Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Warga Bandung Menilai Fasilitas dan Akses Ruang Terbuka Hijau Masih Belum Memadai

Muhammad MalikF
Ditulis oleh Muhammad MalikF diterbitkan Selasa 09 Des 2025, 15:15 WIB
Ruang terbuka hijau di Bandung menghadirkan kawasan teduh yang dipenuhi deretan pohon besar sebagai penyangga kualitas lingkungan kota (29/11/2025) (Sumber: Penulis) (Foto: Malik)

Ruang terbuka hijau di Bandung menghadirkan kawasan teduh yang dipenuhi deretan pohon besar sebagai penyangga kualitas lingkungan kota (29/11/2025) (Sumber: Penulis) (Foto: Malik)

Opini masyarakat Kota Bandung mengenai ketersediaan dan kualitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) menunjukkan adanya keresahan. Meskipun Walikota Bandung telah melakukan upaya perawatan, warga menilai fasilitas aksesibilitas, dan sebaran RTH saat ini masih jauh dari memadai untuk kota terbesar keempat di Indonesia ini, Sabtu  (29/11/2025).

Kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Bandung berbanding terbalik dengan pandangan masyarakat mengenai kecukupan ruang terbuka hijau. Muhammad Daffa sebagai masyarakat Bandung menyatakan kritiknya.

"Bisa dilihat jika Kota Bandung itu kota terbesar keempat di Indonesia dan penduduknya padat, tetapi kita bisa lihat kalau orang ditanya mau kemana sudah pasti jawaban ke Saparua atau ke tempat itu-itu lagi untuk ruang terbuka hijaunya."

Kondisi ini menunjukkan bahwa kunjungan dipusatkan karena masih ada sedikit area hijau yang populer.

Minimnya ruang terbuka hijau yang merata juga berdampak langsung pada kualitas lingkungan perkotaan. Daffa merasakan peningkatan suhu yang signifikan.

"Bisa dilihat sekarang Kota Bandung juga menjadi panas dan itu salah satunya kurangnya ruang terbuka hijau," tambah narasumber tersebut.

Hal ini sejalan dengan peran penting ruang terbuka hijau sebagai  komponen penting dalam mengurangi panas melalui mekanisme seperti pelepasan uap air oleh tumbuhan.

Kawasan pemukiman padat di Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Sabtu 15 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Kawasan pemukiman padat di Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Sabtu 15 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Di samping masalah kuantitas dan sebaran, kualitas fasilitas di ruang terbuka hijau yang ada juga menjadi sorotan. Fasilitas publik seperti bangku, jalur pejalan kaki, dan toilet dinilai sangat mengkhawatirkan. Warga mengeluhkan kurangnya kebersihan dan maraknya vandalisme. Selain itu kursi yang sering digunakan oleh tunawisma untuk tidur dan toilet yang tidak bersih memperburuk pengalaman pengunjung. Bagi orang-orang yang tinggal jauh dari pusat kota, aksesibilitas merupakan kendala yang signifikan. Menurut Daffa mencapai ruang terbuka hijau menjadi sulit karena jarak yang jauh, kemacetan, dan masalah parkir yang tidak dikelola.

"Sulit karena pertama, lahan terbuka hijau harus ke tengah Kota Bandung dan macet, dan kedua, lahan parkirnya masih di pinggir jalan dan belum ada tempat parkir khusus."

Walikota Bandung diharapkan dapat segera menanggapi keluhan masyarakat mengenai sarana dan prasarana ruang terbuka hijau. Ia merasakan bahwa kebersihan sudah bagus, tetapi fasilitas masih jauh dari memadai.

Salah satu masalah lain yang dihadapi adalah penggunaan fasilitas hijau ruang terbuka yang tidak sesuai fungsinya oleh oknum tertentu yang seringkali hanya berfokus pada membuat konten di media sosial membuat pengunjung lain terganggu, sehingga perlu adanya penertiban untuk hal ini. Warga menganggap kurangnya sosialisasi ruang terbuka hijau dari Walikota Bandung.

Baca Juga: Int(Earth)Religious Dialogue

Padahal sosialisasi yang efektif akan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan ruang terbuka hijau secara optimal, narasumber bahkan secara spesifik menyoroti bahwa informasi yang diterima masyarakat lebih fokus pada masalah kebersihan sampah dan kegiatan lari daripada pengembangan fungsi ruang terbuka hijau.

Sebagai penutup masyarakat berharap Walikota Bandung dapat memperbanyak ruang terbuka hijau dalam skala kecil yang tersebar di berbagai kawasan.

"Harapannya mungkin diperbanyak lagi, enggak harus sebesar Lapangan Gasibu atau Saparua, tapi taman-taman diperbanyak lagi karena jika dilihat lagi kawasan Bandung sangat padat dan at least dengan taman tersebut bisa mengurangi panas," harapnya.

Untuk memastikan ruang terbuka hijau yang aman dan nyaman untuk digunakan oleh semua orang, warga juga berharap ada nya peningkatan keamanan seperti penerangan tambahan, CCTV, dan petugas yang mudah diakses. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad MalikF
Saya Mahasiswa @TelkomUniversity

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)