5 Aktivitas Ngabeubeurang yang Berfaedah

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pagi itu, selepas ngaji subuh di Komunitas Belajar Musi, Aa Akil (11 tahun) tidak langsung pulang. Justru menghampiriku dengan langkah tergesa-gesa, meminta izin untuk pergi ke kampus bersama teman-temannya.

Bah, boleh menbal sambil ngabeubeurang?” tanyanya.

Kujawab singkat, “Muhun.”

Tak lama bocah kelas 5 itu menoleh lagi, seolah memastikan restu itu benar-benar utuh. “Bah jalan-jalan ke UIN, kan? Hayu barengan.”

Mentari terasa lebih hangat dari biasanya. Dalam langkah sederhana Aa bersama kawan-kawan menuju kampus sambil nyanyi riang gembira. Ada semangat, ikhtiar kecil yang sesungguhnya besar untuk terus merawat ilmu, pertemanan, dan kepercayaan.

Memang setiap daerah (wilayah) memiliki cara tersendiri dalam menyambut Ramadan. Di tanah Sunda, bulan puasa bukan hanya tentang ibadah, tetapi tentang bahasa dan kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat. Sejumlah kosakata khas muncul dan digunakan lintas generasi, membentuk lanskap kultural yang unik dan menarik.

Salah satunya ngabeubeurang. Istilah ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan cermin struktur sosial, kebiasaan kolektif, bahkan dinamika ekonomi musiman.

Tradisi menunggu siang di Bulan Ramadan (Sumber: www.mypangandaran.com | Foto: Istimewa)
Tradisi menunggu siang di Bulan Ramadan (Sumber: www.mypangandaran.com | Foto: Istimewa)

Merawat Ngabeubeurang

Jika ngabuburit identik dengan sore hari, maka ngabeubeurang merujuk pada aktivitas di waktu siang. Berasal dari kata beurang (siang), istilah ini menggambarkan kegiatan sejak pagi hingga menjelang sore selama berpuasa.

Ngabeubeurang biasanya diisi dengan aktivitas produktif ringan mulai dari membaca, bekerja, belajar, sampai berbincang (jalan) santai.

Dalam kultur Sunda, istilah ini menunjukkan kesadaran akan ritme waktu. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana mengelola energi sepanjang hari.

Dari perspektif sosial, ngabeubeurang memperlihatkan strategi adaptasi masyarakat terhadap perubahan pola konsumsi dan aktivitas selama Ramadan. Produktivitas di beberapa sektor formal bisa menurun, tetapi sektor informal, terutama persiapan kuliner untuk berbuka, justru mulai bergerak sejak siang hari sampai waktunya berbuka puasa. (Ayo Bandung, 15 Feb 2026, 15:22 WIB)

Berikut lima aktivitas ngabeubeurang yang kerap mewarnai Ramadan, baik di perkotaan maupun pedesaan:

Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

1. Ngadeureus dan Ngaji di Masjid

Sejak salat subuh hingga siang hari diisi dengan ngadeureus (mengaji bersama) yang dipimpin ajengan di masjid (Darussalam, Al-Hidayah, Al-Amanah, Ar Rohman), musala. Ibu-ibu biasanya memulai dengan membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan tilawah dengan target khatam 30 juz selama Ramadan.

Anak-anak belajar mengaji bersama guru ngaji (Rumah Belajar Musi), ada yang masih di tahap Iqra, mengeja “alif ba ta tsa”, ada pula yang sudah mulai membaca Alquran dengan tartil. Suasana ini menghadirkan nuansa religius yang asyik, hangat dan menyenangkan.

Membaca Alquran menghadirkan beragam manfaat bagi kehidupan seorang Muslim.

Pertama, manfaat spiritual yang bersifat transendental dalam meningkatkan keimanan. Bagi Muslim, tidak ada keraguan terhadap Alquran. Tadabur terhadap ayat-ayatnya akan mendekatkan kita kepada Allah dan memberi pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai aspek kehidupan, sehingga iman semakin kokoh.

Di dalam Alquran terdapat banyak ajaran luhur dan kisah umat terdahulu yang dapat menjadi pedoman dalam bertindak secara kontekstual di masa kini. Misalnya, Alquran yang diperjelas dengan berbagai hadis melarang praktik ekonomi monopolistik (QS Al-Hajj: 25) dan kecurangan dalam transaksi (QS Al-Mutaffifin: 2–3).

Secara empiris, praktik-praktik tersebut terbukti menimbulkan banyak mudarat. Kesadaran akan keindahan ajaran Islam semacam ini seharusnya semakin menguatkan keimanan seorang Muslim.

Kedua, manfaat rekreasional dalam arti luas, termasuk memberikan ketenangan dan relaksasi. Berbagai bukti ilmiah mendukung hal ini. Sebagai contoh, studi di Iran oleh Mahjoob et al. (2016) yang dipublikasikan dalam Journal of Religion and Health menemukan bahwa mendengarkan bacaan Alquran secara tartil, bahkan tanpa nada, dapat meningkatkan kesehatan mental dan ketenangan.

Studi lain oleh Magomaeva et al. (2019) merekam gelombang alfa menggunakan electroencephalograph (EEG) saat partisipan membaca dan mendengarkan bacaan Alquran. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Neurological Sciences ini menemukan aktivitas ini meningkatkan tingkat relaksasi dan berkontribusi pada optimalisasi fungsi sistem saraf pusat.

Ketiga, manfaat intelektual. Banyak ayat Alquran yang mengajak manusia untuk berpikir, bertafakur, dan merefleksikan berbagai fenomena empiris. Ini menunjukkan pentingnya membaca ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda alam).

Sebagai contoh, Alquran mengajak manusia untuk merenungkan langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan, gunung yang ditegakkan, dan hujan yang diturunkan. Pada ayat-ayat lain, dijelaskan pula tentang penciptaan alam semesta dan, yang tidak kalah penting, penciptaan manusia. Semua itu menjadi dorongan bagi manusia untuk berpikir kritis sekaligus menyadari kebesaran Allah SWT. (Fathul Wahid, 2023:3-4)

Warga Bandung tengah jalan santai bersama komunitas Kaki Besi Club. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Istimewa)
Warga Bandung tengah jalan santai bersama komunitas Kaki Besi Club. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Istimewa)

2. Jalan Santai Mengelilingi Lingkungan

Sebagian ibu dan bapak memanfaatkan waktu menjelang siang untuk berjalan santai di sekitar lapangan (voli, basket, tugu kujang), kampus (1 Cibiru, 2 Cimencrang, Tritan, Lados Cipadung) perkantoran (pusat pemerintahan, Alun-alun). Aktivitas ini menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tanpa menguras energi secara berlebihan.

Untuk di perkotaan, jalur wisata dan taman kota menjadi ruang interaksi sosial yang sederhana untuk jalan-jalan santai.

Hasil penelitian menunjukkan berjalan kaki dengan intensitas ringan dapat menurunkan risiko kematian dan penyakit jantung. Jika diresepkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, joging sebaiknya dilakukan dengan kecepatan minimal 2–3 km/jam selama total 100 menit per minggu (setara 200–300 MET/menit).

Bila dihitung, durasi itu setara dengan berjalan sekitar 10–15 menit setiap hari dalam satu minggu. Regimen ini sangat direkomendasikan untuk lansia karena durasi dan intensitasnya yang ringan dan relatif aman.

Bandingkan dengan usia yang lebih muda, durasi berjalan kaki dapat ditingkatkan hingga 150 menit per minggu agar memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal. Berbagai studi telah membuktikan bahwa berjalan kaki secara rutin dapat menurunkan angka kematian pada lansia dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Dengan membiasakan berjalan kaki memberikan efek positif bagi individu dengan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes melitus. Semakin tinggi intensitas (tetap dalam batas aman), semakin besar pula manfaat kesehatan yang dapat diperoleh.

Jalan kaki merupakan olahraga intensitas rendah yang aman dan efektif dilakukan selama bulan Ramadan. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran, meningkatkan kesehatan kardiometabolik, mengontrol kadar gula darah. Tentunya, berjalan kaki sangat dianjurkan bagi lansia maupun pemula.

Sore hari menjelang berbuka puasa atau setelah shalat tarawih menjadi waktu terbaik untuk berjalan kaki selama Ramadan.

Dengan melakukan jalan kaki selama 15–30 menit efektif membantu menstabilkan gula darah. Meningkatkan fungsi kognitif dan membantu menjaga berat badan.

Waktu yang direkomendasikan sekitar 60–90 menit sebelum berbuka puasa, setelah salat Isya atau tarawih.

Meskipun puasa dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik, menjaga intensitas jalan kaki pada tingkat ringan, hingga sedang sangat dianjurkan untuk mencegah penurunan kebugaran dan menghindari risiko dehidrasi berat.

Berjalan kaki adalah aktivitas sederhana, murah, dan mudah dilakukan, namun memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Pokoknya tidak ada alasan untuk menunda, mari mulai berjalan kaki demi hidup yang lebih sehat. (www.kemenkes.go.id)

Empat orang perempuan tengah asyik ngabeubeurang sambil bermain badminton di depan GOR Kampus I UIN Bandung, Kamis 19 Februari 2026 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Empat orang perempuan tengah asyik ngabeubeurang sambil bermain badminton di depan GOR Kampus I UIN Bandung, Kamis 19 Februari 2026 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

3. Olahraga Ringan Anak-anak dan Remaja

Anak laki-laki kerap maenbal di lapangan sepak bola, futsal, voli, basket. Kendati, untuk di beberapa wilayah perkotaan, bahkan ada yang memanfaatkan ruas jalan dengan pengawasan warga sekitar.

Anak perempuan biasanya bermain badminton di GOR, halaman rumah, depan perkantoran yang relatif sepi saat siang hari Ramadan.

Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Aspetar Orthopaedic and Sports Medicine Hospital, dibahas tema mengenai Ramadan dan sepak bola.

Dr. Yacine Zerguini, ahli ortopedi asal Aljazair, menyampaikan persoalan pemain sepak bola yang menjalani puasa merupakan hal yang kompleks dan tidak mudah dijelaskan.

Meskipun belum ada penelitian pasti mengenai dampak puasa Ramadan terhadap performa pemain sepak bola, karena sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental masing-masing individu. Menurutnya faktor keyakinan dan kondisi mental berperan penting dalam menjaga performa.

Pengalaman Frédéric Kanouté menunjukkan dengan kepercayaan (keyakinan) yang kuat, puasa tidak selalu berdampak negatif pada permainan, justru shaum membuatnya semakin kuat saat bertanding. (www.sport.detik.com)

Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

4. Permainan Tradisional

Di pedesaan, permainan tradisional seperti ucing-ucingan, petak umpet, bola sarung, engkle, egrang, congklak, kaleci (kelereng), boy-boyan, masih sering terdengar dan dilakukan anak-anak pada saat puasa. Permainan ini bukan hanya mengisi waktu, tetapi berusaha mempererat kebersamaan dan menjaga tradisi permainan lokal agar tetap hidup di tengah arus digitalisasi.

Ada Komunitas Hong, yang mencoba melestarikan permainan tradisional Indonesia, khususnya kaulinan (permainan) yang dikenal di Tatar Sunda. “Sekarang jumlah yang sudah kami kumpulkan sudah ada 890 jenis,” kata pendiri Komunitas Hong, M. Zaini Alif.

Bermain bukan hanya menjadi lihai dan tangkas. Tapi, berusaha mengenal dan menyelami arti dan makna dari setiap jenis permainannya. Permainan anak-anak tradisional, bisa membantu membentuk watak anak.

Terutama yang terkait dengan daya kreatif, inovatif, jiwa sosial, kehidupan berbudaya, berbudi, dan beriman.(www.ciburial.desa.id)

Aa Akil tengah asyik bermain sepeda di depan Gedung O. Djauharuddin AR Kampus I UIN Bandung, Sabtu 10 Mei 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil tengah asyik bermain sepeda di depan Gedung O. Djauharuddin AR Kampus I UIN Bandung, Sabtu 10 Mei 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

5. Bersepeda dan Motor-motoran

Sebagian anak memilih bersepeda keliling kampung, kompleks perumahan. Ada pula yang bermain “motor-motoran” (mengendarai sepeda motor jarak dekat dengan pengawasan orang tua), ya sekadar berkeliling untuk mengisi waktu sebelum sore tiba.

Hasil riset menunjukkan bersepeda saat puasa dapat dilakukan dengan jarak dekat agar tidak terlalu melelahkan. Ini dapat membantu membakar lemak, kalori, yang bermanfaat untuk menyehatkan jantung dan mengencangkan otot.

Bersepeda termasuk jenis olahraga kardio yang berfungsi menjaga kesehatan jantung, paru-paru, melancarkan sirkulasi darah. Jika dilakukan secara rutin, bersepeda dapat membantu menurunkan kadar lemak dalam darah, sehingga memberikan efek positif bagi penderita tekanan darah tinggi.(www.dinkes.gorontaloprov.go.id)

Ilustrasi anak-anak belajar bersama di luar lingkungan sekolah. (Sumber: Designed by Freepik | Foto: Istimewa)
Ilustrasi anak-anak belajar bersama di luar lingkungan sekolah. (Sumber: Designed by Freepik | Foto: Istimewa)

Pada akhirnya ngabeubeurang bukan hanya aktivitas menunggu waktu siang hingga berbuka. Justru menjadi potret bersama bagaimana masyarakat Sunda merawat waktu siang Ramadan dengan ritme yang khas produktif, religius, dan dilakukan secara bersama-sama (berjemaah).

Dengan demikian, ngabeubeurang sejatinya menjadi madrasah kecil tentang manajemen diri untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, dan keseimbangan. Siang hari yang panjang bukan untuk dikeluhkan, tetapi dimaknai dengan cara diisi aktivitas produktif, bermanfaat dan bernuansa religius.

Walhasil, berbagai tradisi Sunda, bahasa menjadi jembatan nilai, moral. Dengan melakukan aktivitas ngabeubeurang, kita belajar ihwal puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perjalanan bersama yang membentuk karakter dan menjaga keimanan yang kokoh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

Ayo Netizen 18 Feb 2026, 17:07

Mapag Puasa

Mapag Puasa

News Update

Ayo Netizen 10 Sep 2026, 20:26

Warisan Gunung Sunda Purba, dari Purwakarta, Subang, sampai Bandung Barat

Menjelajah warisan Gunung Sunda Purba melalui kemegahan Gunung Burangrang. Sisi Utara membentang di Purwakarta dan Subang, sementara sisi Selatan megah berdiri di Bandung Barat.

Keadaan ronabumi seperti inilah yang dilihat oleh masyarakat, bukan Gunung Sunda yang menjulang  tinggi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:26

Transformasi Perpustakaan Meningkatkan Kunjungan Masyarakat

Setiap perpustakaan memang mengidentifikasi problematika yang sama, salah satunya berkaitan dengan kunjungan masyarakat yang minim.

Ilustrasi perpustakaan. (Sumber: Pexels | Foto: Tima Miroshnichenko)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 18:00

ASN Gen Z dan Tantangan Mengubah Kepastian Menjadi Kinerja

Artikel ini mengkaji persepsi ASN Gen Z terhadap kecocokan karier, kompetensi, dan kebutuhan pengembangan dalam birokrasi.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 17:01

Polemik Desil dalam Indikator Kesejahteraan Ekonomi

Apakah desil bisa dijadikan indikator dalam menentukan strata kesejahteraan masyarakat kini? Desil hanya sebuah istilah dalam algoritma statistik. Jangan memaksa manusia menjadi angka dalam database.

Bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli wilayah Kota Bandung di Kantor Kelurahan Cihapit, Jalan Sabang, Kota Bandung, Jumat 18 Juli 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 16:37

Remy Sylado: Jejak Sang Maestro di Bandung

Jejak Remy Sylado di Bandung kembali ditelusuri melalui buku, arsip, dan kesaksian orang-orang terdekat yang menghidupkan kembali sosok maestro multidisipliner tersebut.

Silaturahmi menyambut terbitnya buku Remy Sylado dan Dua Brouwer yang dihadiri budayawan, pegiat seni, serta sahabat dekat Remy Sylado, di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 15:11

KDM, Jawa Barat, dan Temtasi 2029

KDM membutuhkan policy dashboard, bukan sekadar social-media dashboard.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 10 Sep 2026, 10:57

Kampung Sate, Ketika Bambu Bisa Diubah Menjadi Rupiah Oleh Warga Satu Kampung

Kampung Randukurung Kutawaringin dikenal sebagai sentra tusuk sate. Warga mengolah bambu secara tradisional menjadi sumber penghasilan.

Di Kampung Randukurung, bambu gombong diolah menjadi ribuan tusuk sate dengan tangan dan peralatan tradisional. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 10:44

Stok Masker mulai Langka dan Harganya Melambung Kembali

Permintaan pasar yang tinggi seringkali membuat harga pun ikut naik begitu juga dengan kondisi yang terjadi pada masker.

Maskter kesehatan. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 10 Sep 2026, 08:58

Strategi Kuliah Luar Negeri Tembus Ivy League dan Program Pre-College

Sejak didirikan pada tahun 2003, Euro Management Indonesia mengembangkan pola pendampingan studi ke luar negeri secara terpadu dan terintegrasi.

Suasana belajar di Euro Management Indonesia, Menteng Jakarta. (Foto: Humas Euro MI)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)