Bandung dan Sebagian Sistem Administrasi Pendidikan yang Masih Semrawut

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Sisi Gelap Sistem Administrasi Perguruan Tinggi di Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sisi Gelap Sistem Administrasi Perguruan Tinggi di Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bandung memang terkenal dengan dunia pendidikan yang mentereng. Tak hanya sekedar kuantitas tapi juga kualitas yang ditorehkan sejumlah PTN dan PTS. Bandung dikenal sebagai kota pusat pendidikan dengan suasana akademik yang mendukung dan relatif terjangkau oleh sebagian kalangan. Hampir semua mahasiswa di luar pulau Jawa berbondong-bondong untuk masuk PTN atau PTS impian mereka.

Tapi dibalik semua kecemerlangan tersebut sebetulnya tersembunyi sistem pendidikan "gelap" di Kota Bandung yang luput dari pemberitaan media, pantauan dinas terkait bahkan oleh masyarakat Bandung sendiri.

Pagi ini saya menonton berita dari channel youtube Metro Tv dengan headline "Skandal Pendidikan ! 72 Siswa SMAN 5 Bengkulu Dikeluarkan Sepihak, Kuasa Hukum & DPR Angkat Suara"

Berdasarkan berita tersebut dijelaskan bahwa ada sejumlah 42 siswa yang tidak terdaftar di data dapodik. Menjadi ironi karena inilah pilar terpenting yang utama dalam administrasi pendidikan.

Pihak sekolah mengaku sudah mengikuti peraturan untuk mengeluarkan sejumlah siswa karena yang bersangkutan tidak terdaftar di dapodik. Sementara perwakilan orang tua siswa bernama Ibu Pipit mengaku kesebelas siswa yang melaporkan tersebut memiliki bukti lengkap dari proses seleksi, bukti kelulusan dan berkas daftar ulang.

Awalnya pihak sekolah memberitahukan ada 72 anak yang mendapat surat untuk mengikuti rapat ... sementara jumlah sebenarnya saat rapat berjumlah 43 siswa. Anak kami mendaftar secara resmi di akun SPMB ... kemudian anak kami bisa mengikuti pembelajaran selama satu bulan. Anehnya dari 43 anak yang belum terdaftar di dapodik dan dinyatakan overload ada sejumlah 10 siswa yang tiba-tiba dinyatakan aman. Ada apa ini ibu ? ini kan yang menjadi kecurigaan dan imbasnya ada 10 siswa lainnya yang menjadi korban pengeluaran pihak sekolah.

Berita tersebut men-trigger saya pada pengalaman yang pernah saya alami selama menjadi mahasiswa di salah satu kampus yang tidak terlalu terkenal di Kota Bandung beberapa tahun silam.

Saya masuk di tahun sebelum ada wabah covid-19 terjadi di Indonesia. Saat mendaftar saya dimintai beberapa berkas sebagai sayarat untuk dilaporkan ke pddikti sebagai mahasiswa aktif kampus tersebut.

Menjelang satu tahun belajar saya cek nama di pddikti tapi hasilnya nihil. Anehnya kedua teman saya yang hanya bertahan dalam satu semester justru namanya terpampang nyata di laman tersebut dan masih berstatus mahasiswa aktif.

Akhirnya saya melaporkan kasus ini kepada kaprodi yang kemudian diteruskan ke staff administrasi yang berada di kampus. Prosesnya cukup alot dan ketika saya mintai kejelasan jawabannya selalu seragam "Sabar ya, ini kan lagi covid, masih pada wfh jadi proses pengerjaannya wajar saja lebih lama dari biasanya".

Saat itu saya tidak menyadari bahwa sistem KRS (Kartu Rencana Studi) di kampus tidak langsung terafiliasi dengan dikti yang bisa diakses secara langsung oleh mahasiswa. Karena saat itu masih bersifat konvensional melalui selembar kertas. Biasanya pihak kampus akan menginput secara langsung dan saya sebagai mahasiswa percaya kepada pihak kampus yang menjalankan tugas tersebut.

Berjalan di semester lima saat itu saya mengajukan lomba proposal penelitian karya ilmiah yang sudah saya buat dengan ide sedemikian rupa untuk mengatasi permasalahan limbah popok bayi. Proposal sudah diserahkan ke pembimbing dan anggota pun sudah terbentuk. Mendadak saya mendapat kabar dikeluarkan dari pengajuan lomba tersebut dengan alasan nama saya tidak dapat diinput ke laman perlombaan karena nim tidak terdaftar di pddikti.

Jujur hati saya hancur karena saya dipaksa menyerahkan ide proposal saya untuk tetap diajukan tanpa melibatkan saya sebagai inisiator ide tersebut. Rasa kecewa itu membuat saya berhenti mencari tahu apakah proposal tersebut lolos atau tidak di tingkat perlombaan.

Permasalahan ini masih tidak kunjung selesai bahkan ketika saya mau menghadapi seminar proposal skripsi saat semester 7. Langkah saya pun harus terhenti karena tidak bisa melanjutkan seminar proposal skripsi dengan alasan yang sama, nama dan nim saya belum terdaftar di pddikti.

Baca Juga: Filsafat Seni Islam

Butuh waktu satu tahun untuk menyelesaikan masalah ini sehingga saya lulus lebih lama dengan waktu 5 tahun. Dalam perdebatan yang berlangsung ada beberapa statment kampus yang membuat saya kecewa di antaranya, pertama saya ditawari pihak kampus untuk bersedia mengulang perkuliahan dari semester awal dan dijanjikan tidak perlu membayar biaya sepeser pun dan bahkan selama 4 tahun saya tidak perlu datang untuk belajar ke kampus. Kedua, ada pihak kampus yang menyatakan bahwasannya ijazah itu tidak penting.

Tentu saya menolak dengan lantang tawaran tersebut dan saya tidak mau tahu bagaimana caranya kampus bisa mendaftarkan nama dan nim saya sesuai dengan tahun saat saya mendaftar kuliah. Meskipun alot akhirnya data saya berhasil diinput setelah sebelumnya di wawancara pihak dikti melalui sambungan telepon.

Saya yakin kasus serupa masih banyak terjadi di sejumlah perguruan tinggi di kota/kab Bandung. Seperti salah satu contoh kasus yang melibatkan kampus swasta ternama di STIKOM Bandung perihal penarikan ijazah alumni.

Dilansir dari laman Kompas.com, sejumlah alumni menolak untuk kembali melaksanakan proses perkuliahan setelah 233 ijazah ditarik kembali dan dibatalkan kelulusannya. Buntut permasalahan ini adalah adanya kekeliruan pada pihak pengelolaan data oleh operator STIKOM Bandung.

Menurut salah satu alumni STIKOM mengatakan bahwa permintaan kampus untuk mengulang perkuliahan hanya bertujuan untuk menutupi kelemahan sistem yang ada di STIKOM Bandung.

Saya berharap tulisan ini bisa sampai kepada dinas terkait untuk lebih gencar melakukan monitoring kepada sejumlah kampus yang ada di Kota Bandung agar tidak semakin banyak korban berjatuhan dari "Sistem Bisnis Uang yang Berkedok Pendidikan".

Saya juga berharap tulisan ini sampai pada calon mahasiswa dan orang tua yang akan menyekolahkan anaknya untuk tetap berhati-hati dan pastikan mencari data tentang track record kampus yang bersangkutan sebelum mendaftar kuliah.

Saya juga berharap semakin banyak media yang mengangkat isu ini demi sistem pendidikan yang lebih baik lagi dan demi Kota Bandung yang berpendidikan, berkemerdekaan dan tertib administrasi pendidikan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)