ITB sebagai Wisata Teknologi Era Globalisasi - Bagian 2

Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan Rabu 12 Nov 2025, 15:09 WIB
ITB Jatinangor. (Sumber: Dok. ITB)

ITB Jatinangor. (Sumber: Dok. ITB)

Dalam paparan berikut sebagai lanjutan dari bagian ke-1 adalah rencana implementasi konkret untuk menjadikan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai destinasi wisata teknologi era globalisasi, disusun dalam bentuk sistematis seperti proposal pengembangan, tetapi dengan bahasa umum yang sering digunakan dalam dunia jurnalistik.

Adapun rencana implementasi wisata teknologi ITB, yang disusun berdasarkan referensi penulis adalah sebagai berikut:

1. Tahap persiapan (jangka pendek: 6–12 bulan), yang memuat:

a. Studi kelayakan dan perencanaan, yakni melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) terkait potensi ITB sebagai wisata teknologi. Mengidentifikasi area kampus yang dapat dijadikan zona wisata edukatif, misalnya: laboratorium terbuka (fisika, robotika, energi terbarukan). Menyiapkan museum dan galeri inovasi ITB. Dan menginventarisir area sejarah kampus (gedung aula barat–timur, taman Ganesha). Dan juga menyusun masterplan desain tur teknologi, termasuk alur pengunjung, keamanan, dan kapasitas maksimal.

b. Kolaborasi dan legalitas, dalam cakupan membentuk tim kerja gabungan antara: ITB (rektorat, fakultas, dan mahasiswa). Kerja sama dengan pihak terkait antara lain: Pemerintah Kota Bandung (Dinas Pariwisata & Dinas Pendidikan). Serta keterlibatan komunitas lokal serta sponsor industri teknologi. Dan menyusun regulasi terkait batas antara kegiatan akademik dan wisata agar tidak saling mengganggu.

Kampus ITB Jatinangor. (Sumber: Dok. ITB)
Kampus ITB Jatinangor. (Sumber: Dok. ITB)

2. Tahap pengembangan (jangka menengah: 1–3 tahun) yang meliputi:

a. Pembangunan fasilitas wisata teknologi: Techno Gallery ITB: ruang pamer interaktif menampilkan hasil riset mahasiswa dan dosen, atau pihak lain yang ditunjuk sebagai korporasi penyelia program.

Adanya Innovation Trail: jalur edukasi outdoor yang menjelaskan sejarah penemuan teknologi Indonesia melalui instalasi seni dan digital sign age. Kemudian, Virtual Reality Lab Tour: pengalaman tur digital berbasis VR/AR untuk pengunjung umum dan wisatawan luar negeri.

b. Program eduwisata dan event: “ITB Science Week” — pekan wisata ilmiah tahunan dengan pameran inovasi, lokakarya, dan kuliah umum. Penunjang Techno Camp untuk Pelajar — program kunjungan sekolah untuk belajar langsung tentang sains dan teknologi. Serta Hackathon Wisata Inovasi — kompetisi teknologi terbuka yang menggabungkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan edukasi.

c. Digitalisasi dan promosi global: pembuatan portal wisata teknologi ITB (multibahasa: Indonesia–Inggris) untuk pemesanan tur, katalog inovasi, dan promosi global. Kolaborasi dengan influencer pendidikan dan platform eduwisata internasional (misalnya UNESCO Associated Schools).

3. Tahap implementasi dan evaluasi (jangka panjang: 3–5 tahun)

a. Integrasi dengan ekosistem Kota Bandung: menyambungkan wisata ITB dengan destinasi lain seperti Lembang Techno Park, Bosscha Observatory, dan Kampung Kreatif Bandung. Di samping itu mengembangkan paket wisata edukatif gabungan “Bandung Smart City Tour”.

b. Pemberdayaan masyarakat lokal, yakni pelatihan pemandu wisata lokal (guide edukatif) yang memahami sains dasar. Berkolaborasi dengan UMKM sekitar untuk menjual merchandise teknologi lokal dan produk inovatif mahasiswa.

c. Monitoring dan evaluasi: pengukuran dampak ekonomi, sosial, dan akademik setiap tahun. Mengadakan survei kepuasan pengunjung dan civitas akademika. Juga, penyesuaian program berdasarkan hasil evaluasi.

Sebagai pembanding untuk melihat indikator keberhasilan, bisa digunakan prediksi hitungan secara algoritma umum.

1. Peningkatan jumlah wisatawan edukatif ke ITB ≥ 20% per tahun.

2. Terbentuknya ekosistem pariwisata teknologi berkelanjutan di Bandung.

3. Meningkatnya minat pelajar Indonesia pada bidang STEM.

4. Citra ITB sebagai Global Techno-Education Destination.

Di samping itu, kita bisa menggunakan “trigatra” dalam filosofi teori-teori pendekatan sebagai kunci untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi.

  • Edukasi: setiap kunjungan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
  • Inovasi: teknologi menjadi daya tarik utama, bukan sekadar tontonan.

Partisipasi masyarakat lokal terlibat aktif dalam pengelolaan dan manfaat ekonomi. Termasuk penyebaran informasi oleh media demi partisipasi aktif masyarakat secara luas.

Akhirnya, dengan gambaran yang menjadi paparan dalam artikel ini, kita bisa melihat ide visioner tidak hanya sebatas gagasan yang bergaung di dalam ide pemikiran. Tapi bagaimana ide ini dapat memberi dampak positif bagi potensi wisata teknologi di era globalisasi ini, khususnya bagi masyarakat Kota Bandung. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)