Bolu Pisang Bu Wita, Oleh-Oleh Legendaris yang Jadi Buruan Pelancong di Bandung

Rizma Riyandi
Ditulis oleh Rizma Riyandi diterbitkan Selasa 26 Agu 2025, 14:13 WIB
Bolu Pisang Bu Wita (Foto: Dok. Ayobandung.com)

Bolu Pisang Bu Wita (Foto: Dok. Ayobandung.com)

AYOBANDUNG.ID -- Bandung punya banyak oleh-oleh yang selalu jadi buruan pelancong. Salah satunya adalah Bolu Pisang Bu Wita, kue berbahan dasar pisang yang kini menjadi ikon oleh-oleh khas kota kembang.

Nama ini diambil dari sosok Bu Wita, istri Faisal, sang perintis usaha yang awalnya hanya bereksperimen membuat bolu untuk keluarga di rumah.

Faisal bercerita, mulanya ia sering membeli bolu pisang karena anak dan istrinya menyukainya. Dari kebiasaan itu, justru muncul ide bagi Bu Wita untuk mencoba membuat sendiri dengan cara otodidak.

Setelah melewati banyak percobaan, akhirnya ia menemukan jenis pisang yang tepat, yaitu pisang ambon, dengan takaran seimbang satu banding satu. Hasilnya adalah bolu dengan tekstur empuk, aroma harum khas pisang, dan rasa manis legit yang berbeda dari bolu pisang pada umumnya.

"Setelah banyak percobaan, akhirnya istri berhasil membuat bolu pisang yang enak," ungkap Faisal.

Keunggulan Bolu Pisang Bu Wita bukan hanya pada bahan bakunya yang sederhana, tetapi juga ukurannya yang besar serta harga yang ramah di kantong. Tidak heran, banyak pelanggan yang kembali lagi karena kualitas rasanya konsisten.

“Rasanya memang enak dan gurih, makanya saya jadi langganan. Harganya pun terjangkau,” ujar Ohan, salah satu pelanggan setia.

Seiring berkembangnya usaha, Bu Wita tidak hanya memproduksi bolu pisang. Varian lain seperti bolu ketan hitam dan bolu tape juga ditawarkan, dengan bolu ketan hitam menjadi best seller karena cita rasanya yang unik.

Saat ini, varian bolu yang tersedia bahkan semakin beragam, mulai dari bolu pandan, bolu marmer, hingga bolu ontjbekoek yang menggunakan gula aren, rempah, kayu manis, dan kacang kenari.

Harga produknya bervariasi, mulai dari Rp24.000 hingga Rp50.000 tergantung jenis dan ukurannya. Produksi Bolu Pisang Bu Wita meningkat pesat dari waktu ke waktu.

Pada akhir pekan, dapurnya bisa menghasilkan sekitar 600 loyang per hari, sementara di musim liburan jumlahnya bisa melonjak dua kali lipat. Bahkan, pernah tercatat ribuan bolu ludes hanya dalam sehari ketika momen ulang tahun usahanya.

Tingginya permintaan membuat toko yang berlokasi di Jl. Tanjungsari Raya No. 1, Antapani, Bandung, selalu dipadati pembeli. Kini, beberapa outlet cabang pun telah dibuka di Bandung untuk memudahkan pelanggan mendapatkan bolu legendaris ini.

Popularitas Bolu Pisang Bu Wita juga makin meluas berkat promosi melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Banyak warganet yang mengunggah pengalaman antre panjang demi mendapatkan bolu ini.

Dengan kualitas rasa, harga yang terjangkau, dan varian yang terus berkembang, tidak berlebihan jika Bolu Pisang Bu Wita disebut sebagai bolu pisang nomor satu di Bandung dan menjadi buruan utama wisatawan maupun warga lokal.

Informasi Umum Bolu Pisang Bu Wita

Alamat: Jl. Tanjung Sari Raya Raya No.1, Antapani Wetan, Kec. Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat 40291

Jam Operasional: 05.30 -21.00 WIB

Telepon: (022) 7204315

Layanan Pesan Antar: Gofood

Instagram: @bolupisangbuwita

Link Pembelian Produk Serupa

1. https://s.shopee.co.id/1VpINFo6Uo

2. https://s.shopee.co.id/8fISuR99IR

3. https://s.shopee.co.id/9fB06HjhC8

4. https://s.shopee.co.id/9fB06IDjn2

5. https://s.shopee.co.id/1LVsAzS0cX

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 18:27 WIB

Rumah Pertama Jadi Mimpi Jauh, 65 Pesimis Gen Z Pesimis Mampu Membeli

Memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Ilustrasi memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 16:38 WIB

Saat Angka Pengangguran Masih Tinggi, Keterampilan Jadi Harapan Baru

Salah satu penyebab utama tingginya pengangguran adalah ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar.
Pelatihan perbaikan AC dan handphone Ini ditujukan bagi masyarakat tidak mampu agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan. (Sumber: Dok BSI Maslahat)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:07 WIB

Es Pisang Ijo Saparua: Perpaduan Sederhana Rasa Luar Biasa

Rekomendasi es viral yang enak di Kota Bandung sambil olahraga pagi menjelang siang.
Foto diambil langsung di Saparua Sport sambil menikmati indahnya pemandangan. (Foto: Rizki Hidayat)