Harmoni, Kongzi, dan Toleransi

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Selasa 17 Feb 2026, 09:04 WIB
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejatinya kehadiran Tahun Baru Imlek (1 Imlek 2577) Kongzili kuda api yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk merawat keragaman, menata ulang spirit kebangsaan dan berusaha menghidupkan budi pekerti di tengah-tengah memudarnya toleransi.

Dengan imlek kita dapat memberikan sikap keberagamaan yang terbuka, ramah, toleran, inklusif, adil dan mengakui perbedaan keyakinan (sekte, madzhab, aliran) bagi tumbuh dan berkembangnya kerukunan, harmoni antarumat beragama di Indonesia.

Foto bersama saat Peluncuran Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 (Sumber: www.ksp.go.id | Foto: Istimewa)
Foto bersama saat Peluncuran Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 (Sumber: www.ksp.go.id | Foto: Istimewa)

Merawat Harmoni

Harmoni Imlek Nusantara merupakan kolaborasi aktif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sejumlah provinsi di Indonesia dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Kegiatan “Harmoni Imlek Nusantara” akan berlangsung pada 17 Februari - 3 Maret 2026 sebagai wujud perayaan budaya yang inklusif serta upaya mempererat persaudaraan kebangsaan.

Saat Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari menghadiri peluncuran logo baru Imlek Nusantara 2026 di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Kastaf menegaskan bahwa momentum ini menjadi penanda kuat komitmen kebangsaan dan kenegaraan. Keragaman budaya dan keyakinan merupakan fondasi persatuan sekaligus kekuatan sosial yang harus senantiasa dijaga dan dirawat bersama. (www.ksp.go.id)

Ketua Umum Imlek Nasional 2026, Irene Umar, membeberkan logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 ini merepresentasikan identitas dan ciri khas Indonesia, sekaligus mencerminkan akulturasi beragam budaya Tionghoa di Tanah Air.

Pada logo itu digambarkan dalam bentuk kuda lumping, yang terinspirasi dari kebudayaan Betawi. Warna merah yang dominan dipadukan dengan sentuhan putih pada rambut kuda yang menyerupai mahkota, melambangkan warna bendera kebangsaan Indonesia.

Mata api pada logo itu melambangkan semangat, keberanian, dan fokus batin, selaras dengan energi Kuda Api yang menyala untuk menggerakkan perubahan dan menerangi arah masa depan. Garis putih pada bagian mulut dan kaki kuda mengandung makna setiap ucapan dan langkah harus disertai kebijaksanaan, kesadaran, etika dalam mewujudkan harapan Indonesia Emas.

Ihwal dua garis putih pada bagian ekor kuda melambangkan keistimewaan perayaan Imlek tahun ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan bagi umat Muslim.

Irene berharap perayaan Harmoni Imlek Festival 2026 dapat menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata Imlek yang inklusif, yang dirayakan dalam suasana damai dan sejahtera.

“Inilah yang ingin kita tunjukkan, bahwa Indonesia tumbuh melalui harmoni. Perbedaan hadir sebagai kekuatan. Di luar dikenal dengan istilah unity in diversity. Kita bersatu, kita kokoh, dan kita kaya karena keberagaman. Itulah Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya. (Antara, 28 Januari 2026, 15.11 WIB).

Menurut Ongky Setio Kuncono, Ketua Penelitian dan Pengembangan Makin Boen Bio Surabaya, pendiri Study Park of Confusius (SPOC) menegaskan Imlek adalah Hari Raya Umat Khonghucu yang paling tua dibandingkan dengan kelima agama lainnya baik Islam, Hindu, Budha maupun Kristen.

Pasalnya memiliki keterkaitan dengan kelahiran Nabi KongZi, sehingga tahun baru Imlek boleh dikatakan memiliki makna ”Suara kebajikan yang dibawakan Nabi KongZi untuk umat manusia

Mengingat jasa dan kebesaran Nabi KongZi yang telah memberikan pencerahan kepada umat manusia di dunia untuk menegakkan Firman Tian, maka tahun baru Imlek di hitung dari kelahiran Nabi KongZi yakni Tahun 551 SM. Perhitungannya adalah 551+2026 =2577.

Pada tahun 2026 ini tahun baru Imlek jatuh pada 17 Februari perhitungan 2577. Bagi umat Khonghucu setiap peringatan Imlek selalu mengenang Nabi Agung KongZi yang membawakan ajaran suci dari Tian melalui Nabi KongZi untuk disebarkan pada umat manusia di dunia. (www.spocjournal.com).

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pesan Imlek

Hadirnya kepemimpinan yang adil dengan segala perbedaan menjadi modal utama untuk membuat negara yang damai, toleran, dan rukun.

Perbedaan yang ada tak membuat mereka berjauhan, justru berdekatan. Sering pergi bertamasya bersama-sama, lengkap dengan keluarga masing-masing.

Sheng Ren Kongzi, seorang junzi, insan beriman dan berbudi luhur, hidup rukun meski berbeda; sedang xiaoren, seorang yang rendah budi, tidak pernah rukun meski sama. (Budi S. Tanuwibowo, 2010:116)

Nabi kongzi memberikan keteladanan kepada kita semua untuk bersikap ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah.

Zi Gong, “Guru mendapatkan kita karena sikapnya yang ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah” (Kitab Sabda Suci 1:10.2).

Untuk menjadi manusia yang selalu meneladani Kongzi harus berperilaku Junzi,  manusia yang menggoreskan tinta kehidupan di atas kertas putih sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan. Perilaku Junzi tentunya tidak lepas dari keteladanan Nabi Kongzi dan ajarannya tentang Junzi.

Keteladanan menyangkut tingkah laku Nabi Kongzi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang bias kita tiru. Sedangkan ajaran Junzi adalah apa yang dikatakan (diajarkan) oleh Kongzi tentang menjadi seorang Junzi.

Keduanya dalam praktiknya tidak bisa dipisahkan, bahkan dalam pelaksanaannya (menyatu) dan harus dilakukan secara bersama-sama. (Setio Kuncono, 2014:6). 

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kunci Perdamaian

Ingat, toleransi yang hanya didasarkan pada kesediaan menegangkan pada kehadiran pihak lain adalah toleransi yang semu belaka, karena toleransi yang sejati adalah toleransi yang mencakup kesediaan untuk mengakui validitas pihak lain, setidaknya ada elemen kebenaran dari pihak lain.

Seorang rohaniwan yang sejati haruslah dengan bebas menerima kebenaran yang terdapat dalam pihak lain dan juga mungkin menolak sudut pandang yang keliru yang ada dalam ajaran yang dihayati oleh dirinya setidaknya sebagai diri pribadi.

Confucius mengatakan bahwa manusialah yang harus mengembangkan agama, bukan sebaliknya. Maksudnya manusia diberikan tanggung jawab untuk turut merumuskan panduan menuju ketertiban pribadi dan masyarakat. Karena Tuhan telah memberikan kebenaran yang telah tertanam pada fitrah manusia, aktualisasinya menjadi tugas kita sebagai manusia.

Setiap orang mendapatkan kodrat kebaikan yang menjadi mandat pribadi dari Tuhan. Oleh karena zaman terus berkembang maka cara manusia dalam merespon perkembangan dunia pun harus disesuaikan dari waktu ke waktu, dengan kata lain bahwa setiap individu dipanggil untuk menjadi manusia yang berhati nurani dan bertindak akali. Maka dengan begitu agama dipandang menjadi faktor yang dinamis (homeostatis) bukan statis. (Kristan, 2010:124-125)

Saat ditanya mengenai makna Jen, Confucius menjawab, "Kata itu berarti mencintai sesama umat manusia," Ia memiliki penjelasan lebih lanjut, "Terdapat lima hal dan siapa pun yang bisa melaksanakannya disebut sebagai Jen.

Kelima hal itu ialah rasa hormat, toleransi, dapat dipercaya, ketekunan yang cerdas, dan kemurahan hati. Kalau seorang manusia mempunyai rasa hormat, maka ia tak akan dihina. Kalau ia mempunyai sikap toleran, maka ia akan diterima oleh banyak orang.

Jika ia dapat dipercaya, maka orang lain akan mempercayakan tanggung jawab padanya. Bila ia cerdas dan tekun, maka ia akan mencapai berbagai hasil. Kalau ia mempunyai sikap yang dipenuhi belas kasih, maka ia akan menjadi layak untuk memerintah orang lain." (Paul Strathern, 2001:15)

Saatnya Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Saatnya Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Toleransi sejati diwujudkan dalam sikap yang tidak memperselisihkan klaim orang lain terhadap kebenaran agamanya. Toleransi sebenarnya terhadap agama lain ditunjukkan dengan tidak adanya ekspresi mempertentangkan, tidak setuju terhadap klaim orang lain terhadap kebenaran agama, keyakinannya. (Stetson, 1994:77 dan Fuad Fachruddin, 2006:126).

Walhasil, toleransi merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang menjadi kunci dalam merawat keberagaman di Nusantara ini yang ikut andil pada perdamaian dunia.

Confucius meyakini bahwa tujuan pemerintah adalah kesejahteraan rakyat. Cara yang terbaik untuk memerintah dengan nilai moral dan contoh kehidupan yang baik dari pemimpinnya, bukan dengan cara negatif dari undang-undang dan penghukuman.

Calon pemerintah yang terbaik adalah mereka yang dibekali dengan kualitas kemanusiaan dan pengetahuan yang mendalam. Untuk alasan ini, Confucius memperhatikan perkembangan individu.

Ajaran Confucius berpusat di sekitar kesempurnaan manusia, kebaikan hati, yang kualitas utamanya adalah sopan santun, toleransi, iman, kerajaan, kebaikan, moderat, keberanian, kesetiaan, kesalehan (bakti anak pada orang tua). Confucius yakin bahwa elemen-elemen ini dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengembangan diri. Dengan demikian, yang terpenting adalah pembelajaran. (Michael C. Tang, 2004: 87).

Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam konteks meminimalisir kegaduhan keagamaan digital ketegasan pemerintah agar menegakkan hukum harus dijalankan. Tidak tebang pilih. Tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Keikutsertaan pemuka agama, tokoh masyarakat guna mengkampanyekan bijak dan cerdas dalam bermedia sosial mesti didorong. Caranya dengan bersikap bijaksana dalam bertindak dengan jari. Tidak membuat (membagikan) informasi (hoaks, ujian kebencian) dan berusaha menghadirkan konten yang mengajak cinta kasih, welas asih, pentingnya hidup rukun, toleran dan damai.

Bagi Confucius tak ada satu negara yang secara paksa bisa mengendalikan warga negaranya sepanjang waktu. Penguasa memerlukan kerja sama sukarela dari rakyat. Ini hanya muncul saat orang menyakini bahwa pemimpin mereka layak mendapatkan kerja sama. Guna dianggap layak, pemimpin harus orang yang berkarakter dan secara tulus mengabdikan diri pada kebaikan bersama serta memiliki karakter yang mendorong rasa hormat. Karena itu, te sejati adalah kekuatan dari teladan moral.

Kebaikan memasuki masyarakat melalui pengaruh-pengaruh para pemimpin yang dihormati dan dikagumi orang. Segala sesuatu berpulang pada kepala negara. Jika licik dan tak berguna, maka tak akan ada hal kebaikan yang terjadi. Namun, jika ia seorang "raja kesepakatan" sejati yang kesepakatan itu datang dari kebaikan hatinya, maka orang semacam itu akan mendapatkan sekelompok "sekutu tak ternilai."

Pengabdian mereka pada kesejahteraan umum akan mempercepat kesadaran publik para pemimpin setempat dan merasuk hingga mengilhami warga negara secara umum.

Baca Juga: Satu Minggu Menunggu Tanah Membatu

"Dia yang memerintah dengan te bagaikan bintang utara yang tetap di tempatnya seraya menarik bintang-bintang lain ke arahnya." (Huston Smith, 2015:194).

Mudah-mudahan dengan kita menjalankan nubuat Kongzi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada saat Imlek tiba ini dapat mewujudkan masyarakat, bangsa dan negara tercinta yang damai, adil, toleran, harmonis, terbuka, jujur yang menjadi cita-cita bersama dalam membangun kerukunan antaragama, etnis.

Dengan demikian, inilah makna terdalam Imlek dalam menciptakan hidup rukun, harmoni dan toleransi sejati. Semoga. Selamat Imlek 2577. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Linimasa 05 Mar 2026, 21:19

UIN Bandung Sebelum dan Sesudah Magrib Saat Ramadan

Setiap Ramadan, kawasan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berubah ramai oleh mahasiswa yang ngabuburit dan berburu takjil.

Suasana menjelang magrib saat Ramadan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)