Semangkuk Soto dan Kepulan Asap Rokok

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Semangkuk Soto Madura di pagi yang dingin di Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Semangkuk Soto Madura di pagi yang dingin di Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Pagi ini Bandung terasa lebih dingin tapi jalanan lenggang dari pengguna kendaraan. Cukup senang tapi siang menuju malam belum tentu bisa saja ada konvoi persib berkat kemenangannya melawan persija. Cukup pening jika itu terjadi karena akan banyak akses jalan yang terhambat oleh gerombolan manusia tapi bagaimana lagi mungkin itu cara selebrasi sebagian warga bandung terhadap bobotoh persib.

Melipir sedikit ke dalam kerumunan para pedagang yang berjualan di trototoar sebrang pintu keluar leuwi panjang. Gerobak khas soto madura bertuliskan warna merah cukup melambaikan kepada setiap individu yang lewat untuk duduk sejenak menikmati hangatnya soto di pagi hari.

Duduk seorang bapak berseragam DAMRI sambil menaikkan satu kakinya khas sedang makan di warteg—cara makannya yang lahap sontak membuat rasa penasaran saya terhadap soto tidak bisa terelakkan.

Sambil menunggu semangkuk soto banyak momen yang tersaji di depan mata. Diantara manusia yang hilir mudik untuk berangkat bekerja. Beberapa orang dengan nametag bertuliskan keluarga pasien yang sedang beristirahat sambil mencari sarapan. Beberapa orang yang memakai tas carrier dan membawa koper sedang menunggu tujuan bus mereka yang sedang berkelok dari pintu keluar leuwi panjang. Sementara di sebelah warung soto ada penjual gorengan dan berbagai macam minuman siap seduh sedang santai bermain ponsel sambil memasang speaker bluetooth yang sedang dinyalakannya.

“Mau dibawa kemana ? hubungan kita?

Salah satu lirik musik di tahun 2009 dari armada yang mungkin bisa menjadi nostalgia bagi mereka generasi yang lahir di tahun 90-an. Semangkuk soto panas pun datang menghampiri. Alih-alih asap aroma kaldu dan wanginya koya yang tercampur—eh kepulan asap rokok nyelonong masuk hidung duluan. Tarik napas lalu hembuskan perlahan cukup membantu emosi sedikit lebih stabil meski hati rasanya masih dongkol.

Hak menikmati fasilitas public sih hak bersama tapi masa iya nikmatin soto  harus sekalian ngetes paru-paru. Ruang publik seharusnya bisa menjadi tempat yang tenang bagi semua orang  bukan jadi ruang uji coba pasif smoking

Fokusku sedikit teralihkan kepada kepulan asap tersebut yang mengganggu jalur pernapasan. Rokok untuk sebagian orang mungkin menjadi distraksi dari rasa stress dan tekanan hidup sehari-hari. Rokok juga mungkin bisa menjadi penawar rasa masam yang kata sebagian penggunanya bisa menetralisir rasa tidak enak di bagian mulut.

Saya sebagai perokok pasif memang tidak memiliki kewenangan untuk melarang orang lain untuk berhenti merokok. Karena kemasan rokok saja yang sudah jelas-jelas memberitahu akan bahaya dan dampaknya di masa yang akan mendatang mereka hiraukan. Namun suara saya yang selalu ingin tersampaikan kepada mereka adalah “Silahkan merokok tapi jangan ajak-ajak kita terkena dampaknya”.

Ruang publik seharusnya menjadi ruang paling aman untuk saling menghargai hak orang lain. Salah satunya menghirup udara bersih dari apa yang sudah disediakan oleh semesta. Namun rasanya kebebasan tersebut terenggut tanpa bertanya apakah kita bersedia berbagi serpihan nikotin tersebut atau tidak.

Ruang publik yang Bandung miliki memang belum banyak menyediakan ruangan khusus bagi perokok. Namun meski sudah ada dibeberapa tempat yang menyediakan—kebanyakan literasi membaca masih sangat minim. Tetap saja para perokok aktif ini melakukan aktivitas merokoknya di ruang umum yang berpotensi menambah jumlah perokok pasif.

Meski pagi ini sedikit dongkol karena tidak bisa menikmati aroma soto secara utuh tapi beruntung tidak mempengaruhi rasanya. Seperti biasa kuah panas yang dicampurkan dengan nasi membuat hangat saat masuk ke kerongkongan dan perut. Rasa gurih yang bercampur dengan karbohidrat, protein juga serat dari sayuran menjadi paduan yang cukup pas untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Hidangan ini memang paling cocok ditutup dengan teh tawar panas yang asapnya masih mengepul. Namun setelah mendengar penjelasan dari dr. Tirta mengenai kandungan senyawa alami bernama tanin dan polifenol. Kedua senyawa tersebut bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga kandungan zat besi pada ayam yang kita konsumsi dalam soto hanya bisa terserap sebanyak 30% nya.

Setelah mengetahui hal tersebut saya memilih minum air hangat saja. Adapun air teh harus diberikan jarak 1 sampai 2 jam sebelum atau sesudah makan jika ingin meminimalisir efek sampingnya. Adapun jika sudah terlanjur mengkonsumsi secara bersamaan maka cara lain yang bisa dilakukan adalah konsumsi vitamin c. Beruntungnya dalam soto biasanya terdapat jeruk untuk menambah cita rasa soto dan hal ini bisa sedikit membantu meski efeknya sangat minim.

Bolehkah memimpikan Bandung tanpa asap rokok ? boleh saja tapi tentunya hal ini tidak akan terealisasi tanpa kesadaran dari semua individu yang bersangkutan. Terlebih efek nikotin yang bersarang lama dalam tubuh sudah menyebabkan ketergantungan.

Suatu hari menjadi pemandangan yang indah ketika pagi hari yang sejuk dan indera penciuman mengendus aroma soto dengan utuh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)