Semangkuk Soto dan Kepulan Asap Rokok

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Senin 18 Mei 2026, 08:03 WIB
Semangkuk Soto Madura di pagi yang dingin di Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Semangkuk Soto Madura di pagi yang dingin di Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Pagi ini Bandung terasa lebih dingin tapi jalanan lenggang dari pengguna kendaraan. Cukup senang tapi siang menuju malam belum tentu bisa saja ada konvoi persib berkat kemenangannya melawan persija. Cukup pening jika itu terjadi karena akan banyak akses jalan yang terhambat oleh gerombolan manusia tapi bagaimana lagi mungkin itu cara selebrasi sebagian warga bandung terhadap bobotoh persib.

Melipir sedikit ke dalam kerumunan para pedagang yang berjualan di trototoar sebrang pintu keluar leuwi panjang. Gerobak khas soto madura bertuliskan warna merah cukup melambaikan kepada setiap individu yang lewat untuk duduk sejenak menikmati hangatnya soto di pagi hari.

Duduk seorang bapak berseragam DAMRI sambil menaikkan satu kakinya khas sedang makan di warteg—cara makannya yang lahap sontak membuat rasa penasaran saya terhadap soto tidak bisa terelakkan.

Sambil menunggu semangkuk soto banyak momen yang tersaji di depan mata. Diantara manusia yang hilir mudik untuk berangkat bekerja. Beberapa orang dengan nametag bertuliskan keluarga pasien yang sedang beristirahat sambil mencari sarapan. Beberapa orang yang memakai tas carrier dan membawa koper sedang menunggu tujuan bus mereka yang sedang berkelok dari pintu keluar leuwi panjang. Sementara di sebelah warung soto ada penjual gorengan dan berbagai macam minuman siap seduh sedang santai bermain ponsel sambil memasang speaker bluetooth yang sedang dinyalakannya.

“Mau dibawa kemana ? hubungan kita?

Salah satu lirik musik di tahun 2009 dari armada yang mungkin bisa menjadi nostalgia bagi mereka generasi yang lahir di tahun 90-an. Semangkuk soto panas pun datang menghampiri. Alih-alih asap aroma kaldu dan wanginya koya yang tercampur—eh kepulan asap rokok nyelonong masuk hidung duluan. Tarik napas lalu hembuskan perlahan cukup membantu emosi sedikit lebih stabil meski hati rasanya masih dongkol.

Hak menikmati fasilitas public sih hak bersama tapi masa iya nikmatin soto  harus sekalian ngetes paru-paru. Ruang publik seharusnya bisa menjadi tempat yang tenang bagi semua orang  bukan jadi ruang uji coba pasif smoking

Fokusku sedikit teralihkan kepada kepulan asap tersebut yang mengganggu jalur pernapasan. Rokok untuk sebagian orang mungkin menjadi distraksi dari rasa stress dan tekanan hidup sehari-hari. Rokok juga mungkin bisa menjadi penawar rasa masam yang kata sebagian penggunanya bisa menetralisir rasa tidak enak di bagian mulut.

Saya sebagai perokok pasif memang tidak memiliki kewenangan untuk melarang orang lain untuk berhenti merokok. Karena kemasan rokok saja yang sudah jelas-jelas memberitahu akan bahaya dan dampaknya di masa yang akan mendatang mereka hiraukan. Namun suara saya yang selalu ingin tersampaikan kepada mereka adalah “Silahkan merokok tapi jangan ajak-ajak kita terkena dampaknya”.

Ruang publik seharusnya menjadi ruang paling aman untuk saling menghargai hak orang lain. Salah satunya menghirup udara bersih dari apa yang sudah disediakan oleh semesta. Namun rasanya kebebasan tersebut terenggut tanpa bertanya apakah kita bersedia berbagi serpihan nikotin tersebut atau tidak.

Ruang publik yang Bandung miliki memang belum banyak menyediakan ruangan khusus bagi perokok. Namun meski sudah ada dibeberapa tempat yang menyediakan—kebanyakan literasi membaca masih sangat minim. Tetap saja para perokok aktif ini melakukan aktivitas merokoknya di ruang umum yang berpotensi menambah jumlah perokok pasif.

Meski pagi ini sedikit dongkol karena tidak bisa menikmati aroma soto secara utuh tapi beruntung tidak mempengaruhi rasanya. Seperti biasa kuah panas yang dicampurkan dengan nasi membuat hangat saat masuk ke kerongkongan dan perut. Rasa gurih yang bercampur dengan karbohidrat, protein juga serat dari sayuran menjadi paduan yang cukup pas untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Hidangan ini memang paling cocok ditutup dengan teh tawar panas yang asapnya masih mengepul. Namun setelah mendengar penjelasan dari dr. Tirta mengenai kandungan senyawa alami bernama tanin dan polifenol. Kedua senyawa tersebut bisa menghambat penyerapan zat besi dari makanan yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh. Sehingga kandungan zat besi pada ayam yang kita konsumsi dalam soto hanya bisa terserap sebanyak 30% nya.

Setelah mengetahui hal tersebut saya memilih minum air hangat saja. Adapun air teh harus diberikan jarak 1 sampai 2 jam sebelum atau sesudah makan jika ingin meminimalisir efek sampingnya. Adapun jika sudah terlanjur mengkonsumsi secara bersamaan maka cara lain yang bisa dilakukan adalah konsumsi vitamin c. Beruntungnya dalam soto biasanya terdapat jeruk untuk menambah cita rasa soto dan hal ini bisa sedikit membantu meski efeknya sangat minim.

Bolehkah memimpikan Bandung tanpa asap rokok ? boleh saja tapi tentunya hal ini tidak akan terealisasi tanpa kesadaran dari semua individu yang bersangkutan. Terlebih efek nikotin yang bersarang lama dalam tubuh sudah menyebabkan ketergantungan.

Suatu hari menjadi pemandangan yang indah ketika pagi hari yang sejuk dan indera penciuman mengendus aroma soto dengan utuh. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)