Meme Mahasiswa ITB Tak Lulus Sensor Kekuasaan

4 menit baca
Gilang Fathu Romadhan Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Gilang Fathu Romadhan , Hengky Sulaksono diterbitkan
Ilustrasi sensor kebebasan berekspresi (Sumber: iStock)
Ilustrasi sensor kebebasan berekspresi (Sumber: iStock)

AYOBANDUNG.ID - Sosok mahasiswi Seni Rupa ITB itu mungkin tidak menyangka bahwa karya terbesarnya sejauh ini bukan lukisan cat minyak, bukan pula instalasi eksperimental di galeri kampus. Tapi sebuah meme. Bukan karya monumental, apalagi komisional. Cuma sebuah gambar digital yang menyatukan dua tokoh nasional: Prabowo Subianto dan Joko Widodo, dalam pose yang tidak biasa.

Sesuatu yang, secara teknis, bisa dihasilkan oleh mahasiswa semester awal yang baru belajar Photoshop. Tapi kali ini, meme itu dianggap terlalu kreatif. Terlalu melampaui batas. Sampai-sampai negara merasa perlu turun tangan.

Perempuan berinisial SSS itu dibawa paksa dari indekosnya di Jatinangor, 6 Mei lalu. Informasi awal muncul di media sosial, melalui akun @MurtadhaOne1 yang mengabarkan breaking news.

"Dapat info Mahasiswi SRD ITB barusan diangkut bareskrim karena meme WOWO yang dia buat.”

Sementara masyarakat sibuk bertanya siapa gerangan sosok tersebut, polisi tidak sibuk bertanya. Mereka langsung bergerak. Meme itu dianggap cukup untuk menjerat SSS dengan Undang-Undang ITE.

“Benar, seorang perempuan berinisial SSS telah ditangkap dan diproses,” kata Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan di Jakarta.

Bahwa meme tersebut menyerempet figur publik yang memiliki pengaruh besar tampaknya tidak dianggap kebetulan.

Salah satu yang segera bereaksi adalah Keluarga Mahasiswa ITB. Mereka tidak menyebut meme itu karya agung, tidak juga membelanya mati-matian. Tapi mereka tahu: yang dipertaruhkan bukan sekadar akun X dan gambar PNG. Yang dipertaruhkan adalah kebebasan berbicara, sesuatu yang belakangan ini terasa makin langka, seperti udara bersih di Dago pada jam sibuk.

“Bahwa, membungkam satu suara kritis adalah ancaman bagi kebebasan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Ketua KM ITB, Farrel Faiz, 9 Mei 2025.

Bagi Farrel, penahanan ini bukan hanya soal hukum, tapi juga tentang ruang demokrasi yang makin menyempit. “Hari ini, satu dari kami ditindas. Maka seluruh keluarga KM ITB bersuara. Patah tumbuh, hilang berganti. Gugur satu, tumbuh seribu.”

Di sisi lain, pihak kampus ITB menempuh jalan kehati-hatian. Status SSS, kata mereka, masih mahasiswa aktif. Belum ada keputusan hukum, belum ada sanksi akademik. Masih terdaftar.

Orang tua SSS sudah datang ke kampus. Sudah minta maaf, kata Humas ITB. Permintaan maaf atas apa, tidak dijelaskan.

Yang jelas, aparat tidak merasa lucu. Meme itu ditafsir sebagai pelanggaran Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 27 ayat 1 dan/atau Pasal 51 ayat 1 juncto Pasal 35 dari UU ITE. Ada kata “kesusilaan” di sana. Kata yang tidak punya definisi tetap tapi bisa digunakan secara fleksibel. Ia seperti jaring ikan: bisa selektif, bisa massal. Tergantung siapa yang melempar.

Farrel Faiz mengatakan bahwa SSS tidak pernah dipanggil sebelumnya. Penjemputan itu, menurutnya, dilakukan “secara paksa”. Teman-temannya sudah mencoba mendampingi, tapi tidak banyak yang bisa mereka lakukan ketika sebuah institusi bersenjata memutuskan bahwa seni rupa digital adalah tindak pidana.

Sejak meme itu viral, SSS juga disebut mendapat teror digital dan intimidasi. Bentuknya tidak disebutkan. Tapi tekanan seperti ini punya dampak panjang, bahkan setelah perkara hukum selesai. Pikiran seseorang bisa lebih luka daripada tubuhnya.

Dan ini boleh jadi bukan hanya soal satu meme. Dalam pernyataan terbuka, mahasiswa ITB menyebut bahwa ada mahasiswa di kampus lain yang mengalami kriminalisasi dengan motif serupa.

"Di kampus-kampus lain itu mengalami hal yang serupa juga. Ada temannya atau ada mahasiswa di kampus lain yang dikriminalisasi dengan motif yang serupa," katanya.

Solidaritas pun sedang dirajut. Perlahan, tapi ada. Karena mereka tahu, hari ini satu dibawa, besok bisa dua, lalu sepuluh. Seperti virus, ketakutan bisa menular lebih cepat dari meme itu sendiri.

Penguasa negara punya aparat, pasal, dan instrumen kekuasaan. Mahasiswa hanya punya solidaritas, bahasa, dan suara. Tapi sejarah negeri ini mencatat: sering kali suara-suara kecil itulah yang menciptakan perubahan.

Kasus ini mungkin akan terus bergulir. SSS akan melalui proses hukum yang panjang. Tapi yang jelas, ia telah mencatatkan satu hal: di negara ini, sebuah meme bisa jadi perkara serius. Dan seni, bahkan dalam bentuk yang paling sederhana, bisa menjadi medium yang paling subversif.

Soal apakah meme itu pantas? Apakah gambar itu melewati batas? Itu diskusi estetika yang sah. Tapi menurunkan aparat dan menjerat seseorang karena satu unggahan digital adalah langkah yang mencerminkan hal yang sama sekali lain.

Pada 11 Mei 2025, penahanan itu ditangguhkan. Alasan utamanya: kemanusiaan. SSS dianggap masih perlu menyelesaikan kuliahnya. “Penanggulangan penahanan ini diberikan tentu mendasari pada aspek pendekatan kemanusiaan,” kata Trunoyudo.

Pihak keluarga dan SSS sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan. Polisi menilai ada itikad baik dari tersangka dan keluarganya, termasuk penyesalan atas tindakan yang dilakukan.

ITB, sebagai institusi pendidikan, menyatakan akan menjalankan proses pembinaan terhadap SSS. Nurlaela Arief menyampaikan kampus akan memberikan pendampingan untuk memperkuat pemahaman mahasiswi terhadap etika berkomunikasi dan penggunaan media digital.

“ITB berkomitmen untuk mendidik, mendampingi dan membina mahasiswi tersebut untuk dapat menjadi pribadi dewasa yang bertanggung jawab, menjunjung tinggi adab dan etika dalam menyampaikan pendapat dan berekspresi,” kata dia.

Setelah semua kegaduhan ini, SSS akan kembali ke kampus. Ia tak dihukum, tapi dibina. Bahasa yang digunakan tetap tenang, terukur, dan legal. Tapi barangkali dalam ketenangan itu, ada pesan yang lebih kuat dari teriakan: berhati-hatilah, bahkan ketika hanya mengunggah sebuah gambar.

Pembinaan adalah kata yang sering dipakai dalam lembaran-lembaran masa lalu. Kini ia kembali, dengan format baru: diskusi, literasi, kuliah umum. Namun esensinya tetap: sebuah pengingatan bahwa kebebasan itu boleh saja, selama tak terlalu jauh, tak terlalu keras, dan tak terlalu menyentuh yang atas.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)