Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Yogi  Esa Sukma Nugraha
Ditulis oleh Yogi Esa Sukma Nugraha diterbitkan Jumat 13 Feb 2026, 09:39 WIB
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)

Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu. Dari catatan soal perdagangan hingga karya klasik Yunani. Sekarang, di era postmodern, keterampilan menulis sebagai seni merangkai kata masih menjadi krusial.

Bagi pelajar yang memiliki hasrat mengikuti kegiatan sosial atau organisasi, mempunyai keterampilan menulis itu penting sekali. Misalnya, untuk merancang laporan kegiatan, membuat caption yang persuasif, atau bahkan poster untuk acara sekolah. Secara singkat, tulisan yang sedap bisa membuat ide-ide lebih dikenal khalayak dan digemari.

A.S. Laksana, seorang penulis kenamaan, pernah mencatat satu hal. Ada satu kalimat yang selalu diingat:

"Orang lain membutuhkanmu. Mereka perlu sumbangan pemikiranmu, cerita, dukunganmu pada isu-isu tertentu, atau sekadar ingin tau bagaimana kamu memaknai hal kecil sehari-hari. Kamu bisa memenuhi keinginan mereka ketika mampu menulisnya dengan baik. Tulisan baik mampu mewakili apa yang mereka ingin suarakan tetapi tidak tau caranya, atau mungkin belum cakap melakukannya."

Pendeknya, menulis bisa membuat orang lain terinspirasi. Itu merupakan bukti betapa banyak kegunaan menulis. Bahkan di era serba cepat seperti sekarang ini. Pengemasan konten digital menjadi kunci.

Pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025, Ikatan Alumni Sastra dan Ilmu Budaya Unpad menggelar workshop bertajuk "Seni Menulis Copywriting", dipandu Rizki Sanjaya, seorang alumni, yang juga penulis muda berbakat asal Cigadung.

Suasana terasa akrab. Sekitar 25 orang pembelajar dari berbagai usia dan latar belakang berhimpun di Coworking Space Bandung Creative Hub, Jalan Laswi No. 7. Mereka duduk melingkar, dengan buku catatan di tangan, bersiap menyerap ilmu.

Rizki membuka sesi dengan cerita pribadi. Ia memulai karir sebagai penulis di kota Bandung, dari menulis untuk Zine, caption mengandung iklan kecil-kecilan, hingga kampanye digital untuk tempatnya bekerja.

Ia kemudian memulai paparannya dengan menilik apa itu copywriting dan karakteristiknya. Menurutnya, Copywriting bukan sekadar menulis iklan. Ia menggeser slide yang menampilkan contoh-contoh lawas seperti slogan Nike 'Just Do It' dan berbagai produk lainnya yang melekat di benak orang banyak.

"Saat kita membuka majalah atau koran berisi iklan, itu mengandung copywriting. Begitu juga ketika melihat teks pada konten yang membuat kita tertarik," katanya.

Rizki menekankan bahwa copywriting berbeda dari buah pikiran dalam bentuk tulisan lainnya. Ia lebih tentang hasil. Sebuah upaya meningkatkan engagement atau penjualan. Namun tetap perlu insting dan jiwa penyair untuk membuatnya terasa manusiawi. Ia mengingatkan untuk penulis copy tidak ketinggalan tren dan isu terkini.

"Jangan lupa untuk mengenali siapa audiens kita," tambahnya.

Rizki lalu meminta peserta latihan. Menyusun copy singkat untuk promosi. Sesi interaktif itu berlangsung hampir satu jam, diselingi tanya jawab. Seorang peserta, sekaligus mahasiswa, hendak bertanya. Rizki menjawab dengan hangat:

"Mulai saja dari yang sederhana. Selayaknya bercerita," katanya.

Ia juga berbagi tips praktis: pergunakan formula AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) untuk struktur copy; eksperimen dengan emoji dan bahasa kekinian untuk konten digital; juga selalu baca ulang dengan suara keras untuk cek alurnya.

Workshop berakhir dengan sesi foto bersama. Rizki berjanji berbagi bahan pembelajaran lebih lanjut lewat WhatsApp. Para peserta lalu membubarkan diri.

Aal Novia, sebagai salah satu peserta, merasa terilhami. Ia berusia relatif paling muda di antara yang hadir di sana. Menurutnya, acara itu membuatnya ingin belajar lebih.

"Ilmunya juga keren sekali, langsung menempel di kepala saya, seru pokoknya," kata Aal.

Ia berharap bisa kembali mengikuti acara serupa. Mengenai penulisan dan hal yang berkaitan dengan kegiatan yang sedang ditekuninya. Mencoba menekuni keterampilan menulis sebagai seni merangkai kata-kata yang bisa menggugah pikiran dan hati banyak orang.

Workshop ini mengingatkan pada pesan A.S. Laksana: menulis adalah media komunikasi tercanggih. Kita punya waktu untuk memilih kata yang akan kita gunakan; kita bisa menimbang pesan apa yang layak disampaikan.

Dan, lebih dari itu, kita punya waktu untuk merenung dan mengoreksi pikiran sebelum melemparkan ke orang. Ini merupakan suatu keistimewaan yang tidak akan kita temui dalam ceramah lisan, atau percakapan spontan. [*]

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yogi  Esa Sukma Nugraha
Sehari-hari mengajar di SMA, sesekali menulis kolom

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Feb 2026, 21:23 WIB

Sebelum Kamu ‘Ngabuburit’, Kenalan Dulu dengan Bahasa Lokal yang Penuh Tradisi

Kata-kata itu bukan sekadar penanda waktu, melainkan penanda kebersamaan.
Masjid Raya Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 18:32 WIB

Asyik Numpeng

Dari sebakul nasi kuning itulah, Ramadan dimulai, hadir menyapa kaum muslimin.
Ilustrasi Tumpeng, Masakan Khas Indonesia yang Memiliki Banyak Filosofi. (Sumber: Unsplash | Foto: Inna Safa)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 15:55 WIB

Laladon, Endapan Ingatan dari Gempa 1699

Nama geografis Laladon, bertalian erat dengan kejadian gempa bumi besar yang mengambrolkan dinding utara Gunung Salak.
Desa Laladon di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. (Sumber: Citra Satelit Google maps)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 14:03 WIB

Munggahan dan 4 Kata yang Menandai Datangnya Ramadan di Indonesia

Selain munggahan, ada empat kata lainnya yang sering dipakai untuk menyambut bulan Ramadan.
Buah kurma. (Sumber: Unsplash | Foto: Rauf Alvi)
Beranda 13 Feb 2026, 11:09 WIB

Di Balik Toxic 20: Gugatan, Transparansi Data, dan Desakan Transisi Energi yang Lebih Adil

Dampak PLTU tidak hanya dirasakan langsung oleh warga sekitar, tetapi juga secara tidak langsung oleh wilayah lain, termasuk Kota Bandung.
Amplifikasi Isu dan Diskusi Publik Toxic 20 Jawa Barat di Gedung Indonesia Menggugat, 10 Februari 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 13 Feb 2026, 10:02 WIB

Dampak PLTU: Cerita Warga tentang Laut yang Menyempit, Sawah yang Melemah, dan Hutan yang Perlahan Terbuka

Kisah mereka datang dari wilayah berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: perubahan lingkungan dan rasa cemas yang terus tumbuh.
Ilustrasi PLTU, bagi warga sekitar, cerobong itu adalah penanda perubahan yang tidak mereka minta. (Sumber: Unsplash | Foto: Marek Piwnicki)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 09:39 WIB

Betapa Pentingnya Belajar Menulis Copywriting

Sejak dulu, menulis membantu manusia mengabadikan ide dan mendorong kemajuan ilmu.
Rizki Sanjaya sedang memaparkan materi kepada para peserta Workshop Seni Menulis Copywriting. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Yogi Esa Sukma Nugraha)
Beranda 13 Feb 2026, 08:13 WIB

Di Saat Media Arus Utama Tersandera Iklan, Zine Menemukan Jalannya Sendiri

Fenomena tersebut bukan sekadar nostalgia, melainkan bentuk perlawanan terhadap kejenuhan dunia digital yang serba cepat dan penuh ketidakpastian.
Salah satu karya yang ditampilkan di Bandung Zine Fest 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Feb 2026, 07:36 WIB

Distraksi Massal: Alasan Mengapa Kita Sengaja Dibuat Sibuk dengan Skandal

Melalui analogi novel Tere Liye, artikel ini mengajak pembaca untuk berhenti terjebak dalam debat kusir dan kembali fokus pada navigasi diri di ambang bulan Ramadan.
Salah satu buku novel karya Tere Liye. (Dokumentasi Penulis)
Bandung 12 Feb 2026, 21:44 WIB

Tren Lebaran 2026: J&C Cookies Usung Konsep "Kukis Kalcer" dan Camilan Gluten Free

Tradisi mudik dan silaturahmi Idul Fitri 2026 diprediksi akan semakin berwarna dengan munculnya tren kuliner baru yang lebih inklusif.
J&C Cookies memperkenalkan lini produk terbaru mereka yang dirancang untuk memenuhi selera generasi masa kini tanpa meninggalkan cita rasa autentik yang telah melegenda. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 12 Feb 2026, 21:22 WIB

Bandung Zine Fest 2026, Ruang Kolektif Media Alternatif dari Shanghai Hingga Garut

Lebih dari sekadar ajang pameran, festival ini menjadi ruang silaturahmi bagi penerbit mandiri yang tidak bergantung pada modal besar.
Suasana Bandung Zine Fest 2026 di Gedung Tjap Sahabat di Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 20:22 WIB

Ramadan Tanpa Petasan, Bermain Lodong dan Belesong pun Jadi

Sejak dahulu petasan dan lodong selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan.
Lodong selalu jadi pertanda datangnya Bulan Ramadan di sejumlah daerah Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 16:22 WIB

Kartu Mati, Pengobatan Terhenti

Penonaktifan jutaan peserta PBI BPJS membuat warga Bandung kehilangan akses berobat. Padahal Islam punya cara pandang yang khas terkait kesehatan masyarakat.
Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan kartu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 13:43 WIB

Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Bunuh Diri

Bunuh diri pada anak menandakan terputusnya saluran komunikasi antara anak dan orang tua.
Bunuh diri pada anak menandakan terputusnya saluran komunikasi antara anak dan orang tua. (Sumber: Unsplash | Foto: K. Mitch Hodge)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 11:18 WIB

Tradisi ‘Nglabur’ Rumah saat Ramadan, Filosofi Bersih Diri dan Mencerahkan Suasana Hati

Melabur alias mengecat tembok dengan gamping menciptakan hasil akhir yang artistik, bertekstur, alami, dan ramah lingkungan.
Ilustrasi melabur rumah dengan batu kapur atau gamping. (Sumber: Pexels | Foto: Sergey Meshkov)
Ayo Netizen 12 Feb 2026, 08:49 WIB

3 Jejak Heroik K.H. Anwar Musaddad yang Terlupakan 

Ketua Kokesin di Makkah, Kepala Syuumuka dan Pendiri Hizbullah Priangan menjadi novelty dalam kajian tokoh KH Anwar Musaddad yang membuktikan jasa, kiprah dan perjuangan (pahlawan) kemanusiaan.
Cover buku KH. Anwar Musaddad: Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan karya Iip D. Yahya, terbitan Lakpesdam PWNU Jawa Barat (2025). (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Mayantara 12 Feb 2026, 07:04 WIB

Keranjingan Info Bites Konten Religi 

Jelang Ramadan, salah satu fenomena yang terus menguat adalah keranjingan scrolling video pendek religi.
Ilustrasi muslimah sedang memandang smartphone. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ayo Netizen 11 Feb 2026, 21:40 WIB

Ngabuburit di Bandung Tahun 1980-an

Tentang awal Ramadan dan ngabuburit warga Kota Bandung tahun 1980-an.
Gedung de Majestic, salah satu bioskop tertua di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Bandung 11 Feb 2026, 20:08 WIB

Rahasia Putu Ayu Simpang Dago Bertahan 18 Tahun di Tengah Gempuran Dessert Kekinian

Lapak kaki lima yang menjual putu ayu ini berhasil bertahan dengan pakem kualitas rasa yang mengembalikan memori sejak kecil pada indera perasa para konsumennya.
Lapak kaki lima yang menjual putu ayu ini berhasil bertahan dengan pakem kualitas rasa yang mengembalikan memori sejak kecil pada indera perasa para konsumennya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 11 Feb 2026, 19:29 WIB

Rahasia Resep Sekoteng Raja yang Membuat Warga Bandung Rela Mengantre Malam Hari

Tak hanya muncul sebab adanya kebutuhan warga, Sekoteng Raja menjadi suatu upaya bagaimana sebuah usaha dapat bertahan dan berperan sebagai salah satu pilar yang menjaga ekonomi rakyat.
Pemilik Sekoteng Raja, yakni Thema Mendrofa. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)