Lapak Baju di Jalan Trunojoyo Kota Bandung Diserbu Anak Muda Jelang Lebaran, Viral dari Instagram dan TikTok

Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Minggu 08 Mar 2026, 08:42 WIB
Jujun melayani pembeli di lapak kaos di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, saat mencoba peruntungan berjualan untuk pertama kali menjelang Lebaran dengan menawarkan promo dua kaos seharga Rp100 ribu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Jujun melayani pembeli di lapak kaos di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, saat mencoba peruntungan berjualan untuk pertama kali menjelang Lebaran dengan menawarkan promo dua kaos seharga Rp100 ribu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Menjelang Lebaran, suasana berbeda terasa di sepanjang Jalan Trunojoyo. Deretan tenda pedagang pakaian mulai memenuhi sisi jalan, memajang berbagai jenis busana mulai dari kaos, hoodie, hingga denim.

Lampu-lampu sederhana menggantung di depan lapak, menerangi gantungan baju yang berjejer rapi. Sejumlah pengunjung terlihat berhenti sejenak, menyentuh kain, menawar harga, lalu kembali melanjutkan langkah ke tenda berikutnya.

Kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat fesyen anak muda di Bandung itu setiap tahun berubah menjadi tempat berburu pakaian baru menjelang Hari Raya Idulfitri.

Jalan Trunojoyo Jadi Magnet Belanja Baju Lebaran

Bagi sebagian pedagang, momen Ramadan bukan hanya sekadar waktu berjualan, tetapi juga menjadi musim panen yang dinantikan setiap tahun.

Salah satunya Mulyadi (38), pedagang pakaian yang mengaku telah berjualan di kawasan tersebut selama sekitar 15 tahun. Sejak 2011, ia hampir tidak pernah absen membuka lapak setiap Ramadan.

“Kurang lebih sudah 15 tahun saya jualan di sini. Hampir setiap Ramadan pasti buka lapak di Trunojoyo. Kalau tidak di sini, biasanya saya jualan online,” kata Mulyadi saat ditemui di sela-sela aktivitas berjualannya.

Mulyadi memanfaatkan momen Lebaran sebagai musim panen karena penjualan pakaian biasanya meningkat drastis beberapa hari sebelum Hari Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Mulyadi memanfaatkan momen Lebaran sebagai musim panen karena penjualan pakaian biasanya meningkat drastis beberapa hari sebelum Hari Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Menurutnya, kawasan tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Sejak lama, Jalan Trunojoyo dikenal sebagai salah satu pusat fesyen di Bandung yang kerap dikunjungi anak muda.

“Mayoritas anak-anak Bandung kalau bicara soal fashion pasti ke Trunojoyo. Makanya saya memilih buka lapak di sini, karena memang pusatnya anak-anak muda yang cari baju,” ujarnya.

Ia menjual berbagai jenis pakaian seperti denim, hoodie, knitwear, hingga kaos dengan harga yang relatif terjangkau, yakni berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp200 ribu.

Menurut Mulyadi, pembeli yang datang ke lapaknya sebagian besar berasal dari kalangan anak muda yang mencari pakaian untuk dikenakan saat Lebaran atau sekadar menambah koleksi pakaian mereka.

Meski begitu, tren produk yang paling diminati pembeli tidak selalu sama setiap tahunnya.

“Tiap tahun beda-beda. Tahun kemarin yang paling laku itu denim. Kalau tahun ini kayaknya knitwear yang lagi banyak dicari,” katanya.

Keramaian pembeli, lanjut dia, biasanya mulai terasa beberapa hari sebelum Lebaran. Pada masa tersebut, jumlah penjualan bisa meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa.

“Biasanya mulai ramai sekitar H-5 sebelum Lebaran. Kalau sudah mendekati itu, pengunjung bisa ramai sekali. Dalam sehari bisa keluar sampai 200 potong baju, bahkan kalau lagi ramai banget bisa sampai 300 potong,” ujarnya.

Musim Panen Pedagang Baju Lebaran

Meski banyak pedagang lain berjualan di sepanjang jalan tersebut, Mulyadi menilai persaingan yang terjadi tetap berjalan sehat. Menurutnya, setiap pedagang memiliki pasar dan karakter produk yang berbeda.

“Kalau soal persaingan sebenarnya sehat-sehat saja, karena setiap brand punya market masing-masing. Kita bersaing dari kualitas bahan, desain, dan juga konsep produk yang kita jual,” jelasnya.

Namun, berjualan di lapak tenda di pinggir jalan juga memiliki tantangan tersendiri, salah satunya faktor cuaca.

“Kalau cuaca sih sangat berpengaruh. Kalau hujan, ya otomatis pengunjung berkurang. Tapi itu memang risiko jualan di lapak seperti ini,” kata dia.

Meski demikian, ia tetap berharap penjualan tahun ini bisa mencapai target hingga menjelang Lebaran.

“Harapannya tentu saja sampai Lebaran nanti penjualan bisa bagus dan targetnya tercapai. Kita di sini cuma bisa ikhtiar saja,” ujarnya.

Pedagang lain, Jujun (25), mengaku baru pertama kali mencoba peruntungan berjualan di kawasan tersebut. Ia berasal dari Majalengka, namun kini bekerja di Bandung dan memutuskan membuka lapak untuk menjajal pasar di kota ini.

“Tahun ini pertama kali coba jualan di Bandung. Sebelumnya saya sempat jualan di luar kota juga,” katanya.

Setiap hari, ia membuka lapaknya mulai pukul 15.00 hingga tengah malam. Produk yang dijualnya lebih berfokus pada kaos dengan harga promo yang menarik bagi pembeli.

“Di sini kita lebih fokus jual kaos. Harganya rata-rata Rp100 ribu dapat dua potong,” ujarnya.

Ia berharap strategi harga tersebut dapat menarik minat pembeli, terutama mereka yang sedang mencari pakaian Lebaran dengan harga terjangkau.

Meski baru beberapa hari berjualan, Jujun mengaku penjualan masih belum terlalu ramai. Namun, ia optimistis situasi akan berubah mendekati Lebaran.

“Kalau sekarang sih belum terlalu ramai. Hari ini baru terjual empat potong. Tapi biasanya memang menjelang Lebaran baru mulai ramai,” katanya.

Ia memperkirakan peningkatan jumlah pembeli akan mulai terasa sekitar dua hingga tiga hari sebelum Hari Raya.

“Tantangan jualan di lapak seperti ini sebenarnya menarik juga. Karena kita jualan di pinggir jalan, jadi pembeli kebanyakan yang lewat pakai motor atau mobil. Cuaca juga berpengaruh,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap berharap seluruh barang yang dibawanya bisa habis terjual hingga Lebaran nanti.

“Harapannya tentu sampai Lebaran barang bisa habis terjual,” katanya.

Saddam Rizki mengetahui keramaian lapak baju lebaran di Jalan Trunojoyo dari media sosial. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Saddam Rizki mengetahui keramaian lapak baju lebaran di Jalan Trunojoyo dari media sosial. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Media Sosial Dorong Ramainya Pembeli Anak Muda

Sementara itu, salah satu pengunjung, Saddam Rizki (23), mengaku mengetahui keberadaan deretan pedagang baju tersebut dari media sosial.

Mahasiswa asal Buahbatu itu mengatakan informasi mengenai keramaian penjualan baju di kawasan tersebut banyak beredar di Instagram dan TikTok.

“Saya tahu tempat ini dari Instagram sama TikTok. Soalnya di media sosial lagi ramai banget orang belanja di Trunojoyo, apalagi menjelang Lebaran banyak promo juga,” ujarnya.

Ia mengaku sengaja datang untuk melihat-lihat pakaian Lebaran sambil berjalan-jalan di kawasan tersebut.

“Kadang memang sengaja datang untuk cari baju Lebaran. Tapi kadang juga cuma lewat saja karena kampus saya di dekat sini, di Unisba. Jadi sekalian mampir lihat-lihat,” katanya.

Pada kunjungannya kali ini, Saddam membeli beberapa pakaian dengan kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Menurutnya, berbelanja di lapak tenda seperti ini memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan membeli pakaian secara daring.

“Serunya di sini karena banyak pilihan dari berbagai brand. Kadang juga ada promo atau diskon, jadi lumayan buat kantong pelajar,” ujarnya.

Ia juga menilai keberadaan pedagang tenda seperti ini membantu pembeli karena memberikan lebih banyak variasi produk dalam satu tempat.

“Menurut saya cukup membantu, karena kita bisa lihat banyak pilihan sekaligus. Tidak cuma dari satu toko saja,” katanya.

Selain itu, suasana berbelanja di kawasan tersebut juga terasa lebih menyenangkan karena bisa dilakukan sambil berjalan-jalan menjelang waktu berbuka puasa.

“Kalau beli online memang lebih banyak pilihan, tapi kalau datang langsung ke tempat seperti ini rasanya lebih seru. Bisa sekalian jalan-jalan atau nunggu waktu berbuka,” ujarnya.

News Update

Bandung 09 Mar 2026, 16:42

Merajut Asa di Persis Ramadhan Expo 2026: Saat Dakwah, Pendidikan, dan Ekonomi Melebur Jadi Satu

Menjadi momentum inklusif, PERSIS Ramadhan Expo 2026 yang digelar pada 6–8 Maret 2026 menjadi panggung besar bagi kolaborasi tiga pilar utama yaitu dakwah, pendidikan, dan ekonomi.

Menjadi momentum inklusif, PERSIS Ramadhan Expo 2026 yang digelar pada 6–8 Maret 2026 menjadi panggung besar bagi kolaborasi tiga pilar utama yaitu dakwah, pendidikan, dan ekonomi.
Beranda 09 Mar 2026, 15:07

Dari Femisida hingga Hak Reproduksi: 110 Tuntutan Perempuan Disuarakan di Kota Bandung

Peringatan IWD 2026 di Bandung memunculkan 110 tuntutan terkait kekerasan gender, femisida, hak buruh perempuan, kesehatan reproduksi, dan kebebasan sipil.

Ratusan orang berkumpul memperingati International Women’s Day (IWD) 2026 di Jalan Kawasan Asia Afrika Kota Bandung, Minggu (8/3) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 09 Mar 2026, 14:23

Sebelum Menjelajah Gunung, Ketahui Dulu Grade-nya

Jalur pendakian gunung memiliki tingkat kesulitan berbeda. Kenali grade gunung dari yang paling mudah hingga paling berat sebelum memulai pendakian.

Ilustrasi gunung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Mar 2026, 12:16

Mengasah Keahlian Negosiasi saat Ramadan, di Antara Keteguhan Hati dan Wawasan Seluas Samudera

Seni bernegosiasi perlu dikembangkan dalam pribadi masing-masing.

Ilustrasi proses negosiasi. (Sumber: Meta AI | Foto: Arif Minardi)
Ikon 09 Mar 2026, 12:09

Sop Buah, Jejak Panjang Takjil Ramadan Favorit Warga Indonesia

Sop buah kini menjadi salah satu sajian takjil buka puasa Ramadan warga Indonesia. Lantas, sejak kapan sip buah jadi takjil Ramadan?

Sop buah, takjil favorit Ramadan di Indonesia.
Ayo Netizen 09 Mar 2026, 08:42

Lebaran Mudik ke Diri

Lebaran jadi momentum untuk mudik ke kampung halaman dan kepada diri sendiri.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 08 Mar 2026, 19:50

Bandung Menjelang Lebaran Era 1990-an dalam Arsip Bandung Pos

Suasana Bandung menjelang Lebaran pada awal dekade 1990-an.

Operasi Ketupat menjelang arus mudik Lebaran tahun 1994. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Bandung 08 Mar 2026, 18:06

Menjaga Denyut Ekonomi dan Likuiditas Lebaran 1447 H di Jawa Barat

Seiring makin dekatnya dengan gema takbir dan arus mudik, persiapan masyarakat untuk menyambut hari kemenangan menuntut kesiapan infrastruktur keuangan yang tangguh dan tak terputus.

Ilustrasi. Seiring makin dekatnya dengan gema takbir dan arus mudik, persiapan masyarakat untuk menyambut hari kemenangan menuntut kesiapan infrastruktur keuangan yang tangguh dan tak terputus. (Sumber: Ist)
Bandung 08 Mar 2026, 17:41

Mendorong UMKM Naik Kelas dalam Pusaran Industri Halal di Indonesia Hijabfest 2026 Bandung

Indonesia Hijabfest 2026, potret nyata bagaimana ekonomi syariah bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan gaya hidup inklusif, hangat, dan sangat dekat dengan keseharian masyarakat.

Indonesia Hijabfest 2026, potret nyata bagaimana ekonomi syariah bukan lagi sekadar angka di atas kertas, melainkan gaya hidup inklusif, hangat, dan sangat dekat dengan keseharian masyarakat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 08 Mar 2026, 16:49

Mendekati Lebaran, Kue Khong Guan dan Rengginang Sama-Sama ‘Marema’

Kaleng kosong Khong Guan, mendekati Lebaran, sebenarnya tidak hanya diisi Rengginang saja.

Pembuat rengginang di Bandung, Yuyun Salimin. (Sumber: Istimewa | Foto: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Mar 2026, 13:51

'Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman': Kisah Keimanan, Kesetiaan, dan Keberanian ‘Ammar Al-Iman

Ramadan adalah ruang sunyi untuk merenung. Di panggung ini, iman menemukan suaranya.

Drama musikal religi Sunda berjudul “Kasidah Cinta ‘Ammar Al-Iman” karya dan sutradara Rosyid E. Abb. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Mar 2026, 12:14

Satir, Nyetir, dan Petir

Satir komedi Guzman Sige tentang macet di Bandung pada Ramadan sebenarnya bukan sekadar humor.

Bandung, kota yang romantis, kreatif, dan tentu saja macetnya (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 08 Mar 2026, 11:07

Sejarah Hari Perempuan Internasional, Warisan Gerakan Kaum Buruh Sosialis

Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret berakar dari demonstrasi buruh perempuan, gerakan sosialis, dan perjuangan hak pilih.

Poster Hari Perempuan Internasional 1914 Jerman. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 08 Mar 2026, 10:09

Bandung dan Fenomena Kemiskinan pada Momen Ramadhan

Kota Bandung sebagai peringkat kedua dengan persentase kemiskinan terkecil di Jawa Barat masih mempunyai pekerjaan rumah.

Gerobak saat Ramadhan. (Sumber: Sulis | Foto: Sulis)
Beranda 08 Mar 2026, 08:42

Lapak Baju di Jalan Trunojoyo Kota Bandung Diserbu Anak Muda Jelang Lebaran, Viral dari Instagram dan TikTok

Menjelang Lebaran, deretan lapak pedagang baju di Jalan Trunojoyo Bandung ramai diserbu pembeli. Pedagang mengaku Ramadan menjadi musim panen dengan penjualan yang meningkat drastis.

Jujun melayani pembeli di lapak kaos di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, saat mencoba peruntungan berjualan untuk pertama kali menjelang Lebaran dengan menawarkan promo dua kaos seharga Rp100 ribu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ikon 07 Mar 2026, 21:13

Menengok Pembuatan Senapan Angin di Cileunyi

Kampung Galumpit Cileunyi dikenal sebagai sentra pembuatan senapan angin rumahan yang diwariskan turun-temurun.

Pembuatan senjata api Kampung Galumpit Cileunyi. (Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 06 Mar 2026, 21:24

Simfoni Terakhir Risa Saraswati: Mengapa "Danur: The Last Chapter" Menjadi Ritual Horor Lebaran yang Wajib Ditonton

Setelah jeda panjang sejak 2019, film Danur: The Last Chapter bersiap menduduki takhta bioskop mulai 18 Maret 2026 sebagai puncak dari semesta Danur Universe yang fenomenal.

Setelah jeda panjang sejak 2019, film Danur: The Last Chapter bersiap menduduki takhta bioskop mulai 18 Maret 2026 sebagai puncak dari semesta Danur Universe yang fenomenal. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Sejarah 06 Mar 2026, 20:27

Sejarah THR di Indonesia, Berawal dari Persekot Pamong Praja

Sejarah THR menyimpan kisah mogok kerja, regulasi yang setengah hati, hingga perubahan istilah dari hadiah menjadi tunjangan yang wajib dibayar.

Ilustrasi THR lebaran.
Ayo Netizen 06 Mar 2026, 20:23

Perang, Arang, dan Haruedang

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk meredam “perang” (perang melawan hawa nafsu) yang paling dekat dengan diri manusia.

Anak-anak yang tergabung dalam Komunitas Hong sedang asyik bermain kaulinan tradisional, babalonan sarung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Danny)
Ayo Netizen 06 Mar 2026, 18:02

Suasana Bandung Menjelang Lebaran dalam Iklan Koran Tahun 1960-an

Membaca koran lawas dan majalah lama selalu menghadirkan sensasi tersendiri.

Potongan iklan toko kain dan pakaian yang dimuat di surat kabar Bandung pada era 1960-1970-an, menggambarkan semarak persiapan masyarakat menyambut Lebaran pada masa itu. (Sumber: Dokumentasi Penulis)