JURIG Longser, Melestarikan Budaya Lawas Sunda

3 menit baca
Adrian Satria Ramadhani
Ditulis oleh Adrian Satria Ramadhani diterbitkan
Pertunjukan longser dengan tema JURIG sedang menampilkan penari di Gedung Rumentang Siang (28/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis| Foto: Adrian Satria)
Pertunjukan longser dengan tema JURIG sedang menampilkan penari di Gedung Rumentang Siang (28/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis| Foto: Adrian Satria)

Karya teater tradisi “JURIG Longser Gaya Sisindiran” sukses dipentaskan di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Pertunjukan longser adalah seni teater rakyat Sunda yang menggabungkan tari, nyanyian, lakon, dan lelucon khas masyarakat Sunda, dengan gaya sisindiran yang   berisi   ungkapan   sindiran   jenaka   penuh   makna,   sehingga   selain   menghibur  juga menyampaikan pesan moral secara interaktif kepada penonton. Yang beralamat di Jl. Baranang Siang  No.1,  Kec.Sumur  Bandung,  Kota  Bandung.

Pertunjukan ini menghadirkan perpaduan seni longser dengan sisindiran Sunda yang sarat pesan serta hiburan rakyat. Pertunjukan ini biasanya berlangsung di tempat terbuka dengan penonton duduk melingkar, menciptakan suasana akrab dan merakyat.

Longser sarat dengan humor khas Sunda yang mengandung sindiran dan kritik sosial disampaikan secara interaktif dan spontan kepada penonton. Pementasan tersebut digarap oleh Kang Ajo Halimun selaku Karya/Sutradara, dan Agus Injuk sebagai Asisten Sutradara (Astrada).

“Target longser ini menargetkan generasi milenial dan gen Z yang sudah mulai berkurang diera saat ini, kalo kita tidak update dunia akhirnya job-job kita menjadi tidak nyambung,” kata Kang Ajo Halimun, Selasa (28/10/2025).

Sebagai upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Sunda, UPTD Rumentang Siang terus berperan aktif dalam menghidupkan kembali kesenian tradisional, salah satunya melalui pementasan rutin seni longser yang digelar setiap pekan. 

“UPTD Rumentang siang bekerjasama dalam pelestarian seni longser dan makanya itu setiap hari selasa di adakannya pementasan seni longser dengan tema yang berbeda-beda,” ujar sutradara itu.

UPTD Rumentang Siang berupaya memperkenalkan kembali kesenian tradisional kepada generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi. 

“Sekarang kesenian tradisional mulai tertinggal oleh perkembangan zaman, dan generasi muda pun banyak yang beralih ke hiburan modern. Karena itu, tugas kami adalah menjaga agar kesenian tradisional tidak punah, salah satunya melalui pementasan longser. Dalam tiga bulan terakhir juga sudah ada kemajuan, beberapa sekolah mulai berkolaborasi untuk mengenalkan seni longser kepada para siswanya,” ujarnya.

Sebanyak 25 orang pemain turut beraksi di atas panggung, di antaranya P. Samsudin, Abu Ridho, Den Bejo, dan lainnya yang menambah semarak sajian panggung. pertunjukan longser biasa diadakan setiap hari selasa sampai desember tahun ini dan jamnya dari 13.00-13.30. 

Longser ini diselenggarakan setiap hari Selasa dengan tema yang berbeda-beda yang tujuan untuk melestarikan budaya Sunda dan menjangkau semua kalangan masyarakat agar seni tradisional ini tetap dikenal dan diapresiasi oleh berbagai lapisan masyarakat 

Segmentasi audiens sangat penting dalam pertunjukan longser. Cerita dibuat kombinasi antara bagian berat dan ringan agar sesuai kebutuhan, minat, dan kemampuan semua penonton. Ini juga memberikan fleksibilitas untuk berbagai latar belakang audiens yang berbeda. Pendekatan ini membantu pesan tersampaikan dengan optimal dan dinikmati semua kalangan.

Tujuan longser ini bertujuan untuk melaksanakan UU kemajuan kebudayaan no. 5 tahun 2017 disitu didalamnya mengamanatkan bahwa didalam UU kemajuan kebudayaan itu ada pelestarian ada pembinaan, seni budaya kemudian pengembangan dan pemanfaatan seni budaya khususnya seni budaya tradisional. 

Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Teguh Rachmadi sebagai pengelola Gedung Kesenian Rumentang Siang, dalam upaya mendorong pelestarian dan pengembangan seni pertunjukan tradisional di Kota Bandung. 

Dengan tema yang  dekat  dengan  kehidupan masyarakat,  JURIG  Longser  Gaya  Sisindiran”diharapkan dapat terus menghidupkan kecintaan publik terhadap budaya Sunda. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)