Orang Sunda 'Jago'-nya Ciptakan Akronim Nama Makanan yang Lucu dan Gampang Diingat

3 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Cimol. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: AWG97)
Cimol. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: AWG97)

ORANG SUNDA boleh dibilang paling “jago” dalam membuat singkatan atau akronim, terutama akronim di bidang kuliner. Akronim adalah singkatan yang terdiri dari gabungan huruf, suku kata, atau bagian lain dari serangkaian kata yang ditulis dan dilafalkan sebagai satu kata yang wajar. Tujuannya adalah mempercepat komunikasi dan agar nama itu mudah diingat. Sebuah akronim, saking kuatnya, bahkan bisa membuat kepanjangannya terlupakan, contoh: Radar (radio detecting and ranging) dan Tilang (bukti pelanggaran).

Begitu pula akronim makanan Sunda terbilang kuat-kuat, bahkan nyaris kepanjangannya terlupakan. Bahkan, kadang kadang akronim Sunda ditambah unsur humor—sesuai salah satu karakter orang Sunda yang suka heureuy. Beberapa akronim jadul—entah dimulai kapan—sudah bisa dibilang menjadi nama sendiri dan nyaris melupakan kepanjangannya, misalnya: Comro dan Misro. 

Comro adalah akronim dari oncom di jero (oncom di dalam). Makanan ini terbuat dari singkong yang diparut, di dalamnya ada oseng oncom pedas. Sementara, Misro adalah akronim dari amis di jero (manis di dalam). Camilan berbentuk bulat berbahan dasar parut singkong yang diisi gula merah atau gula jawa sehingga terasa manis. 

Kalau unsur pembentuk kata Comro ialah oncom yang juga merupakan nama makanan, pada kata Misro yang menjadi unsur pembentuknya adalah rasa (amis=manis), bukan makanan. Sepertinya si pencipta nama makanan ini tidak sampai berpikir rumit seperti seorang linguis. Pokoknya enak diucapkan dan didengar, ya, ucapkan saja. Kini, baik Comro maupun Misro ada dalamk KBBI.

Ilustrasi Foto Cilok. (Foto: Freepik)
Ilustrasi Foto Cilok. (Foto: Freepik)

Mungkin mencontoh (analogi) dari keberhasilan proses akronimisasi Comro dan Misro, muncul Cilok yakni akronim dari aci dicolok dan turunan ci lain yang berbahan dasar dari aci (sagu atau kanji). Paling tidak ada lima nama yang beredar di tataran kuliner Sunda, yaitu: Cireng, Cimol, Cilung, Cilor, dan Cibay. 

Cilok—aci dicolok--adalah bulatan adonan aci yang direbus dan memiliki tekstur kenyal. Cilok disajikan dengan saus kacang atau kuah pedas. Cara makannya bulatan aci itu dicolok dengan tusukan lidi.

Cireng—aci digoreng--adalah makanan yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama aci. Makanan ringan ini dijual dalam berbagai bentuk dan variasi rasa.

Cimol--aci digemol--terbuat dari aci yang dibentuk bulat-bulat lalu digoreng. Teksturnya yang kenyal di dalam dan renyah di luar, serta biasanya disajikan dengan taburan bumbu bubuk aneka rasa, seperti pedas, keju, balado, atau barbeque. 

Cilung—aci digulung—adalah aci yang digulung saat digoreng. Biasanya, jajanan ini hanya disajikan dengan bumbu bawang yang digoreng dan dihaluskan.

Cilor--aci telor--camilan yang terbuat dari adonan aci yang dibentuk bulat-bulat, direbus, lalu digoreng dengan balutan telur. Biasanya disajikan dengan taburan bumbu bubuk perasa (seperti keju, balado, atau cabai) dan saus sambal, serta mudah ditemukan di pedagang kaki lima.

Cibay --aci ngambay--makanan ini terbuat dari aci yang dimasak hingga kental dan bening, sering kali dengan isian pedas gurih, kemudian dibungkus dengan kulit lumpia dan digoreng hingga renyah di luar dan kenyal (mulur) di dalam.

Selain, akronim nama makana yang serba ci, ada pula akronim makanan lain: Batagor (bakso tahu goreng), Colenak (dicocol enak), Cuanki (cari uang jalan kaki), Midog (mi endog), Internet (indomi kornet). 

Ya, semua akronim itu dibuat para penciptanya untuk memudahkan mengingat selain juga ada unsur heureuy sesuai karakter urang Sunda. Cag. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)