Sejarah Gelap KAA Bandung, Konspirasi CIA Bunuh Zhou Enlai via Bom Kashmir Princess

5 menit baca
Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Hengky Sulaksono diterbitkan
Pemimpin Tiongkok Zhou Enlai bersama Presiden Soekarno berkeliling di Bandung saat KAA 1955. (Sumber: Museum Konferensi Asia Afrika)
Pemimpin Tiongkok Zhou Enlai bersama Presiden Soekarno berkeliling di Bandung saat KAA 1955. (Sumber: Museum Konferensi Asia Afrika)

AYOBANDUNG.ID - Pesawat itu jatuh di Laut Natuna, 11 April 1955. Namanya Kashmir Princess, sebuah Lockheed Constellation carteran dari maskapai Air India. Di dalamnya ada 19 penumpang: para diplomat, wartawan, dan delegasi asal Tiongkok yang hendak terbang ke Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung, kota yang sebentar lagi jadi panggung dunia. Tapi malang tak dapat ditolak, pesawat meledak di udara, jatuh ke laut, dan menewaskan 16 orang. Hanya tiga awak yang selamat.

Seharusnya, dalam daftar penumpang itu ada satu nama besar: Zhou Enlai. Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, orang kepercayaan Mao Zedong, diplomat ulung yang wajahnya akan menghiasi KAA. Zhou dijadwalkan naik pesawat itu, tapi entah karena firasat atau laporan intelijen, ia mendadak membatalkan penerbangan. Ia memilih rute lain. Nasib baik sedang berpihak padanya.

Di Beijing, radio pemerintah segera menuding: ini sabotase, ini upaya pembunuhan. Tersangka utamanya bukan tetangga sebelah, melainkan CIA dan agen-agen Kuomintang yang masih setia pada Chiang Kai-shek di Taiwan.

Baca Juga: Jejak Sejarah Kelahiran Partai Faisis Indonesia di Bandung, Supremasi ala Pribumi yang Bikin Heboh Wangsa Kolonial

Konferensi Asia-Afrika di Bandung adalah panggung besar. Di mata Washington, acara itu berpotensi jadi festival anti-Barat. Bayangkan saja, puluhan negara baru merdeka atau tengah berjuang akan berkumpul, dan sebagian besar condong ke kiri. Tiongkok yang baru lahir, dengan Mao dan Zhou, datang dengan energi revolusioner. India dengan Nehru mengusung gerakan non-blok. Indonesia, lewat Soekarno, ingin tampil sebagai juru bicara dunia ketiga.

Tak heran kalau Amerika Serikat ketar-ketir. CIA, yang baru lahir beberapa tahun sebelumnya, sudah aktif mengatur rezim di berbagai negara. Operasi menggulingkan pemerintah Iran (1953) dan Guatemala (1954) masih hangat. Jadi tidak mustahil jika muncul cerita bahwa CIA juga ingin menyingkirkan Zhou Enlai, orang yang dianggap terlalu berbahaya di panggung Bandung.

Sabotase pesawat Kashmir Princess pun jadi bagian dari dugaan itu. Investigasi Tiongkok mengklaim telah menemukan detonator bom buatan Amerika di reruntuhan pesawat. Jenisnya: MK-7. Sebuah bom waktu dengan sumbu yang bisa diatur sedemikian rupa. Para agen Kuomintang yang bermarkas di Hong Kong diduga menyelundupkannya. Skenarionya sederhana: bom meledak di udara, Zhou lenyap, Tiongkok kehilangan diplomat ulungnya, dan KAA kehilangan salah satu bintang.

Tapi takdir berkata lain. Zhou selamat. Pesawat jatuh, tapi target utamanya lolos.

Pesawat Kashmir Princess yang seharusnya ditumpangi Zhou Enlai. (Sumber: Wikimedia)
Pesawat Kashmir Princess yang seharusnya ditumpangi Zhou Enlai. (Sumber: Wikimedia)

Kabar yang beredar tak berhenti di situ. Selain bom di pesawat, ada pula cerita tentang racun di meja makan Bandung. Versi ini muncul dari laporan CIA yang kemudian diungkap sebagian melalui Komite Church di Senat AS tahun 1970-an. Menurut cerita, ada rencana untuk meracuni Zhou lewat makanan yang disajikan dalam jamuan resmi KAA. Racunnya pintar: baru bereaksi dua hari setelah ditelan. Jadi ketika Zhou kembali ke Beijing, ia baru jatuh sakit, dan mungkin mati.

Baca Juga: Sejarah Dongeng Si Kabayan, Orang Kampung Pemalas yang Licin dan Jenaka

Plot itu terdengar seperti adegan film mata-mata. Dan seperti film juga, rencana itu kabarnya dibatalkan di menit-menit akhir. Lucian Truscott Jr., Wakil Direktur CIA bidang koordinasi, disebut-sebut menentangnya. Alasannya? Risikonya terlalu besar. Bayangkan jika Zhou mati mendadak di Bandung, sementara puluhan kepala negara sedang berkumpul. Dunia bisa gempar, dan jari telunjuk akan langsung mengarah ke Washington.

Karenanya racun itu tetap jadi cerita. Tak pernah sampai ke mangkuk nasi Zhou.

Siapa sebenarnya dalang insiden Kashmir Princess? Beijing yakin Kuomintang ada di baliknya. Taiwan memang punya motif: membunuh pemimpin Tiongkok komunis adalah cita-cita utama Chiang Kai-shek dan pasukannya. Mereka punya jaringan di Hong Kong, tempat pesawat disabotase sebelum berangkat.

Dokumen yang dibuka kemudian di Taipei maupun Beijing menguatkan tuduhan itu. Seorang mekanik bandara di Hong Kong, yang belakangan dikaitkan dengan intelijen Taiwan, dituduh sebagai pelaksana lapangan. Ia kabarnya menyelundupkan bom ke bagasi pesawat. CIA? Perannya masih simpang-siur. Ada yang bilang mereka hanya tahu, ada pula yang bilang mereka ikut membantu. CIA sendiri, tentu saja, membantah.

Yang jelas, sejarah mencatat bahwa Zhou tetap melenggang ke Bandung. Ia tiba dengan selamat, meski agak terlambat. Kehadirannya di Gedung Merdeka jadi magnet. Zhou tampil karismatik, berpidato dengan tenang, dan berhasil mematahkan citra buruk yang ditempelkan propaganda Barat padanya. Di Bandung, ia malah berhasil mendekati beberapa negara non-blok yang semula ragu pada Tiongkok.

Dengan kata lain, semua upaya membunuh Zhou justru gagal total.

Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. (Sumber: Museum Konferensi Asia Afrika)
Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. (Sumber: Museum Konferensi Asia Afrika)

Cerita tentang CIA, KMT, dan racun di Bandung ini terus jadi bahan perdebatan. Apakah benar CIA ingin membunuh Zhou? Atau ini hanya propaganda Tiongkok untuk mempermalukan musuhnya?

Baca Juga: Sejarah Hari Jadi Kota Bandung, Kenapa 25 September?

Komite Church di Amerika Serikat memang mengakui ada rencana pembunuhan pemimpin asing yang dipertimbangkan oleh CIA. Nama Zhou Enlai disebut secara samar, tanpa detail. Jadi, antara ada dan tiada. Fakta paling konkret hanya satu: pesawat Kashmir Princess jatuh akibat bom, dan Zhou Enlai tidak jadi menumpanginya.

Selebihnya, sejarah dibiarkan penuh rumor.

Namun rumor itu punya daya hidup yang panjang. Setiap kali orang mengingat KAA, kisah pesawat yang jatuh di Natuna itu ikut terbayang. Bagaimana tidak? Bayangkan jika Zhou benar-benar naik ke pesawat itu. Bisa jadi sejarah dunia berubah. Mungkin Tiongkok kehilangan figur diplomat pentingnya. Mungkin KAA kehilangan daya pikat. Dan mungkin hubungan dunia ketiga dengan Tiongkok akan berbeda jalannya.

Tapi karena Zhou selamat, cerita itu justru jadi legenda. Sebuah kisah tentang pemimpin yang lolos dari maut. Tentang bom yang salah target. Tentang racun yang tak jadi ditabur.

Seperti biasa, sejarah memang suka bercampur dengan gosip intelijen. Kadang yang nyata terdengar seperti fiksi, dan yang fiksi bisa dipercaya sebagai nyata. Kisah upaya pembunuhan Zhou Enlai di Bandung adalah contoh terbaiknya.

Hari ini, lebih dari setengah abad berlalu, insiden Kashmir Princess tetap dikenang. Warga Natuna yang menolong para awak selamat masih punya ceritanya. Di Beijing, peristiwa itu masuk dalam narasi besar tentang konspirasi Barat melawan Tiongkok. Di Washington, itu hanyalah catatan samar di arsip CIA.

Zhou sendiri, dalam catatan sejarah, tetap dikenang sebagai perdana menteri yang tenang, lihai berdiplomasi, dan nyaris jadi korban racun serta bom di perjalanan menuju Bandung.

Baca Juga: Sejarah Dongeng Si Kabayan, Orang Kampung Pemalas yang Licin dan Jenaka

Konferensi Asia-Afrika 1955 berjalan terus. Gedung Merdeka jadi saksi lahirnya solidaritas Asia-Afrika. Dan di balik gegap gempita pidato, jamuan makan, dan foto bersama, ada cerita gelap tentang upaya pembunuhan yang gagal.

Bandung tetap harum namanya. Zhou Enlai tetap berdiri tegak. CIA—entah bersalah entah tidak—tetap menorehkan jejak dalam rumor itu.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)