya yang semakin terasa. Ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun strategi jangka panjang.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, membuat kekeringan melanda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)