Bermula dari Pisang Nugget, Hadir Primadona Pisang dengan Ragam Varian Rasa

2 menit baca
Wardah Alhumairah
Ditulis oleh Wardah Alhumairah diterbitkan
Penulis sedang mewawancarai narasumber, Haqqi, owner APM Pisang di depan outlet cabang Telkom. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wardah)
Penulis sedang mewawancarai narasumber, Haqqi, owner APM Pisang di depan outlet cabang Telkom. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wardah)

Dari dapur kecil di lingkungan kampus, aroma manis pisang goreng bercampur tepung mulai mencuri perhatian banyak orang. Berawal dari eksperimen sederhana, kini APM Pisang dengan beragam varian rasa menjadi salah satu kuliner favorit di Jalan STT Telkom, Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis. (30/10/25)

Muhammad Haqqi Annazilly, merupakan owner APM Pisang yang menjelaskan awal mula ide bisnis ini hanya iseng-iseng. “Awalnya tuh kita nggak ada niat bikin APM Pisang, tapi kita melihat peluang yang jual pisang goreng di sekitar sini itu masih sedikit,” ujar Haqqi. Pada awalnya, APM Pisang ini hanya menjual pisang nugget, yaitu pisang yang dibulat-bulatkan dan di baluri tepung roti, dari situ lah muncul ide lain seperti pisang tepung dengan topping yang beragam macam dan berlimpah.

Setiap gigitian APM Pisang menghadirkan perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Pisang yang dilapisi tepung gurih itu disajikan hangat dengan topping yang beraneka ragam, mulai dari manisnya cokelat, gurihnya parutan keju, hingga aroma matcha yang khas.

APM Pisang pertama kali berdiri pada tahun 2022, sekitar bulan September atau Oktober. Saat itu, belum ada penjual pisang tepung di sekitar Universitas Telkom. Melihat peluang tersebut, pria berbaju hitam mencoba mulai dengan resep khas buatannya yang tak disangka banyak peminatnya. “Kami melihat belum ada yang menjual pisang tepung di sekitar kampus. Ini jadi peluang besar bagi kita untuk menghadirkan ide bisnis baru,” ujarnya.

APM Pisang dengan topping keju dibaluri cokelat yang menggunggah selera banyak orang. (Sumber: Instagram/@apmpisang)
APM Pisang dengan topping keju dibaluri cokelat yang menggunggah selera banyak orang. (Sumber: Instagram/@apmpisang)

Tidak berhenti di satu tempat, APM Pisang sempat buka cabang hingga lima cabang, namun perjalanan bisnis tak selalu mulus. Kini, hanya ada dua cabang yang bertahan, yaitu dekat kawasan Telkom dan kawasan Sukapura.

Meskipun beberapa cabang tutup, semangat owner-nya tidak surut, ia tetap memilih fokus kualitas APM Pisang, seperti menjaga cita rasa di setiap cabang. Dalam menjaga rasa yang tetap sama, sang owner memastikan semua adonan dibuat langsung oleh satu orang tanpa campur tangan lain.

Tidak hanya soal rasa, harga yang terjangkau juga menjadi alasan mengapa APM Pisang digemari banyak orang. Dengan kisaran Rp10.000 hingga Rp20.000, pelanggan sudah bisa menikati seporsi pisang hangat dengan topping yang melimpah. Tidak hanya itu APM Pisang juga menawarkan layanan pesan antar ke sekitar Telkom dengan biaya ongkos kirim hanya Rp2.000, hal ini juga menambah loyalitas para pelanggan.

Dalam hal brandingan, pria berbadan tinggi selaku owner lebih percaya pada kekuatan branding organik seperti mulut ke mulut. “APM Pisang ini justru dalam bandingan jelek banget, jadi kita memanfaatkan branding organik saja,” ujar pria berbadan tinggi.  Hal ini juga dirasakan kepada penulis yang suka membeli APM Pisang, yang awalnya mengetahui melalui rekomendasi temannya. Tanpa Paid Promote, APM Pisang juga sering dibicarakan di media sosial karena rasa dan pelayanannya yang memuaskan.

Kini, setiap sore hingga malam, antrean pembeli APM Pisang tak pernah sepi, mau yang membeli langsung di tempat maupun yang melalui aplikasi dan pesan antar sekitar Telkom. Di tengah ramainya jajanan, APM Pisang tetap berdiri manis dengan ciri khasnya sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)