Viaduct: Landmark Kota Bandung dan Kisah Cinta Soekarno

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

BARANGKALI ketika sang arsitek Belanda A.F. Albers & R. De Wall membangun Viaduct (jembatan layang) pada 1939 ia menyisipkan kata “rindu” pada karya desainnya. Sehingga. bangunan bersejarah yang menggabungkan gaya Neo-klasik dan Art Deco ini selalu membuat  orang-orang yang melewatinya rindu untuk kembali dan kini menjelma menjadi landmark Kota Bandung.

Sebenarnya rencana pembangunan Viaduct sudah ada sejak 1919. Namun, seperti banyak rencana besar lainnya, Viaduct Suniaraja gagal  terwujud. Sebab, jembatan beton ini bukan sekadar penghubung rel, tetapi juga sebagai simbol bagaimana kota ini berbenah besar-besaran saat dipersiapkan menjadi calon ibu kota Hindia Belanda. 

Menjelang awal abad ke-20, Bandung memang dipoles habis-habisan. Gedung-gedung megah berdiri, jalan-jalan dibuka, dan jaringan kereta api diperbarui. Di antara rencana itu, terselip gagasan membangun Viaduct yang melintasi Sungai Cikapundung sekaligus boulevard penghubung Jalan Suniaraja, Perintis Kemerdekaan, dan Kebon Jukut. 

Saat saya bervakansi ke Bandung--jika kebetulan naik motor lewat Viaduct--biasanya saya selalu menyempatkan diri untuk berhenti di pinggir jalan dan mencari tempat untuk memarkir motor,  menatap ke atas--berharap di atas sana akan ada kereta api lewat.

Taman di sekitar Jalan Viaduct. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Taman di sekitar Jalan Viaduct. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Di Viaduct banyak view pemandangan indah: jembatan kereta api di atas jalan--apalagi jika kebetulan ada kereta lewat—membuat mata kita tak akan berkedip melihat kereta api lewat hingga ekornya menghilang. Suaranya khas, bergemuruh yang lama-lama menghilang.

Viaduct menghubungkan Jalan Suniaraja dengan Jalan Braga. Di arah baratnya ada Jalan Kebon Jukut yang nyambung ke Stasiun Bandung dan Gedung Pakuan. Di arah timurnya ada Jalan Perintis Kemerdekaan yang nyambung ke Balai Kota.

Setiap Minggu pagi, Masjid Persis di dekatnya selalu menggelar pengajian subuh. Saking banyaknya jemaah hingga meluber ke jalan karena tak tertampung di dalam masjid. Konon, di belakang masjid Persis ini--sebelum ada Viaduct--ada perkampungan tempat rumah orangtua Inggit Garnasih--istri pertama presiden ke 1 RI, Ir. Soekarno--tinggal. “Rumah itu tempat menikahnya Soekarno dengan Inggit,” ungkap seorang sejarawan.

Di sekitar daerah tersebut pun ada Jalan yang cukup pendek yang dinamakan Jalan Viaduct. yang menghubungkan Viaduct ke Jalan Braga. 

Baca Juga: Haji Oma: Napas Terakhir Keramik Kiaracondong

Di arah baratnya juga ada Patung Laswi dan Tentara Pelajar, ada Tugu Lokomotif, ada Kantor PT KAI yang arsitekturnya klasik, dan Gedung Indonesia Menggugat yang punya sejarah panjang. Sementara di bawah ada Sungai Cikapundung yang membelah Kota Bandung. Airnya mengalir ke selatan meskipun tidak bersih.

Karena banyak view yang bagus, tak heran Viaduct dijadikan salah satu tempat syuting sinetron “Preman Pensiun”. Dalam sinetron ini, Viaduct menjadi markas pencopet Bandung, Saef dan kawanannya. Bisa jadi, sebelum direnovasi oleh pemerintah Kota Bandung, Viaduct dulunya memang markas copet.

Viaduct merupakan tiang jembatan yang jaraknya berdekatan. Kata viaduc berasal dari bahasa Latin yang berarti 'menyeberang jalan ke satu arah'. Di Bandung, Viaduct ada dua. Viaduct yang pertama di Pasirkaliki dibangun pada 1890-an. Yang kedua, di Jalan Kebon Jukut, dibangun pada 1939. Viaduct yang paling terkenal ada di Kebon Jukut ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)