Lapak Baju di Jalan Trunojoyo Kota Bandung Diserbu Anak Muda Jelang Lebaran, Viral dari Instagram dan TikTok

5 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Jujun melayani pembeli di lapak kaos di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, saat mencoba peruntungan berjualan untuk pertama kali menjelang Lebaran dengan menawarkan promo dua kaos seharga Rp100 ribu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Jujun melayani pembeli di lapak kaos di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, saat mencoba peruntungan berjualan untuk pertama kali menjelang Lebaran dengan menawarkan promo dua kaos seharga Rp100 ribu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Menjelang Lebaran, suasana berbeda terasa di sepanjang Jalan Trunojoyo. Deretan tenda pedagang pakaian mulai memenuhi sisi jalan, memajang berbagai jenis busana mulai dari kaos, hoodie, hingga denim.

Lampu-lampu sederhana menggantung di depan lapak, menerangi gantungan baju yang berjejer rapi. Sejumlah pengunjung terlihat berhenti sejenak, menyentuh kain, menawar harga, lalu kembali melanjutkan langkah ke tenda berikutnya.

Kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat fesyen anak muda di Bandung itu setiap tahun berubah menjadi tempat berburu pakaian baru menjelang Hari Raya Idulfitri.

Jalan Trunojoyo Jadi Magnet Belanja Baju Lebaran

Bagi sebagian pedagang, momen Ramadan bukan hanya sekadar waktu berjualan, tetapi juga menjadi musim panen yang dinantikan setiap tahun.

Salah satunya Mulyadi (38), pedagang pakaian yang mengaku telah berjualan di kawasan tersebut selama sekitar 15 tahun. Sejak 2011, ia hampir tidak pernah absen membuka lapak setiap Ramadan.

“Kurang lebih sudah 15 tahun saya jualan di sini. Hampir setiap Ramadan pasti buka lapak di Trunojoyo. Kalau tidak di sini, biasanya saya jualan online,” kata Mulyadi saat ditemui di sela-sela aktivitas berjualannya.

Mulyadi memanfaatkan momen Lebaran sebagai musim panen karena penjualan pakaian biasanya meningkat drastis beberapa hari sebelum Hari Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Mulyadi memanfaatkan momen Lebaran sebagai musim panen karena penjualan pakaian biasanya meningkat drastis beberapa hari sebelum Hari Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Menurutnya, kawasan tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Sejak lama, Jalan Trunojoyo dikenal sebagai salah satu pusat fesyen di Bandung yang kerap dikunjungi anak muda.

“Mayoritas anak-anak Bandung kalau bicara soal fashion pasti ke Trunojoyo. Makanya saya memilih buka lapak di sini, karena memang pusatnya anak-anak muda yang cari baju,” ujarnya.

Ia menjual berbagai jenis pakaian seperti denim, hoodie, knitwear, hingga kaos dengan harga yang relatif terjangkau, yakni berkisar antara Rp70 ribu hingga Rp200 ribu.

Menurut Mulyadi, pembeli yang datang ke lapaknya sebagian besar berasal dari kalangan anak muda yang mencari pakaian untuk dikenakan saat Lebaran atau sekadar menambah koleksi pakaian mereka.

Meski begitu, tren produk yang paling diminati pembeli tidak selalu sama setiap tahunnya.

“Tiap tahun beda-beda. Tahun kemarin yang paling laku itu denim. Kalau tahun ini kayaknya knitwear yang lagi banyak dicari,” katanya.

Keramaian pembeli, lanjut dia, biasanya mulai terasa beberapa hari sebelum Lebaran. Pada masa tersebut, jumlah penjualan bisa meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa.

“Biasanya mulai ramai sekitar H-5 sebelum Lebaran. Kalau sudah mendekati itu, pengunjung bisa ramai sekali. Dalam sehari bisa keluar sampai 200 potong baju, bahkan kalau lagi ramai banget bisa sampai 300 potong,” ujarnya.

Musim Panen Pedagang Baju Lebaran

Meski banyak pedagang lain berjualan di sepanjang jalan tersebut, Mulyadi menilai persaingan yang terjadi tetap berjalan sehat. Menurutnya, setiap pedagang memiliki pasar dan karakter produk yang berbeda.

“Kalau soal persaingan sebenarnya sehat-sehat saja, karena setiap brand punya market masing-masing. Kita bersaing dari kualitas bahan, desain, dan juga konsep produk yang kita jual,” jelasnya.

Namun, berjualan di lapak tenda di pinggir jalan juga memiliki tantangan tersendiri, salah satunya faktor cuaca.

“Kalau cuaca sih sangat berpengaruh. Kalau hujan, ya otomatis pengunjung berkurang. Tapi itu memang risiko jualan di lapak seperti ini,” kata dia.

Meski demikian, ia tetap berharap penjualan tahun ini bisa mencapai target hingga menjelang Lebaran.

“Harapannya tentu saja sampai Lebaran nanti penjualan bisa bagus dan targetnya tercapai. Kita di sini cuma bisa ikhtiar saja,” ujarnya.

Pedagang lain, Jujun (25), mengaku baru pertama kali mencoba peruntungan berjualan di kawasan tersebut. Ia berasal dari Majalengka, namun kini bekerja di Bandung dan memutuskan membuka lapak untuk menjajal pasar di kota ini.

“Tahun ini pertama kali coba jualan di Bandung. Sebelumnya saya sempat jualan di luar kota juga,” katanya.

Setiap hari, ia membuka lapaknya mulai pukul 15.00 hingga tengah malam. Produk yang dijualnya lebih berfokus pada kaos dengan harga promo yang menarik bagi pembeli.

“Di sini kita lebih fokus jual kaos. Harganya rata-rata Rp100 ribu dapat dua potong,” ujarnya.

Ia berharap strategi harga tersebut dapat menarik minat pembeli, terutama mereka yang sedang mencari pakaian Lebaran dengan harga terjangkau.

Meski baru beberapa hari berjualan, Jujun mengaku penjualan masih belum terlalu ramai. Namun, ia optimistis situasi akan berubah mendekati Lebaran.

“Kalau sekarang sih belum terlalu ramai. Hari ini baru terjual empat potong. Tapi biasanya memang menjelang Lebaran baru mulai ramai,” katanya.

Ia memperkirakan peningkatan jumlah pembeli akan mulai terasa sekitar dua hingga tiga hari sebelum Hari Raya.

“Tantangan jualan di lapak seperti ini sebenarnya menarik juga. Karena kita jualan di pinggir jalan, jadi pembeli kebanyakan yang lewat pakai motor atau mobil. Cuaca juga berpengaruh,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap berharap seluruh barang yang dibawanya bisa habis terjual hingga Lebaran nanti.

“Harapannya tentu sampai Lebaran barang bisa habis terjual,” katanya.

Saddam Rizki mengetahui keramaian lapak baju lebaran di Jalan Trunojoyo dari media sosial. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Saddam Rizki mengetahui keramaian lapak baju lebaran di Jalan Trunojoyo dari media sosial. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Media Sosial Dorong Ramainya Pembeli Anak Muda

Sementara itu, salah satu pengunjung, Saddam Rizki (23), mengaku mengetahui keberadaan deretan pedagang baju tersebut dari media sosial.

Mahasiswa asal Buahbatu itu mengatakan informasi mengenai keramaian penjualan baju di kawasan tersebut banyak beredar di Instagram dan TikTok.

“Saya tahu tempat ini dari Instagram sama TikTok. Soalnya di media sosial lagi ramai banget orang belanja di Trunojoyo, apalagi menjelang Lebaran banyak promo juga,” ujarnya.

Ia mengaku sengaja datang untuk melihat-lihat pakaian Lebaran sambil berjalan-jalan di kawasan tersebut.

“Kadang memang sengaja datang untuk cari baju Lebaran. Tapi kadang juga cuma lewat saja karena kampus saya di dekat sini, di Unisba. Jadi sekalian mampir lihat-lihat,” katanya.

Pada kunjungannya kali ini, Saddam membeli beberapa pakaian dengan kisaran harga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Menurutnya, berbelanja di lapak tenda seperti ini memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan membeli pakaian secara daring.

“Serunya di sini karena banyak pilihan dari berbagai brand. Kadang juga ada promo atau diskon, jadi lumayan buat kantong pelajar,” ujarnya.

Ia juga menilai keberadaan pedagang tenda seperti ini membantu pembeli karena memberikan lebih banyak variasi produk dalam satu tempat.

“Menurut saya cukup membantu, karena kita bisa lihat banyak pilihan sekaligus. Tidak cuma dari satu toko saja,” katanya.

Selain itu, suasana berbelanja di kawasan tersebut juga terasa lebih menyenangkan karena bisa dilakukan sambil berjalan-jalan menjelang waktu berbuka puasa.

“Kalau beli online memang lebih banyak pilihan, tapi kalau datang langsung ke tempat seperti ini rasanya lebih seru. Bisa sekalian jalan-jalan atau nunggu waktu berbuka,” ujarnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)