Potret Bandung Era Tahun 70-an dalam Koran GALA Edisi Lawas

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Halaman depan surat kabar GALA edisi 16 Mei 1973, terbit 53 tahun silam, yang menjadi salah satu potret dinamika sosial, politik, dan kehidupan Kota Bandung pada masanya. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Membaca surat kabar lama sering kali terasa seperti menaiki mesin waktu. Dari lembaran koran yang mulai menguning, kita bisa melihat bagaimana denyut kehidupan sebuah kota bergerak puluhan tahun silam. Peristiwa apa yang terjadi dan apa yang mereka bicarakan, hingga hiburan apa yang ramai dinikmati masyarakat ketika itu.

Salah satu koran yang menarik untuk ditelusuri adalah Harian Umum Independent GALA, surat kabar legendaris asal Bandung yang pernah berjaya pada era 1970 hingga 1990-an. Koran ini didirikan pada 1966 oleh jurnalis senior Sjamsuyar Adnan, pada masa awal Orde Baru mulai membentuk wajah baru pers Indonesia.

Dengan slogan “Kreatif dan Konstruktif”, GALA tampil sebagai koran populer yang lugas, dekat dengan masyarakat, dan kerap menyajikan berita kriminal dengan gaya sensasional khas pers era itu.

Surat kabar GALA edisi Rabu, 16 Mei 1973 tepat 53 tahun silam, menjadi salah satu potret menarik Bandung tempo dulu. Saat itu GALA terbit hanya empat halaman dengan harga eceran Rp 20 per eksemplar untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Meski tipis, isi beritanya padat dan penuh warna.

Halaman depan GALA kala itu dipenuhi beragam berita sosial, ekonomi, kriminalitas, hingga dinamika pemerintahan daerah yang mencerminkan suasana Bandung, Jawa Barat dan Indonesia pada awal dekade 1970-an.

Berita utama menyoroti meningkatnya minat masyarakat terhadap perhiasan emas. Di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, emas dianggap sebagai bentuk simpanan paling aman.

Pedagang emas di Bandung disebut mengalami peningkatan penjualan. Fenomena ini memperlihatkan bahwa sejak dulu masyarakat sudah akrab dengan kebiasaan “menabung emas” ketika kondisi ekonomi dianggap tak menentu.

Headline lain memberitakan adanya laporan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat terkait dugaan penyimpangan dalam proyek dan administrasi pemerintahan.

Meski ditulis singkat, berita ini menunjukkan mulai munculnya sorotan terhadap praktik birokrasi dan penggunaan anggaran negara pada masa awal Orde Baru.

Seperti banyak koran populer tahun 1970-an, GALA juga dikenal gemar memakai judul-judul mencolok. Salah satunya berbunyi “Sadis & Kejam”, yang mengangkat kasus pembunuhan dan kekerasan.

Gaya bahasa seperti ini memang menjadi ciri khas pers populer kala itu vulgar,  langsung, keras, dan dirancang agar pembaca segera tertarik sejak melihat halaman muka.

Di tengah berita serius, GALA juga menyisipkan humor sosial lewat rubrik “Sketsa Masyarakat Kini”. Tulisan berjudul “Mas Oji Naik Gaji Horseeeh… Horseeh…!” menggambarkan kegembiraan rakyat kecil ketika mendapat kenaikan penghasilan. Bahasa yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat rubrik semacam ini cukup digemari pembaca Bandung saat itu.

Kabar kriminal juga menjadi menu utama GALA. Salah satunya tentang seorang perempuan yang berhasil diringkus polisi karena diduga terlibat kasus penipuan atau perdagangan ilegal.

Selain itu, ada pula berita mengenai anggota aparat yang akan “ditindak secara hukum” akibat melakukan pelanggaran disiplin.

Berita-berita seperti ini memperlihatkan bagaimana kriminalitas perkotaan menjadi perhatian besar masyarakat Bandung pada awal 1970-an.

Salah satu berita paling unik adalah artikel mengenai syarat-syarat menjadi bupati.

Tulisan ini terasa menarik karena bernuansa semi edukatif sekaligus politis. Pembaca diajak memahami bagaimana mekanisme pemerintahan daerah bekerja pada masa Orde Baru.

Kini, judul seperti itu mungkin terasa aneh muncul di halaman depan koran umum. Namun justru di situlah menariknya membaca surat kabar lama, banyak sudut pandang yang berbeda dengan media masa kini.

Penulis bersama jurnalis senior Enton Supriyatna Sind, Direktur Pemberitaan Koran Gala, penerus semangat dan perjalanan panjang surat kabar legendaris GALA. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Penulis bersama jurnalis senior Enton Supriyatna Sind, Direktur Pemberitaan Koran Gala, penerus semangat dan perjalanan panjang surat kabar legendaris GALA. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)

Selain berita utama, GALA juga memiliki sejumlah rubrik yang setia menghiasi tiap edisi, antara lain:

  • Sudut
  • Surat Pembaca
  • Siapa Mengapa
  • Campusmania
  • Agenda Gala
  • Cerpen
  • TTS
  • Olahraga
  • Ada Apa di Udara

Rubrik “Ada Apa di Udara” bahkan memuat jadwal acara TVRI dan RRI Bandung, sesuatu yang sangat penting pada masa ketika televisi masih menjadi barang mewah dan pilihan hiburan belum sebanyak sekarang.

Tak ketinggalan, informasi film bioskop Bandung juga selalu menjadi daya tarik tersendiri.

Pada pertengahan Mei 1973, kawasan Jalan Braga, Jalan Merdeka, hingga sekitar Alun-alun Bandung masih menjadi pusat hiburan dan perfilman kota.

Deretan bioskop ramai memutar film-film impor dari Hollywood, Eropa, hingga Bollywood.

Bioskop Panti Budaya

Bioskop yang berada di Jalan Merdeka ini memutar film Underground yang dibintangi Robert Goulet dan Danièle Gaubert. Harga karcisnya Rp 200,- sepuluh kali harga koran GALA ketika itu.

Bioskop Panti Karya dan Braga Sky

Kedua bioskop ini menayangkan The Menphisto Waltz, film horor psikologis Hollywood yang dibintangi Alan Alda, Jacqueline Bisset, dan Barbara Perkins.

Film seperti ini cukup populer di awal 1970-an ketika genre horor mulai digemari penonton Indonesia.

Majestic Theatre dan Dian Theatre

Dua bioskop tersebut memutar Lucky in the Inscrutable yang dibintangi Ray Danton, aktor yang kerap dijuluki “James Bond-nya Italia” karena sering tampil dalam film laga dan spionase Eropa.

Elita Theatre

Bioskop di kawasan Alun-alun Bandung ini memutar Last Known Address, film kriminal bertema mafia yang dibintangi Lino Ventura bersama Marlène Jobert dan Michel Constantin.

Roxy Theatre dan Demam Film India

Sementara itu, Roxy Theatre dekat Pasar Baru memutar film Bollywood Jorro Ka Ghulam.

Film India memang memiliki penggemar besar di Indonesia sejak dulu. Kehadiran Rajesh Khanna, aktor pujaan lintas generasi saat itu menjadi daya tarik utama.

Menariknya, iklan bioskop bahkan menyebut penonton yang menyukai film komedi Indonesia Biang Kerok wajib menonton film tersebut.

Membaca kembali GALA edisi 16 Mei 1973 terasa seperti berjalan menyusuri Bandung lama, ketika bioskop masih menjadi hiburan utama, Jalan Braga tetap hidup hingga malam, dan koran menjadi sumber informasi paling penting bagi masyarakat.

Dari berita emas, kriminalitas, birokrasi, hingga jadwal film bioskop, semuanya menjadi potret kecil kehidupan masyarakat Bandung pada masa itu.

Dan mungkin, di situlah letak menariknya surat kabar lawas bukan sekadar kumpulan berita, melainkan arsip suasana zaman yang tak akan pernah terulang kembali. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)