Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Intelektual, Masyarakat Sipil, dan Perubahan Sosial

4 menit baca
Pepen Supendi
Ditulis oleh Pepen Supendi diterbitkan Senin 13 Apr 2026, 10:24 WIB
Calon jemaah haji saat kegiatan pelepasan manasik haji di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Kota Bandung, Rabu (1/4/2026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Calon jemaah haji saat kegiatan pelepasan manasik haji di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Kota Bandung, Rabu (1/4/2026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Di tengah maraknya krisis sosial, ketimpangan, intoleransi, dan lunturnya kepercayaan publik, bangsa ini membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan program. Kita membutuhkan intelektual yang mampu berpikir jernih, masyarakat sipil yang kuat, dan keberanian untuk melakukan perubahan sosial.

Sayangnya, tidak sedikit intelektual hari ini yang justru sibuk mengejar jabatan, popularitas, dan kenyamanan. Ilmu sering berhenti di ruang seminar dan jurnal, sementara masyarakat menghadapi persoalan yang semakin berat. Di sisi lain, masyarakat sipil kerap melemah karena terjebak dalam polarisasi, kepentingan politik, dan budaya diam.

Padahal, sejarah telah membuktikan bahwa perubahan sosial tidak pernah lahir dari kekuasaan semata. Perubahan lahir ketika intelektual dan masyarakat sipil bertemu, lalu bergerak bersama memperjuangkan kebaikan.

Islam memberikan dasar yang sangat kuat tentang pentingnya peran intelektual. Al-Quran tidak hanya memuliakan orang yang berilmu, tetapi juga mendorong mereka untuk bertindak. Hal tersebut, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11). Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu adalah kemuliaan. Namun kemuliaan ilmu tidak terletak pada gelar, jabatan, atau status sosial. Ilmu menjadi mulia ketika digunakan untuk menghadirkan manfaat.

Intelektual sejati bukan hanya orang yang banyak tahu, tetapi orang yang menjadikan ilmunya sebagai jalan untuk membela kebenaran dan menolong masyarakat. Ia tidak diam ketika melihat ketidakadilan. Ia tidak takut bersuara ketika melihat kebohongan. Ia tidak sibuk menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi hadir untuk menyelamatkan masa depan bersama. Sebagaimana dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad). Hadis ini menegaskan bahwa ukuran kemuliaan bukan terletak pada seberapa tinggi ilmu seseorang, tetapi pada seberapa besar manfaatnya. Intelektual yang hanya pandai berbicara, tetapi tidak peduli pada persoalan masyarakat, sesungguhnya belum menunaikan tanggung jawab ilmunya.

Di sinilah pentingnya masyarakat sipil. Masyarakat sipil adalah ruang di mana warga, organisasi, kampus, pesantren, media, komunitas, dan kelompok sosial bergerak bersama untuk memperjuangkan kepentingan publik.

Pameran bursa tenaga kerja di Universitas Katolik Parahyangan pada Kamis, 2 Oktober 2025. Menurut data BPS, jumlah orang yang menganggur per Februari sebanyak 7,28 juta orang atau naik 1,11 persen dibandingkan periode yang sama di 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Pameran bursa tenaga kerja di Universitas Katolik Parahyangan pada Kamis, 2 Oktober 2025. Menurut data BPS, jumlah orang yang menganggur per Februari sebanyak 7,28 juta orang atau naik 1,11 persen dibandingkan periode yang sama di 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Dalam Islam, masyarakat sipil yang kuat sesungguhnya memiliki akar yang sangat jelas. Al-Qur’an memerintahkan umat untuk saling menolong dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. Sebagaimana petunjuk dalam al-Quran yang artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah: 2). Ayat ini menunjukkan bahwa masyarakat yang baik tidak dibangun oleh sikap individualistis. Masyarakat yang kuat lahir dari kepedulian, solidaritas, dan kerja bersama.

Masyarakat sipil tidak boleh diam ketika melihat kemiskinan, kerusakan lingkungan, korupsi, kekerasan, atau ketidakadilan. Diam di hadapan persoalan adalah awal dari melemahnya peradaban. Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita sebagaimana dalam hadis yang artinya: “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). Hadis ini sangat penting dalam kehidupan sosial. Ia mengajarkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk ikut melakukan perubahan. Tidak ada alasan untuk apatis. Tidak ada ruang untuk sekadar menjadi penonton.

Perubahan sosial memang tidak semudah membalikan telapak tangan atau bisa lahir dalam semalaman. Ia membutuhkan ilmu, keberanian, kesabaran, dan gerakan bersama. Maka, kampus, pesantren, organisasi masyarakat, media, dan generasi muda harus menjadi bagian dari gerakan perubahan.

Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading yang sibuk dengan seminar dan seremonial. Perguruan tinggi harus hadir di tengah-tengah masyarakat, menjadikan penelitian sebagai solusi, menjadikan ilmu sebagai pengabdian, dan menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan.

Begitu pula masyarakat sipil. Organisasi keagamaan, komunitas pemuda, kelompok perempuan, lembaga sosial, dan media harus kembali menjadi kekuatan moral yang menjaga kehidupan publik tetap sehat.

Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi jika manusia tidak mau berubah. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11). Ayat ini mengandung pesan yang sangat kuat. Perubahan sosial bukan hanya soal menunggu pemimpin atau kebijakan. Perubahan dimulai dari kesadaran, keberanian, dan kemauan untuk bergerak.

Hari ini, bangsa ini membutuhkan lebih banyak intelektual yang berani, masyarakat sipil yang peduli, dan generasi muda yang mau turun tangan. Kita tidak kekurangan orang pintar. Kita hanya terlalu sering kekurangan orang yang mau menggunakan kepintarannya untuk kepentingan bersama.

Oleh karena itu, ilmu harus melahirkan kepedulian, kepedulian harus melahirkan gerakan, dan gerakan harus melahirkan perubahan. Sebab sebaik-baik ilmu bukan yang hanya dibicarakan, tetapi yang mampu mengubah kehidupan. Wallahu’alam. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pepen Supendi
Tentang Pepen Supendi
Pepen Supendi, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)