Bandung Menjelang Lebaran Era 1990-an dalam Arsip Bandung Pos

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Operasi Ketupat menjelang arus mudik Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Operasi Ketupat menjelang arus mudik Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pada dekade 1990-an, ketika kabar dari luar rumah masih dinanti setiap pagi melalui lembaran koran yang baru keluar dari mesin cetak, nama Bandung Pos menjadi salah satu bacaan yang akrab di tangan warga Kota Bandung dan sekitarnya.

Bagi masyarakat saat itu, koran bukan sekadar media informasi. Ia juga menjadi bagian dari ritme kehidupan sehari-hari. Di warung kopi, kios koran di pinggir jalan, hingga ruang tamu rumah-rumah warga, halaman-halaman Bandung Pos kerap menjadi bahan obrolan pagi. Melalui berita-beritanya, koran ini merekam denyut kota, hiruk pikuk ekonomi, dinamika sosial, kehidupan religius, hingga peristiwa-peristiwa kecil yang membentuk wajah Bandung pada masanya.

Menurut jurnalis senior H. Ahmad Saelan, yang pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Bandung Pos, koran ini pernah mencatat sejarah penting dalam dunia pers Indonesia. Sejak 4 Desember 1989, Bandung Pos dikenal sebagai surat kabar harian pertama di Indonesia yang terbit dalam format tabloid.

Inovasi tersebut terbukti menarik perhatian pembaca. Dalam kurun waktu hanya tiga bulan, tiras Bandung Pos melonjak tajam dari sekitar 9.000 eksemplar menjadi 90.000 eksemplar, peningkatan yang luar biasa, hampir mencapai 1.000 persen.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada edisi 18 Januari 1994, Bandung Pos kembali terbit dalam format tabloid melalui kerja sama antara Pemerintah Daerah Jawa Barat dan harian Pikiran Rakyat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat Jawa Barat melalui media cetak yang lebih ringkas dan mudah dibaca.

Penulis bersama jurnalis senior H. Ahmad Saelan, mantan Pemimpin Redaksi Bandung Pos. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis bersama jurnalis senior H. Ahmad Saelan, mantan Pemimpin Redaksi Bandung Pos. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Suasana Bandung Menjelang Lebaran 1994

Salah satu potret menarik tersimpan pada halaman muka Bandung Pos edisi Jumat, 4 Maret 1994, yang bertepatan dengan 21 Ramadan 1414 Hijriah. Lembaran koran lawas itu seolah membuka kembali jendela waktu, menghadirkan suasana Bandung menjelang Lebaran pada awal dekade 1990-an.

Hari-hari terakhir Ramadan selalu menghadirkan kesibukan tersendiri. Di terminal, stasiun, dan loket perjalanan, masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan mudik ke kampung halaman. Sebuah foto di halaman muka memperlihatkan petugas yang sibuk mengatur arus penumpang di loket perjalanan. Wajah-wajah yang mengantre menggambarkan harapan sederhana yaitu pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, aparat keamanan juga bersiap menggelar Operasi Ketupat yaitu operasi pengamanan rutin menjelang Lebaran. Dalam keterangannya di Mapolda Jawa Barat, Kapolri saat itu, Banurusman Astrosemitro, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri, khususnya para pemudik yang menempuh perjalanan darat, laut, maupun udara.

Meski dilakukan setiap tahun, Kapolri mengingatkan agar pelaksanaannya tidak sekadar menjadi rutinitas yang monoton. Situasi yang selalu berubah menuntut aparat kepolisian untuk menyiapkan langkah-langkah pengamanan yang lebih adaptif, terutama di Pulau Jawa yang menjadi pusat pergerakan arus mudik.

Suasana menjelang Lebaran juga memperlihatkan dinamika sosial ekonomi masyarakat. Bandung Pos melaporkan sekitar 6.500 buruh PT ES Bogor melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh. Tuntutan tersebut mencerminkan persoalan klasik yang kerap muncul setiap Ramadan yakni meningkatnya kebutuhan ekonomi menjelang hari raya membuat para pekerja berharap hak mereka dapat dipenuhi tepat waktu.

Harian Umum Bandung Pos, salah satu surat kabar kebanggaan warga Bandung pada era 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Harian Umum Bandung Pos, salah satu surat kabar kebanggaan warga Bandung pada era 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di sisi lain, semangat kepedulian sosial juga tampak menguat pada bulan suci. Wakil Gubernur Jawa Barat saat itu, Ukman Sutarya, mengajak para pengusaha untuk menggelar kegiatan buka puasa bersama anak-anak yatim piatu. Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.

Halaman muka Bandung Pos juga menghadirkan nuansa religius melalui rubrik Renungan Ramadan, yang mengangkat tema kemuliaan malam Lailatul Qadar. Dalam kolom tersebut dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam yang penuh kemuliaan itu, para malaikat bersama Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan, dan malam tersebut dipenuhi kesejahteraan hingga terbit fajar, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 3–5.

Renungan tersebut mengajak umat Islam memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah seperti salat malam, zikir, membaca Al-Qur’an, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Malam Lailatul Qadar dipandang sebagai kesempatan istimewa bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, dan meraih keberkahan hidup.

Sebagai panduan praktis bagi pembaca, koran tersebut juga memuat jadwal puasa untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Pada hari ke-21 Ramadan, tanggal 4 Maret 1994, waktu imsak tercatat pukul 04.28 dan waktu magrib pukul 18.10. Penyesuaian waktu juga dicantumkan untuk berbagai daerah lain di Jawa Barat dan sekitarnya, sebuah layanan informasi sederhana yang sangat membantu pembaca pada masa ketika akses informasi masih terbatas.

Di bagian lain halaman muka, sebuah foto menampilkan upaya penanganan longsor di jalur menuju wilayah Kuningan. Gambar tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan mudik pada masa itu sering kali harus menghadapi berbagai kendala alam dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai.

Bandung Pos juga menurunkan berita kriminal yang menjadi tajuk utama dengan judul mencolok “Tewas Disabet Belati.” Berita tersebut mengabarkan peristiwa tragis di Jalan Raya Banjaran, Kabupaten Bandung. Seorang sopir bernama Ihsan bin M. Setiawan menjadi korban penusukan oleh tiga pemuda yang mengeroyoknya. Ia mengalami luka robek di bagian dada dan meninggal dunia sekitar empat jam kemudian setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Mendekati Lebaran, Kue Khong Guan dan Rengginang Sama-Sama ‘Marema’

Menyusuri Jejak Kota dari Lembaran Koran

Membaca kembali halaman muka Bandung Pos edisi 4 Maret 1994 terasa seperti membuka album kenangan kota. Di dalamnya tersimpan potret kehidupan masyarakat menjelang Lebaran lebih dari tiga dekade silam, tentang kesibukan arus mudik, persoalan ekonomi para pekerja, ajakan berbagi kepada sesama, renungan spiritual Ramadan, hingga peristiwa kriminal yang tetap mewarnai kehidupan kota.

Begitulah lembaran Bandung Pos merekam kehidupan Bandung menjelang Lebaran 1994, sebuah potret kota dengan segala dinamika sosial, ekonomi, dan spiritualnya. Kini, ketika media telah berubah dan arus informasi bergerak jauh lebih cepat, koran-koran lawas itu tetap menyimpan cerita sederhana tentang manusia, harapan, dan suasana Ramadan yang selalu kembali dari tahun ke tahun. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)