Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Bulan Ramadan Perhatikan Keselamatan Kerja Industri Rumahan

Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Kamis 05 Feb 2026, 13:17 WIB
Ilustrasi kebakaran industri rumahan (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kevin Fasa)

Ilustrasi kebakaran industri rumahan (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kevin Fasa)

Menjelang bulan suci Ramadan kegiatan industri kian menggeliat. Baik industri besar maupun industri skala rumahan. Aneka industri rumahan baik di sektor kuliner, bahan pangan, pakaian, peralatan ibadah hingga alat rumah tangga serentak melakukan aktivitas produksi.

Geliat industri rumahan menyambut Ramadan hendaknya jangan mengabaikan faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karena bisa berakibat fatal. Perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap peralatan produksi. Terutama yang terkait dengan peralatan yang menggunakan api. Instalasi listrik juga perlu diperiksa.

Industri yang perlu pengawasan ekstra menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri adalah aneka kembang api hingga petasan. Meskipun petasan dilarang, namun banyak pihak yang nekat memproduksi dan memperjualbelikan.

Selama ini sering terjadi peristiwa ledakan dahsyat di tempat pembuatan petasan dan kembang api. Peristiwa ledakan seperti diatas sering terjadi di berbagai daerah menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Ironisnya aparat keamanan kurang responsif mengantisipasi bahaya terhadap industri rumahan yang membuat kembang api dan petasan. Kondisinya semakin rawan karena alternatif bahan baku petasan dan kembang api sangat mudah didapatkan, antara lain pupuk KCL/Potasium, belerang dan serbuk alumunium.

Kondisi Industri rumahan tidak jarang kurang memenuhi syarat dalam hal lokasi pabrik maupun kurangnya kemampuan untuk menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kondisinya semakin runyam karena peran pengawas ketenagakerjaan dari Disnaker tidak efektif bahkan terjadi kekosongan.

Tragedi kecelakaan kerja serupa terjadi berulang kali merupakan indikasi ketidakberesan pengawasan ketenagakerjaan. Pegawai pengawas ketenagakerjaan saat ini masih lemah dan kurang bergigi. Eksistensi pengawas ketenagakerjaan belum mencapai prosedur pengawasan yang sampai kepada hal-hal detail dan spesifik. Mestinya pengawas mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerja lewat investigasi yang mendalam.

Kelangsungan hidup industri rumahan menjadi dilema bangsa. Disatu pihak industri itu menopang ekonomi daerah, dilain pihak potensi bahaya kecelakaan kerja sangat besar. Karena lokasi pabrik secara tata ruang dan aspek spasial industri tidak memenuhi syarat. Selain itu pengusaha juga tidak mampu investasi peralatan keselamatan kerja. Hal yang sangat prinsip adalah belum adanya budaya keselamatan kerja dari pengusaha dan karyawan.

Baca Juga: 5 Padanan Kata Ramadan agar Konten Islami Tidak Monoton

Kita bisa mengamati adanya kemiripan modus terjadinya petaka industri rumahan di berbagai daerah selama ini yang melibatkan bahan baku produksi barang berbahaya.  Mestinya produksi kembang api memiliki aspek pengelolaan bahan berbahaya dan beracun, sehingga tidak boleh berada di kawasan permukiman. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 142 tahun 2015 tentang Kawasan Industri.

 Dilema industri rumahan yang berpotensi menimbulkan malapetaka kecelakaan kerja perlu dicarikan solusi yang mendasar. Kasus-kasus kecelakaan kerja jangan sampai hilang begitu saja tertiup angin lalu. Mengingat di Tanah Air pada saat ini terdapat sekitar 21.591.508 perusahaan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 90 persen adalah usaha kecil yang menyerap 0-100 pekerja. Sebanyak 9 persen merupakan perusahaan skala menengah dan sekitar 1 persen dianggap sebagai perusahaan besar.

Jumlah perusahaan yang telah dilakukan pengawasan secara sepintas sebanyak 61.134 perusahaan. Dari jumlah tersebut, ditemukan sejumlah ketidakpatuhan oleh pengusaha terhadap berbagai aspek ketenagakerjaan, termasuk keselamatan kerja.

Baca Juga: Paling Asyik Ngabuburit Benahi Tanaman Hortikultura di Halaman Rumah

 Sungguh menyedihkan, selama ini proses pengawasan ketenagakerjaan dihadang bermacam masalah teknis dan nonteknis. Bahkan ada kondisi kekosongan petugas pengawas akibat pengalihan pengawasan ketenagakerjaan dari pemerintah kota/kabupaten kepada provinsi.

 Hal diatas sebagai implikasi Undang-Undang No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah. Yang menyatakan bahwa sejumlah fungsi pengawasan ketenagakerjaan tersentralisasi dari kabupaten ke tingkat provinsi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan independensi pengawas ketenagakerjaan karena mereka tidak lagi melapor kepada pemerintah kabupaten/kota. Namun, kondisinya justru pengawasan oleh pihak provinsi malah tidak efektif akibat masalah teknis dan non teknis.

 Jumlah total pengawas ketenagakerjaan di Indonesia masih kurang. Baik kurang jumlah maupun kurang kompetensinya. Selama ini para pengawas ketenagakerjaan kesulitan merumuskan potensi dan risiko kecelakaan kerja. Potensi bahaya adalah sesuatu yang berpotensi untuk terjadinya insiden yang berakibat pada kerugian. Risiko adalah kombinasi dan konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan peluang terjadinya hal tersebut. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 30 Mar 2026, 19:45

Ganti Profesi Usai Lebaran, Mencari yang Lebih Cocok dengan Semangat Zaman

Banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi yang tidak langsung cocok dengan pekerjaan atau profesi pertamanya.

Pekerja menyelkesaikan produksi tas di salah satu pabrik produksi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung 30 Mar 2026, 17:03

The Hallway Space: Menyulap Pasar Tradisional Jadi Ruang Bisnis Kreatif Anak Bandung

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem.

The Hallway Space, ruang kebebasan dengan fungsi sebagai wadah cakupan kolektif dari para pelaku industri kreatif yang memiliki visi untuk bertumbuh bersama dalam satu cakupan ekosistem. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 16:24

Anomali Saat Lebaran Tahun 1980-an

Pada hari Lebaran banyak orang-orang yang terlibat dalam permainan lotre atau judi padahal kbaru saja menjalani shaum Ramadan

Masjid Agung Bandung (Alun-Alun) pada tahun 1980-an. (Sumber: Twitter | Foto: @arbainrambey)
Linimasa 30 Mar 2026, 15:12

Jejak Serangan Berdarah Israel terhadap Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Sejarah mencatat berbagai serangan terhadap UNIFIL di Lebanon, dari tragedi Qana 1996 hingga insiden terbaru yang menewaskan prajurit Indonesia.

Latihan bersama Kontingen Garuda dengan Lebanese Armed Forces. (Sumber: tniad.mil.id)
Beranda 30 Mar 2026, 14:43

Jejak Perjalanan Motor Pemudik dari Kiaracondong ke Kampung Halaman

Mudik tak selalu identik dengan lelah di jalan. Lewat program Motis, ratusan sepeda motor diangkut dengan kereta dari Kiaracondong, menghadirkan perjalanan pulang yang lebih aman, ringan, dan manusiaw

Rapi berjejer, sepeda motor pemudik yang sudah “dibungkus” siap diberangkatkan menuju tujuan masing-masing. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 13:56

Kakarén dan Hidup Setelah Lebaran

Kakarén Lebaran bisa dibaca sebagai metafora yang menarik.

produksi kue kering di pabrik kue J&C Cookies, Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Rabu, 27 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 12:37

Transportasi Laut Pemudik: Antara Pelayaran Rakyat Anak Tiri dan Pelayaran Pelat Merah Anak Emas

Kegiatan penyeberangan dengan pelayaran rakyat sarat dengan bahaya.

Ilustrasi kapal pelayaran rakyat. (Sumber: Pexels | Foto: Agus Triwinarso)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 09:40

Ketika Utilitas Melanggar Ruang Manfaat Jalan

Utilitas seperti kabel menjuntai dan galian kabel di permukaan jalan di Bandung melanggar ruang manfaat jalan.

Lakalantas tunggal di Jalan Perintis Kemerdekaan akibat bekas galian kabel PLN, Kamis (26/3/2026). (Sumber: Instagram/@im.bethh___)
Ayo Netizen 30 Mar 2026, 08:40

Jabar Mesti Berani Revolusi untuk Mencetak SDM Terbarukan

SDM terbarukan memiliki etos kerja, kompetensi, daya literasi, kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman

Ilustrasi revolusi ketenagakerjaan di Jabar (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 18:16

Prospek Usaha Florikultura saat Lebaran dan Reinventing Kota Kembang

Prospek usaha bunga potong atau Florikultura saat lebaran bisa reinventing predikat kota kembang.

Pasar kembang Wastukencana kota Bandung (Sumber: pasarbungawastukencana.com)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 14:03

Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan

Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.

Pemerintah Kota Bandung menggelar nikah gratis bagi 10 pasangan dengan dengan berbagai fasilitas dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-215. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 12:06

Syawal adalah Harapan

Bulan Syawal—sebuah fase yang bukan sekadar penanda berakhirnya ibadah sebulan penuh, melainkan awal dari harapan yang diperbarui.

Pemudik sepeda motor melintasi Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2025, dengan pilihan perjalanan hemat dan berbagai konsekuensinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mar 2026, 09:43

Sejarah Tahu Gejrot, Legenda Kuliner yang Berawal dari Pabrik di Pesisir Cirebon

Tahu gejrot lahir dari industri tahu di Cirebon, berkembang dari makanan buruh menjadi jajanan jalanan legendaris di banyak kota.

Tahu gejrot khas Cirebon.
Ayo Netizen 29 Mar 2026, 09:20

Jalan Gelap di Bandung Memperbesar Risiko Keselamatan bagi Semua Pengguna Jalan

Jalan gelap di Bandung meningkatkan risiko kecelakaan dan kejahatan.

Jalan 'miskin lampu' di Bandung. (Sumber: Instagram @infobandungkota)
Beranda 28 Mar 2026, 11:07

Pedagang Mengenang Terminal Cicaheum yang Tak Lagi Ramai

Terminal Cicaheum di Bandung kini tak lagi seramai dulu. Pedagang lama bertahan di tengah penurunan penumpang, perubahan transportasi, dan kenangan masa lalu yang masih membekas.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 28 Mar 2026, 10:29

Kemacetan Pacira Saat Lebaran Ubah Pola Wisatawan

Kemacetan parah di jalur Pacira saat Lebaran berdampak pada kunjungan wisata, sebagian naik signifikan, sebagian lainnya justru turun.

Satlantas Polresta Bandung mengurai kemacetan di jalur Ciwidey. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 22:02

Jejak Bahasa, Dakwah, dan Tradisi Lebaran di Jawa dalam Kata ‘Ketupat

Sejak kapan ketupat menjadi simbol Idul Fitri? Dan benarkah kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat”—mengakui kesalahan?

Warga menganyam daun kelapa menjadi cangkang ketupat di kawasan Blok Ketupat, Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 18:01

Mengenang Sambas Mangundikarta, Penyiar RRI–TVRI dan Pencipta Lagu Manuk Dadali

Nama Sambas Mangundikarta tidak dapat dipisahkan dari Kota Bandung.

Sambas Mangundikarta, sosok panutan dalam dunia penyiaran Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Ikon 27 Mar 2026, 17:33

Sejarah Salak Pondoh, Buah Ikon Jogja dari Empat Biji Pemberian

Salak pondoh yang kini menjadi ikon pertanian Sleman berawal dari empat biji yang ditanam di lereng Merapi sekitar 1917. Dari kebun kecil desa, buah ini berkembang menjadi komoditas besar.

Ilustrasi salak Pondoh.
Ayo Netizen 27 Mar 2026, 16:27

Lebaran Telah Usai, Keselamatan Kerja Industri Distribusi BBM Tidak Boleh Kendor

Musim pancaroba menyebabkan temperatur ekstrim, ancaman puting beliung dan sambaran petir setiap saat mengancam aktivitas industri distribusi BBM.

Ilustrasi kasus kebakaran akibat kecelakaan kerja pada industri distribusi BBM (Sumber: Meta | Foto: Arif Minardi)