Kuda Api dan Transformasi Cepat Pengembangan Bakat

Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan Senin 16 Feb 2026, 08:36 WIB
Ilustrasi suasana Imlek di Hotel Sultan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hendro Wangsanegara)

Ilustrasi suasana Imlek di Hotel Sultan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hendro Wangsanegara)

Tahun Baru Imlek pada tahun 2026 adalah tahun ke-2577 dalam penanggalan Kongzili. Perayaan ini jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Tahun baru Imlek 2577 menandakan datangnya Tahun Kuda Api. Itulah sebabnya secara filosofis kita perlu mencermati kelebihan binatang kuda yang memiliki sifat kuat dan cepat dalam pacuan atau persaingan.

Banyak kalangan memperkirakan tahun kuda adalah masa yang penuh dengan persaingan sengit dalam hal talenta atau bakat seseorang. Dengan demikian kita perlu stamina, kecepatan, dan kepahlawanan seperti layaknya sifat yang melekat pada binatang kuda. Memasuki tahun Kuda Api, barangsiapa tidak berani mengikuti pacuan bakat atau talenta, maka harapan dan impiannya bisa mati.

Perayaan Imlek di Kota Bandung seperti biasanya  berpusat di kawasan Pecinan, terutama di Jalan Kelenteng  yakni Vihara Satya Budhi sebagai pusat ibadah tertua, serta kawasan jalan Sudirman dan Jalan Cibadak (Vihara Dharma Ramsi) untuk pertunjukkan Barongsai. Bagi etnis Tionghoa perayaan Imlek yang esensial merupakan kesempatan untuk berkumpulnya keluarga inti.

 

Vihara Dharma Ramsi Kota Bandung sedang persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Vihara Dharma Ramsi Kota Bandung sedang persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Gelombang Mudik Terbesar 

Spirit Imlek tahun ini menunjukkan betapa rakyat Tiongkok mampu menggetarkan dunia dengan arus mudik tahunan terbesar di planet Bumi. Arus mudik dimulai pada Senin (2/2/2026), atau 15 hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi 2026.

Menurut otoritas transportasi Tiongkok akan terjadi pergerakan penduduk hingga mencapai 9,5 miliar perjalanan penumpang.

Seluruh negara menikmati berkah mudik Imlek.  Jumlah turis Tiongkok yang liburan ke luar negeri selama libur Imlek 2026 diperkirakan akan meningkat signifikan. Agen perjalanan wisata di Tiongkok mencatat wisatawan banyak yang memesan liburan ke Rusia, Australia, Thailand, dan Korea Selatan. Jepang, yang tahun lalu menjadi tujuan populer, mulai ditinggalkan.

Kota-kota di seluruh China dan miliaran etnis Tionghoa bersiap menyambut Tahun Baru Imlek pada 17 Februari, ketika shio akan berganti dari Tahun Ular menjadi Tahun Kuda. Kuda Api dianggap sebagai kombinasi yang kuat dalam shio Cina. Api Yang melambangkan aktivitas dan gairah, sedangkan Kuda mewakili kemandirian dan tindakan.

Transformasi Pengembangan Bakat

Salah satu implikasi pembenahan manajemen bakat adalah transformasi model pengembangan karyawan. Yang dulu diwarnai dengan prosedur yang beliku  kini ditransformasikan dengan cepat menjadi initiate, engage, collaborate, dan evolve ( menjalin, berkolaborasi, melibatkan dan mengembangkan ). Aktivitas tersebut disertai dengan injeksi nilai-nilai korporasi seperti sikap percaya diri untuk berpikir besar dan menumbuhkan integritas diri dan team work yang kokoh.

Tata kelola ketenagakerjaan model Tiongkok yang dilandasi dengan spirit dan nilai-nilai tradisi. Spirit tersebut terkait dengan ajaran Confucius atau Kongfuci yang mana waktu kelahirannya menjadi tahun pertama Tahun Baru Imlek.

Spirit dan etos kerja SDM di Tiongkok itu dilandasi etika dan nilai-nilai Konfusian. Nilai-nlai dan etika Konfusian kini telah menjadi prinsip dasar konglomerasi yang sangat ampuh untuk senjata persaingan di era disrupsi teknologi.

Pada saat peringatan tahun baru Imlek kali ini, ada yang sangat menarik terkait dengan rekrutmen karyawan gaya Tiongkok yang amat cepat dan sangat dinamis. Ratusan juta pekerja di Tiongkok yang saat liburan Imlek kali ini sedang melakukan ritual mudik ke kampung halaman dengan memamerkan tingkat kesejahteraan yang bisa dibanggakan, merupakan gambaran betapa hebatnya sistem ketenagakerjaan di negeri Tiongkok.

Fenomena berpacu memperebutkan bakat pekerja bagi korporasi di Tiongkok sangat ketat. Pekerja di Tiongkok setiap saat dituntut untuk terus mengembangkan bakat dan kompetensinhya. Itu terlihat pada penyelenggaraan bursa tenaga kerja yang antara lain event Shenzhen General Talents Market yang sangat unik. Setiap harinya bursa tersebut diikuti oleh ratusan perusahaan besar yang merekrut karyawan berbakat dan langsung dipekerjakan keesok harinya. Sistem ketenagakerjaan berbasis bakat pada era disrupsi di Tiongkok kini sangat sesuai dengan perekonomian negara itu yang berpacu dengan kecepatan penuh.

Di banyak negara termasuk Indonesia, perang memperebutkan pekerja berbakat terkendala oleh kesenjangan atau disparitas mutu tenaga kerja. Ada disparitas pasar tenaga kerja yang sangat serius. Disparitas tersebut kurangnya tenaga kerja terampil atau ahli utamanya di sektor industri. Disisi lain kategori penganggur yang ada sebagian besar tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Disparitas akut tersebut sesuai dengan riset konsultan SDM terkemuka dunia, yakni Hays. Dalam laporan tahunannya yang bertajuk Hays Global Skills Index disebutkan terjadinya tren disparitas berupa semakin lebarnya jarak antara kebutuhan perusahaan akan pekerja berkompetensi dengan pencari kerja.

Hasil riset Hays diatas juga sangat relevan dengan kondisi di Indonesia yang hingga kini belum memiliki sistem nasional maupun daerah yang baik terkait pengembangan bakat dan kompetensi bagi warganya. Itulah sebabnya banyak korporasi padat teknologi di negeri ini yang sedang menghadapi kesulitan untuk merekrut karyawan yang berbakat dan yang mempunyai keterampilan khusus. Implikasinya, pertumbuhan ketenagakerjaan di Indonesia yang mencapai 2,9 juta per tahun, dimana sebagian besar atau sekitar 80 persen di antaranya tenaga kerja tidak terlatih atau tidak berbakat.

Pada tahun Kuda saatnya mengelola talenta lebih baik lagi. Ada nilai-nilai Imlek yang relevan untuk memperbaiki etos kerja bangsa. Selama ini etos kerja bangsa Indonesia masih belum menggembirakan jika dibandingkan dengan dengan negara-negara yang dikategorikan Macan Asia seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Vietnam dan lain-lain.

 Empat Hari Raya Etnis Tionghoa

 Pertama kali Imlek dihitung berdasarkan tahun pertama kelahiran Kongfuzi atau Confucius. Penentuan itu dilakukan oleh Kaisar Han Wudi sebagai penghormatan kepada Kongfuzi yang telah mencanangkan agar menggunakan sistem penanggalan Dinasti Xia dimana Tahun Baru dimulai pada tanggal 1 bulan kesatu. Oleh sebab itu sistem penanggalan ini dikenal pula dengan Kongzili.

Sebenarnya WNI keturunan Tiongkok sejak awal kemerdekaan RI telah memiliki landasan tentang kebebasan melakukan kegiatan beribadah. Pada 1946 Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan Pemerintah tentang hari-hari raya umat beragama No.2/OEM-1946 yang menetapkan empat hari raya etnis Tionghoa yang terdiri dari Tahun Baru Imlek, hari wafatnya Khonghucu yakni tanggal 18 bulan 2 Imlek, Ceng Beng dan hari lahirnya Khonghucu yakni tanggal 27 bulan 2 Imlek.

Etnis Tionghoa di Indonesia memperoleh kebebasan merayakan Imlek pada 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif atau hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya. Baru pada 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003. (*)

 

 

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Feb 2026, 08:36 WIB

Kuda Api dan Transformasi Cepat Pengembangan Bakat

Spirit Imlek menunjukkan betapa rakyat Tiongkok mampu menggetarkan dunia dengan arus mudik tahunan terbesar di planet Bumi.
Ilustrasi suasana Imlek di Hotel Sultan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hendro Wangsanegara)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 18:35 WIB

Ramadan dan Energi Spiritual bagi Integritas ASN

Ramadan sebagai energi spiritual untuk memperkuat integritas ASN melalui kejujuran, pengendalian diri, dan empati demi pelayanan publik yang mampu.
Ilustrasi ASN. (Sumber: indonesia.go.id)
Bandung 15 Feb 2026, 17:21 WIB

Menjemput Hari Raya di Kota Kembang: Cerita dari Kerumunan Berburu ‘Baju Bedug’

Ada satu pemandangan yang mencuri perhatian di pertengahan Februari ini, yakni kerumunan muslimah yang menyemut demi tradisi berburu "baju bedug" lebih awal.
Gelaran Lozy Big Warehouse Sale Vol. 7 Bandung yang berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Bandung 15 Feb 2026, 15:33 WIB

Kisah Kembang Tahu Pak Maman Bertahan sejak 1996 di Tengah Zaman yang Terus Berubah

Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani.
Maman Rahman, seorang pedagang jajanan kembang tahu yang sudah berjualan sejak tahun 1996. Hampir genap 30 tahun lamanya usaha kuliner tradisional itu dirinya jalani. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 15:22 WIB

Dari Ngabeubeurang sampai Lilikuran Ramadan di Tatar Sunda

Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan.
Berikut lima istilah Sunda yang hampir selalu terdengar menjelang, selama, hingga akhir Ramadan. (Sumber: Ilusrtasi dibuat dengan ChatGPT)
Bandung 15 Feb 2026, 14:45 WIB

Melenggang dari 1989, Begini Cara Nasi Goreng Zebbotz Bertahan hingga Tiga Dekade

Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz.
Bukan anak kemarin sore merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan kelanggengan usaha nasi goreng Zebbotz. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 15 Feb 2026, 14:27 WIB

Sentra Keramik Kiaracondong Tinggal Bersisa Satu Tungku

Dari sekitar 30 pengrajin yang dahulu memenuhi kawasan ini, kini hanya tersisa satu tungku yang masih aktif menghasilkan panas untuk membakar.
Deretan keramik Haji Oma yang siap untuk dijual. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 11:40 WIB

Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 15 Feb 2026, 08:49 WIB

Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Satu per satu rekan dan kerabat Dikdik menyerah. Pabrik-pabrik ditutup, tungku-tungku dipadamkan. Kini, dari sekitar 30 pengrajin yang pernah berjaya, hanya satu yang masih bertahan.
Dikdik Gumilar meneruskan usaha ayahnya sebagai pembuat keramik yang terkenal dengan sebutan Keramik Haji Oma. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Feb 2026, 07:26 WIB

Puasa 2026 di Bandung: Imlek & Cap Go Meh, Rabu Abu & Masa Pra Paskah, Nyepi & Lebaran

Tahun 2026 menjadi tahun yang unik secara religius, spiritual, dan kultural di Indonesia, termasuk di Bandung.
Pasar Cihapit. (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Beranda 14 Feb 2026, 19:20 WIB

Bandung Review Membaca Risiko Cekungan, Gempa, dan Masa Depan Kota

Program ini awalnya digagas di Pustaka Selasar. Namun karena jumlah peserta kerap melebihi kapasitas, diskusi dipindahkan ke ruang yang lebih besar.
Geografiwan kawakan T Bachtiar di Bandung Review #006. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bandung 14 Feb 2026, 13:19 WIB

Alasan Mengapa Bandung Menjadi Kunci Strategis Bagi Pertumbuhan Industri Purifikasi di Indonesia

Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat.
Bandung bukan hanya sebagai pasar, melainkan sebagai barometer pertumbuhan industri home appliances berbasis teknologi kesehatan di Jawa Barat. (Sumber: Coway)
Beranda 14 Feb 2026, 12:36 WIB

Cekungan Bandung: Catatan tentang Kota Kreatif yang Berdiri di Tengah Ancaman Geologis dan Minimnya Mitigasi

Namun di bawah beton dan aspal, tersimpan endapan lumpur puluhan ribu tahun yang menjadi fondasi kehidupan sekaligus potensi risiko.
Titi Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Nasional Indonesia dan anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 14 Feb 2026, 06:43 WIB

Di Sekitar PLTU, Warga Menanggung Risiko di Balik Pasokan Listrik

Selama batu bara masih menjadi tulang punggung sistem energi nasional, risiko paparan polusi terhadap warga di sekitar PLTU akan terus ada.
Peneliti Trend Asia, Bayu Maulana, menjelaskan bahwa Toxic 20 memetakan PLTU dengan tingkat pencemaran tertinggi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)