5 Aktivitas Ngabeubeurang yang Berfaedah

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Jumat 20 Feb 2026, 21:17 WIB
Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pagi itu, selepas ngaji subuh di Komunitas Belajar Musi, Aa Akil (11 tahun) tidak langsung pulang. Justru menghampiriku dengan langkah tergesa-gesa, meminta izin untuk pergi ke kampus bersama teman-temannya.

Bah, boleh menbal sambil ngabeubeurang?” tanyanya.

Kujawab singkat, “Muhun.”

Tak lama bocah kelas 5 itu menoleh lagi, seolah memastikan restu itu benar-benar utuh. “Bah jalan-jalan ke UIN, kan? Hayu barengan.”

Mentari terasa lebih hangat dari biasanya. Dalam langkah sederhana Aa bersama kawan-kawan menuju kampus sambil nyanyi riang gembira. Ada semangat, ikhtiar kecil yang sesungguhnya besar untuk terus merawat ilmu, pertemanan, dan kepercayaan.

Memang setiap daerah (wilayah) memiliki cara tersendiri dalam menyambut Ramadan. Di tanah Sunda, bulan puasa bukan hanya tentang ibadah, tetapi tentang bahasa dan kebiasaan yang hidup di tengah masyarakat. Sejumlah kosakata khas muncul dan digunakan lintas generasi, membentuk lanskap kultural yang unik dan menarik.

Salah satunya ngabeubeurang. Istilah ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan cermin struktur sosial, kebiasaan kolektif, bahkan dinamika ekonomi musiman.

Tradisi menunggu siang di Bulan Ramadan (Sumber: www.mypangandaran.com | Foto: Istimewa)
Tradisi menunggu siang di Bulan Ramadan (Sumber: www.mypangandaran.com | Foto: Istimewa)

Merawat Ngabeubeurang

Jika ngabuburit identik dengan sore hari, maka ngabeubeurang merujuk pada aktivitas di waktu siang. Berasal dari kata beurang (siang), istilah ini menggambarkan kegiatan sejak pagi hingga menjelang sore selama berpuasa.

Ngabeubeurang biasanya diisi dengan aktivitas produktif ringan mulai dari membaca, bekerja, belajar, sampai berbincang (jalan) santai.

Dalam kultur Sunda, istilah ini menunjukkan kesadaran akan ritme waktu. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi bagaimana mengelola energi sepanjang hari.

Dari perspektif sosial, ngabeubeurang memperlihatkan strategi adaptasi masyarakat terhadap perubahan pola konsumsi dan aktivitas selama Ramadan. Produktivitas di beberapa sektor formal bisa menurun, tetapi sektor informal, terutama persiapan kuliner untuk berbuka, justru mulai bergerak sejak siang hari sampai waktunya berbuka puasa. (Ayo Bandung, 15 Feb 2026, 15:22 WIB)

Berikut lima aktivitas ngabeubeurang yang kerap mewarnai Ramadan, baik di perkotaan maupun pedesaan:

Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

1. Ngadeureus dan Ngaji di Masjid

Sejak salat subuh hingga siang hari diisi dengan ngadeureus (mengaji bersama) yang dipimpin ajengan di masjid (Darussalam, Al-Hidayah, Al-Amanah, Ar Rohman), musala. Ibu-ibu biasanya memulai dengan membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan tilawah dengan target khatam 30 juz selama Ramadan.

Anak-anak belajar mengaji bersama guru ngaji (Rumah Belajar Musi), ada yang masih di tahap Iqra, mengeja “alif ba ta tsa”, ada pula yang sudah mulai membaca Alquran dengan tartil. Suasana ini menghadirkan nuansa religius yang asyik, hangat dan menyenangkan.

Membaca Alquran menghadirkan beragam manfaat bagi kehidupan seorang Muslim.

Pertama, manfaat spiritual yang bersifat transendental dalam meningkatkan keimanan. Bagi Muslim, tidak ada keraguan terhadap Alquran. Tadabur terhadap ayat-ayatnya akan mendekatkan kita kepada Allah dan memberi pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai aspek kehidupan, sehingga iman semakin kokoh.

Di dalam Alquran terdapat banyak ajaran luhur dan kisah umat terdahulu yang dapat menjadi pedoman dalam bertindak secara kontekstual di masa kini. Misalnya, Alquran yang diperjelas dengan berbagai hadis melarang praktik ekonomi monopolistik (QS Al-Hajj: 25) dan kecurangan dalam transaksi (QS Al-Mutaffifin: 2–3).

Secara empiris, praktik-praktik tersebut terbukti menimbulkan banyak mudarat. Kesadaran akan keindahan ajaran Islam semacam ini seharusnya semakin menguatkan keimanan seorang Muslim.

Kedua, manfaat rekreasional dalam arti luas, termasuk memberikan ketenangan dan relaksasi. Berbagai bukti ilmiah mendukung hal ini. Sebagai contoh, studi di Iran oleh Mahjoob et al. (2016) yang dipublikasikan dalam Journal of Religion and Health menemukan bahwa mendengarkan bacaan Alquran secara tartil, bahkan tanpa nada, dapat meningkatkan kesehatan mental dan ketenangan.

Studi lain oleh Magomaeva et al. (2019) merekam gelombang alfa menggunakan electroencephalograph (EEG) saat partisipan membaca dan mendengarkan bacaan Alquran. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Neurological Sciences ini menemukan aktivitas ini meningkatkan tingkat relaksasi dan berkontribusi pada optimalisasi fungsi sistem saraf pusat.

Ketiga, manfaat intelektual. Banyak ayat Alquran yang mengajak manusia untuk berpikir, bertafakur, dan merefleksikan berbagai fenomena empiris. Ini menunjukkan pentingnya membaca ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda alam).

Sebagai contoh, Alquran mengajak manusia untuk merenungkan langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan, gunung yang ditegakkan, dan hujan yang diturunkan. Pada ayat-ayat lain, dijelaskan pula tentang penciptaan alam semesta dan, yang tidak kalah penting, penciptaan manusia. Semua itu menjadi dorongan bagi manusia untuk berpikir kritis sekaligus menyadari kebesaran Allah SWT. (Fathul Wahid, 2023:3-4)

Warga Bandung tengah jalan santai bersama komunitas Kaki Besi Club. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Istimewa)
Warga Bandung tengah jalan santai bersama komunitas Kaki Besi Club. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Istimewa)

2. Jalan Santai Mengelilingi Lingkungan

Sebagian ibu dan bapak memanfaatkan waktu menjelang siang untuk berjalan santai di sekitar lapangan (voli, basket, tugu kujang), kampus (1 Cibiru, 2 Cimencrang, Tritan, Lados Cipadung) perkantoran (pusat pemerintahan, Alun-alun). Aktivitas ini menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tanpa menguras energi secara berlebihan.

Untuk di perkotaan, jalur wisata dan taman kota menjadi ruang interaksi sosial yang sederhana untuk jalan-jalan santai.

Hasil penelitian menunjukkan berjalan kaki dengan intensitas ringan dapat menurunkan risiko kematian dan penyakit jantung. Jika diresepkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat, joging sebaiknya dilakukan dengan kecepatan minimal 2–3 km/jam selama total 100 menit per minggu (setara 200–300 MET/menit).

Bila dihitung, durasi itu setara dengan berjalan sekitar 10–15 menit setiap hari dalam satu minggu. Regimen ini sangat direkomendasikan untuk lansia karena durasi dan intensitasnya yang ringan dan relatif aman.

Bandingkan dengan usia yang lebih muda, durasi berjalan kaki dapat ditingkatkan hingga 150 menit per minggu agar memperoleh manfaat kesehatan yang lebih optimal. Berbagai studi telah membuktikan bahwa berjalan kaki secara rutin dapat menurunkan angka kematian pada lansia dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Dengan membiasakan berjalan kaki memberikan efek positif bagi individu dengan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes melitus. Semakin tinggi intensitas (tetap dalam batas aman), semakin besar pula manfaat kesehatan yang dapat diperoleh.

Jalan kaki merupakan olahraga intensitas rendah yang aman dan efektif dilakukan selama bulan Ramadan. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran, meningkatkan kesehatan kardiometabolik, mengontrol kadar gula darah. Tentunya, berjalan kaki sangat dianjurkan bagi lansia maupun pemula.

Sore hari menjelang berbuka puasa atau setelah shalat tarawih menjadi waktu terbaik untuk berjalan kaki selama Ramadan.

Dengan melakukan jalan kaki selama 15–30 menit efektif membantu menstabilkan gula darah. Meningkatkan fungsi kognitif dan membantu menjaga berat badan.

Waktu yang direkomendasikan sekitar 60–90 menit sebelum berbuka puasa, setelah salat Isya atau tarawih.

Meskipun puasa dapat menyebabkan penurunan aktivitas fisik, menjaga intensitas jalan kaki pada tingkat ringan, hingga sedang sangat dianjurkan untuk mencegah penurunan kebugaran dan menghindari risiko dehidrasi berat.

Berjalan kaki adalah aktivitas sederhana, murah, dan mudah dilakukan, namun memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Pokoknya tidak ada alasan untuk menunda, mari mulai berjalan kaki demi hidup yang lebih sehat. (www.kemenkes.go.id)

Empat orang perempuan tengah asyik ngabeubeurang sambil bermain badminton di depan GOR Kampus I UIN Bandung, Kamis 19 Februari 2026 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Empat orang perempuan tengah asyik ngabeubeurang sambil bermain badminton di depan GOR Kampus I UIN Bandung, Kamis 19 Februari 2026 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

3. Olahraga Ringan Anak-anak dan Remaja

Anak laki-laki kerap maenbal di lapangan sepak bola, futsal, voli, basket. Kendati, untuk di beberapa wilayah perkotaan, bahkan ada yang memanfaatkan ruas jalan dengan pengawasan warga sekitar.

Anak perempuan biasanya bermain badminton di GOR, halaman rumah, depan perkantoran yang relatif sepi saat siang hari Ramadan.

Dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Aspetar Orthopaedic and Sports Medicine Hospital, dibahas tema mengenai Ramadan dan sepak bola.

Dr. Yacine Zerguini, ahli ortopedi asal Aljazair, menyampaikan persoalan pemain sepak bola yang menjalani puasa merupakan hal yang kompleks dan tidak mudah dijelaskan.

Meskipun belum ada penelitian pasti mengenai dampak puasa Ramadan terhadap performa pemain sepak bola, karena sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental masing-masing individu. Menurutnya faktor keyakinan dan kondisi mental berperan penting dalam menjaga performa.

Pengalaman Frédéric Kanouté menunjukkan dengan kepercayaan (keyakinan) yang kuat, puasa tidak selalu berdampak negatif pada permainan, justru shaum membuatnya semakin kuat saat bertanding. (www.sport.detik.com)

Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

4. Permainan Tradisional

Di pedesaan, permainan tradisional seperti ucing-ucingan, petak umpet, bola sarung, engkle, egrang, congklak, kaleci (kelereng), boy-boyan, masih sering terdengar dan dilakukan anak-anak pada saat puasa. Permainan ini bukan hanya mengisi waktu, tetapi berusaha mempererat kebersamaan dan menjaga tradisi permainan lokal agar tetap hidup di tengah arus digitalisasi.

Ada Komunitas Hong, yang mencoba melestarikan permainan tradisional Indonesia, khususnya kaulinan (permainan) yang dikenal di Tatar Sunda. “Sekarang jumlah yang sudah kami kumpulkan sudah ada 890 jenis,” kata pendiri Komunitas Hong, M. Zaini Alif.

Bermain bukan hanya menjadi lihai dan tangkas. Tapi, berusaha mengenal dan menyelami arti dan makna dari setiap jenis permainannya. Permainan anak-anak tradisional, bisa membantu membentuk watak anak.

Terutama yang terkait dengan daya kreatif, inovatif, jiwa sosial, kehidupan berbudaya, berbudi, dan beriman.(www.ciburial.desa.id)

Aa Akil tengah asyik bermain sepeda di depan Gedung O. Djauharuddin AR Kampus I UIN Bandung, Sabtu 10 Mei 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil tengah asyik bermain sepeda di depan Gedung O. Djauharuddin AR Kampus I UIN Bandung, Sabtu 10 Mei 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

5. Bersepeda dan Motor-motoran

Sebagian anak memilih bersepeda keliling kampung, kompleks perumahan. Ada pula yang bermain “motor-motoran” (mengendarai sepeda motor jarak dekat dengan pengawasan orang tua), ya sekadar berkeliling untuk mengisi waktu sebelum sore tiba.

Hasil riset menunjukkan bersepeda saat puasa dapat dilakukan dengan jarak dekat agar tidak terlalu melelahkan. Ini dapat membantu membakar lemak, kalori, yang bermanfaat untuk menyehatkan jantung dan mengencangkan otot.

Bersepeda termasuk jenis olahraga kardio yang berfungsi menjaga kesehatan jantung, paru-paru, melancarkan sirkulasi darah. Jika dilakukan secara rutin, bersepeda dapat membantu menurunkan kadar lemak dalam darah, sehingga memberikan efek positif bagi penderita tekanan darah tinggi.(www.dinkes.gorontaloprov.go.id)

Ilustrasi anak-anak belajar bersama di luar lingkungan sekolah. (Sumber: Designed by Freepik | Foto: Istimewa)
Ilustrasi anak-anak belajar bersama di luar lingkungan sekolah. (Sumber: Designed by Freepik | Foto: Istimewa)

Pada akhirnya ngabeubeurang bukan hanya aktivitas menunggu waktu siang hingga berbuka. Justru menjadi potret bersama bagaimana masyarakat Sunda merawat waktu siang Ramadan dengan ritme yang khas produktif, religius, dan dilakukan secara bersama-sama (berjemaah).

Dengan demikian, ngabeubeurang sejatinya menjadi madrasah kecil tentang manajemen diri untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, dan keseimbangan. Siang hari yang panjang bukan untuk dikeluhkan, tetapi dimaknai dengan cara diisi aktivitas produktif, bermanfaat dan bernuansa religius.

Walhasil, berbagai tradisi Sunda, bahasa menjadi jembatan nilai, moral. Dengan melakukan aktivitas ngabeubeurang, kita belajar ihwal puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perjalanan bersama yang membentuk karakter dan menjaga keimanan yang kokoh. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

Ayo Netizen 18 Feb 2026, 17:07

Mapag Puasa

Mapag Puasa

News Update

Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)
Seni Budaya 03 Mar 2026, 16:37

Sejarah Batik Pekalongan, Warisan Budaya dari Pantura Sejak 1802

Sejak awal 1800-an, batik di Pekalongan berkembang dari perdagangan pesisir hingga diakui UNESCO sebagai bagian jejaring kota kreatif dunia.

Kain sarung motif batik Pekalongan tahun 1980-an di Museum Honolulu. (Sumber: Wikimedia)