Potret Bandung Era 90-an dalam Kenangan 

Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Senin 13 Apr 2026, 12:43 WIB
Bus DAMRI jadul di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)

Bus DAMRI jadul di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)

Bandung pada awal 1990-an adalah kota yang bergerak dengan irama pelan. Udara pagi masih menyisakan dingin yang akrab, jalanan belum padat, dan kehidupan berjalan tanpa tergesa. Di kota seperti itulah para anak kost menumpangkan hari-harinya dengan cara sederhana, tetapi sarat makna.

Bandung bukan sekadar tujuan, melainkan ruang singgah yang perlahan berubah menjadi tempat tinggal. Anak-anak muda dari berbagai daerah datang dengan bekal seadanya, menempati kamar sempit, lalu belajar hidup mandiri mengatur keuangan, menahan rindu, dan memahami arti pulang yang tak lagi sama.

Pagi hari terasa dekat dengan tubuh. Embun masih menempel di daun, pepohonan besar menaungi jalan-jalan di Pasteur, Merdeka, Alun-alun, Tamansari, hingga Cihampelas. Lalu lintas sudah ramai bergerak, tetapi belum menyesakkan. Angkutan kota berhenti dengan sabar, memberi waktu bagi penumpang turun tanpa tergesa. Kota ini masih menyediakan ruang untuk jeda.

Di tengah denyut itu, Bandung Indah Plaza (BIP) menjadi penanda zaman. Anak-anak muda berkumpul bukan semata untuk berbelanja, melainkan untuk menghabiskan waktu. Menonton film, berjalan di antara etalase, atau sekadar duduk memperhatikan orang lalu-lalang. Eskalator, lampu toko, dan aroma makanan cepat saji menghadirkan kesan modern yang membekas dalam ingatan.

Penulis bersama rekan-rekan satu kost pada era 1990-an, berlokasi di kawasan Gegerkalong Hilir, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Penulis bersama rekan-rekan satu kost pada era 1990-an, berlokasi di kawasan Gegerkalong Hilir, Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Tak jauh dari sana, Palaguna menjadi ruang temu yang santai. Percakapan berlangsung tanpa tujuan, waktu berjalan tanpa tekanan. Kini, namanya lebih sering hadir sebagai kenangan sebuah bagian kota yang perlahan menjauh.

Cihampelas memiliki pesonanya sendiri. Deretan toko jeans dengan papan nama mencolok, serta patung tokoh film seperti Rambo, Spiderman, dan Superman, membentuk lanskap visual yang kuat. Kawasan ini riuh, berwarna, dan hidup menjadi salah satu wajah Bandung yang mudah dikenali sekaligus sulit dilupakan.

Perubahan sebenarnya telah dimulai sejak masa itu, meski berjalan perlahan. Kawasan yang kini dikenal sebagai Paris Van Java dahulu merupakan kompleks perumahan dan asrama milik Polri. Bandung tak pernah benar-benar diam ia terus bergerak, menyesuaikan diri, sambil meninggalkan jejak masa lalunya.

Bagi anak kost, hiburan tidak perlu rumit. Kebun Binatang Bandung di Tamansari menjadi pilihan yang terjangkau. Berjalan di bawah rindang pohon, melihat satwa, atau sekadar duduk melepas penat, semuanya cukup untuk mengisi hari.

Di sisi lain, Gelora Saparua menghadirkan keramaian yang berbeda. Konser musik dari rock hingga pop menggema di sana, menghadirkan energi yang meluap. Teriakan penonton, dentuman suara, dan keringat menjadi bagian dari pengalaman yang sulit dilupakan.

Untuk rekreasi keluarga, Karang Setra tetap menjadi pilihan utama. Sementara Taman Lalu Lintas menghadirkan suasana belajar yang ringan bagi anak-anak. Semuanya berjalan dalam kesederhanaan yang, pada masa itu, terasa cukup.

Waktu terus berjalan. Bandung terus berubah, jalanan semakin padat, ritme kota kian cepat, dan wajah-wajah baru bermunculan. Namun bagi mereka yang pernah menjalaninya, Bandung awal 1990-an tidak pernah benar-benar hilang.

Ia tetap hidup dalam kenangan, ingatan pada udara pagi yang dingin, pada jalanan yang belum sesak, dan pada hari-hari sederhana yang dijalani tanpa banyak tuntutan. Bandung mungkin telah berganti rupa, tetapi sebagian dirinya menetap diam-diam dalam kepala mereka yang pernah menjadi bagian darinya.

Barangkali, di situlah Bandung yang sesungguhnya berada, bukan sepenuhnya di peta, melainkan dalam ingatan. Seperti halaman koran lama yang menguning, tetapi tak pernah kehilangan makna. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Linimasa 13 Apr 2026, 14:00

Sejarah dan Kontroversi Konversi Gas Elpiji di Indonesia

Program konversi minyak tanah ke LPG sejak 2007 mengubah pola energi rumah tangga, namun menyisakan kontroversi, kecelakaan, dan polemik kebijakan

Sejumlah warga mengantre untuk membeli gas elpiji di Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Apr 2026, 12:43

Potret Bandung Era 90-an dalam Kenangan 

Bandung pada awal 1990-an adalah kota yang bergerak dengan irama pelan.

Bus DAMRI jadul di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 13 Apr 2026, 10:24

Intelektual, Masyarakat Sipil, dan Perubahan Sosial

Di tengah kondisi yang tidak pasti saat ini, kita membutuhkan intelektual yang mampu berpikir jernih, masyarakat sipil yang kuat, dan keberanian untuk melakukan perubahan sosial.

Calon jemaah haji saat kegiatan pelepasan manasik haji di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Kota Bandung, Rabu (1/4/2026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Komunitas 13 Apr 2026, 09:11

Masagi Tjibogo, Kekuatan Warga Lokal Mengolah Sampah Hingga Produknya Tembus Pasar Global

Komunitas Masagi Tjibogo mengolah sampah berbasis budaya lokal, membangun kesadaran warga, sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi yang menembus pasar global.

Abang Oyong yang sudah memasuki usia 80-an membantu membuat karpet hasil olahan sampah di Komunitas Masagi Tjibogo. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Komunitas 13 Apr 2026, 05:25

Bandung Berpuisi Buka Panggung, Siapa Saja Bisa Bersuara Lewat Kata

Komunitas Bandung Berpuisi menghadirkan panggung terbuka melalui Open Mic Vol. 17 sebagai ruang ekspresi bagi siapa saja untuk membacakan karya, sekaligus mendekatkan puisi kepada masyarakat.

Puluhan penampil memeriahkan Open Mic Vol. 17 Bandung Berpuisi untuk mengekspresikan karya dan merayakan puisi secara langsung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Sejarah 12 Apr 2026, 14:38

Sejarah Letusan Galunggung 1982, Sembilan Bulan Bencana Vulkanik di Jawa Barat

Letusan Galunggung 1982 berlangsung sembilan bulan, memicu pengungsian massal, kerusakan luas, dan menjadi salah satu bencana vulkanik terbesar di Jawa Barat.

Letusan Galunggung 1982. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 12 Apr 2026, 13:26

4 Ide Cerita untuk Kamu yang Merasa 'Terasing' di Bandung Kampung Halamanmu

Kita berdiri di kota tempat lahir, tapi merasa seperti tamu.

Wisata kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, Rabu 25 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 12 Apr 2026, 09:39

Hikayat Kampung Adat Mahmud, Penyebaran Islam hingga Larangan Menabuh Gong

Kampung Adat Mahmud di Bandung menyimpan sejarah penyebaran Islam, tradisi rumah panggung, dan larangan menabuh gong yang masih dijaga.

Kampung Mahmud, Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 12 Apr 2026, 08:52

Bandung Era 1990-an dalam Ingatan Anak Kost

Bandung era 90-an, bagi saya, bukan sekadar kenangan. Ia adalah rumah yang selalu bisa saya kunjungi, kapan saja, dalam ingatan.

Anak kost era 1990-an, bersahabat dengan Erwan Setiawan, kini Wagub Jawa Barat. Kenangan sederhana yang tak lekang waktu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)