Rumah Maggot Binong Olah Ribuan Kilogram Sampah Organik Setiap Bulan

3 menit baca
Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan
Pengelola Rumah Maggot di Jl. Babakan Jati RT 06 RW 08 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Senin, 8 Desember, 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Pengelola Rumah Maggot di Jl. Babakan Jati RT 06 RW 08 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Senin, 8 Desember, 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

AYOBANDUNG.ID - Kelurahan Binong menjadi salah satu titik paling aktif pengolahan sampah organik di Bandung. Dari rumah maggot sederhana di Babakan Jati, ribuan kilogram sisa makanan warga kini diurai setiap bulan

Magotisasi merupakan salah satu program Pemerintah Kota Bandung dalam rangka mengurangi dan mengolah sampah. Rumah maggot kini tersebar di 151 kelurahan di Kota Bandung, termasuk Rumah Maggot Mandiri yang berada di Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal.

Rumah maggot di kelurahan tersebut terletak di Jl. Babakan Jati RT 06 RW 08. Rata-rata, rumah maggot ini mampu mengolah 1.000–4.000 kilogram (Kg) sampah per bulan.

Lurah Binong, Andri Nugraha, menyampaikan bahwa Rumah Maggot di wilayahnya masih membutuhkan peningkatan sarana, terutama penyediaan air bersih untuk menunjang operasional.

“Rumah maggot itu kan ada di semua kelurahan, dan setiap kelurahan punya kendala serta harapan yang berbeda-beda. Kalau di sini, kebutuhannya sarana air karena memang tidak ada,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Dana untuk pengadaan juga belum tersedia. Mudah-mudahan kalau ada pergeseran anggaran 2026 bisa diupayakan. Tapi tetap harus melihat kondisi DPA, takutnya tidak cukup untuk penyediaan air bersih. Rumah maggot itu kan memang butuh air.”

Ia menuturkan, Rumah Maggot Binong sudah berjalan sejak lama. Namun pembuatan sumur di lokasi tersebut terbilang sulit. Andri berencana meninjau kembali kebutuhan ini dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Saya di sini baru dua bulan, sedangkan rumah maggot sudah berjalan beberapa tahun. Kalau dari dulu saya sudah menjabat, mungkin saya anggarkan sejak awal. Tapi informasinya, pembuatan sumur di sana cukup sulit,” katanya.

“Nantilah saya cek lagi. Ke depan juga akan melibatkan RT dan RW,” tambahnya.

Agus Supriatna (30), salah satu petugas Rumah Maggot, menjelaskan tahapan pemeliharaan maggot mulai dari penetasan telur hingga masa panen.

“Pemeliharaannya susah-susah gampang. Kalau cuaca seperti sekarang, musim hujan, agak sulit untuk bertelur karena lalat butuh sinar matahari,” ujarnya. “Dari telur ke penetasan butuh tiga hari. Dari penetasan ke fase ‘pres maggot’ tujuh hari, lalu panen di hari ke-14. Jadi satu siklus sekitar sebulan.”

Menurut Agus, respons masyarakat sangat positif. Warga menilai keberadaan rumah maggot membantu mengurangi sampah organik di lingkungan mereka.

“Tanggapan masyarakat bagus karena pengurangan sampah itu terasa. Dulu di TPS suka numpuk dan bau. Sekarang warga senang karena sampah dapur bisa berkurang,” katanya.

Isnani (53), warga sekitar, turut merasakan manfaat keberadaan rumah maggot dalam pengelolaan sampah organik.

“Alhamdulillah bisa mengurangi limbah sampah,” ucapnya.

Sampah organik diambil langsung dari rumah-rumah warga oleh petugas dan kemudian diolah di Rumah Maggot Binong. Pengolahan ini membuat sampah organik di wilayah tersebut tidak lagi menumpuk seperti sebelumnya.

“Betul, kadang dua hari sekali petugas ambil sampah lalu dibawa ke rumah maggot. Alhamdulillah sangat membantu,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Nurhayati (35). Menurutnya, warga tidak lagi bingung mengelola sisa makanan atau sayuran yang sebelumnya langsung dibuang ke tempat sampah.

“Bagus. Jadi kalau ada sayuran atau buah-buahan yang sisa bisa dibawa ke sini. Sisa makanan juga tidak langsung ke tempat sampah, tapi ke Rumah Maggot,” tuturnya.

Dengan keberadaan rumah maggot, diharapkan warga Kota Bandung semakin teredukasi dan mampu mengolah sampah organiknya secara mandiri.

Kandang ayam di branghang RW 9, Kelurahan Lebakgede Kota Bandung. Telur dari ayam ini disumbangkan untuk program pengentasan stunting di kelurahan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Kandang ayam di branghang RW 9, Kelurahan Lebakgede Kota Bandung. Telur dari ayam ini disumbangkan untuk program pengentasan stunting di kelurahan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

PDKT dengan ART

Selain di Kelurahan Binong, praktik pengelolaan rumah maggot juga dilakukan di Kelurahan Lebakgede.

Namun perjalanan di sana dimulai dengan tantangan yang cukup berat. Program maggotisasi sempat ditolak oleh beberapa RW karena kekhawatiran tentang bau dan kebersihan. Meskipun demikian, pengelola setempat tetap melanjutkan sosialisasi pemilahan sampah dengan berbagai pendekatan agar masyarakat memahami manfaat pengolahan organik.

Kunci keberhasilan di Lebakgede justru datang dari strategi yang menyasar kelompok yang lebih dekat dengan proses pengelolaan sampah rumah tangga, yaitu para asisten rumah tangga (ART). Ketika pengetahuan mengenai pemilahan sampah menyebar dari lingkungan domestik, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat.

Rumah Maggot Lebakgede kemudian berkembang menjadi wadah kebermanfaatan bagi masyarakat. Untuk mengatasi masalah bau pada masa awal operasional, pengelola memanfaatkan ratusan ayam sebagai bagian dari sistem sirkulasi sampah organik. Telur ayam hasil pemeliharaan pun dimanfaatkan untuk mendukung program penanggulangan stunting di wilayah tersebut.

Selain itu, pengelola Lebakgede juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sektor kuliner. Dengan banyaknya usaha makanan di sekitar lokasi, sampah organik harian dapat mencapai belasan kilogram. Para pelaku usaha didorong untuk mengelola sampah sendiri atau menyetorkannya ke rumah maggot.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)