Semula, Ada Pandai Kuningan di Sayang dan di Bojongsayang

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Contoh bokor yang dibuat dari kuningan. Tempat pembuatannya disebut sayang. (Sumber: Istimewa)
Contoh bokor yang dibuat dari kuningan. Tempat pembuatannya disebut sayang. (Sumber: Istimewa)

Pada zamannya, perlengkapan hidup dan perhiasan dari bahan kuningan pernah menjadi kecenderungan masyarakat, karena termasuk bahan yang tahan korosi, dan warnanya menyerupai emas yang paling banyak diidamkan. Tradisi membuat perlengkapan hidup dan perhiasan dari bahan kuningan umurnya sudah tua. Beberapa sumber menyebutkan sudah lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Bahkan ada yang berpendapat berumur 4.000 tahun yang lalu. Artefaknya ditemukan di Asia Barat, Mediterania, Mesir, dan Yunani kuno. 

Keterampilan mengolah dan membuat perlengkapan hidup dan perhiasan itu menerus pada Zaman Romawi dan Asia. Keterampilan ini menyebar bersamaan dengan perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buda dan kerajaan-kerajaan setelahnya di Nusantara. Perlengkapan ritual dan upacara keagamaan, seperti tempat dupa, genta, arca, bokor, mangkok, lancing, dan kebutuhan perlengkapan kerajaan lainnya. Inilah yang menyebabkan perlengkapan itu bukan sekedar kebutuhan untuk perlengkapan rumah tangga, bukan sekedar wadah atau tempat memasak, namun perlengkapan berbahan kuningan itu menjadi penanda tingkatan kelas sosial. Sehingga keterampilan melebur, mengecor, menempa kuningan menjadi kebutuhan yang diutamakan. Di Nusantara, awal keterampilan ini berada di pusat keagamaan dan di pusat kerajaan. Dalam perkembangannya keahlian itu meluas sampai di masyarakat, terutama setelah kekuatan kendali kerajaan semakin memudar.

Di Jawa Barat, banyak toponim yang memakai kata sayang. Maknanya bukan berarti perasaan dan perilaku kasih-sayang, tapi di daerah itu pernah terdapat pandai yang mengerjakan perabotan dari bahan kuningan. Ketika perlengkapan keagamaan, perabotan rumahtangga, interior rumah, dan perhiasan yang dibuat dari kuningan dipakai di masyarakat, maka sayang atau pandai kuningan menjadi keahlian yang sangat dibutuhkan. Seperti halnya gosali atau pandai besi, dan kamasan, tempat pembuatan perhiasan berbahan emas. 

Di setiap daerah di Jawa Barat, hampir merata terdapat sayang. Tempat pandai kuningan itu awalnya menjadi penanda tempat, kemudian abadi menjadi nama geografis, seperti Kampung Sayang atau Desa Sayang. Di tempat-tempat itulah terdapat para ahli pembuat perlengkapan berbagai kebutuhan dan perhiasan dari kuningan. 

Nama geografis yang memakai kata sayang itu seperti Desa Sayang yang ada di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Di Kabupaten Bandung, ada Kampung Sayang di Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk. Di Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, ada toponim Desa Sayang. Di Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, ada toponim Kampung Bojongsayang. Di Kabupaten Garut, di Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, terdapat toponim Kampung Sayang. Kampung Sayang terdapat di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dan Kampung Sayang terdapat di Desa Gentengpacing, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Itulah beberapa contoh pandai kuningan yang terdapat di Jawa Barat, yang membuat perlengkapan atau perabotan rumahtangga, seperti wajan atau kuali, panci, kukusan, cetakan kue, dandang, dulang, mangkok, piring, tempat bumbu atau rempah, centong, sendok-gapu, gentong, loyang, nampan, teko, lancang, saringan, dan lain-lain, serta perhiasan dan eksesoris seperti gelang, kalung, dan cincin, serta perlengkapan peribadatan dan upacara.   

Selain perabotan rumah tangga dan perhiasan, kuningan yang lebih lentur dibandingkan tembaga, sehingga mudah dibentuk, tahan korosi. Dalam perkembangannya kuningan juga dibuat menjadi perlengkapan dan dekorasi rumah, kesenangan, dan hiburan. Kebutuhan itu seperti gagang pintu, kunci, lampu gantung, lampu dinding, kap lampu, vas bunga, asbak, patung hias, kaligrafi, keran air, terompet, konektor, soket listrik, baud, mur, katup, komponen jam, peluru dan selongsong peluru, alat navigasi kapal, dan lain-lain.

Keahlian melebur, menempa, dan membentuk kuningan menjadi perlengkapan rumah tangga, keagamaan, dan perhiasan, menjadi memudar dan hilang, terutama setelah ditemukan material lain yang lebih tahan karat dan tetap bertahan warnanya, seperti perlengkapan rumahtangga yang terbuat dari baja tahan karat (nirkarat) atau stainless steel. Sementara perlengkapan rumah tangga berbahan kuningan, kalau tidak dipelihara secara terus-menerus, peralatan itu akan memudar dan kusam waranya karena oksidasi. Bahkan, bila perlengkapan itu disimpan di tempat yang lembab, akan berubah warna menjadi hijau atau coklat gelap bahkan kehitaman, dan mengalami korosi juga. Sementara perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari stainless steel lebih kuat dan indah, tahan karat dalam lingkungan yang lembab, dan relatif tidak memerlukan perawatan khusus.

Emas tetap menduduki peringkat atas untuk perhiasan karena sejak lama menjadi simbol status dan kemewahan, serta sifat fisiknya yang tahan lama, tidak mudah rusak, tidak akan berkarat, tidak berubah warna menjadi kusam, dan sangat jarang yang terjadi alergi kulit karena memakai perhiasan emas. Bagi para pembuat perhiasan, emas merupakan logam mulia yang lentur sehingga mudah dibentuk. Alasan historis, kemewahan, nilai ekonomi yang tinggi, maka emas tetap mempunyai kelasnya sendiri. 

Tapi setelah perhiasan sintetis menyebar secara luas di masyarakat, maka perhiasan imitasi yang diproduksi secara masal oleh pabrik, mudah menyebar secara luas ke berbagai penjuru dunia. Maka, jumlah para pembuatan perlengkapan rumah tangga dan perhiasan dari bahan kuningan semakin menurun.

Namun, tempat pembuatannya, pandai kuningan, sudah menjadi penanda kawasan, dan menjadi nama geografis Sayang. Nama geografis itu abadi sampai saat ini, yang mengabarkan bahwa pada masa lalu, di tempat itu ada sekelompok orang yang mempunyai keahlian membuat perlengkapan hidup, perlengkapan religi, dan perhiasan dari bahan kuningan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)