Semula, Ada Pandai Kuningan di Sayang dan di Bojongsayang

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Senin 18 Mei 2026, 11:14 WIB
Contoh bokor yang dibuat dari kuningan. Tempat pembuatannya disebut sayang. (Sumber: Istimewa)

Contoh bokor yang dibuat dari kuningan. Tempat pembuatannya disebut sayang. (Sumber: Istimewa)

Pada zamannya, perlengkapan hidup dan perhiasan dari bahan kuningan pernah menjadi kecenderungan masyarakat, karena termasuk bahan yang tahan korosi, dan warnanya menyerupai emas yang paling banyak diidamkan. Tradisi membuat perlengkapan hidup dan perhiasan dari bahan kuningan umurnya sudah tua. Beberapa sumber menyebutkan sudah lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Bahkan ada yang berpendapat berumur 4.000 tahun yang lalu. Artefaknya ditemukan di Asia Barat, Mediterania, Mesir, dan Yunani kuno. 

Keterampilan mengolah dan membuat perlengkapan hidup dan perhiasan itu menerus pada Zaman Romawi dan Asia. Keterampilan ini menyebar bersamaan dengan perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buda dan kerajaan-kerajaan setelahnya di Nusantara. Perlengkapan ritual dan upacara keagamaan, seperti tempat dupa, genta, arca, bokor, mangkok, lancing, dan kebutuhan perlengkapan kerajaan lainnya. Inilah yang menyebabkan perlengkapan itu bukan sekedar kebutuhan untuk perlengkapan rumah tangga, bukan sekedar wadah atau tempat memasak, namun perlengkapan berbahan kuningan itu menjadi penanda tingkatan kelas sosial. Sehingga keterampilan melebur, mengecor, menempa kuningan menjadi kebutuhan yang diutamakan. Di Nusantara, awal keterampilan ini berada di pusat keagamaan dan di pusat kerajaan. Dalam perkembangannya keahlian itu meluas sampai di masyarakat, terutama setelah kekuatan kendali kerajaan semakin memudar.

Di Jawa Barat, banyak toponim yang memakai kata sayang. Maknanya bukan berarti perasaan dan perilaku kasih-sayang, tapi di daerah itu pernah terdapat pandai yang mengerjakan perabotan dari bahan kuningan. Ketika perlengkapan keagamaan, perabotan rumahtangga, interior rumah, dan perhiasan yang dibuat dari kuningan dipakai di masyarakat, maka sayang atau pandai kuningan menjadi keahlian yang sangat dibutuhkan. Seperti halnya gosali atau pandai besi, dan kamasan, tempat pembuatan perhiasan berbahan emas. 

Di setiap daerah di Jawa Barat, hampir merata terdapat sayang. Tempat pandai kuningan itu awalnya menjadi penanda tempat, kemudian abadi menjadi nama geografis, seperti Kampung Sayang atau Desa Sayang. Di tempat-tempat itulah terdapat para ahli pembuat perlengkapan berbagai kebutuhan dan perhiasan dari kuningan. 

Nama geografis yang memakai kata sayang itu seperti Desa Sayang yang ada di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Di Kabupaten Bandung, ada Kampung Sayang di Desa Rancatungku, Kecamatan Pameungpeuk. Di Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, ada toponim Desa Sayang. Di Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, ada toponim Kampung Bojongsayang. Di Kabupaten Garut, di Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, terdapat toponim Kampung Sayang. Kampung Sayang terdapat di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dan Kampung Sayang terdapat di Desa Gentengpacing, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Itulah beberapa contoh pandai kuningan yang terdapat di Jawa Barat, yang membuat perlengkapan atau perabotan rumahtangga, seperti wajan atau kuali, panci, kukusan, cetakan kue, dandang, dulang, mangkok, piring, tempat bumbu atau rempah, centong, sendok-gapu, gentong, loyang, nampan, teko, lancang, saringan, dan lain-lain, serta perhiasan dan eksesoris seperti gelang, kalung, dan cincin, serta perlengkapan peribadatan dan upacara.   

Selain perabotan rumah tangga dan perhiasan, kuningan yang lebih lentur dibandingkan tembaga, sehingga mudah dibentuk, tahan korosi. Dalam perkembangannya kuningan juga dibuat menjadi perlengkapan dan dekorasi rumah, kesenangan, dan hiburan. Kebutuhan itu seperti gagang pintu, kunci, lampu gantung, lampu dinding, kap lampu, vas bunga, asbak, patung hias, kaligrafi, keran air, terompet, konektor, soket listrik, baud, mur, katup, komponen jam, peluru dan selongsong peluru, alat navigasi kapal, dan lain-lain.

Keahlian melebur, menempa, dan membentuk kuningan menjadi perlengkapan rumah tangga, keagamaan, dan perhiasan, menjadi memudar dan hilang, terutama setelah ditemukan material lain yang lebih tahan karat dan tetap bertahan warnanya, seperti perlengkapan rumahtangga yang terbuat dari baja tahan karat (nirkarat) atau stainless steel. Sementara perlengkapan rumah tangga berbahan kuningan, kalau tidak dipelihara secara terus-menerus, peralatan itu akan memudar dan kusam waranya karena oksidasi. Bahkan, bila perlengkapan itu disimpan di tempat yang lembab, akan berubah warna menjadi hijau atau coklat gelap bahkan kehitaman, dan mengalami korosi juga. Sementara perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari stainless steel lebih kuat dan indah, tahan karat dalam lingkungan yang lembab, dan relatif tidak memerlukan perawatan khusus.

Emas tetap menduduki peringkat atas untuk perhiasan karena sejak lama menjadi simbol status dan kemewahan, serta sifat fisiknya yang tahan lama, tidak mudah rusak, tidak akan berkarat, tidak berubah warna menjadi kusam, dan sangat jarang yang terjadi alergi kulit karena memakai perhiasan emas. Bagi para pembuat perhiasan, emas merupakan logam mulia yang lentur sehingga mudah dibentuk. Alasan historis, kemewahan, nilai ekonomi yang tinggi, maka emas tetap mempunyai kelasnya sendiri. 

Tapi setelah perhiasan sintetis menyebar secara luas di masyarakat, maka perhiasan imitasi yang diproduksi secara masal oleh pabrik, mudah menyebar secara luas ke berbagai penjuru dunia. Maka, jumlah para pembuatan perlengkapan rumah tangga dan perhiasan dari bahan kuningan semakin menurun.

Namun, tempat pembuatannya, pandai kuningan, sudah menjadi penanda kawasan, dan menjadi nama geografis Sayang. Nama geografis itu abadi sampai saat ini, yang mengabarkan bahwa pada masa lalu, di tempat itu ada sekelompok orang yang mempunyai keahlian membuat perlengkapan hidup, perlengkapan religi, dan perhiasan dari bahan kuningan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)