Kartu Lebaran dan Suasana Idulfitri di Bandung Era 1990-an

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Kartu Lebaran versi ABG. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menjelang Idulfitri pada dekade 1990-an, suasana Kota Bandung tidak hanya dipenuhi aroma kue Lebaran dan kesibukan orang bersiap mudik. Di berbagai sudut kota, ada satu kebiasaan sederhana yang turut mewarnai hari-hari menjelang hari raya yaitu tradisi berkirim kartu ucapan Lebaran.

Dari lapak kecil di sekitar kantor pos hingga etalase toko buku, kartu-kartu bergambar masjid, ketupat, bulan sabit, dan kaligrafi "Selamat Idulfitri” tersusun rapi di papan pajangan. Kartu-kartu kecil itu menjadi jembatan sederhana yang menghubungkan hati orang-orang yang terpisah jarak.

Di Bandung pada masa itu, tradisi berkirim kartu Lebaran memiliki nuansa khas Kota Kembang. Di kawasan pusat kota, terutama di sekitar kantor pos, toko buku, atau kios alat tulis di jalan-jalan ramai dengan para pedagang menjajakan berbagai pilihan kartu ucapan dengan desain yang beragam. Anak-anak sekolah, mahasiswa, hingga pegawai kantor sering terlihat berhenti sejenak untuk memilih kartu yang dianggap paling menarik sebelum mengirimkannya kepada sahabat atau keluarga di luar kota.

Harga kartu pun sangat terjangkau, berkisar antara Rp 500 hingga Rp 1.000. Karena itu hampir semua kalangan dapat membelinya. Aktivitas kecil ini menjadi bagian dari suasana menjelang Lebaran yang menambah semarak denyut kota.

Di beberapa toko buku dan kios alat tulis, kartu-kartu Lebaran dipajang bersama amplop warna-warni serta perangko bergambar menarik. Banyak orang sengaja datang beberapa hari sebelum hari raya untuk menuliskan pesan dengan rapi, lalu mengirimkannya melalui kantor pos agar tiba tepat pada hari Idulfitri.

Ada kepuasan tersendiri ketika kartu yang dikirim akhirnya sampai ke tangan penerima, sebuah tanda bahwa silaturahmi tetap terjalin meskipun dipisahkan oleh jarak.

Isi Kartu Lebaran sebagai Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Isi Kartu Lebaran sebagai Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Bagi banyak orang pada masa itu, mengirim kartu Lebaran bukan sekadar formalitas. Ia adalah cara menyampaikan perhatian kepada kerabat, sahabat, atau keluarga yang tinggal jauh di perantauan. Setelah memilih kartu yang dianggap paling indah, orang biasanya menuliskan pesan singkat di bagian belakang, ucapan maaf lahir batin yang ditulis dengan tangan, sering kali dengan kalimat yang hangat dan personal.

Menurut sebuah sumber, tradisi berkirim pesan semacam ini sebenarnya memiliki akar yang sangat panjang dalam sejarah manusia. Jauh sebelum kartu ucapan dikenal seperti sekarang, masyarakat pada peradaban Mesir Kuno sekitar 4.000 tahun lalu telah saling berkirim pesan menggunakan batu kecil berbentuk kumbang yang dikenal sebagai scarab. Simbol tersebut digunakan sebagai media untuk menyampaikan doa, harapan, atau pesan tertentu.

Dalam perkembangan berikutnya, tradisi kartu ucapan modern mulai dikenal di Hindia Belanda pada akhir abad ke-19. Sekitar tahun 1871, pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan kartu pos yang dikenal sebagai briefkaart, sering dihiasi gambar pemandangan alam Nusantara. Seiring waktu, kartu pos berkembang bukan hanya sebagai sarana komunikasi singkat, tetapi juga sebagai benda seni yang bernilai estetis.

Tradisi kartu ucapan khusus untuk Lebaran mulai dikenal pada awal abad ke-20. Pada tahun 1918, sebuah surat bertuliskan "Selamat Lebaran” diterbitkan oleh Singer Sewing Machine Co. Awalnya surat tersebut berisi pengingat bagi para penyewa mesin jahit agar menyisihkan uang untuk membayar sewa pada bulan Juli dan Agustus tahun itu. Namun dari situlah istilah ucapan "Selamat Lebaran” mulai dikenal luas di masyarakat.

Berbagai Kartu Lebaran era tahun 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Berbagai Kartu Lebaran era tahun 1990-an. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Memasuki tahun 1927, masyarakat pribumi mulai mengenal kartu Lebaran dengan desain yang khas. Salah satunya menggambarkan seseorang berperahu sambil mengibarkan bendera Belanda, sebuah simbol harapan akan masa depan dan perubahan zaman.

Setelah Indonesia merdeka, tradisi berkirim kartu ucapan semakin populer. Kantor pos menjadi penghubung penting bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kabar dan ucapan selamat kepada sanak saudara di berbagai daerah.

Di Bandung, kantor pos selalu sibuk menjelang Idulfitri. Tumpukan kartu ucapan datang dari berbagai penjuru kota, dikirimkan kepada keluarga, teman sekolah, hingga rekan kerja. Aktivitas sederhana ini menjadi bagian dari ritme tahunan menjelang Lebaran.

Namun memasuki akhir 1990-an dan awal 2000-an, perubahan mulai terasa. Teknologi komunikasi berkembang pesat, dan perlahan kebiasaan berkirim kartu ucapan mulai berkurang. Surat elektronik, pesan singkat, dan kemudian media sosial dianggap lebih praktis, cepat, dan murah. Kantor pos yang dulu ramai oleh pengirim kartu Lebaran pun perlahan kehilangan sebagian pelanggannya.

Baca Juga: Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Meski begitu, jejak tradisi kartu ucapan Lebaran tidak sepenuhnya hilang. Hingga kini, sisa-sisanya masih dapat ditemukan dalam kartu kecil yang diselipkan di dalam parsel-parsel Lebaran. Meskipun bentuknya lebih sederhana dan tidak lagi dikirim melalui pos seperti dahulu, rangkaian kata di dalam kartu tersebut tetap menyimpan kehangatan yang sama yakni sebuah pengingat akan masa ketika ucapan Idulfitri ditulis dengan tangan, dikirim dengan sabar, dan dinantikan dengan penuh harap.

Kini, ketika ucapan Idulfitri dapat dikirim hanya dalam hitungan detik melalui layar ponsel, tradisi kartu Lebaran mungkin terasa seperti cerita dari masa lain. Namun kenangan tentang kartu-kartu kecil yang dipilih dengan saksama, ditulis dengan tangan, lalu dikirim melalui kantor pos itu tetap menyimpan makna yang sulit tergantikan.

Di balik selembar kartu sederhana, pernah ada kesabaran, perhatian, dan harapan agar pesan silaturahmi benar-benar sampai ke hati penerimanya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)