Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)

Hastag Stop The Wedding menjadi tranding di media sosial setelah Ashe mengeluarkan single dengan judul "Stop The Wedding" ramai menjadi backsound yang digunakan saat membagikan konten terkait dengan pengalaman traumatis perempuan dalam pernikahan.

Beberapa tahun terakhir angka pernikahan menurun dan berjalan terbalik ketika angka perceraian justru menurun. Berdasarkan data yang dilansir dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang menunjukkan dalam waktu satu dekade terakhir angka pernikahan menurun dari kisaran 2.11 juta menjadi sekitar1.48 juta. Sementara dilansir dari kompas.com angka perceraian (gabungan dari cerai talak dan cerai gugat yang di putus di pengadilan) menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 438. 168 kasus perceraian.

Dalam dua bulan sejak video musiknya tayang di youtube sudah ada 19 juta penonton dengan 198 ribu like dan 2.8 ribu komentar para perempuan yang membagikan pengalaman traumatis dalam pernikahannya. Beragam pengalaman yang dirasakan banyak perempuan memang banyak merepresentasikan bagaimana sejauh ini posisi seorang perempuan dalam pernikahan. Meski ini bukan menjadi hal yang harus dinormalisasi bahwa semua perempuan mendapatkan pengalaman buruk yang sama. Masih ada perempuan lain yang cukup beruntung mendapatkan pasangan yang ideal dan justru punya hubungan yang sehat untuk saling bertumbuh.

Bagi saya seorang perempuan yang memiliki privilege menjadi WNI dan hidup ditengah ekonomi yang tidak stabil, menikah adalah sebuah pilihan hidup yang perlu melalui banyak proses pertimbangan. Menikah bagi perempuan tidak sekedar untuk mendapatkan status baru di KTP. Menikah bagi perempuan tidak sekedar terhindar dari rasa kesepian. Menikah bagi perempuan tidak sekedar memberhentikan mulut tetangga yang berkata "Kapan nikah ?".

Menikah bagi perempuan seperti menyerahkan seluruh kehidupannya untuk mengabdikan diri kepada anak dan suami. Menikah bagi perempuan juga harus siap kehilangan eksplorasi diri jika mendapatkan pasangan yang tidak saling mengerti. Menikah juga menjadikan perempuan memiliki banyak peran dalam hidupnya terlebih jika pasangannya hanya ongkang kaki di rumah dan perempuan menjadi tulang punggung perekonomian keluarga.

Kondisi yang memberitakan terhadap kekejaman fisik maupun seksual pun turut menjadi pengingat bagi para perempuan single bahwa jangan terjebak dalam hubungan yang toxic. Seperti berita yang pernah terjadi terhadap perempuan di Bandung. Awalnya dia memiliki kehidupan yang menurut saya cukup stabil bagi seorang perempuan pekerja. Namun semua kebebasannya hilang ketika bertemu dengan lelaki dari media sosial yang berusaha menjalin hubungan dengannya. Pada awalnya lelaki menunjukan rasa kasih dan sayangnya melalui perhatian. Namun perilaku itu berkembang menjadi tindak over protektif yang merampas segala kebebasan perempuan. Perjalanan bertahun-tahun membawa perempuan itu di sekap dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain. Mirisnya tak hanya di kurung tapi juga diperlakukan dengan sangat keji dan tidak manusiawi hingga menghancurkan anggota tubuh yang dimilikinya. Bahkan lelaki itu menyimpan trauma yang mendalam lewat goresan tato wajahnya di tubuh seorang perempuan.

Beberapa kasus terbaru dari hubungan yang menyebabkan kematian adalah perempuan yang dinikahi secara siri di Madiun. Lewat peristiwa itu perempuan bisa mati secara berkali-kali, mati lewat status sosialnya sebagai istri siri, mati karena di cekik lalu dimutilasi menjadi bagian kecil-kecil dan dihancurkan ke dalam mesin penggiling daging elektrik lalu dibakar dua kali hingga menjadi abu yang dibuang di sekitar Sungai Bengawan.

Di tengah angka pernikahan yang semakin menurun munculah tren membagikan video yang berisi rangakaian proses pernikahan dengan kondisi perempuan setelahnya juga beberapa yang mengalami kekerasan dan perselingkuhan. Video yang dibagikan tersebut selalu dibalut dengan lagu Stop The Wedding dari Ashe dan selalu ramai dengan kolom komentar baik para perempuan single, perempuan yang sedang mempersiapkan pernikahan baik mereka yang membagikan pengalaman traumatisnya dalam pernikahan.

Sejak Agustus time line media sosial sempat dipenuhi dengan tren ini dan baru beberapa hari ke belakang ramai kembali setelah ada youtuber yang membagikan KHW (Kisah Horor Wawak) yang dibagikan oleh Nadia Omara yang menceritakan kisah hidup perempuan yang pada mulanya akan dijadikan tumbal untuk meraup kekayaan tapi justru mati lebih dulu di tangan suaminya. Banyak yang memberikan argumentasi terkait dengan cerita ini dan ada satu hal menarik yang bisa menjadi refleksi bagi kondisi perempuan yang selama ini harus dipaksa mengikuti standar usia pernikahan dalam sosial.

Ini bukan sekedar cerita horo tapi banyak pesan moral didalamnya. Kamu itu engga akan mati hanya karena belum menikah tapi kamu bisa mati jika menikah dengan pria yang salah

Cerita horor ini juga sedang ramai beredar di media sosial dengan tetap mengaitkan lagu Stop The Wedding dari Ashe. Bagi saya tren ini memang membawa kesadaran yang lebih bagi para perempuan single yang belum menikah. Pernikahan tidak pernah sesederhana yang dibayangkan maka tentu itu menjadi satu keputusan yang akan mempengaruhi seumur hidup. Tren ini juga bisa membuka mata dan hati para perempuan yang sedang berada dalam hubungan yang toxic tapi belum bisa keluar. Namun yang paling membahayakan jika ketakutan tersebut hanya fomo semata. Dalam artian kita takut menikah hanya karena orang lain juga takut. Menikah dan tidak menikah memang pilihan tapi jika kalian sudah yakin bertemu dengan orang yang tepat maka hiduplah bersama untuk menciptakan manusia-manusia berkualitas yang bisa menjaga bumi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)