5 Aktivitas Ngabeubeurang yang Berfaedah

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pagi itu, selepas ngaji subuh di Komunitas Belajar Musi, Aa Akil (11 tahun) tidak langsung pulang. Justru menghampiriku dengan langkah tergesa-gesa, meminta izin untuk pergi ke kampus bersama teman-temannya.

“Bah, boleh menbal sambil ngabeubeurang?” tanyanya.

Kujawab singkat, “Muhun.”

Tak lama bocah kelas 5 itu menoleh lagi, seolah memastikan restu itu benar-benar utuh. “Bah jalan-jalan ke UIN, kan? Hayu barengan.”

Mentari terasa lebih hangat dari biasanya. Dalam langkah sederhana Aa bersama kawan-kawan menuju kampus sambil nyanyi riang gembira. Ada semangat, ikhtiar kecil yang sesungguhnya besar untuk terus merawat ilmu, pertemanan, dan kepercayaan.

Memang setiap daerah (wilayah) memiliki cara tersendiri dalam menyambut Ramadan. Di tanah Sunda, bulan puasa bukan hanya tentang ibadah, tetapi tentang bahasa dan kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat. Sejumlah kosakata khas muncul dan digunakan lintas generasi, membentuk lanskap kultural yang unik dan menarik.

Salah satunya ngabeubeurang. Istilah ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan cermin struktur sosial, kebiasaan kolektif, bahkan dinamika ekonomi musiman.

Tradisi menunggu siang di Bulan Ramadan (Sumber: www.mypangandaran.com | Foto: Istimewa)
Tradisi menunggu siang di Bulan Ramadan (Sumber: www.mypangandaran.com | Foto: Istimewa)

Merawat Ngabeubeurang

Jika ngabuburit identik dengan sore hari, maka ngabeubeurang merujuk pada aktivitas di waktu siang. Berasal dari kata beurang (siang), istilah ini menggambarkan kegiatan sejak pagi hingga menjelang sore selama berpuasa.

Ngabeubeurang biasanya diisi dengan aktivitas produktif ringan mulai dari membaca, bekerja, belajar, sampai berbincang (jalan) santai.

Dalam kultur Sunda, istilah ini menunjukkan kesadaran akan ritme waktu. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana mengelola energi sepanjang hari.

Dari perspektif sosial, ngabeubeurang memperlihatkan strategi adaptasi masyarakat terhadap perubahan pola konsumsi dan aktivitas selama Ramadan. Produktivitas di beberapa sektor formal bisa menurun, tetapi sektor informal, terutama persiapan kuliner untuk berbuka, justru mulai bergerak sejak siang hari sampai waktunya berbuka puasa. (Ayo Bandung, 15 Feb 2026, 15:22 WIB)

Berikut lima aktivitas ngabeubeurang yang kerap mewarnai Ramadan, baik di perkotaan maupun pedesaan:

Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

1. Ngadeureus dan Ngaji di Masjid

Sejak salat subuh hingga siang hari diisi dengan ngadeureus (mengaji bersama) yang dipimpin ajengan di masjid (Darussalam, Al-Hidayah, Al-Amanah, Ar Rohman), musala. Ibu-ibu biasanya memulai dengan membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan tilawah dengan target khatam 30 juz selama Ramadan.

Anak-anak belajar mengaji bersama guru ngaji (Rumah Belajar Musi), ada yang masih di tahap Iqra, mengeja “alif ba ta tsa”, ada pula yang sudah mulai membaca Alquran dengan tartil. Suasana ini menghadirkan nuansa religius yang asyik, hangat dan menyenangkan.

Membaca Alquran menghadirkan beragam manfaat bagi kehidupan seorang Muslim.

Pertama, manfaat spiritual yang bersifat transendental dalam meningkatkan keimanan. Bagi Muslim, tidak ada keraguan terhadap Alquran. Tadabur terhadap ayat-ayatnya akan mendekatkan kita kepada Allah dan memberi pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai aspek kehidupan, sehingga iman semakin kokoh.

Di dalam Alquran terdapat banyak ajaran luhur dan kisah umat terdahulu yang dapat menjadi pedoman dalam bertindak secara kontekstual di masa kini. Misalnya, Alquran yang diperjelas dengan berbagai hadis melarang praktik ekonomi monopolistik (QS Al-Hajj: 25) dan kecurangan dalam transaksi (QS Al-Mutaffifin: 2–3).

Secara empiris, praktik-praktik tersebut terbukti menimbulkan banyak mudarat. Kesadaran akan keindahan ajaran Islam semacam ini seharusnya semakin menguatkan keimanan seorang Muslim.

Kedua, manfaat rekreasional dalam arti luas, termasuk memberikan ketenangan dan relaksasi. Berbagai bukti ilmiah mendukung hal ini. Sebagai contoh, studi di Iran oleh Mahjoob et al. (2016) yang dipublikasikan dalam Journal of Religion and Health menemukan bahwa mendengarkan bacaan Alquran secara tartil, bahkan tanpa nada, dapat meningkatkan kesehatan mental dan ketenangan.

Studi lain oleh Magomaeva et al. (2019) merekam gelombang alfa menggunakan electroencephalograph (EEG) saat partisipan membaca dan mendengarkan bacaan Alquran. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Neurological Sciences ini menemukan aktivitas ini meningkatkan tingkat relaksasi dan berkontribusi pada optimalisasi fungsi sistem saraf pusat.

Ketiga, manfaat intelektual. Banyak ayat Alquran yang mengajak manusia untuk berpikir, bertafakur, dan merefleksikan berbagai fenomena empiris. Ini menunjukkan pentingnya membaca ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda alam).

Sebagai contoh, Alquran mengajak manusia untuk merenungkan langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan, gunung yang ditegakkan, dan hujan yang diturunkan. Pada ayat-ayat lain, dijelaskan pula tentang penciptaan alam semesta dan, yang tidak kalah penting, penciptaan manusia. Semua itu menjadi dorongan bagi manusia untuk berpikir kritis sekaligus menyadari kebesaran Allah SWT. (Fathul Wahid, 2023:3-4)

Warga Bandung tengah jalan santai bersama komunitas Kaki Besi Club. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Istimewa)
Warga Bandung tengah jalan santai bersama komunitas Kaki Besi Club. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Istimewa)

2. Jalan Santai Mengelilingi Lingkungan

Sebagian ibu dan bapak memanfaatkan waktu menjelang siang untuk berjalan santai di sekitar lapangan (voli, basket, tugu kujang), kampus (1 Cibiru, 2 Cimencrang, Tritan, Lados Cipadung) perkantoran (pusat pemerintahan, Alun-alun). Aktivitas ini menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tanpa menguras energi secara berlebihan.

Untuk di perkotaan, jalur wisata dan taman kota menjadi ruang interaksi sosial yang sederhana untuk jalan-jalan santai.

Hasil penelitian menunjukkan berjalan kaki dengan intensitas ringan dapat menurunkan risiko kematian dan penyakit jantung. Jika diresepkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, joging sebaiknya dilakukan dengan kecepatan minimal 2–3 km/jam selama total 100 menit per minggu (setara 200–300 MET/menit).

Bila dihitung, durasi itu setara dengan berjalan sekitar 10–15 menit setiap hari dalam satu minggu. Regimen ini sangat direkomendasikan untuk lansia karena durasi dan intensitasnya yang ringan dan relatif aman.

Bandingkan dengan usia yang lebih muda, durasi berjalan kaki dapat ditingkatkan hingga 150 menit per minggu agar memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal. Berbagai studi telah membuktikan bahwa berjalan kaki secara rutin dapat menurunkan angka kematian pada lansia dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Dengan membiasakan berjalan kaki memberikan efek positif bagi individu dengan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes melitus. Semakin tinggi intensitas (tetap dalam batas aman), semakin besar pula manfaat kesehatan yang dapat diperoleh.

Jalan kaki merupakan olahraga intensitas rendah yang aman dan efektif dilakukan selama bulan Ramadan. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran, meningkatkan kesehatan kardiometabolik, mengontrol kadar gula darah. Tentunya, berjalan kaki sangat dianjurkan bagi lansia maupun pemula.

Sore hari menjelang berbuka puasa atau setelah shalat tarawih menjadi waktu terbaik untuk berjalan kaki selama Ramadan.

Dengan melakukan jalan kaki selama 15–30 menit efektif membantu menstabilkan gula darah. Meningkatkan fungsi kognitif dan membantu menjaga berat badan.

Waktu yang direkomendasikan sekitar 60–90 menit sebelum berbuka puasa, setelah salat Isya atau tarawih.

Meskipun puasa dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik, menjaga intensitas jalan kaki pada tingkat ringan, hingga sedang sangat dianjurkan untuk mencegah penurunan kebugaran dan menghindari risiko dehidrasi berat.

Berjalan kaki adalah aktivitas sederhana, murah, dan mudah dilakukan, namun memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Pokoknya tidak ada alasan untuk menunda, mari mulai berjalan kaki demi hidup yang lebih sehat. (www.kemenkes.go.id)

Empat orang perempuan tengah asyik ngabeubeurang sambil bermain badminton di depan GOR Kampus I UIN Bandung, Kamis 19 Februari 2026 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Empat orang perempuan tengah asyik ngabeubeurang sambil bermain badminton di depan GOR Kampus I UIN Bandung, Kamis 19 Februari 2026 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

3. Olahraga Ringan Anak-anak dan Remaja

Anak laki-laki kerap maenbal di lapangan sepak bola, futsal, voli, basket. Kendati, untuk di beberapa wilayah perkotaan, bahkan ada yang memanfaatkan ruas jalan dengan pengawasan warga sekitar.

Anak perempuan biasanya bermain badminton di GOR, halaman rumah, depan perkantoran yang relatif sepi saat siang hari Ramadan.

Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Aspetar Orthopaedic and Sports Medicine Hospital, dibahas tema mengenai Ramadan dan sepak bola.

Dr. Yacine Zerguini, ahli ortopedi asal Aljazair, menyampaikan persoalan pemain sepak bola yang menjalani puasa merupakan hal yang kompleks dan tidak mudah dijelaskan.

Meskipun belum ada penelitian pasti mengenai dampak puasa Ramadan terhadap performa pemain sepak bola, karena sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental masing-masing individu. Menurutnya faktor keyakinan dan kondisi mental berperan penting dalam menjaga performa.

Pengalaman Frédéric Kanouté menunjukkan dengan kepercayaan (keyakinan) yang kuat, puasa tidak selalu berdampak negatif pada permainan, justru shaum membuatnya semakin kuat saat bertanding. (www.sport.detik.com)

Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

4. Permainan Tradisional

Di pedesaan, permainan tradisional seperti ucing-ucingan, petak umpet, bola sarung, engkle, egrang, congklak, kaleci (kelereng), boy-boyan, masih sering terdengar dan dilakukan anak-anak pada saat puasa. Permainan ini bukan hanya mengisi waktu, tetapi berusaha mempererat kebersamaan dan menjaga tradisi permainan lokal agar tetap hidup di tengah arus digitalisasi.

Ada Komunitas Hong, yang mencoba melestarikan permainan tradisional Indonesia, khususnya kaulinan (permainan) yang dikenal di Tatar Sunda. “Sekarang jumlah yang sudah kami kumpulkan sudah ada 890 jenis,” kata pendiri Komunitas Hong, M. Zaini Alif.

Bermain bukan hanya menjadi lihai dan tangkas. Tapi, berusaha mengenal dan menyelami arti dan makna dari setiap jenis permainannya. Permainan anak-anak tradisional, bisa membantu membentuk watak anak.

Terutama yang terkait dengan daya kreatif, inovatif, jiwa sosial, kehidupan berbudaya, berbudi, dan beriman.(www.ciburial.desa.id)

Aa Akil tengah asyik bermain sepeda di depan Gedung O. Djauharuddin AR Kampus I UIN Bandung, Sabtu 10 Mei 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil tengah asyik bermain sepeda di depan Gedung O. Djauharuddin AR Kampus I UIN Bandung, Sabtu 10 Mei 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

5. Bersepeda dan Motor-motoran

Sebagian anak memilih bersepeda keliling kampung, kompleks perumahan. Ada pula yang bermain “motor-motoran” (mengendarai sepeda motor jarak dekat dengan pengawasan orang tua), ya sekadar berkeliling untuk mengisi waktu sebelum sore tiba.

Hasil riset menunjukkan bersepeda saat puasa dapat dilakukan dengan jarak dekat agar tidak terlalu melelahkan. Ini dapat membantu membakar lemak, kalori, yang bermanfaat untuk menyehatkan jantung dan mengencangkan otot.

Bersepeda termasuk jenis olahraga kardio yang berfungsi menjaga kesehatan jantung, paru-paru, melancarkan sirkulasi darah. Jika dilakukan secara rutin, bersepeda dapat membantu menurunkan kadar lemak dalam darah, sehingga memberikan efek positif bagi penderita tekanan darah tinggi.(www.dinkes.gorontaloprov.go.id)

Ilustrasi anak-anak belajar bersama di luar lingkungan sekolah. (Sumber: Designed by Freepik | Foto: Istimewa)
Ilustrasi anak-anak belajar bersama di luar lingkungan sekolah. (Sumber: Designed by Freepik | Foto: Istimewa)

Pada akhirnya ngabeubeurang bukan hanya aktivitas menunggu waktu siang hingga berbuka. Justru menjadi potret bersama bagaimana masyarakat Sunda merawat waktu siang Ramadan dengan ritme yang khas produktif, religius, dan dilakukan secara bersama-sama (berjemaah).

Dengan demikian, ngabeubeurang sejatinya menjadi madrasah kecil tentang manajemen diri untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, dan keseimbangan. Siang hari yang panjang bukan untuk dikeluhkan, tetapi dimaknai dengan cara diisi aktivitas produktif, bermanfaat dan bernuansa religius.

Walhasil, berbagai tradisi Sunda, bahasa menjadi jembatan nilai, moral. Dengan melakukan aktivitas ngabeubeurang, kita belajar ihwal puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perjalanan bersama yang membentuk karakter dan menjaga keimanan yang kokoh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)