Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari. Mulai dari berkomunikasi, belajar, bekerja, berbelanja, hingga mengurus berbagai dokumen pemerintahan, semuanya semakin bergantung pada jaringan internet. Internet bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern.

Karena itu, langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengembangkan Bandung Government Internet Exchange (Bdg-GoX) patut mendapat perhatian. Program ini dirancang untuk memperkuat integrasi jaringan pemerintahan, meningkatkan efisiensi koneksi, sekaligus mendukung kedaulatan informasi di tingkat kota.

Namun, di balik pembangunan infrastruktur digital tersebut, ada harapan masyarakat yang tidak kalah penting. Warga Bandung juga membutuhkan akses internet yang murah, bahkan gratis, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah, pelajar, mahasiswa, dan pekerja sektor informal.

Integrasi Jaringan Pemerintahan

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana, menjelaskan bahwa Bdg-GoX dikembangkan untuk mengintegrasikan jaringan dan aplikasi pemerintahan yang selama ini menggunakan infrastruktur serta penyedia layanan internet berbeda.

Melalui simpul pertukaran jaringan atau internet exchange, koneksi antarsistem pemerintahan diharapkan dapat berlangsung lebih langsung dan efisien. Dengan demikian, komunikasi data tidak harus melewati jalur jaringan yang berputar sehingga latensi atau waktu tunda koneksi dapat ditekan.

Infrastruktur Bdg-GoX didukung keberadaan server di Bandung Command Center (BCC) dan perangkat jaringan di Gedung BBU, Wisma Bumi Putra, kawasan Asia-Afrika. Lokasi tersebut menjadi tempat berkumpulnya sejumlah penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP).

Diskominfo juga telah memiliki kabel jaringan sendiri yang menghubungkan kawasan Balai Kota dengan Gedung BBU. Dengan infrastruktur tersebut, ISP yang terhubung di Gedung BBU berpeluang menghubungkan pelanggannya dengan jaringan pemerintahan secara lebih langsung.

Saat ini, program tersebut masih dalam tahap sosialisasi dan uji coba teknis. Pengujian direncanakan dimulai dengan sekitar 10 perangkat daerah. Pemkot Bandung menargetkan lebih dari 60 persen perangkat daerah terintegrasi pada 2027.

Langkah ini memiliki arti penting bagi penguatan layanan pemerintahan digital. Apalagi, kecepatan koneksi, keamanan informasi, dan kesinambungan pelayanan menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan modern.

Internet Sudah Menjadi Kebutuhan

Meskipun demikian, manfaat pembangunan infrastruktur digital seharusnya tidak berhenti di lingkungan birokrasi. Masyarakat sebagai pengguna layanan pemerintahan juga perlu memperoleh manfaat nyata.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025 menunjukkan penetrasi internet Indonesia telah mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta penduduk. Angka tersebut meningkat dibandingkan 79,50 persen pada 2024. Sementara itu, penetrasi internet di Jawa mencapai 84,69 persen.

Data tersebut menggambarkan betapa luasnya ketergantungan masyarakat terhadap teknologi digital. Namun, tingginya penggunaan internet tidak selalu berarti seluruh masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang sama untuk membayar layanan tersebut.

Bagi keluarga berpenghasilan rendah, pengeluaran internet harus diperhitungkan bersama kebutuhan lain seperti makanan, transportasi, pendidikan, listrik, dan kesehatan. Belum lagi kebutuhan membeli paket data telepon seluler yang harus diisi ulang secara berkala.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi. Jangan sampai masyarakat memiliki kesempatan menggunakan layanan digital, tetapi terbebani biaya untuk mengaksesnya.

Belajar dari Kota Lain

Sejumlah kota telah mengembangkan kebijakan internet publik sebagai bagian dari pelayanan masyarakat.

Di Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki program JakWifi. Program ini menyediakan layanan internet gratis melalui ribuan titik akses yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta. Lokasinya antara lain kawasan permukiman, taman kota, ruang publik ramah anak, dan fasilitas masyarakat lainnya. Warga dapat mencari titik akses melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

Di Seoul, Korea Selatan, pemerintah kota menyediakan jaringan Wi-Fi publik gratis di berbagai ruang kota, seperti jalan utama, pasar tradisional, taman, halte bus, tempat wisata, fasilitas budaya, dan fasilitas kesejahteraan sosial. Seoul juga menyediakan jaringan SEOUL_Secure untuk meningkatkan keamanan koneksi penggunanya.

Sementara itu, Singapura mengembangkan Wireless@SGx, layanan Wi-Fi publik gratis yang dapat digunakan di berbagai lokasi, termasuk pusat perbelanjaan, perpustakaan, kafe, dan fasilitas umum. Layanan ini menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas digital masyarakat dan pengunjung.

Contoh lain adalah New York melalui program LinkNYC. Kota ini menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis melalui kios-kios digital yang tersebar di berbagai kawasan. Selain akses internet, fasilitas tersebut menyediakan pengisian daya perangkat, panggilan telepon, serta akses informasi layanan kota.

Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa internet gratis bukan sesuatu yang mustahil. Namun, model pembiayaan, cakupan layanan, dan pengelolaannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing kota.

Bdg-GoX dan Harapan Internet Publik

Dalam konteks Bandung, Bdg-GoX sebenarnya dapat menjadi salah satu fondasi untuk mengembangkan kebijakan internet publik. Namun, perlu dipahami bahwa internet exchange berbeda dengan layanan Wi-Fi gratis. Bdg-GoX merupakan infrastruktur pertukaran dan integrasi jaringan, bukan program yang secara otomatis memberikan kuota internet gratis kepada masyarakat.

Karena itu, Pemkot Bandung perlu merancang kebijakan lanjutan yang menghubungkan infrastruktur tersebut dengan kebutuhan warga.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membangun jaringan Wi-Fi publik secara bertahap di taman kota, perpustakaan, sekolah, kantor kelurahan, puskesmas, pasar tradisional, serta ruang pelayanan masyarakat. Prioritas juga perlu diberikan kepada kawasan permukiman padat dan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses internet.

Pemkot Bandung dapat bekerja sama dengan ISP melalui skema kemitraan, pemanfaatan infrastruktur bersama, tanggung jawab sosial perusahaan, maupun dukungan anggaran daerah. Keberadaan Bdg-GoX juga berpotensi menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan penyedia layanan internet untuk meningkatkan efisiensi akses menuju layanan digital pemerintahan.

Sudah selayaknya penyediaan internet publik harus disertai pengamanan jaringan, pembatasan penggunaan yang wajar, perlindungan data pribadi, serta pemeliharaan perangkat secara berkala. Jangan sampai fasilitas gratis justru menjadi pintu masuk pencurian data atau penyalahgunaan jaringan.

Jangan Hanya Pemerintah yang Terkoneksi

Pembangunan kota digital semestinya tidak hanya diukur dari banyaknya aplikasi pemerintahan atau canggihnya pusat kendali kota. Ukuran keberhasilannya juga terletak pada seberapa luas masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi tersebut.

Bdg-GoX merupakan langkah menuju integrasi jaringan dan penguatan kedaulatan informasi. Akan tetapi, cita-cita Bandung sebagai kota digital perlu dilengkapi dengan kebijakan pemerataan akses internet.

Publik berharap, ketika pemerintah semakin mudah mengakses dan mengelola data, masyarakat juga semakin mudah mengakses pendidikan, informasi, peluang usaha, dan pelayanan publik tanpa terbebani biaya internet yang mahal.

Sudah saatnya Pemkot Bandung memikirkan program internet murah, bahkan Wi-Fi gratis di ruang-ruang publik. Jangan sampai pemerintah semakin terkoneksi, sementara sebagian warganya masih harus berhitung setiap kali membeli kuota.

Keniscayaan, kota digital yang sesungguhnya bukan hanya kota yang memiliki jaringan internet canggih, melainkan kota yang memastikan seluruh warganya memperoleh kesempatan yang adil untuk terhubung dengan dunia digital. (SRI)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 13:06

Solusi Bijak Menangani Lahan Gambut

Memelajari metode restorasi, pengelolaan air yang tepat dan aksi nyata menjaga ekosistem demi mencegah bencana lingkungan.

Hutan dan lahan gambut. (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Beranda 29 Okt 2026, 11:52

Rp3 Miliar untuk Skatepark di Lapangan Teuku Umar: Siapa yang Diuntungkan, Warga atau Proyek?

Sejumlah warga Coblong menolak lapangan bola gratis diubah multifungsi dengan skatepark. Mereka mempertanyakan siapa yang sebenarnya dilayani dan mengaku belum pernah diajak bicara.

Pengguna Lapangan Teuku Umar membentangkan spanduk penolakan terhadap rencana revitalisasi yang dinilai berpotensi mengurangi ruang kebersamaan warga di Kecamatan Coblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathun Romadhan)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 09:36

Sumpah dari Masa ke Masa

Membicarakan "sumpah" yang dicatat sejarah.

Sumpah dari Masa ke Masa. (Sumber: GeminiAI)
Beranda 29 Okt 2026, 09:35

Nyala dari yang Terbuang: Ekonomi Sirkular Guwosari, Mengubah Sampah menjadi Harapan

Di tingkat hulu, program dilakukan dengan memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dari pintu ke pintu.

Warga binaan SS dan FH membuat kerajinan dari bahan daur ulang sampah di Rutan Kelas IIB Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 11 September 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 08:56

Peran Ganda Perempuan dalam Kondisi Karhutla

Dalam segala keadaan perempuan seringkali harus menjalani berbagai macam peran baik berdasarkan keinginan ataupun tuntutan sosial.

Ilustrasi Perempuan mendampingi anaknya belajar. (Sumber: Generated AI)