Rumah Maggot Binong Olah Ribuan Kilogram Sampah Organik Setiap Bulan

Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan Senin 08 Des 2025, 16:46 WIB
Pengelola Rumah Maggot di Jl. Babakan Jati RT 06 RW 08 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Senin, 8 Desember, 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Pengelola Rumah Maggot di Jl. Babakan Jati RT 06 RW 08 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Senin, 8 Desember, 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

AYOBANDUNG.ID - Kelurahan Binong menjadi salah satu titik paling aktif pengolahan sampah organik di Bandung. Dari rumah maggot sederhana di Babakan Jati, ribuan kilogram sisa makanan warga kini diurai setiap bulan

Magotisasi merupakan salah satu program Pemerintah Kota Bandung dalam rangka mengurangi dan mengolah sampah. Rumah maggot kini tersebar di 151 kelurahan di Kota Bandung, termasuk Rumah Maggot Mandiri yang berada di Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal.

Rumah maggot di kelurahan tersebut terletak di Jl. Babakan Jati RT 06 RW 08. Rata-rata, rumah maggot ini mampu mengolah 1.000–4.000 kilogram (Kg) sampah per bulan.

Lurah Binong, Andri Nugraha, menyampaikan bahwa Rumah Maggot di wilayahnya masih membutuhkan peningkatan sarana, terutama penyediaan air bersih untuk menunjang operasional.

“Rumah maggot itu kan ada di semua kelurahan, dan setiap kelurahan punya kendala serta harapan yang berbeda-beda. Kalau di sini, kebutuhannya sarana air karena memang tidak ada,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Dana untuk pengadaan juga belum tersedia. Mudah-mudahan kalau ada pergeseran anggaran 2026 bisa diupayakan. Tapi tetap harus melihat kondisi DPA, takutnya tidak cukup untuk penyediaan air bersih. Rumah maggot itu kan memang butuh air.”

Ia menuturkan, Rumah Maggot Binong sudah berjalan sejak lama. Namun pembuatan sumur di lokasi tersebut terbilang sulit. Andri berencana meninjau kembali kebutuhan ini dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Saya di sini baru dua bulan, sedangkan rumah maggot sudah berjalan beberapa tahun. Kalau dari dulu saya sudah menjabat, mungkin saya anggarkan sejak awal. Tapi informasinya, pembuatan sumur di sana cukup sulit,” katanya.

“Nantilah saya cek lagi. Ke depan juga akan melibatkan RT dan RW,” tambahnya.

Agus Supriatna (30), salah satu petugas Rumah Maggot, menjelaskan tahapan pemeliharaan maggot mulai dari penetasan telur hingga masa panen.

“Pemeliharaannya susah-susah gampang. Kalau cuaca seperti sekarang, musim hujan, agak sulit untuk bertelur karena lalat butuh sinar matahari,” ujarnya. “Dari telur ke penetasan butuh tiga hari. Dari penetasan ke fase ‘pres maggot’ tujuh hari, lalu panen di hari ke-14. Jadi satu siklus sekitar sebulan.”

Menurut Agus, respons masyarakat sangat positif. Warga menilai keberadaan rumah maggot membantu mengurangi sampah organik di lingkungan mereka.

“Tanggapan masyarakat bagus karena pengurangan sampah itu terasa. Dulu di TPS suka numpuk dan bau. Sekarang warga senang karena sampah dapur bisa berkurang,” katanya.

Isnani (53), warga sekitar, turut merasakan manfaat keberadaan rumah maggot dalam pengelolaan sampah organik.

“Alhamdulillah bisa mengurangi limbah sampah,” ucapnya.

Sampah organik diambil langsung dari rumah-rumah warga oleh petugas dan kemudian diolah di Rumah Maggot Binong. Pengolahan ini membuat sampah organik di wilayah tersebut tidak lagi menumpuk seperti sebelumnya.

“Betul, kadang dua hari sekali petugas ambil sampah lalu dibawa ke rumah maggot. Alhamdulillah sangat membantu,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Nurhayati (35). Menurutnya, warga tidak lagi bingung mengelola sisa makanan atau sayuran yang sebelumnya langsung dibuang ke tempat sampah.

“Bagus. Jadi kalau ada sayuran atau buah-buahan yang sisa bisa dibawa ke sini. Sisa makanan juga tidak langsung ke tempat sampah, tapi ke Rumah Maggot,” tuturnya.

Dengan keberadaan rumah maggot, diharapkan warga Kota Bandung semakin teredukasi dan mampu mengolah sampah organiknya secara mandiri.

Kandang ayam di branghang RW 9, Kelurahan Lebakgede Kota Bandung. Telur dari ayam ini disumbangkan untuk program pengentasan stunting di kelurahan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Kandang ayam di branghang RW 9, Kelurahan Lebakgede Kota Bandung. Telur dari ayam ini disumbangkan untuk program pengentasan stunting di kelurahan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

PDKT dengan ART

Selain di Kelurahan Binong, praktik pengelolaan rumah maggot juga dilakukan di Kelurahan Lebakgede.

Namun perjalanan di sana dimulai dengan tantangan yang cukup berat. Program maggotisasi sempat ditolak oleh beberapa RW karena kekhawatiran tentang bau dan kebersihan. Meskipun demikian, pengelola setempat tetap melanjutkan sosialisasi pemilahan sampah dengan berbagai pendekatan agar masyarakat memahami manfaat pengolahan organik.

Kunci keberhasilan di Lebakgede justru datang dari strategi yang menyasar kelompok yang lebih dekat dengan proses pengelolaan sampah rumah tangga, yaitu para asisten rumah tangga (ART). Ketika pengetahuan mengenai pemilahan sampah menyebar dari lingkungan domestik, perubahan perilaku masyarakat mulai terlihat.

Rumah Maggot Lebakgede kemudian berkembang menjadi wadah kebermanfaatan bagi masyarakat. Untuk mengatasi masalah bau pada masa awal operasional, pengelola memanfaatkan ratusan ayam sebagai bagian dari sistem sirkulasi sampah organik. Telur ayam hasil pemeliharaan pun dimanfaatkan untuk mendukung program penanggulangan stunting di wilayah tersebut.

Selain itu, pengelola Lebakgede juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari sektor kuliner. Dengan banyaknya usaha makanan di sekitar lokasi, sampah organik harian dapat mencapai belasan kilogram. Para pelaku usaha didorong untuk mengelola sampah sendiri atau menyetorkannya ke rumah maggot.

Berita Terkait

News Update

Beranda 21 Jan 2026, 07:10 WIB

Tamu Tembus 4.000 Orang, Kampung Takakura Sukamiskin Jadi Pusat Edukasi Sampah Lintas Pulau dan Negara

Upaya warga Kampung Takakura ini mendapat perhatian pemerintah. Sejumlah dinas turut memberikan dukungan berupa fasilitas penunjang.
Sejumlah penghargaan yang diraih Kampung Takakura antara tahun 2018-2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 21 Jan 2026, 06:54 WIB

Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Suasana terasa hangat. Antar pedagang saling menyapa, berbagi cerita, dan sesekali diselingi gelak tawa di sela menunggu pembeli.
Pasar Lilin kini lebih terang setelah menggunakan cahaya dari lampu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)