Dari Kurikulum hingga Pendidikan Karakter

4 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan Kamis 12 Mar 2026, 17:43 WIB
Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)

Perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia memang berkembang sangat siginifikan dari awal mula sistem pendidikan itu didirikan, Taman Siswa lahir di Yogyakarta pada tahun 3 Juli 1922 sebagai gerbang emas kemerdekaan dan kebebasan budaya bangsa. Taman siswa ada sebagai jiwa rakyat untuk merdeka dan bebas. Lalu apakah kita sudah merdeka?

Peran pendidik saat ini, menjadi sebuah dilematis serius dalam menjawab sebuah perkembangan zaman. Adanya sebuah aturan yang mesti harus dipatuhi dan ada juga aturan-aturan yang sudah tertulis, akan tetapi dilanggar secara saksama dalam mempertahankan suatu prioritas lembaga. Guru masih sulit mempertahankan idealismenya masing-masing, karena tertekan dengan adanya sebuah tuntutan, yang semakin hari hilang martabat. Tidak ada lagi peran guru yang berbakti, karena semakin berbakti memang makan hati. Kita belum merdeka, jika tonggak dari segela ilmu ini runtuh, apalagi bila tambah runtuh maka persoalannya akan lebih berat lagi.

Hal seperti ini terjadi karena kurikulum terfokus pada nilai-nilai atau hasil yang bersifat akademis, semua siswa harus naik kelas, dan nilai siswa tidak boleh di bawah standar. Kemurnian itu telah melebur menjadi coretan tinta yang hina, sebuah tanda tak bermakna apa-apa. Justru dari kemurnian itulah sebaiknya nilai-nilai itu harus tetap utuh dan tidak bisa lagi tuk diubah-ubah, jika pun ingin diubah maka perlu adanya sebuah perbaikan. Jika terus dibiarkan sistem yang seperti ini, maka semangat belajar siswa sangat memungkinkan akan menururun, karena orientasinya sudah berbeda dengan zaman dahulu. Sekarang siswa yang penting ke Sekolah, semakin bebas malah semakin hancur! Dan bila ada guru yang menentang, maka dianggap melawan, hingga dikucilkan dalam lingkaran.

Seberapa jauh kurikulum merdeka itu berdampak pada keberlangsungan pendidikan siswa di sekolah? beberapa kampus di Eropa seperti Belanda kini tidak bisa langsung menerima siswa lulusan SMA di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda.  Salah satu penyebabnya itu terjadi karena di Indonesia ditiadakannya Ujian Nasional (UN) sebagai standar siswa yang digunakan secara nasional. Lantas benarkah beberapa Universitas di Belanda tidak bisa menerima langsung siswa lulusan SMA dari Indonesia?

Communication Manager Nuffic South East Asia Inty Denaesari membenarkan bahwa saat ini beberapa universitas berbasis riset memang tidak bisa langsung menerima siswa lulusan SMA dari Indonesia “Benarkah Kampus di Belanda Tak Bisa Terima Siswa Lulusan SMA?” Kompas.Com.  28 September 2024.

Nilai Ujian Nasional (UN) memang sebuah nilai yang perlu diperjuangkan mati-matian sebelum akhirnya UN itu dihapuskan. UN terakhir dilaksanakan pada tahun 2020, dan setelah itu diganti dengan Asesmen Nasional (AN) mulai tahun 2021. Menurut penjelasan dari Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Dan Teknologi, Nadiem Makari menegaskan “Penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi Assesmen Kompetensi Minimum dan Survai Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter “Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim: Hapus Ujian Nasional (UN).” Rumah Aspirasi. 11 Maret 2020.

Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ilustrasi siswa sekolah. (Sumber: Pexels/Yazid N)

Dalam penguatan pendidikan karakter, sekolah harus membuat kurikulum yang membangun karakter siswa, dan tidak hanya terfokus pada hasil akedemik. Penguatan pendidikan karakter di sekolah bukan sekadar memberikan slogan-slogan kepada siswa, akan tetapi sebagai pembangunan karakter yang hebat memang harus ada sebuah pembelajaran mengenai Character Building yaitu membangun karakter. Karakter siswa menjadi persoalan serius mengenai suatu pergaulan yang terlihat bebas, dan sebuah trending-trending di media sosial. Secara perlahan moral pendidikan akan terkikis pada gangguan kondisi mental setiap siswa, dan menganggap bahwa hal-hal itu adalah hal yang biasa.

Pendidik Harus Tegas Dalam Menangani Kriteria Siswa

Kriteria siswa merupakan ukuran yang menjadi dasar penilaian dalam ruang lingkup “sektor pendidikan” mengenai sebuah mekanisme untuk membuat suatu aturan dan prinsip. Setiap sektor pendidikan berhak menciptakan visi dan misinya sendiri demi sebuah tujuan dalam instrumen penilaian, namun indikator penilaian tidak cukup hanya sekadar diukur dari hasil belajar di kelas. Peran guru sangat penting agar bisa menerapkan metode-metode liar yang penuh inovatif, inklusif, dan menyenangkan. Setiap masa pembelajaran berlangsung perlu adanya evaluasi yang komprehensif, siswa harus ditarik kepada dimensi lain untuk dapat bernalar kritis, dan mampu untuk bertanggungjawab atas nalarnya.

Kurikulum merdeka mengajak siswa untuk berkembang dalam sebuah ruang, akan tetapi ruang-ruang itu tidak difasilitasi secara mutu di sekolah. Jika di survai memalalui assesmen diagnostik awal akan dapat diketahui tentang hobi dan kebiasaan belajar siswa setiap harinya, assesmen diagnostik awal angatlah membantu guru untuk mengobservasi, membangun karakter, kreatifitas, dan eksplorasi siswa dibidangnya masing-masing.

Pendidik Harus Inovatif

Inovatif sebagai pendidik tidak hanya mentransfer ilmu dalam mengajar, tetapi memberikan sebuah edukasi bermakna. Ki Hadjar Dewantara mempunyai konsep Tri-N yaitu: “Niteni (mengamati), Nirokake (menirukan), Nambahi (memodifikasi)” dalam konsep Tri-N pembelajaran bukan lagi sekadar menghafal, tetapi menjadi proses aktif yang melibatkan pengamatan, peniruan, serta kreativitas dalam memodifikasi ilmu yang didapat. Prinsip itu relevan dengan pendidikan modern dalam pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam mendorong pembelajaran berbasis pengalaman dan inovasi Chantika Toti Yuliandani (PGSD), Nadea Diva Nurfin Afrilia (BK) “Mengulik Filosofi Tri-N : Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang Tak Lekang Waktu” Fip.Unesa.ac.id 14 Maret 2025.

Ruang kreatifitas dan membuka bimbingan belajar tambah seharusnya menjadi tugas bersama guru, bukan hanya wali kelas/guru wali. Kesenjangan peserta didik memang harus terus dituntun dan dibimbing agar pembelajaran menjadi terarah. Eksplorasi peserta didik sangatlah penting, ini berbicara mengenai sebuah capaian misalnya memalalui "bimbingan membaca inklusif, bimbingan berhitung secara sederhana, bahkan bimbingan pembelajaran secara umum" namun hanya beberapa guru saja yang melakukan kegiatan demikian, makanya tidaklah heran jika kemampuan nalar peserta didik di Indonesia itu sulit untuk berkembang. Tidak ada yang disalahkan dari sektor manapun, karena ini menjadi tanggungjawab bersama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi

Berita Terkait

Ayo Netizen 12 Mar 2026, 16:07

Cik, THR-na?

Cik, THR-na?

News Update

Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 15:00

AI Art: Pencuri Masa Depan para Seniman

Jika AI mampu menghasilkan gambar secara massal, apa yang akan terjadi pada keberadaan dan masa depan para seniman masa kini?

Ilustrasi seni hasil AI. (Sumber: Pexels | Foto: Google DeepMind)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 12:51

1 Dolar Mencapai Rp 17.865 Rupiah: Apakah Kita Berada dalam Keadaan Baik-Baik Saja?

Pada 27 Mei 2026, nilai rupiah terhadap 1 dolar mencapai Rp 17.865.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Wisata & Kuliner 14 Jun 2026, 11:46

Kopi Joss Jogja, Tradisi Kuliner Unik yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Kenali kopi joss khas Yogyakarta, kopi dengan bara arang panas yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Simak sejarah dan keunikannya.

Kopi Joss, salah satu kuliner khas Jogja.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 11:12

Bagaimana Merek Lokal Membangun Branding dalam Multi-Platform

Aroma kopi menjadi identitas utama yang digunakan Implora Cosmetics untuk membangun branding Caffe Matte Lip Cream secara konsisten di berbagai platform komunikasi.

Penulis sedang menelaah kajian tentang merek lokal di Bandung.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 10:01

Mengenal DISPUSIPDA: Pusat Perpustakaan dan Pengarsipan di Bumi Priangan

DISPUSIPDA JABAR, merupakan perpustakaan dan pusat pengarsipan terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)