Harmoni, Kongzi, dan Toleransi

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejatinya kehadiran Tahun Baru Imlek (1 Imlek 2577) Kongzili kuda api yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk merawat keragaman, menata ulang spirit kebangsaan dan berusaha menghidupkan budi pekerti di tengah-tengah memudarnya toleransi.

Dengan imlek kita dapat memberikan sikap keberagamaan yang terbuka, ramah, toleran, inklusif, adil dan mengakui perbedaan keyakinan (sekte, madzhab, aliran) bagi tumbuh dan berkembangnya kerukunan, harmoni antarumat beragama di Indonesia.

Foto bersama saat Peluncuran Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 (Sumber: www.ksp.go.id | Foto: Istimewa)
Foto bersama saat Peluncuran Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 (Sumber: www.ksp.go.id | Foto: Istimewa)

Merawat Harmoni

Harmoni Imlek Nusantara merupakan kolaborasi aktif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sejumlah provinsi di Indonesia dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Kegiatan “Harmoni Imlek Nusantara” akan berlangsung pada 17 Februari - 3 Maret 2026 sebagai wujud perayaan budaya yang inklusif serta upaya mempererat persaudaraan kebangsaan.

Saat Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari menghadiri peluncuran logo baru Imlek Nusantara 2026 di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Kastaf menegaskan bahwa momentum ini menjadi penanda kuat komitmen kebangsaan dan kenegaraan. Keragaman budaya dan keyakinan merupakan fondasi persatuan sekaligus kekuatan sosial yang harus senantiasa dijaga dan dirawat bersama. (www.ksp.go.id)

Ketua Umum Imlek Nasional 2026, Irene Umar, membeberkan logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 ini merepresentasikan identitas dan ciri khas Indonesia, sekaligus mencerminkan akulturasi beragam budaya Tionghoa di Tanah Air.

Pada logo itu digambarkan dalam bentuk kuda lumping, yang terinspirasi dari kebudayaan Betawi. Warna merah yang dominan dipadukan dengan sentuhan putih pada rambut kuda yang menyerupai mahkota, melambangkan warna bendera kebangsaan Indonesia.

Mata api pada logo itu melambangkan semangat, keberanian, dan fokus batin, selaras dengan energi Kuda Api yang menyala untuk menggerakkan perubahan dan menerangi arah masa depan. Garis putih pada bagian mulut dan kaki kuda mengandung makna setiap ucapan dan langkah harus disertai kebijaksanaan, kesadaran, etika dalam mewujudkan harapan Indonesia Emas.

Ihwal dua garis putih pada bagian ekor kuda melambangkan keistimewaan perayaan Imlek tahun ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan bagi umat Muslim.

Irene berharap perayaan Harmoni Imlek Festival 2026 dapat menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata Imlek yang inklusif, yang dirayakan dalam suasana damai dan sejahtera.

“Inilah yang ingin kita tunjukkan, bahwa Indonesia tumbuh melalui harmoni. Perbedaan hadir sebagai kekuatan. Di luar dikenal dengan istilah unity in diversity. Kita bersatu, kita kokoh, dan kita kaya karena keberagaman. Itulah Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya. (Antara, 28 Januari 2026, 15.11 WIB).

Menurut Ongky Setio Kuncono, Ketua Penelitian dan Pengembangan Makin Boen Bio Surabaya, pendiri Study Park of Confusius (SPOC) menegaskan Imlek adalah Hari Raya Umat Khonghucu yang paling tua dibandingkan dengan kelima agama lainnya baik Islam, Hindu, Budha maupun Kristen.

Pasalnya memiliki keterkaitan dengan kelahiran Nabi KongZi, sehingga tahun baru Imlek boleh dikatakan memiliki makna ”Suara kebajikan yang dibawakan Nabi KongZi untuk umat manusia

Mengingat jasa dan kebesaran Nabi KongZi yang telah memberikan pencerahan kepada umat manusia di dunia untuk menegakkan Firman Tian, maka tahun baru Imlek di hitung dari kelahiran Nabi KongZi yakni Tahun 551 SM. Perhitungannya adalah 551+2026 =2577.

Pada tahun 2026 ini tahun baru Imlek jatuh pada 17 Februari perhitungan 2577. Bagi umat Khonghucu setiap peringatan Imlek selalu mengenang Nabi Agung KongZi yang membawakan ajaran suci dari Tian melalui Nabi KongZi untuk disebarkan pada umat manusia di dunia. (www.spocjournal.com).

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pesan Imlek

Hadirnya kepemimpinan yang adil dengan segala perbedaan menjadi modal utama untuk membuat negara yang damai, toleran, dan rukun.

Perbedaan yang ada tak membuat mereka berjauhan, justru berdekatan. Sering pergi bertamasya bersama-sama, lengkap dengan keluarga masing-masing.

Sheng Ren Kongzi, seorang junzi, insan beriman dan berbudi luhur, hidup rukun meski berbeda; sedang xiaoren, seorang yang rendah budi, tidak pernah rukun meski sama. (Budi S. Tanuwibowo, 2010:116)

Nabi kongzi memberikan keteladanan kepada kita semua untuk bersikap ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah.

Zi Gong, “Guru mendapatkan kita karena sikapnya yang ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah” (Kitab Sabda Suci 1:10.2).

Untuk menjadi manusia yang selalu meneladani Kongzi harus berperilaku Junzi,  manusia yang menggoreskan tinta kehidupan di atas kertas putih sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan. Perilaku Junzi tentunya tidak lepas dari keteladanan Nabi Kongzi dan ajarannya tentang Junzi.

Keteladanan menyangkut tingkah laku Nabi Kongzi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang bias kita tiru. Sedangkan ajaran Junzi adalah apa yang dikatakan (diajarkan) oleh Kongzi tentang menjadi seorang Junzi.

Keduanya dalam praktiknya tidak bisa dipisahkan, bahkan dalam pelaksanaannya (menyatu) dan harus dilakukan secara bersama-sama. (Setio Kuncono, 2014:6). 

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kunci Perdamaian

Ingat, toleransi yang hanya didasarkan pada kesediaan menegangkan pada kehadiran pihak lain adalah toleransi yang semu belaka, karena toleransi yang sejati adalah toleransi yang mencakup kesediaan untuk mengakui validitas pihak lain, setidaknya ada elemen kebenaran dari pihak lain.

Seorang rohaniwan yang sejati haruslah dengan bebas menerima kebenaran yang terdapat dalam pihak lain dan juga mungkin menolak sudut pandang yang keliru yang ada dalam ajaran yang dihayati oleh dirinya setidaknya sebagai diri pribadi.

Confucius mengatakan bahwa manusialah yang harus mengembangkan agama, bukan sebaliknya. Maksudnya manusia diberikan tanggung jawab untuk turut merumuskan panduan menuju ketertiban pribadi dan masyarakat. Karena Tuhan telah memberikan kebenaran yang telah tertanam pada fitrah manusia, aktualisasinya menjadi tugas kita sebagai manusia.

Setiap orang mendapatkan kodrat kebaikan yang menjadi mandat pribadi dari Tuhan. Oleh karena zaman terus berkembang maka cara manusia dalam merespon perkembangan dunia pun harus disesuaikan dari waktu ke waktu, dengan kata lain bahwa setiap individu dipanggil untuk menjadi manusia yang berhati nurani dan bertindak akali. Maka dengan begitu agama dipandang menjadi faktor yang dinamis (homeostatis) bukan statis. (Kristan, 2010:124-125)

Saat ditanya mengenai makna Jen, Confucius menjawab, "Kata itu berarti mencintai sesama umat manusia," Ia memiliki penjelasan lebih lanjut, "Terdapat lima hal dan siapa pun yang bisa melaksanakannya disebut sebagai Jen.

Kelima hal itu ialah rasa hormat, toleransi, dapat dipercaya, ketekunan yang cerdas, dan kemurahan hati. Kalau seorang manusia mempunyai rasa hormat, maka ia tak akan dihina. Kalau ia mempunyai sikap toleran, maka ia akan diterima oleh banyak orang.

Jika ia dapat dipercaya, maka orang lain akan mempercayakan tanggung jawab padanya. Bila ia cerdas dan tekun, maka ia akan mencapai berbagai hasil. Kalau ia mempunyai sikap yang dipenuhi belas kasih, maka ia akan menjadi layak untuk memerintah orang lain." (Paul Strathern, 2001:15)

Saatnya Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Saatnya Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Toleransi sejati diwujudkan dalam sikap yang tidak memperselisihkan klaim orang lain terhadap kebenaran agamanya. Toleransi sebenarnya terhadap agama lain ditunjukkan dengan tidak adanya ekspresi mempertentangkan, tidak setuju terhadap klaim orang lain terhadap kebenaran agama, keyakinannya. (Stetson, 1994:77 dan Fuad Fachruddin, 2006:126).

Walhasil, toleransi merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang menjadi kunci dalam merawat keberagaman di Nusantara ini yang ikut andil pada perdamaian dunia.

Confucius meyakini bahwa tujuan pemerintah adalah kesejahteraan rakyat. Cara yang terbaik untuk memerintah dengan nilai moral dan contoh kehidupan yang baik dari pemimpinnya, bukan dengan cara negatif dari undang-undang dan penghukuman.

Calon pemerintah yang terbaik adalah mereka yang dibekali dengan kualitas kemanusiaan dan pengetahuan yang mendalam. Untuk alasan ini, Confucius memperhatikan perkembangan individu.

Ajaran Confucius berpusat di sekitar kesempurnaan manusia, kebaikan hati, yang kualitas utamanya adalah sopan santun, toleransi, iman, kerajaan, kebaikan, moderat, keberanian, kesetiaan, kesalehan (bakti anak pada orang tua). Confucius yakin bahwa elemen-elemen ini dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengembangan diri. Dengan demikian, yang terpenting adalah pembelajaran. (Michael C. Tang, 2004: 87).

Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam konteks meminimalisir kegaduhan keagamaan digital ketegasan pemerintah agar menegakkan hukum harus dijalankan. Tidak tebang pilih. Tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Keikutsertaan pemuka agama, tokoh masyarakat guna mengkampanyekan bijak dan cerdas dalam bermedia sosial mesti didorong. Caranya dengan bersikap bijaksana dalam bertindak dengan jari. Tidak membuat (membagikan) informasi (hoaks, ujian kebencian) dan berusaha menghadirkan konten yang mengajak cinta kasih, welas asih, pentingnya hidup rukun, toleran dan damai.

Bagi Confucius tak ada satu negara yang secara paksa bisa mengendalikan warga negaranya sepanjang waktu. Penguasa memerlukan kerja sama sukarela dari rakyat. Ini hanya muncul saat orang menyakini bahwa pemimpin mereka layak mendapatkan kerja sama. Guna dianggap layak, pemimpin harus orang yang berkarakter dan secara tulus mengabdikan diri pada kebaikan bersama serta memiliki karakter yang mendorong rasa hormat. Karena itu, te sejati adalah kekuatan dari teladan moral.

Kebaikan memasuki masyarakat melalui pengaruh-pengaruh para pemimpin yang dihormati dan dikagumi orang. Segala sesuatu berpulang pada kepala negara. Jika licik dan tak berguna, maka tak akan ada hal kebaikan yang terjadi. Namun, jika ia seorang "raja kesepakatan" sejati yang kesepakatan itu datang dari kebaikan hatinya, maka orang semacam itu akan mendapatkan sekelompok "sekutu tak ternilai."

Pengabdian mereka pada kesejahteraan umum akan mempercepat kesadaran publik para pemimpin setempat dan merasuk hingga mengilhami warga negara secara umum.

Baca Juga: Satu Minggu Menunggu Tanah Membatu

"Dia yang memerintah dengan te bagaikan bintang utara yang tetap di tempatnya seraya menarik bintang-bintang lain ke arahnya." (Huston Smith, 2015:194).

Mudah-mudahan dengan kita menjalankan nubuat Kongzi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada saat Imlek tiba ini dapat mewujudkan masyarakat, bangsa dan negara tercinta yang damai, adil, toleran, harmonis, terbuka, jujur yang menjadi cita-cita bersama dalam membangun kerukunan antaragama, etnis.

Dengan demikian, inilah makna terdalam Imlek dalam menciptakan hidup rukun, harmoni dan toleransi sejati. Semoga. Selamat Imlek 2577. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)