Bandung Menjelang Lebaran Era 1990-an dalam Arsip Bandung Pos

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Minggu 08 Mar 2026, 19:50 WIB
Operasi Ketupat menjelang arus mudik Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Operasi Ketupat menjelang arus mudik Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Pada dekade 1990-an, ketika kabar dari luar rumah masih dinanti setiap pagi melalui lembaran koran yang baru keluar dari mesin cetak, nama Bandung Pos menjadi salah satu bacaan yang akrab di tangan warga Kota Bandung dan sekitarnya.

Bagi masyarakat saat itu, koran bukan sekadar media informasi. Ia juga menjadi bagian dari ritme kehidupan sehari-hari. Di warung kopi, kios koran di pinggir jalan, hingga ruang tamu rumah-rumah warga, halaman-halaman Bandung Pos kerap menjadi bahan obrolan pagi. Melalui berita-beritanya, koran ini merekam denyut kota, hiruk pikuk ekonomi, dinamika sosial, kehidupan religius, hingga peristiwa-peristiwa kecil yang membentuk wajah Bandung pada masanya.

Menurut jurnalis senior H. Ahmad Saelan, yang pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Bandung Pos, koran ini pernah mencatat sejarah penting dalam dunia pers Indonesia. Sejak 4 Desember 1989, Bandung Pos dikenal sebagai surat kabar harian pertama di Indonesia yang terbit dalam format tabloid.

Inovasi tersebut terbukti menarik perhatian pembaca. Dalam kurun waktu hanya tiga bulan, tiras Bandung Pos melonjak tajam dari sekitar 9.000 eksemplar menjadi 90.000 eksemplar, peningkatan yang luar biasa, hampir mencapai 1.000 persen.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada edisi 18 Januari 1994, Bandung Pos kembali terbit dalam format tabloid melalui kerja sama antara Pemerintah Daerah Jawa Barat dan harian Pikiran Rakyat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat Jawa Barat melalui media cetak yang lebih ringkas dan mudah dibaca.

Penulis bersama jurnalis senior H. Ahmad Saelan, mantan Pemimpin Redaksi Bandung Pos. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis bersama jurnalis senior H. Ahmad Saelan, mantan Pemimpin Redaksi Bandung Pos. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Suasana Bandung Menjelang Lebaran 1994

Salah satu potret menarik tersimpan pada halaman muka Bandung Pos edisi Jumat, 4 Maret 1994, yang bertepatan dengan 21 Ramadan 1414 Hijriah. Lembaran koran lawas itu seolah membuka kembali jendela waktu, menghadirkan suasana Bandung menjelang Lebaran pada awal dekade 1990-an.

Hari-hari terakhir Ramadan selalu menghadirkan kesibukan tersendiri. Di terminal, stasiun, dan loket perjalanan, masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan mudik ke kampung halaman. Sebuah foto di halaman muka memperlihatkan petugas yang sibuk mengatur arus penumpang di loket perjalanan. Wajah-wajah yang mengantre menggambarkan harapan sederhana yaitu pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, aparat keamanan juga bersiap menggelar Operasi Ketupat yaitu operasi pengamanan rutin menjelang Lebaran. Dalam keterangannya di Mapolda Jawa Barat, Kapolri saat itu, Banurusman Astrosemitro, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri, khususnya para pemudik yang menempuh perjalanan darat, laut, maupun udara.

Meski dilakukan setiap tahun, Kapolri mengingatkan agar pelaksanaannya tidak sekadar menjadi rutinitas yang monoton. Situasi yang selalu berubah menuntut aparat kepolisian untuk menyiapkan langkah-langkah pengamanan yang lebih adaptif, terutama di Pulau Jawa yang menjadi pusat pergerakan arus mudik.

Suasana menjelang Lebaran juga memperlihatkan dinamika sosial ekonomi masyarakat. Bandung Pos melaporkan sekitar 6.500 buruh PT ES Bogor melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh. Tuntutan tersebut mencerminkan persoalan klasik yang kerap muncul setiap Ramadan yakni meningkatnya kebutuhan ekonomi menjelang hari raya membuat para pekerja berharap hak mereka dapat dipenuhi tepat waktu.

Harian Umum Bandung Pos, salah satu surat kabar kebanggaan warga Bandung pada era 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Harian Umum Bandung Pos, salah satu surat kabar kebanggaan warga Bandung pada era 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Di sisi lain, semangat kepedulian sosial juga tampak menguat pada bulan suci. Wakil Gubernur Jawa Barat saat itu, Ukman Sutarya, mengajak para pengusaha untuk menggelar kegiatan buka puasa bersama anak-anak yatim piatu. Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.

Halaman muka Bandung Pos juga menghadirkan nuansa religius melalui rubrik Renungan Ramadan, yang mengangkat tema kemuliaan malam Lailatul Qadar. Dalam kolom tersebut dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam yang penuh kemuliaan itu, para malaikat bersama Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan, dan malam tersebut dipenuhi kesejahteraan hingga terbit fajar, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr ayat 3–5.

Renungan tersebut mengajak umat Islam memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah seperti salat malam, zikir, membaca Al-Qur’an, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Malam Lailatul Qadar dipandang sebagai kesempatan istimewa bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri, memohon ampunan, dan meraih keberkahan hidup.

Sebagai panduan praktis bagi pembaca, koran tersebut juga memuat jadwal puasa untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Pada hari ke-21 Ramadan, tanggal 4 Maret 1994, waktu imsak tercatat pukul 04.28 dan waktu magrib pukul 18.10. Penyesuaian waktu juga dicantumkan untuk berbagai daerah lain di Jawa Barat dan sekitarnya, sebuah layanan informasi sederhana yang sangat membantu pembaca pada masa ketika akses informasi masih terbatas.

Di bagian lain halaman muka, sebuah foto menampilkan upaya penanganan longsor di jalur menuju wilayah Kuningan. Gambar tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan mudik pada masa itu sering kali harus menghadapi berbagai kendala alam dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya memadai.

Bandung Pos juga menurunkan berita kriminal yang menjadi tajuk utama dengan judul mencolok “Tewas Disabet Belati.” Berita tersebut mengabarkan peristiwa tragis di Jalan Raya Banjaran, Kabupaten Bandung. Seorang sopir bernama Ihsan bin M. Setiawan menjadi korban penusukan oleh tiga pemuda yang mengeroyoknya. Ia mengalami luka robek di bagian dada dan meninggal dunia sekitar empat jam kemudian setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Mendekati Lebaran, Kue Khong Guan dan Rengginang Sama-Sama ‘Marema’

Menyusuri Jejak Kota dari Lembaran Koran

Membaca kembali halaman muka Bandung Pos edisi 4 Maret 1994 terasa seperti membuka album kenangan kota. Di dalamnya tersimpan potret kehidupan masyarakat menjelang Lebaran lebih dari tiga dekade silam, tentang kesibukan arus mudik, persoalan ekonomi para pekerja, ajakan berbagi kepada sesama, renungan spiritual Ramadan, hingga peristiwa kriminal yang tetap mewarnai kehidupan kota.

Begitulah lembaran Bandung Pos merekam kehidupan Bandung menjelang Lebaran 1994, sebuah potret kota dengan segala dinamika sosial, ekonomi, dan spiritualnya. Kini, ketika media telah berubah dan arus informasi bergerak jauh lebih cepat, koran-koran lawas itu tetap menyimpan cerita sederhana tentang manusia, harapan, dan suasana Ramadan yang selalu kembali dari tahun ke tahun. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 15:00

AI Art: Pencuri Masa Depan para Seniman

Jika AI mampu menghasilkan gambar secara massal, apa yang akan terjadi pada keberadaan dan masa depan para seniman masa kini?

Ilustrasi seni hasil AI. (Sumber: Pexels | Foto: Google DeepMind)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 12:51

1 Dolar Mencapai Rp 17.865 Rupiah: Apakah Kita Berada dalam Keadaan Baik-Baik Saja?

Pada 27 Mei 2026, nilai rupiah terhadap 1 dolar mencapai Rp 17.865.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Wisata & Kuliner 14 Jun 2026, 11:46

Kopi Joss Jogja, Tradisi Kuliner Unik yang Bertahan Lebih dari 60 Tahun

Kenali kopi joss khas Yogyakarta, kopi dengan bara arang panas yang kini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Simak sejarah dan keunikannya.

Kopi Joss, salah satu kuliner khas Jogja.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 11:12

Bagaimana Merek Lokal Membangun Branding dalam Multi-Platform

Aroma kopi menjadi identitas utama yang digunakan Implora Cosmetics untuk membangun branding Caffe Matte Lip Cream secara konsisten di berbagai platform komunikasi.

Penulis sedang menelaah kajian tentang merek lokal di Bandung.
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 10:01

Mengenal DISPUSIPDA: Pusat Perpustakaan dan Pengarsipan di Bumi Priangan

DISPUSIPDA JABAR, merupakan perpustakaan dan pusat pengarsipan terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Raffi Islam Madina)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 09:06

BBM Naik, Rakyat Kian Tercekik: Alarm bagi Kita Semua

Ketika semua harga naik, biasanya ada sesuatu yang harus "diturunkan".

Sebuah SPBU di Jl. Surapati Kota Bandung. (Foto: Abah Omtris)