Menjaga Etika Jurnalistik

3 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
media harus bekerja keras lagi mencari strategi untuk mendapat respons positif dari masyarakat. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)
media harus bekerja keras lagi mencari strategi untuk mendapat respons positif dari masyarakat. (Sumber: Pexels/cottonbro studio)

Lanskap media massa kembali mendapat ujian berat. Kali ini pada platform televisi, yaitu stasiun Trans 7. Berawal dari Trans 7 dengan program Xpose Uncensored menampilkan tentang kehidupan di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo. Pada program itu, ada adegan santri memberi salam kepada kiai yang sedang duduk, dan ucapan narator yang tendensius. 

Trans 7 rupanya lupa, kalau program yang ditayangkannya itu tidak hanya melawan arus, namun benar-benar mempertanyakan kebiasaan di pesantren yang sudah lama dilakukan. Trans7 telah mempertontonkan ketidaktahuannya akan sebuah tradisi yang sudah turun temurun dilakukan tanpa ada yang protes. 

Kontan saja, Trans7 dengan program ini mendapat banyak kritik keras dari berbagai kalangan, mulai dari santri, alumni pesantren, para kiai, dan berbagai organisasi keagamaan. Tidak hanya mengkritik, kemudian muncul juga gerakan dengan tagar #BoikotTrans7 yang tersebar media sosial, sebagai respons kekecewaan santri dan pengelola pesantren atas kesalahan yang telah dilakukan Trans7. 

Persoalan ini pun mendapat perhatian lebih luas, mulai dari partai politik dan DPR RI pun ikut terlibat, dengan tujuan agar persoalan ini tidak meluas sehingga bisa memicu konflik lebih besar. Terlepas di sengaja atau tidak, terlepas keteledoran atau ketidaktahunnya, yang jelas tayangan ini telah memancing reaksi keras dari kalangan pesantren, santri, dan para kiai. 

Beruntung, tanpa basa basi Trans7 memberikan respons cepat. Secara terbuka Trans7 menyampaikan permintaan maaf, dan mengakui kesalahannya, dan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kekisruhan di masyarakat dampak dari tayangannya, meskipun kontennya berasal dari Production House (PH). Tidak hanya itu, Trans7 pun dengan penuh tangungjawab mendatangi Pondok Pesantren Lirboyo untuk meminta maaf secara langsung. 

Trans 7 dan pengelola progam, tanpa disadari kalau konten tentang budaya dan agama (pesantren) cukup beresiko, dan sangat sensitif. Kalau tidak hati-hati dan pertimbangan yang matang, niatannya ingin menghadirkan sisi lain dari sebuah fenomena pesantren yang sekarang sedang ramai memahas bangunan pesnatren yang ambruk, malam menjadi senjata yang mematikan diri media sendiri. Narasi yang dibangun Trans7 malah memicu kemarahan publik. Kecerobohan itu terlihat dari judulnya, "Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?"  seolah-olah menstigmatisasi, mendiskriditkan, dan tidak menghormati tradisi pesantren. 

Trans7 kurang berhati-hati dan tidak melakukan klarifikasi sebelum produk tersebut ditayangkan. Trans7 tidak melakukan konfirmasi kepada pihak pesantren, yang dianggap memiliki otoritas dan kapasitas untuk menjelaskan budaya dan kebiasaan di pondok pesantren. Trans 7 tidak melakukan asas cover both sides dalam menyajikan suara dari kedua pihak (pesantren dan pihak luar pondok pesantren). 

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)

Menurut Entman (1993) Trans 7 membingkai fakta dalam sudut pandang orang luar pesantren, sementara framing yang dibuatnya relatif negatif sehingga merusak citra pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Trans7 yang memiliki kekuatan dalam melakukan agenda setting, dan bagaimana isu disajikan. Jika pesantren ditampilkan seperti itu, maka publik yang tidak mendapatkan second opinion, atau penjelasan lain tentang pesantren, maka publik akan memiliki pandangan buruk tentang pesantren, padahal kontribusi pesantren sangatlah besar, baik dalam kemerdekaan dan pembangunan negara Indonesia.

Setuju dengan yang dikatakan Siebert, Peterson & Schramm (1956) bahwa Trans 7 harus menghormati nilai dan moral yang ada di masyarakat, dan pesantren ada dalam sebuah masyarakat. Trans7 semestinya peka akan nilai-nilai dan kultural pesantren. Tidak hanya mengejar sensasi atau rating. 

Krisis kepercayaan publik terhadap Trans 7 sudah menyebar. Aksi boikot pun tidak hanya ke Trans 7, melainkan ke Transmart. Di era digital, media sudah banyak ditinggalkan massa dan pecintanya, karena beralih ke media sosial. Di antara strategi media dalam mempertahankan eksistensinya ialah media harus berjuang keras mempertahankan kualitas produk jurnalistiknya. Dengan adanya kasus ini, maka besar kemungkinan media akan semakin ditinggalkan peminatnya, karena Trans7 telah menodai spirit jurnalistik berkualitas. 

Baru juga media mainstream bergeliat, dengan diterpa kasus seperti ini, media harus bekerja keras lagi mencari strategi untuk mendapat respons positif dari masyarakat. Oleh karena itu, hati-hati dalam menampilkan sebuah produk. Mengikuti tren dan sesuatu yang sedang viral harus, tetapi jangan lupa memperhatikan kaidah dan etika dalam bekerja membuat produk jurnalistik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Encep Dulwahab
Tentang Encep Dulwahab
Dosen Ilmu Komunikasi UIN Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)