Kuda Api dan Transformasi Cepat Pengembangan Bakat

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi suasana Imlek di Hotel Sultan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hendro Wangsanegara)
Ilustrasi suasana Imlek di Hotel Sultan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Hendro Wangsanegara)

Tahun Baru Imlek pada tahun 2026 adalah tahun ke-2577 dalam penanggalan Kongzili. Perayaan ini jatuh pada hari Selasa, 17 Februari 2026. Tahun baru Imlek 2577 menandakan datangnya Tahun Kuda Api. Itulah sebabnya secara filosofis kita perlu mencermati kelebihan binatang kuda yang memiliki sifat kuat dan cepat dalam pacuan atau persaingan.

Banyak kalangan memperkirakan tahun kuda adalah masa yang penuh dengan persaingan sengit dalam hal talenta atau bakat seseorang. Dengan demikian kita perlu stamina, kecepatan, dan kepahlawanan seperti layaknya sifat yang melekat pada binatang kuda. Memasuki tahun Kuda Api, barangsiapa tidak berani mengikuti pacuan bakat atau talenta, maka harapan dan impiannya bisa mati.

Perayaan Imlek di Kota Bandung seperti biasanya  berpusat di kawasan Pecinan, terutama di Jalan Kelenteng  yakni Vihara Satya Budhi sebagai pusat ibadah tertua, serta kawasan jalan Sudirman dan Jalan Cibadak (Vihara Dharma Ramsi) untuk pertunjukkan Barongsai. Bagi etnis Tionghoa perayaan Imlek yang esensial merupakan kesempatan untuk berkumpulnya keluarga inti.

 

Vihara Dharma Ramsi Kota Bandung sedang persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Vihara Dharma Ramsi Kota Bandung sedang persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Imlek 2026 jatuh pada 17 Februari 2026 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Gelombang Mudik Terbesar 

Spirit Imlek tahun ini menunjukkan betapa rakyat Tiongkok mampu menggetarkan dunia dengan arus mudik tahunan terbesar di planet Bumi. Arus mudik dimulai pada Senin (2/2/2026), atau 15 hari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi 2026.

Menurut otoritas transportasi Tiongkok akan terjadi pergerakan penduduk hingga mencapai 9,5 miliar perjalanan penumpang.

Seluruh negara menikmati berkah mudik Imlek.  Jumlah turis Tiongkok yang liburan ke luar negeri selama libur Imlek 2026 diperkirakan akan meningkat signifikan. Agen perjalanan wisata di Tiongkok mencatat wisatawan banyak yang memesan liburan ke Rusia, Australia, Thailand, dan Korea Selatan. Jepang, yang tahun lalu menjadi tujuan populer, mulai ditinggalkan.

Kota-kota di seluruh China dan miliaran etnis Tionghoa bersiap menyambut Tahun Baru Imlek pada 17 Februari, ketika shio akan berganti dari Tahun Ular menjadi Tahun Kuda. Kuda Api dianggap sebagai kombinasi yang kuat dalam shio Cina. Api Yang melambangkan aktivitas dan gairah, sedangkan Kuda mewakili kemandirian dan tindakan.

Transformasi Pengembangan Bakat

Salah satu implikasi pembenahan manajemen bakat adalah transformasi model pengembangan karyawan. Yang dulu diwarnai dengan prosedur yang beliku  kini ditransformasikan dengan cepat menjadi initiate, engage, collaborate, dan evolve ( menjalin, berkolaborasi, melibatkan dan mengembangkan ). Aktivitas tersebut disertai dengan injeksi nilai-nilai korporasi seperti sikap percaya diri untuk berpikir besar dan menumbuhkan integritas diri dan team work yang kokoh.

Tata kelola ketenagakerjaan model Tiongkok yang dilandasi dengan spirit dan nilai-nilai tradisi. Spirit tersebut terkait dengan ajaran Confucius atau Kongfuci yang mana waktu kelahirannya menjadi tahun pertama Tahun Baru Imlek.

Spirit dan etos kerja SDM di Tiongkok itu dilandasi etika dan nilai-nilai Konfusian. Nilai-nlai dan etika Konfusian kini telah menjadi prinsip dasar konglomerasi yang sangat ampuh untuk senjata persaingan di era disrupsi teknologi.

Pada saat peringatan tahun baru Imlek kali ini, ada yang sangat menarik terkait dengan rekrutmen karyawan gaya Tiongkok yang amat cepat dan sangat dinamis. Ratusan juta pekerja di Tiongkok yang saat liburan Imlek kali ini sedang melakukan ritual mudik ke kampung halaman dengan memamerkan tingkat kesejahteraan yang bisa dibanggakan, merupakan gambaran betapa hebatnya sistem ketenagakerjaan di negeri Tiongkok.

Fenomena berpacu memperebutkan bakat pekerja bagi korporasi di Tiongkok sangat ketat. Pekerja di Tiongkok setiap saat dituntut untuk terus mengembangkan bakat dan kompetensinhya. Itu terlihat pada penyelenggaraan bursa tenaga kerja yang antara lain event Shenzhen General Talents Market yang sangat unik. Setiap harinya bursa tersebut diikuti oleh ratusan perusahaan besar yang merekrut karyawan berbakat dan langsung dipekerjakan keesok harinya. Sistem ketenagakerjaan berbasis bakat pada era disrupsi di Tiongkok kini sangat sesuai dengan perekonomian negara itu yang berpacu dengan kecepatan penuh.

Di banyak negara termasuk Indonesia, perang memperebutkan pekerja berbakat terkendala oleh kesenjangan atau disparitas mutu tenaga kerja. Ada disparitas pasar tenaga kerja yang sangat serius. Disparitas tersebut kurangnya tenaga kerja terampil atau ahli utamanya di sektor industri. Disisi lain kategori penganggur yang ada sebagian besar tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Disparitas akut tersebut sesuai dengan riset konsultan SDM terkemuka dunia, yakni Hays. Dalam laporan tahunannya yang bertajuk Hays Global Skills Index disebutkan terjadinya tren disparitas berupa semakin lebarnya jarak antara kebutuhan perusahaan akan pekerja berkompetensi dengan pencari kerja.

Hasil riset Hays diatas juga sangat relevan dengan kondisi di Indonesia yang hingga kini belum memiliki sistem nasional maupun daerah yang baik terkait pengembangan bakat dan kompetensi bagi warganya. Itulah sebabnya banyak korporasi padat teknologi di negeri ini yang sedang menghadapi kesulitan untuk merekrut karyawan yang berbakat dan yang mempunyai keterampilan khusus. Implikasinya, pertumbuhan ketenagakerjaan di Indonesia yang mencapai 2,9 juta per tahun, dimana sebagian besar atau sekitar 80 persen di antaranya tenaga kerja tidak terlatih atau tidak berbakat.

Pada tahun Kuda saatnya mengelola talenta lebih baik lagi. Ada nilai-nilai Imlek yang relevan untuk memperbaiki etos kerja bangsa. Selama ini etos kerja bangsa Indonesia masih belum menggembirakan jika dibandingkan dengan dengan negara-negara yang dikategorikan Macan Asia seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Vietnam dan lain-lain.

 Empat Hari Raya Etnis Tionghoa

 Pertama kali Imlek dihitung berdasarkan tahun pertama kelahiran Kongfuzi atau Confucius. Penentuan itu dilakukan oleh Kaisar Han Wudi sebagai penghormatan kepada Kongfuzi yang telah mencanangkan agar menggunakan sistem penanggalan Dinasti Xia dimana Tahun Baru dimulai pada tanggal 1 bulan kesatu. Oleh sebab itu sistem penanggalan ini dikenal pula dengan Kongzili.

Sebenarnya WNI keturunan Tiongkok sejak awal kemerdekaan RI telah memiliki landasan tentang kebebasan melakukan kegiatan beribadah. Pada 1946 Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan Pemerintah tentang hari-hari raya umat beragama No.2/OEM-1946 yang menetapkan empat hari raya etnis Tionghoa yang terdiri dari Tahun Baru Imlek, hari wafatnya Khonghucu yakni tanggal 18 bulan 2 Imlek, Ceng Beng dan hari lahirnya Khonghucu yakni tanggal 27 bulan 2 Imlek.

Etnis Tionghoa di Indonesia memperoleh kebebasan merayakan Imlek pada 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif atau hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya. Baru pada 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003. (*)

 

 

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)