Warga Bandung Menilai Fasilitas dan Akses Ruang Terbuka Hijau Masih Belum Memadai

Muhammad MalikF
Ditulis oleh Muhammad MalikF diterbitkan Selasa 09 Des 2025, 15:15 WIB
Ruang terbuka hijau di Bandung menghadirkan kawasan teduh yang dipenuhi deretan pohon besar sebagai penyangga kualitas lingkungan kota (29/11/2025) (Sumber: Penulis) (Foto: Malik)

Ruang terbuka hijau di Bandung menghadirkan kawasan teduh yang dipenuhi deretan pohon besar sebagai penyangga kualitas lingkungan kota (29/11/2025) (Sumber: Penulis) (Foto: Malik)

Opini masyarakat Kota Bandung mengenai ketersediaan dan kualitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) menunjukkan adanya keresahan. Meskipun Walikota Bandung telah melakukan upaya perawatan, warga menilai fasilitas aksesibilitas, dan sebaran RTH saat ini masih jauh dari memadai untuk kota terbesar keempat di Indonesia ini, Sabtu  (29/11/2025).

Kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Bandung berbanding terbalik dengan pandangan masyarakat mengenai kecukupan ruang terbuka hijau. Muhammad Daffa sebagai masyarakat Bandung menyatakan kritiknya.

"Bisa dilihat jika Kota Bandung itu kota terbesar keempat di Indonesia dan penduduknya padat, tetapi kita bisa lihat kalau orang ditanya mau kemana sudah pasti jawaban ke Saparua atau ke tempat itu-itu lagi untuk ruang terbuka hijaunya."

Kondisi ini menunjukkan bahwa kunjungan dipusatkan karena masih ada sedikit area hijau yang populer.

Minimnya ruang terbuka hijau yang merata juga berdampak langsung pada kualitas lingkungan perkotaan. Daffa merasakan peningkatan suhu yang signifikan.

"Bisa dilihat sekarang Kota Bandung juga menjadi panas dan itu salah satunya kurangnya ruang terbuka hijau," tambah narasumber tersebut.

Hal ini sejalan dengan peran penting ruang terbuka hijau sebagai  komponen penting dalam mengurangi panas melalui mekanisme seperti pelepasan uap air oleh tumbuhan.

Kawasan pemukiman padat di Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Sabtu 15 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Kawasan pemukiman padat di Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Sabtu 15 Februari 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Di samping masalah kuantitas dan sebaran, kualitas fasilitas di ruang terbuka hijau yang ada juga menjadi sorotan. Fasilitas publik seperti bangku, jalur pejalan kaki, dan toilet dinilai sangat mengkhawatirkan. Warga mengeluhkan kurangnya kebersihan dan maraknya vandalisme. Selain itu kursi yang sering digunakan oleh tunawisma untuk tidur dan toilet yang tidak bersih memperburuk pengalaman pengunjung. Bagi orang-orang yang tinggal jauh dari pusat kota, aksesibilitas merupakan kendala yang signifikan. Menurut Daffa mencapai ruang terbuka hijau menjadi sulit karena jarak yang jauh, kemacetan, dan masalah parkir yang tidak dikelola.

"Sulit karena pertama, lahan terbuka hijau harus ke tengah Kota Bandung dan macet, dan kedua, lahan parkirnya masih di pinggir jalan dan belum ada tempat parkir khusus."

Walikota Bandung diharapkan dapat segera menanggapi keluhan masyarakat mengenai sarana dan prasarana ruang terbuka hijau. Ia merasakan bahwa kebersihan sudah bagus, tetapi fasilitas masih jauh dari memadai.

Salah satu masalah lain yang dihadapi adalah penggunaan fasilitas hijau ruang terbuka yang tidak sesuai fungsinya oleh oknum tertentu yang seringkali hanya berfokus pada membuat konten di media sosial membuat pengunjung lain terganggu, sehingga perlu adanya penertiban untuk hal ini. Warga menganggap kurangnya sosialisasi ruang terbuka hijau dari Walikota Bandung.

Baca Juga: Int(Earth)Religious Dialogue

Padahal sosialisasi yang efektif akan mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan ruang terbuka hijau secara optimal, narasumber bahkan secara spesifik menyoroti bahwa informasi yang diterima masyarakat lebih fokus pada masalah kebersihan sampah dan kegiatan lari daripada pengembangan fungsi ruang terbuka hijau.

Sebagai penutup masyarakat berharap Walikota Bandung dapat memperbanyak ruang terbuka hijau dalam skala kecil yang tersebar di berbagai kawasan.

"Harapannya mungkin diperbanyak lagi, enggak harus sebesar Lapangan Gasibu atau Saparua, tapi taman-taman diperbanyak lagi karena jika dilihat lagi kawasan Bandung sangat padat dan at least dengan taman tersebut bisa mengurangi panas," harapnya.

Untuk memastikan ruang terbuka hijau yang aman dan nyaman untuk digunakan oleh semua orang, warga juga berharap ada nya peningkatan keamanan seperti penerangan tambahan, CCTV, dan petugas yang mudah diakses. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad MalikF
Saya Mahasiswa @TelkomUniversity

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)