Baru Lahir, @ceritahegarmanah Langsung Tancap Gas Angkat UMKM dan Cerita Warga Lokal

4 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Wina Elia, admin homeless media @ceritahegarmanah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wina Elia, admin homeless media @ceritahegarmanah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Kelurahan Hegarmanah di Kecamatan Cidadap menyimpan banyak cerita yang kerap luput di tengah hiruk pikuk Kota Bandung. Di sana ada Pancuran Tujuh—yang dulu dikenal sebagai sumber air penyembuh—kini berganti nama menjadi Mata Air Cikendi setelah diresmikan wali kota. Airnya tetap mengalir tenang di balik sekat tembok menyerupai kamar mandi umum. Meski tak seramai dulu, tempat itu masih didatangi warga yang percaya pada kesegarannya.

Tak jauh dari mata air itu, aroma bakso mengepul dari warung sederhana di tepi jalan. Di kawasan yang sama, Cireng Racing di Jalan Ciumbuleuit pernah viral karena antreannya yang panjang. Sore hari, para pejalan kaki kerap berhenti, entah untuk membeli camilan atau sekadar penasaran melihat ramainya pembeli.

Hegarmanah berada di dataran tinggi yang rawan longsor dan banjir. Namun di balik kerentanannya, tersimpan potensi yang belum banyak dikenal, bahkan oleh warga Bandung sendiri. Dari obrolan ringan saat pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Cidadap, lahirlah sebuah akun Instagram bernama @ceritahegarmanah.

Iseng Saat KSB, Lahirnya Cerita Hegarmanah

Wina Elia (32), yang akrab disapa Wina, tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi penggerak cerita-cerita lokal Hegarmanah. Sehari-hari ia mengelola media sosial resmi Kecamatan Cidadap dan terbiasa menyampaikan informasi kebencanaan maupun aspirasi warga.

“Awal dibuatnya pas pembentukan KSB Cidadap. Kebetulan saya pegang media sosial resmi Kecamatan Cidadap. Waktu itu lagi ada bencana banjir sama longsor tahun 2025,” kenangnya.

Obrolan itu terjadi di Lapangan Cipicung saat pelantikan KSB. Wina berada satu kelompok dengan pengelola @infociumbuleuit dan @cipicungbergerak. Dari percakapan santai itulah muncul gagasan membuat akun khusus untuk Hegarmanah yang belum punya representasi digital.

“Eh, katanya si Hegarmanah tuh kayaknya belum ada akun nih media sosialnya. Iseng awalnya. Ya udah, cobalah bikin,” ujarnya sambil tersenyum.

Dari Pancuran Tujuh hingga UMKM Viral

Konten pertama @ceritahegarmanah diunggah pada 10 Oktober 2025. Sejak itu, akun tersebut tumbuh sebagai ruang berbagi cerita lokal—mulai dari potensi wisata seperti Pancuran Tujuh, aktivitas warga, hingga UMKM makanan rumahan.

Berbeda dengan sejumlah media lokal lain yang sering mengangkat isu trotoar rusak atau berita viral penuh kontroversi, @ceritahegarmanah memilih jalur yang lebih tenang. Fokusnya pada cerita-cerita positif tentang warga dan potensi lingkungan.

“Aku lebih pengennya ngangkat cerita yang ada di Hegarmanah, potensi-potensi sama makanan sih, UMKM. Belum kepikiran kalau untuk ngangkat cerita yang lagi hangat di berita,” tegas Wina.

Ia turun langsung mengumpulkan bahan konten. Bersama teman-temannya, Wina membeli makanan UMKM menggunakan uang pribadi, merekam video, mengeditnya sendiri, lalu menambahkan caption sebelum diunggah ke Instagram.

“Sambil jajan sambil mengenalkan. Beli pakai uang sendiri,” katanya sambil tertawa ringan.

Hasilnya cukup mengejutkan. Satu unggahan tentang bakso sederhana pernah menembus 8.000 tayangan—angka yang besar untuk akun komunitas lokal. Cireng Racing di Jalan Ciumbuleuit, bakso rumahan ibu-ibu, hingga warung minuman kecil ikut terdongkrak setelah diposting.

“Banyak banget. Kebanyakan FnB. Kita coba bantu dengan kekuatan media yang ada di kita dulu. Lumayan kalau viral, peningkatan juga untuk mereka,” jelasnya antusias.

Selain kuliner, Wina juga menyoroti potensi lain. RW 09 memiliki bank sampah kreatif yang mengolah minyak jelantah menjadi lilin cantik seharga Rp2.000 per buah. PKK setempat rutin mengadakan senam lansia. Ada pula program “Buruan Saya” yang mendorong warga menanam sayur di pekarangan untuk mencegah stunting.

Posting Saat Prime Time

Strateginya sederhana. Wina mengunggah konten saat jam istirahat siang, ketika orang-orang cenderung membuka Instagram sambil makan. Awalnya ia membatasi satu unggahan per hari agar algoritma lebih stabil. Kini pengikutnya memang baru ratusan, namun kolaborasi dengan akun lain mampu mendatangkan ribuan penonton.

Pengalamannya bekerja di Trantib Kecamatan Cidadap juga memberi warna tersendiri. Ia kerap membagikan informasi kehilangan KTP atau motor lewat Instagram Story.

“Ada aduan masuk nge-tag. Ditanya-tanya dulu di story,” ujarnya singkat.

Bertahan dengan Perangkat Terbatas

Tantangan terbesar datang dari keterbatasan perangkat. Ponsel yang digunakan khusus membuat konten sering penuh memori, membuat proses editing tersendat. Semua dikerjakan sendiri—memotret, merekam, mengedit, menulis caption, hingga mengunggah.

Kesibukan di Trantib sempat membuat akun itu berhenti cukup lama. Namun dukungan dari rekan-rekan media komunitas seperti Info Ciumbuleuit dan Cipicung Bergerak membangkitkan kembali semangatnya. Ia bahkan sudah membuat akun TikTok, meski belum diisi konten.

Harapannya sederhana: konsisten mengunggah minimal satu konten per hari dan diakui warga sebagai sumber informasi terpercaya. Ia juga ingin suatu hari nanti diakui secara resmi sebagai mitra media kelurahan atau kecamatan.

“Pengennya seperti itu, media yang benar-benar. Proses dulu dari bawah,” katanya.

Di tengah kawasan yang rawan bencana, @ceritahegarmanah hadir tanpa sensasi dan tanpa drama. Hegarmanah—yang dalam bahasa Sunda berarti hati yang bersih dan tulus—pelan-pelan menemukan wajah digitalnya. Satu unggahan demi satu unggahan, cerita-cerita kecil tentang warganya terus mengalir dari layar ponsel Wina.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)