Harmoni, Kongzi, dan Toleransi

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Selasa 17 Feb 2026, 09:04 WIB
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejatinya kehadiran Tahun Baru Imlek (1 Imlek 2577) Kongzili kuda api yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk merawat keragaman, menata ulang spirit kebangsaan dan berusaha menghidupkan budi pekerti di tengah-tengah memudarnya toleransi.

Dengan imlek kita dapat memberikan sikap keberagamaan yang terbuka, ramah, toleran, inklusif, adil dan mengakui perbedaan keyakinan (sekte, madzhab, aliran) bagi tumbuh dan berkembangnya kerukunan, harmoni antarumat beragama di Indonesia.

Foto bersama saat Peluncuran Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 (Sumber: www.ksp.go.id | Foto: Istimewa)
Foto bersama saat Peluncuran Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 (Sumber: www.ksp.go.id | Foto: Istimewa)

Merawat Harmoni

Harmoni Imlek Nusantara merupakan kolaborasi aktif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sejumlah provinsi di Indonesia dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Kegiatan “Harmoni Imlek Nusantara” akan berlangsung pada 17 Februari - 3 Maret 2026 sebagai wujud perayaan budaya yang inklusif serta upaya mempererat persaudaraan kebangsaan.

Saat Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari menghadiri peluncuran logo baru Imlek Nusantara 2026 di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Kastaf menegaskan bahwa momentum ini menjadi penanda kuat komitmen kebangsaan dan kenegaraan. Keragaman budaya dan keyakinan merupakan fondasi persatuan sekaligus kekuatan sosial yang harus senantiasa dijaga dan dirawat bersama. (www.ksp.go.id)

Ketua Umum Imlek Nasional 2026, Irene Umar, membeberkan logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 ini merepresentasikan identitas dan ciri khas Indonesia, sekaligus mencerminkan akulturasi beragam budaya Tionghoa di Tanah Air.

Pada logo itu digambarkan dalam bentuk kuda lumping, yang terinspirasi dari kebudayaan Betawi. Warna merah yang dominan dipadukan dengan sentuhan putih pada rambut kuda yang menyerupai mahkota, melambangkan warna bendera kebangsaan Indonesia.

Mata api pada logo itu melambangkan semangat, keberanian, dan fokus batin, selaras dengan energi Kuda Api yang menyala untuk menggerakkan perubahan dan menerangi arah masa depan. Garis putih pada bagian mulut dan kaki kuda mengandung makna setiap ucapan dan langkah harus disertai kebijaksanaan, kesadaran, etika dalam mewujudkan harapan Indonesia Emas.

Ihwal dua garis putih pada bagian ekor kuda melambangkan keistimewaan perayaan Imlek tahun ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan bagi umat Muslim.

Irene berharap perayaan Harmoni Imlek Festival 2026 dapat menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata Imlek yang inklusif, yang dirayakan dalam suasana damai dan sejahtera.

“Inilah yang ingin kita tunjukkan, bahwa Indonesia tumbuh melalui harmoni. Perbedaan hadir sebagai kekuatan. Di luar dikenal dengan istilah unity in diversity. Kita bersatu, kita kokoh, dan kita kaya karena keberagaman. Itulah Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya. (Antara, 28 Januari 2026, 15.11 WIB).

Menurut Ongky Setio Kuncono, Ketua Penelitian dan Pengembangan Makin Boen Bio Surabaya, pendiri Study Park of Confusius (SPOC) menegaskan Imlek adalah Hari Raya Umat Khonghucu yang paling tua dibandingkan dengan kelima agama lainnya baik Islam, Hindu, Budha maupun Kristen.

Pasalnya memiliki keterkaitan dengan kelahiran Nabi KongZi, sehingga tahun baru Imlek boleh dikatakan memiliki makna ”Suara kebajikan yang dibawakan Nabi KongZi untuk umat manusia

Mengingat jasa dan kebesaran Nabi KongZi yang telah memberikan pencerahan kepada umat manusia di dunia untuk menegakkan Firman Tian, maka tahun baru Imlek di hitung dari kelahiran Nabi KongZi yakni Tahun 551 SM. Perhitungannya adalah 551+2026 =2577.

Pada tahun 2026 ini tahun baru Imlek jatuh pada 17 Februari perhitungan 2577. Bagi umat Khonghucu setiap peringatan Imlek selalu mengenang Nabi Agung KongZi yang membawakan ajaran suci dari Tian melalui Nabi KongZi untuk disebarkan pada umat manusia di dunia. (www.spocjournal.com).

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pesan Imlek

Hadirnya kepemimpinan yang adil dengan segala perbedaan menjadi modal utama untuk membuat negara yang damai, toleran, dan rukun.

Perbedaan yang ada tak membuat mereka berjauhan, justru berdekatan. Sering pergi bertamasya bersama-sama, lengkap dengan keluarga masing-masing.

Sheng Ren Kongzi, seorang junzi, insan beriman dan berbudi luhur, hidup rukun meski berbeda; sedang xiaoren, seorang yang rendah budi, tidak pernah rukun meski sama. (Budi S. Tanuwibowo, 2010:116)

Nabi kongzi memberikan keteladanan kepada kita semua untuk bersikap ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah.

Zi Gong, “Guru mendapatkan kita karena sikapnya yang ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah” (Kitab Sabda Suci 1:10.2).

Untuk menjadi manusia yang selalu meneladani Kongzi harus berperilaku Junzi,  manusia yang menggoreskan tinta kehidupan di atas kertas putih sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan. Perilaku Junzi tentunya tidak lepas dari keteladanan Nabi Kongzi dan ajarannya tentang Junzi.

Keteladanan menyangkut tingkah laku Nabi Kongzi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang bias kita tiru. Sedangkan ajaran Junzi adalah apa yang dikatakan (diajarkan) oleh Kongzi tentang menjadi seorang Junzi.

Keduanya dalam praktiknya tidak bisa dipisahkan, bahkan dalam pelaksanaannya (menyatu) dan harus dilakukan secara bersama-sama. (Setio Kuncono, 2014:6). 

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kunci Perdamaian

Ingat, toleransi yang hanya didasarkan pada kesediaan menegangkan pada kehadiran pihak lain adalah toleransi yang semu belaka, karena toleransi yang sejati adalah toleransi yang mencakup kesediaan untuk mengakui validitas pihak lain, setidaknya ada elemen kebenaran dari pihak lain.

Seorang rohaniwan yang sejati haruslah dengan bebas menerima kebenaran yang terdapat dalam pihak lain dan juga mungkin menolak sudut pandang yang keliru yang ada dalam ajaran yang dihayati oleh dirinya setidaknya sebagai diri pribadi.

Confucius mengatakan bahwa manusialah yang harus mengembangkan agama, bukan sebaliknya. Maksudnya manusia diberikan tanggung jawab untuk turut merumuskan panduan menuju ketertiban pribadi dan masyarakat. Karena Tuhan telah memberikan kebenaran yang telah tertanam pada fitrah manusia, aktualisasinya menjadi tugas kita sebagai manusia.

Setiap orang mendapatkan kodrat kebaikan yang menjadi mandat pribadi dari Tuhan. Oleh karena zaman terus berkembang maka cara manusia dalam merespon perkembangan dunia pun harus disesuaikan dari waktu ke waktu, dengan kata lain bahwa setiap individu dipanggil untuk menjadi manusia yang berhati nurani dan bertindak akali. Maka dengan begitu agama dipandang menjadi faktor yang dinamis (homeostatis) bukan statis. (Kristan, 2010:124-125)

Saat ditanya mengenai makna Jen, Confucius menjawab, "Kata itu berarti mencintai sesama umat manusia," Ia memiliki penjelasan lebih lanjut, "Terdapat lima hal dan siapa pun yang bisa melaksanakannya disebut sebagai Jen.

Kelima hal itu ialah rasa hormat, toleransi, dapat dipercaya, ketekunan yang cerdas, dan kemurahan hati. Kalau seorang manusia mempunyai rasa hormat, maka ia tak akan dihina. Kalau ia mempunyai sikap toleran, maka ia akan diterima oleh banyak orang.

Jika ia dapat dipercaya, maka orang lain akan mempercayakan tanggung jawab padanya. Bila ia cerdas dan tekun, maka ia akan mencapai berbagai hasil. Kalau ia mempunyai sikap yang dipenuhi belas kasih, maka ia akan menjadi layak untuk memerintah orang lain." (Paul Strathern, 2001:15)

Saatnya Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Saatnya Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Toleransi sejati diwujudkan dalam sikap yang tidak memperselisihkan klaim orang lain terhadap kebenaran agamanya. Toleransi sebenarnya terhadap agama lain ditunjukkan dengan tidak adanya ekspresi mempertentangkan, tidak setuju terhadap klaim orang lain terhadap kebenaran agama, keyakinannya. (Stetson, 1994:77 dan Fuad Fachruddin, 2006:126).

Walhasil, toleransi merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang menjadi kunci dalam merawat keberagaman di Nusantara ini yang ikut andil pada perdamaian dunia.

Confucius meyakini bahwa tujuan pemerintah adalah kesejahteraan rakyat. Cara yang terbaik untuk memerintah dengan nilai moral dan contoh kehidupan yang baik dari pemimpinnya, bukan dengan cara negatif dari undang-undang dan penghukuman.

Calon pemerintah yang terbaik adalah mereka yang dibekali dengan kualitas kemanusiaan dan pengetahuan yang mendalam. Untuk alasan ini, Confucius memperhatikan perkembangan individu.

Ajaran Confucius berpusat di sekitar kesempurnaan manusia, kebaikan hati, yang kualitas utamanya adalah sopan santun, toleransi, iman, kerajaan, kebaikan, moderat, keberanian, kesetiaan, kesalehan (bakti anak pada orang tua). Confucius yakin bahwa elemen-elemen ini dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengembangan diri. Dengan demikian, yang terpenting adalah pembelajaran. (Michael C. Tang, 2004: 87).

Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam konteks meminimalisir kegaduhan keagamaan digital ketegasan pemerintah agar menegakkan hukum harus dijalankan. Tidak tebang pilih. Tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Keikutsertaan pemuka agama, tokoh masyarakat guna mengkampanyekan bijak dan cerdas dalam bermedia sosial mesti didorong. Caranya dengan bersikap bijaksana dalam bertindak dengan jari. Tidak membuat (membagikan) informasi (hoaks, ujian kebencian) dan berusaha menghadirkan konten yang mengajak cinta kasih, welas asih, pentingnya hidup rukun, toleran dan damai.

Bagi Confucius tak ada satu negara yang secara paksa bisa mengendalikan warga negaranya sepanjang waktu. Penguasa memerlukan kerja sama sukarela dari rakyat. Ini hanya muncul saat orang menyakini bahwa pemimpin mereka layak mendapatkan kerja sama. Guna dianggap layak, pemimpin harus orang yang berkarakter dan secara tulus mengabdikan diri pada kebaikan bersama serta memiliki karakter yang mendorong rasa hormat. Karena itu, te sejati adalah kekuatan dari teladan moral.

Kebaikan memasuki masyarakat melalui pengaruh-pengaruh para pemimpin yang dihormati dan dikagumi orang. Segala sesuatu berpulang pada kepala negara. Jika licik dan tak berguna, maka tak akan ada hal kebaikan yang terjadi. Namun, jika ia seorang "raja kesepakatan" sejati yang kesepakatan itu datang dari kebaikan hatinya, maka orang semacam itu akan mendapatkan sekelompok "sekutu tak ternilai."

Pengabdian mereka pada kesejahteraan umum akan mempercepat kesadaran publik para pemimpin setempat dan merasuk hingga mengilhami warga negara secara umum.

Baca Juga: Satu Minggu Menunggu Tanah Membatu

"Dia yang memerintah dengan te bagaikan bintang utara yang tetap di tempatnya seraya menarik bintang-bintang lain ke arahnya." (Huston Smith, 2015:194).

Mudah-mudahan dengan kita menjalankan nubuat Kongzi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada saat Imlek tiba ini dapat mewujudkan masyarakat, bangsa dan negara tercinta yang damai, adil, toleran, harmonis, terbuka, jujur yang menjadi cita-cita bersama dalam membangun kerukunan antaragama, etnis.

Dengan demikian, inilah makna terdalam Imlek dalam menciptakan hidup rukun, harmoni dan toleransi sejati. Semoga. Selamat Imlek 2577. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 18 Feb 2026, 04:50 WIB

Menghadirkan Jamu Kekinian saat Ramadan

Masa depan jamu sangat bagus prospeknya karena terkait dengan nutrisi fungsional.
Ilustrasi kafe jamu Acaraki yang menyuguhkan gaya hidup yang berakar pada warisan budaya Nusantara dan prospek nutrisi fiungsisonal. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 17 Feb 2026, 18:50 WIB

Hilirisasi Sawit di Jabar, Minim Kebun tapi Padat Industri Pengolahan

Penanaman kelapa sawit dihentikan, namun hilirisasi pabrik pengolahan CPO dan turunannya hendaknya bisa berkembang.
Ilustrasi perkebunan sawit (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 17 Feb 2026, 12:13 WIB

Hajat Uar dan Munggahan Kampung Sagara Kembang Diisi Tasyakuran

Dari Hajat Uar ini, masyarakat diharapkan dapat mengambil ibrah untuk terus bersyukur, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Kampung Sagara Kembang menggelar kegiatan Hajat Uar dan Munggahan yang diisi dengan tasyakuran bersama pada Kamis, 12 Februari 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Feb 2026, 09:59 WIB

Ramadan Saat Tepat Membangun Hubungan Industrial yang Konstruktif

Para pekerja yang belum bergabung dalam organisasi serikat pekerja pada bulan Ramadan iniu sebaiknya mendaftar menjadi anggota.
Pengurus Federasi Serikat Pekerja LEM SPSI bersama dengan Menteri Tenaga Kerja dalam acara Rakornas (Sumber: Media FSP LEM SPSI)
Ayo Netizen 17 Feb 2026, 09:04 WIB

Harmoni, Kongzi, dan Toleransi

Nabi Kongzi memberikan keteladanan kepada kita semua untuk bersikap ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah.
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Feb 2026, 07:46 WIB

Satu Minggu Menunggu Tanah Membatu

Untuk menyelesaikan lima unit keramik besar secara manual, Didin setidaknya membutuhkan waktu satu minggu penuh.
Tanah liat diolah secara bertahap, dibentuk sedikit demi sedikit di meja putar, hingga menjadi suatu keramik yang diinginkan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Feb 2026, 19:26 WIB

Puluhan Pemuda Tanam 1.800 Bibit Pohon di Batu Tumpeng, Upaya Pulihkan Hutan dan Cegah Banjir di Ciwidey

Aksi gotong royong ini diinisiasi oleh gabungan komunitas Sunda Hejo, Patanjala, petani, masyarakat Ciwidey, serta relawan dari berbagai wilayah di Bandung Raya.
Reforestrasi di Batu Tumpeng, Situs Gunung Nagara Padang diinisiasi oleh gabungan komunitas Sunda Hejo, Patanjala, petani, masyarakat Ciwidey, dan muda-mudi yang berasal dari berbagai wilayah di Bandung Raya. (Foto: Mirsi Nira Insani)
Ayo Netizen 16 Feb 2026, 18:09 WIB

Kenangan Indah Menonton Film di Bioskop Bandung Era 1980-an dalam Nuansa Ramadan

Deretan film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung ketika bulan puasa saat itu, tepatnya tanggal  13 Juni 1986 atau Ramadan 1406 H
Film-film yang diputar di bioskop-bioskop Bandung di bulan Ramadhan 1986. (Sumber: koran MANDALA Bandung | Foto: Dokumentasi Penulis)
Bandung 16 Feb 2026, 17:53 WIB

Geliat UMKM Kuliner dalam Menangkap Peluang Bisnis Es Teh di Tengah Selera Gen Z

Teh menempati urutan kedua sebagai minuman yang paling banyak dicari masyarakat untuk berbuka puasa, menjadikannya peluang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku usaha kecil.
Teh menempati urutan kedua sebagai minuman yang paling banyak dicari masyarakat untuk berbuka puasa, menjadikannya peluang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku usaha kecil.
Bandung 16 Feb 2026, 15:06 WIB

Dari Kerja “Serabutan” Ke Strategi Cuan, Begini Cara Paham Jadi Freelancer di Era Digital

Berbagai aspek seperti strategi, disiplin, hingga mental bisnis pun tak lupa merupakan tuntutan pekerjaan yang harus dihadapi oleh seorang Freelancers di setiap harinya.
Berbagai aspek seperti strategi, disiplin, hingga mental bisnis pun tak lupa merupakan tuntutan pekerjaan yang harus dihadapi oleh seorang Freelancers di setiap harinya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 16 Feb 2026, 14:37 WIB

Etalase Hati di Jodoh Market, Membaca Peluang Cinta di Tengah Resesi Pernikahan

Jodoh Market, sebuah terobosan dari biro jodoh Cindo Match yang perdana menyapa warga Bandung tepat pada hari kasih sayang, 14 Februari 2026.
Jodoh Market, sebuah terobosan dari biro jodoh Cindo Match yang perdana menyapa warga Bandung tepat pada hari kasih sayang, 14 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 16 Feb 2026, 13:04 WIB

Ramadan Lebih Afdal dan Sarat Makna Budaya dengan Batik Lokal

Salah satu alasan UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya takbenda karena keterikatannya yang mendalam dengan setiap tahapan kehidupan manusia Indonesia.
Pelatihan membatik untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Rumah Batik Komar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi))
Ayo Netizen 16 Feb 2026, 11:12 WIB

Munggahan dan Closingan Sekaligus: Potret Kita, Potret Bandung Menjelang Ramadan

Bandung, dengan segala keragaman dan dinamika urbannya, memperlihatkan kita yang berhadapan dengan ‘kebingungan’ ini.
Ilustrasi -- Nasi Liwet Sunda (Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 16 Feb 2026, 08:36 WIB

Kuda Api dan Transformasi Cepat Pengembangan Bakat

Spirit Imlek menunjukkan betapa rakyat Tiongkok mampu menggetarkan dunia dengan arus mudik tahunan terbesar di planet Bumi.
Ilustrasi suasana Imlek di Hotel Sultan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hendro Wangsanegara)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)