5 Aktivitas Ngabeubeurang yang Berfaedah

8 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pagi itu, selepas ngaji subuh di Komunitas Belajar Musi, Aa Akil (11 tahun) tidak langsung pulang. Justru menghampiriku dengan langkah tergesa-gesa, meminta izin untuk pergi ke kampus bersama teman-temannya.

Bah, boleh menbal sambil ngabeubeurang?” tanyanya.

Kujawab singkat, “Muhun.”

Tak lama bocah kelas 5 itu menoleh lagi, seolah memastikan restu itu benar-benar utuh. “Bah jalan-jalan ke UIN, kan? Hayu barengan.”

Mentari terasa lebih hangat dari biasanya. Dalam langkah sederhana Aa bersama kawan-kawan menuju kampus sambil nyanyi riang gembira. Ada semangat, ikhtiar kecil yang sesungguhnya besar untuk terus merawat ilmu, pertemanan, dan kepercayaan.

Memang setiap daerah (wilayah) memiliki cara tersendiri dalam menyambut Ramadan. Di tanah Sunda, bulan puasa bukan hanya tentang ibadah, tetapi tentang bahasa dan kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat. Sejumlah kosakata khas muncul dan digunakan lintas generasi, membentuk lanskap kultural yang unik dan menarik.

Salah satunya ngabeubeurang. Istilah ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan cermin struktur sosial, kebiasaan kolektif, bahkan dinamika ekonomi musiman.

Tradisi menunggu siang di Bulan Ramadan (Sumber: www.mypangandaran.com | Foto: Istimewa)
Tradisi menunggu siang di Bulan Ramadan (Sumber: www.mypangandaran.com | Foto: Istimewa)

Merawat Ngabeubeurang

Jika ngabuburit identik dengan sore hari, maka ngabeubeurang merujuk pada aktivitas di waktu siang. Berasal dari kata beurang (siang), istilah ini menggambarkan kegiatan sejak pagi hingga menjelang sore selama berpuasa.

Ngabeubeurang biasanya diisi dengan aktivitas produktif ringan mulai dari membaca, bekerja, belajar, sampai berbincang (jalan) santai.

Dalam kultur Sunda, istilah ini menunjukkan kesadaran akan ritme waktu. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana mengelola energi sepanjang hari.

Dari perspektif sosial, ngabeubeurang memperlihatkan strategi adaptasi masyarakat terhadap perubahan pola konsumsi dan aktivitas selama Ramadan. Produktivitas di beberapa sektor formal bisa menurun, tetapi sektor informal, terutama persiapan kuliner untuk berbuka, justru mulai bergerak sejak siang hari sampai waktunya berbuka puasa. (Ayo Bandung, 15 Feb 2026, 15:22 WIB)

Berikut lima aktivitas ngabeubeurang yang kerap mewarnai Ramadan, baik di perkotaan maupun pedesaan:

Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

1. Ngadeureus dan Ngaji di Masjid

Sejak salat subuh hingga siang hari diisi dengan ngadeureus (mengaji bersama) yang dipimpin ajengan di masjid (Darussalam, Al-Hidayah, Al-Amanah, Ar Rohman), musala. Ibu-ibu biasanya memulai dengan membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan tilawah dengan target khatam 30 juz selama Ramadan.

Anak-anak belajar mengaji bersama guru ngaji (Rumah Belajar Musi), ada yang masih di tahap Iqra, mengeja “alif ba ta tsa”, ada pula yang sudah mulai membaca Alquran dengan tartil. Suasana ini menghadirkan nuansa religius yang asyik, hangat dan menyenangkan.

Membaca Alquran menghadirkan beragam manfaat bagi kehidupan seorang Muslim.

Pertama, manfaat spiritual yang bersifat transendental dalam meningkatkan keimanan. Bagi Muslim, tidak ada keraguan terhadap Alquran. Tadabur terhadap ayat-ayatnya akan mendekatkan kita kepada Allah dan memberi pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai aspek kehidupan, sehingga iman semakin kokoh.

Di dalam Alquran terdapat banyak ajaran luhur dan kisah umat terdahulu yang dapat menjadi pedoman dalam bertindak secara kontekstual di masa kini. Misalnya, Alquran yang diperjelas dengan berbagai hadis melarang praktik ekonomi monopolistik (QS Al-Hajj: 25) dan kecurangan dalam transaksi (QS Al-Mutaffifin: 2–3).

Secara empiris, praktik-praktik tersebut terbukti menimbulkan banyak mudarat. Kesadaran akan keindahan ajaran Islam semacam ini seharusnya semakin menguatkan keimanan seorang Muslim.

Kedua, manfaat rekreasional dalam arti luas, termasuk memberikan ketenangan dan relaksasi. Berbagai bukti ilmiah mendukung hal ini. Sebagai contoh, studi di Iran oleh Mahjoob et al. (2016) yang dipublikasikan dalam Journal of Religion and Health menemukan bahwa mendengarkan bacaan Alquran secara tartil, bahkan tanpa nada, dapat meningkatkan kesehatan mental dan ketenangan.

Studi lain oleh Magomaeva et al. (2019) merekam gelombang alfa menggunakan electroencephalograph (EEG) saat partisipan membaca dan mendengarkan bacaan Alquran. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Neurological Sciences ini menemukan aktivitas ini meningkatkan tingkat relaksasi dan berkontribusi pada optimalisasi fungsi sistem saraf pusat.

Ketiga, manfaat intelektual. Banyak ayat Alquran yang mengajak manusia untuk berpikir, bertafakur, dan merefleksikan berbagai fenomena empiris. Ini menunjukkan pentingnya membaca ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda alam).

Sebagai contoh, Alquran mengajak manusia untuk merenungkan langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan, gunung yang ditegakkan, dan hujan yang diturunkan. Pada ayat-ayat lain, dijelaskan pula tentang penciptaan alam semesta dan, yang tidak kalah penting, penciptaan manusia. Semua itu menjadi dorongan bagi manusia untuk berpikir kritis sekaligus menyadari kebesaran Allah SWT. (Fathul Wahid, 2023:3-4)

Warga Bandung tengah jalan santai bersama komunitas Kaki Besi Club. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Istimewa)
Warga Bandung tengah jalan santai bersama komunitas Kaki Besi Club. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Istimewa)

2. Jalan Santai Mengelilingi Lingkungan

Sebagian ibu dan bapak memanfaatkan waktu menjelang siang untuk berjalan santai di sekitar lapangan (voli, basket, tugu kujang), kampus (1 Cibiru, 2 Cimencrang, Tritan, Lados Cipadung) perkantoran (pusat pemerintahan, Alun-alun). Aktivitas ini menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tanpa menguras energi secara berlebihan.

Untuk di perkotaan, jalur wisata dan taman kota menjadi ruang interaksi sosial yang sederhana untuk jalan-jalan santai.

Hasil penelitian menunjukkan berjalan kaki dengan intensitas ringan dapat menurunkan risiko kematian dan penyakit jantung. Jika diresepkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, joging sebaiknya dilakukan dengan kecepatan minimal 2–3 km/jam selama total 100 menit per minggu (setara 200–300 MET/menit).

Bila dihitung, durasi itu setara dengan berjalan sekitar 10–15 menit setiap hari dalam satu minggu. Regimen ini sangat direkomendasikan untuk lansia karena durasi dan intensitasnya yang ringan dan relatif aman.

Bandingkan dengan usia yang lebih muda, durasi berjalan kaki dapat ditingkatkan hingga 150 menit per minggu agar memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal. Berbagai studi telah membuktikan bahwa berjalan kaki secara rutin dapat menurunkan angka kematian pada lansia dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Dengan membiasakan berjalan kaki memberikan efek positif bagi individu dengan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes melitus. Semakin tinggi intensitas (tetap dalam batas aman), semakin besar pula manfaat kesehatan yang dapat diperoleh.

Jalan kaki merupakan olahraga intensitas rendah yang aman dan efektif dilakukan selama bulan Ramadan. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran, meningkatkan kesehatan kardiometabolik, mengontrol kadar gula darah. Tentunya, berjalan kaki sangat dianjurkan bagi lansia maupun pemula.

Sore hari menjelang berbuka puasa atau setelah shalat tarawih menjadi waktu terbaik untuk berjalan kaki selama Ramadan.

Dengan melakukan jalan kaki selama 15–30 menit efektif membantu menstabilkan gula darah. Meningkatkan fungsi kognitif dan membantu menjaga berat badan.

Waktu yang direkomendasikan sekitar 60–90 menit sebelum berbuka puasa, setelah salat Isya atau tarawih.

Meskipun puasa dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik, menjaga intensitas jalan kaki pada tingkat ringan, hingga sedang sangat dianjurkan untuk mencegah penurunan kebugaran dan menghindari risiko dehidrasi berat.

Berjalan kaki adalah aktivitas sederhana, murah, dan mudah dilakukan, namun memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Pokoknya tidak ada alasan untuk menunda, mari mulai berjalan kaki demi hidup yang lebih sehat. (www.kemenkes.go.id)

Empat orang perempuan tengah asyik ngabeubeurang sambil bermain badminton di depan GOR Kampus I UIN Bandung, Kamis 19 Februari 2026 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Empat orang perempuan tengah asyik ngabeubeurang sambil bermain badminton di depan GOR Kampus I UIN Bandung, Kamis 19 Februari 2026 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

3. Olahraga Ringan Anak-anak dan Remaja

Anak laki-laki kerap maenbal di lapangan sepak bola, futsal, voli, basket. Kendati, untuk di beberapa wilayah perkotaan, bahkan ada yang memanfaatkan ruas jalan dengan pengawasan warga sekitar.

Anak perempuan biasanya bermain badminton di GOR, halaman rumah, depan perkantoran yang relatif sepi saat siang hari Ramadan.

Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Aspetar Orthopaedic and Sports Medicine Hospital, dibahas tema mengenai Ramadan dan sepak bola.

Dr. Yacine Zerguini, ahli ortopedi asal Aljazair, menyampaikan persoalan pemain sepak bola yang menjalani puasa merupakan hal yang kompleks dan tidak mudah dijelaskan.

Meskipun belum ada penelitian pasti mengenai dampak puasa Ramadan terhadap performa pemain sepak bola, karena sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental masing-masing individu. Menurutnya faktor keyakinan dan kondisi mental berperan penting dalam menjaga performa.

Pengalaman Frédéric Kanouté menunjukkan dengan kepercayaan (keyakinan) yang kuat, puasa tidak selalu berdampak negatif pada permainan, justru shaum membuatnya semakin kuat saat bertanding. (www.sport.detik.com)

Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

4. Permainan Tradisional

Di pedesaan, permainan tradisional seperti ucing-ucingan, petak umpet, bola sarung, engkle, egrang, congklak, kaleci (kelereng), boy-boyan, masih sering terdengar dan dilakukan anak-anak pada saat puasa. Permainan ini bukan hanya mengisi waktu, tetapi berusaha mempererat kebersamaan dan menjaga tradisi permainan lokal agar tetap hidup di tengah arus digitalisasi.

Ada Komunitas Hong, yang mencoba melestarikan permainan tradisional Indonesia, khususnya kaulinan (permainan) yang dikenal di Tatar Sunda. “Sekarang jumlah yang sudah kami kumpulkan sudah ada 890 jenis,” kata pendiri Komunitas Hong, M. Zaini Alif.

Bermain bukan hanya menjadi lihai dan tangkas. Tapi, berusaha mengenal dan menyelami arti dan makna dari setiap jenis permainannya. Permainan anak-anak tradisional, bisa membantu membentuk watak anak.

Terutama yang terkait dengan daya kreatif, inovatif, jiwa sosial, kehidupan berbudaya, berbudi, dan beriman.(www.ciburial.desa.id)

Aa Akil tengah asyik bermain sepeda di depan Gedung O. Djauharuddin AR Kampus I UIN Bandung, Sabtu 10 Mei 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil tengah asyik bermain sepeda di depan Gedung O. Djauharuddin AR Kampus I UIN Bandung, Sabtu 10 Mei 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

5. Bersepeda dan Motor-motoran

Sebagian anak memilih bersepeda keliling kampung, kompleks perumahan. Ada pula yang bermain “motor-motoran” (mengendarai sepeda motor jarak dekat dengan pengawasan orang tua), ya sekadar berkeliling untuk mengisi waktu sebelum sore tiba.

Hasil riset menunjukkan bersepeda saat puasa dapat dilakukan dengan jarak dekat agar tidak terlalu melelahkan. Ini dapat membantu membakar lemak, kalori, yang bermanfaat untuk menyehatkan jantung dan mengencangkan otot.

Bersepeda termasuk jenis olahraga kardio yang berfungsi menjaga kesehatan jantung, paru-paru, melancarkan sirkulasi darah. Jika dilakukan secara rutin, bersepeda dapat membantu menurunkan kadar lemak dalam darah, sehingga memberikan efek positif bagi penderita tekanan darah tinggi.(www.dinkes.gorontaloprov.go.id)

Ilustrasi anak-anak belajar bersama di luar lingkungan sekolah. (Sumber: Designed by Freepik | Foto: Istimewa)
Ilustrasi anak-anak belajar bersama di luar lingkungan sekolah. (Sumber: Designed by Freepik | Foto: Istimewa)

Pada akhirnya ngabeubeurang bukan hanya aktivitas menunggu waktu siang hingga berbuka. Justru menjadi potret bersama bagaimana masyarakat Sunda merawat waktu siang Ramadan dengan ritme yang khas produktif, religius, dan dilakukan secara bersama-sama (berjemaah).

Dengan demikian, ngabeubeurang sejatinya menjadi madrasah kecil tentang manajemen diri untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, dan keseimbangan. Siang hari yang panjang bukan untuk dikeluhkan, tetapi dimaknai dengan cara diisi aktivitas produktif, bermanfaat dan bernuansa religius.

Walhasil, berbagai tradisi Sunda, bahasa menjadi jembatan nilai, moral. Dengan melakukan aktivitas ngabeubeurang, kita belajar ihwal puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perjalanan bersama yang membentuk karakter dan menjaga keimanan yang kokoh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

Ayo Netizen 18 Feb 2026, 17:07

Mapag Puasa

Mapag Puasa

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)