Harmoni, Kongzi, dan Toleransi

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Selasa 17 Feb 2026, 09:04 WIB
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sejatinya kehadiran Tahun Baru Imlek (1 Imlek 2577) Kongzili kuda api yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk merawat keragaman, menata ulang spirit kebangsaan dan berusaha menghidupkan budi pekerti di tengah-tengah memudarnya toleransi.

Dengan imlek kita dapat memberikan sikap keberagamaan yang terbuka, ramah, toleran, inklusif, adil dan mengakui perbedaan keyakinan (sekte, madzhab, aliran) bagi tumbuh dan berkembangnya kerukunan, harmoni antarumat beragama di Indonesia.

Foto bersama saat Peluncuran Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 (Sumber: www.ksp.go.id | Foto: Istimewa)
Foto bersama saat Peluncuran Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 (Sumber: www.ksp.go.id | Foto: Istimewa)

Merawat Harmoni

Harmoni Imlek Nusantara merupakan kolaborasi aktif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sejumlah provinsi di Indonesia dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Kegiatan “Harmoni Imlek Nusantara” akan berlangsung pada 17 Februari - 3 Maret 2026 sebagai wujud perayaan budaya yang inklusif serta upaya mempererat persaudaraan kebangsaan.

Saat Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari menghadiri peluncuran logo baru Imlek Nusantara 2026 di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Kastaf menegaskan bahwa momentum ini menjadi penanda kuat komitmen kebangsaan dan kenegaraan. Keragaman budaya dan keyakinan merupakan fondasi persatuan sekaligus kekuatan sosial yang harus senantiasa dijaga dan dirawat bersama. (www.ksp.go.id)

Ketua Umum Imlek Nasional 2026, Irene Umar, membeberkan logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 ini merepresentasikan identitas dan ciri khas Indonesia, sekaligus mencerminkan akulturasi beragam budaya Tionghoa di Tanah Air.

Pada logo itu digambarkan dalam bentuk kuda lumping, yang terinspirasi dari kebudayaan Betawi. Warna merah yang dominan dipadukan dengan sentuhan putih pada rambut kuda yang menyerupai mahkota, melambangkan warna bendera kebangsaan Indonesia.

Mata api pada logo itu melambangkan semangat, keberanian, dan fokus batin, selaras dengan energi Kuda Api yang menyala untuk menggerakkan perubahan dan menerangi arah masa depan. Garis putih pada bagian mulut dan kaki kuda mengandung makna setiap ucapan dan langkah harus disertai kebijaksanaan, kesadaran, etika dalam mewujudkan harapan Indonesia Emas.

Ihwal dua garis putih pada bagian ekor kuda melambangkan keistimewaan perayaan Imlek tahun ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan bagi umat Muslim.

Irene berharap perayaan Harmoni Imlek Festival 2026 dapat menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata Imlek yang inklusif, yang dirayakan dalam suasana damai dan sejahtera.

“Inilah yang ingin kita tunjukkan, bahwa Indonesia tumbuh melalui harmoni. Perbedaan hadir sebagai kekuatan. Di luar dikenal dengan istilah unity in diversity. Kita bersatu, kita kokoh, dan kita kaya karena keberagaman. Itulah Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya. (Antara, 28 Januari 2026, 15.11 WIB).

Menurut Ongky Setio Kuncono, Ketua Penelitian dan Pengembangan Makin Boen Bio Surabaya, pendiri Study Park of Confusius (SPOC) menegaskan Imlek adalah Hari Raya Umat Khonghucu yang paling tua dibandingkan dengan kelima agama lainnya baik Islam, Hindu, Budha maupun Kristen.

Pasalnya memiliki keterkaitan dengan kelahiran Nabi KongZi, sehingga tahun baru Imlek boleh dikatakan memiliki makna ”Suara kebajikan yang dibawakan Nabi KongZi untuk umat manusia

Mengingat jasa dan kebesaran Nabi KongZi yang telah memberikan pencerahan kepada umat manusia di dunia untuk menegakkan Firman Tian, maka tahun baru Imlek di hitung dari kelahiran Nabi KongZi yakni Tahun 551 SM. Perhitungannya adalah 551+2026 =2577.

Pada tahun 2026 ini tahun baru Imlek jatuh pada 17 Februari perhitungan 2577. Bagi umat Khonghucu setiap peringatan Imlek selalu mengenang Nabi Agung KongZi yang membawakan ajaran suci dari Tian melalui Nabi KongZi untuk disebarkan pada umat manusia di dunia. (www.spocjournal.com).

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pesan Imlek

Hadirnya kepemimpinan yang adil dengan segala perbedaan menjadi modal utama untuk membuat negara yang damai, toleran, dan rukun.

Perbedaan yang ada tak membuat mereka berjauhan, justru berdekatan. Sering pergi bertamasya bersama-sama, lengkap dengan keluarga masing-masing.

Sheng Ren Kongzi, seorang junzi, insan beriman dan berbudi luhur, hidup rukun meski berbeda; sedang xiaoren, seorang yang rendah budi, tidak pernah rukun meski sama. (Budi S. Tanuwibowo, 2010:116)

Nabi kongzi memberikan keteladanan kepada kita semua untuk bersikap ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah.

Zi Gong, “Guru mendapatkan kita karena sikapnya yang ramah tamah, baik hati, hormat, sederhana dan suka mengalah” (Kitab Sabda Suci 1:10.2).

Untuk menjadi manusia yang selalu meneladani Kongzi harus berperilaku Junzi,  manusia yang menggoreskan tinta kehidupan di atas kertas putih sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan. Perilaku Junzi tentunya tidak lepas dari keteladanan Nabi Kongzi dan ajarannya tentang Junzi.

Keteladanan menyangkut tingkah laku Nabi Kongzi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang bias kita tiru. Sedangkan ajaran Junzi adalah apa yang dikatakan (diajarkan) oleh Kongzi tentang menjadi seorang Junzi.

Keduanya dalam praktiknya tidak bisa dipisahkan, bahkan dalam pelaksanaannya (menyatu) dan harus dilakukan secara bersama-sama. (Setio Kuncono, 2014:6). 

Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pembersihan patung dewa di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisah, Jalan Cibadak, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kunci Perdamaian

Ingat, toleransi yang hanya didasarkan pada kesediaan menegangkan pada kehadiran pihak lain adalah toleransi yang semu belaka, karena toleransi yang sejati adalah toleransi yang mencakup kesediaan untuk mengakui validitas pihak lain, setidaknya ada elemen kebenaran dari pihak lain.

Seorang rohaniwan yang sejati haruslah dengan bebas menerima kebenaran yang terdapat dalam pihak lain dan juga mungkin menolak sudut pandang yang keliru yang ada dalam ajaran yang dihayati oleh dirinya setidaknya sebagai diri pribadi.

Confucius mengatakan bahwa manusialah yang harus mengembangkan agama, bukan sebaliknya. Maksudnya manusia diberikan tanggung jawab untuk turut merumuskan panduan menuju ketertiban pribadi dan masyarakat. Karena Tuhan telah memberikan kebenaran yang telah tertanam pada fitrah manusia, aktualisasinya menjadi tugas kita sebagai manusia.

Setiap orang mendapatkan kodrat kebaikan yang menjadi mandat pribadi dari Tuhan. Oleh karena zaman terus berkembang maka cara manusia dalam merespon perkembangan dunia pun harus disesuaikan dari waktu ke waktu, dengan kata lain bahwa setiap individu dipanggil untuk menjadi manusia yang berhati nurani dan bertindak akali. Maka dengan begitu agama dipandang menjadi faktor yang dinamis (homeostatis) bukan statis. (Kristan, 2010:124-125)

Saat ditanya mengenai makna Jen, Confucius menjawab, "Kata itu berarti mencintai sesama umat manusia," Ia memiliki penjelasan lebih lanjut, "Terdapat lima hal dan siapa pun yang bisa melaksanakannya disebut sebagai Jen.

Kelima hal itu ialah rasa hormat, toleransi, dapat dipercaya, ketekunan yang cerdas, dan kemurahan hati. Kalau seorang manusia mempunyai rasa hormat, maka ia tak akan dihina. Kalau ia mempunyai sikap toleran, maka ia akan diterima oleh banyak orang.

Jika ia dapat dipercaya, maka orang lain akan mempercayakan tanggung jawab padanya. Bila ia cerdas dan tekun, maka ia akan mencapai berbagai hasil. Kalau ia mempunyai sikap yang dipenuhi belas kasih, maka ia akan menjadi layak untuk memerintah orang lain." (Paul Strathern, 2001:15)

Saatnya Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Saatnya Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Toleransi sejati diwujudkan dalam sikap yang tidak memperselisihkan klaim orang lain terhadap kebenaran agamanya. Toleransi sebenarnya terhadap agama lain ditunjukkan dengan tidak adanya ekspresi mempertentangkan, tidak setuju terhadap klaim orang lain terhadap kebenaran agama, keyakinannya. (Stetson, 1994:77 dan Fuad Fachruddin, 2006:126).

Walhasil, toleransi merupakan warisan budaya leluhur bangsa Indonesia yang menjadi kunci dalam merawat keberagaman di Nusantara ini yang ikut andil pada perdamaian dunia.

Confucius meyakini bahwa tujuan pemerintah adalah kesejahteraan rakyat. Cara yang terbaik untuk memerintah dengan nilai moral dan contoh kehidupan yang baik dari pemimpinnya, bukan dengan cara negatif dari undang-undang dan penghukuman.

Calon pemerintah yang terbaik adalah mereka yang dibekali dengan kualitas kemanusiaan dan pengetahuan yang mendalam. Untuk alasan ini, Confucius memperhatikan perkembangan individu.

Ajaran Confucius berpusat di sekitar kesempurnaan manusia, kebaikan hati, yang kualitas utamanya adalah sopan santun, toleransi, iman, kerajaan, kebaikan, moderat, keberanian, kesetiaan, kesalehan (bakti anak pada orang tua). Confucius yakin bahwa elemen-elemen ini dapat diperoleh melalui pendidikan dan pengembangan diri. Dengan demikian, yang terpenting adalah pembelajaran. (Michael C. Tang, 2004: 87).

Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Memanfaatkan momentum Tahun Baru Imlek 2025, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam konteks meminimalisir kegaduhan keagamaan digital ketegasan pemerintah agar menegakkan hukum harus dijalankan. Tidak tebang pilih. Tumpul ke atas, tajam ke bawah.

Keikutsertaan pemuka agama, tokoh masyarakat guna mengkampanyekan bijak dan cerdas dalam bermedia sosial mesti didorong. Caranya dengan bersikap bijaksana dalam bertindak dengan jari. Tidak membuat (membagikan) informasi (hoaks, ujian kebencian) dan berusaha menghadirkan konten yang mengajak cinta kasih, welas asih, pentingnya hidup rukun, toleran dan damai.

Bagi Confucius tak ada satu negara yang secara paksa bisa mengendalikan warga negaranya sepanjang waktu. Penguasa memerlukan kerja sama sukarela dari rakyat. Ini hanya muncul saat orang menyakini bahwa pemimpin mereka layak mendapatkan kerja sama. Guna dianggap layak, pemimpin harus orang yang berkarakter dan secara tulus mengabdikan diri pada kebaikan bersama serta memiliki karakter yang mendorong rasa hormat. Karena itu, te sejati adalah kekuatan dari teladan moral.

Kebaikan memasuki masyarakat melalui pengaruh-pengaruh para pemimpin yang dihormati dan dikagumi orang. Segala sesuatu berpulang pada kepala negara. Jika licik dan tak berguna, maka tak akan ada hal kebaikan yang terjadi. Namun, jika ia seorang "raja kesepakatan" sejati yang kesepakatan itu datang dari kebaikan hatinya, maka orang semacam itu akan mendapatkan sekelompok "sekutu tak ternilai."

Pengabdian mereka pada kesejahteraan umum akan mempercepat kesadaran publik para pemimpin setempat dan merasuk hingga mengilhami warga negara secara umum.

Baca Juga: Satu Minggu Menunggu Tanah Membatu

"Dia yang memerintah dengan te bagaikan bintang utara yang tetap di tempatnya seraya menarik bintang-bintang lain ke arahnya." (Huston Smith, 2015:194).

Mudah-mudahan dengan kita menjalankan nubuat Kongzi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada saat Imlek tiba ini dapat mewujudkan masyarakat, bangsa dan negara tercinta yang damai, adil, toleran, harmonis, terbuka, jujur yang menjadi cita-cita bersama dalam membangun kerukunan antaragama, etnis.

Dengan demikian, inilah makna terdalam Imlek dalam menciptakan hidup rukun, harmoni dan toleransi sejati. Semoga. Selamat Imlek 2577. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Apr 2026, 18:39

Dari Bumi ke Bulan: Kisah Empat Astronot dalam Misi Artemis 2

Kisah empat astronot dalam misi Artemis II yang menandai kembalinya manusia mengelilingi Bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Empat astronot misi Artemis II yang akan mengelilingi Bulan dalam program eksplorasi NASA. (Sumber: NASA)
Ikon 03 Apr 2026, 17:16

Hikayat Terminal Cicaheum, Ikon Bersejarah Bandung di Ujung Hayat

Setelah 50 tahun beroperasi, Terminal Cicaheum resmi dimatikan dan seluruh trayek dipindahkan ke Leuwipanjang.

Terminal Cicaheum. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 03 Apr 2026, 14:31

Persib (Jurnalistik) Nu Aing

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wadah yang merekam dan mewariskan nilai-nilai, norma, tradisi, adat istiadat

Persib Nu Aing sebagai bentuk ikrar dan menunjukkan rasa cintanya pada Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Mayantara 03 Apr 2026, 10:39

Cancel Culture: Saat Netizen Jadi Hakim di Ruang Digital

Di sinilah cancel culture bekerja, di mana publik secara kolektif “membatalkan” seseorang karena dianggap melanggar norma sosial tertentu.

Cancel culture. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Wisata & Kuliner 03 Apr 2026, 10:10

Panduan Wisata Pantai Santolo Garut: Rute, Biaya, dan Daya Tarik Lengkap

Panduan wisata Pantai Santolo Garut, mulai rute terbaik, biaya, spot menarik hingga tips liburan hemat dan nyaman di pesisir selatan.

Sunset di Pantai Santolo, Garut. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 20:42

Trah Sumedang, Belajar Mangkas Rambut ke Orang Garut dan di Bandung Sukses Buka Barbershop

Bisnis barbershop alias tukang pangkas rambut selalu ramai selama Ramadan dan bulan Syawal.

Pemangkas rambut asal Garut. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 19:02

Hikayat Brem dalam Lintasan Sejarah Kuliner Fermentasi Jawa dan Bali

Brem merupakan produk fermentasi tradisional yang telah dikenal sejak abad ke-10 di Jawa. Dari minuman ritual di Bali hingga camilan khas Madiun, brem mencerminkan panjangnya sejarah kuliner Nusantara

Brem, kuliner fermentasi Jawa dan Bali
Bandung 02 Apr 2026, 17:31

Siasat Bakmie Feng Taklukkan Pasar Cihapit: Harga Stabil, Rasa Jadi Andalan

Lagi di Bandung? Yuk, intip rahasia Bakmie Feng di Pasar Cihapit yang selalu ramai! Dari menu ayam khek hingga strategi harga yang bikin pelanggan setia.

Bakmie Feng berdiri mencolok dengan nuansa merah menyala di antara deretan kios kuliner Bandung di Pasar Cihapit. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 17:27

Membaca Majalah Remaja Tahun 1980-an

Mengenang kembali ketika tahun 1980-an muncul majalah-majalah remaja yang digemari para remaja khususnya di Kota Bandung.

Majalah Remaja Gadis edisi September 1980. (Sumber: Instagram | Foto: Koleksi Goeni)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 16:25

Dari Ramadan, Lebaran, hingga Pendatang Urban: 5 Tips bagi Netizen Menulis di April 2026

Berikut tips praktis agar tulisanmu tepat sasaran.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 15:06

Sejarah Kupat Tahu Singaparna, Jejak Rasa Kuliner Legendaris dari Tasikmalaya

Kupat Tahu Singaparna lahir dari pasar tradisional Tasikmalaya, hasil perpaduan budaya, ekonomi rakyat, dan perjalanan kuliner sejak 1950-an.

Kupat tahu Singaparna.
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 14:56

4 Cara Mengubah Pengalaman Sehari-hari Menjadi Tulisan untuk Ayo Netizen

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id dengan periode publikasi 1–30 April 2026.

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id (Sumber: Pexels)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 11:03

Kisah Beberapa Perkampungan Kota Bandung (Bagian 2)

Kawasan perkampungan tempat saya dilahirkan adalah kawasan yang memiliki sejarah panjang, yang mungkin tak banyak warga Bandung tau.

Kampung Apandi atau gang Apandi tahun 1900-1910. (Sumber: wereldculturn.nl)
Wisata & Kuliner 02 Apr 2026, 10:02

Perjalanan Kawah Putih, Ikon Wisata Kabupaten Bandung

Kawah Putih terus berinovasi dengan wahana baru sambil menjaga keindahan alamnya sebagai ikon wisata Kabupaten Bandung.

Objek wisata ikonik Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 02 Apr 2026, 09:57

Buku Langka dan Keberuntungan Menanti di Jalan Kautamaan Istri

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, lapak buku bekas di Jalan Kautamaan Istri masih menjadi tempat berburu buku langka, di mana keberuntungan sering datang dari cover buku yang sudah usang.

Lapak buku Wawan menjadi sudut kecil bagi pemburu bacaan di tengah ramainya Jalan Kautamaan Istri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 02 Apr 2026, 08:44

Bandung dalam Kenangan Pendatang Era 90-an

Awal tahun 1990-an, Bandung selalu kedatangan wajah-wajah baru, terutama setelah Lebaran.

Mahasiswa di Bandung pada era 1990-an, para pendatang dari berbagai daerah. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 19:02

4 Cerita yang Bisa Kamu Tulis untuk Ayo Netizen April 2026

Berikut empat sudut cerita yang bisa jadi titik masuk tulisanmu.

Dalam tujuan mengapreasiasi kamu yang gemar menulis dengan etika orisinalitas, Ayobandung.id pun memberi total hadiah Rp1,5 juta setiap bulannya. (Sumber: Pexels/Lisa)
Wisata & Kuliner 01 Apr 2026, 17:32

Panduan Wisata Gunung Bromo: dari Rute, Biaya hingga Waktu Terbaik

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menawarkan lebih dari sekadar kawah. Ini panduan lengkap untuk merencanakan kunjungan yang efisien dan tidak boros.

Gunung Bromo (Sumber: freerangestock.com)
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 17:22

Cikuntul, Lahan Basah Tempat Burung Kuntul Berburu Pakan

Bagaimana keadaan Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Kutawaluya sampai-sampai di daerah itu ada daerah yang diberi nama Cikuntul?

Kuntul kerbau (Bubulcus ibis) pada saat musim berbiak, dengan bulu yang menarik lawan jenis, jingga keemasan, dan warna putih sesudah musim berbiak. (Sumber: John MacKinnon (1993))
Ayo Netizen 01 Apr 2026, 16:43

Di Balik Ramainya Kendaraan saat Mudik Lebaran, Ada Risiko Kecelakaan Pengemudi yang Minim Pengalaman

Di balik ramainya mudik Lebaran, hadir pengemudi minim pengalaman. Faktor manusia tetap menjadi kunci utama dalam risiko kecelakaan.

Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Pasteur 1, Kota Cimahi pada Jumat, 27 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)