Berawal dari Halaman Rumah, Kreativitas Membawa Jajanan Cilok Urat Berkelana ke Penjuru Kota Bandung

2 menit baca
Rangga Dwi Rizky
Ditulis oleh Rangga Dwi Rizky diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 17:13 WIB
Seorang pedagang tengah melayani pembeli Cilok Urat Daging Tiga Putera di Jalan Dipatiukur No.87 (di depan Richeese/Unikom), Bandung, Minggu (02/11/2025). (Foto: Rangga Dwi Rizky)

Seorang pedagang tengah melayani pembeli Cilok Urat Daging Tiga Putera di Jalan Dipatiukur No.87 (di depan Richeese/Unikom), Bandung, Minggu (02/11/2025). (Foto: Rangga Dwi Rizky)

Di bawah rindangnya pepohonan di Jalan Dipatiukur No.87 Bandung, pada Minggu (02/11/2025), aroma gurih kaldu menyeruak dari sebuah gerobak sederhana bertuliskan Cilok Urat Daging Tiga Putera. Uap panas membumbung dari panci besar, berpadu dengan tawa pelanggan yang sabar mengantri. Dari sanalah lahir cita rasa khas yang kini jadi favorit warga sekitar.

Irfan, pedagang Cilok Urat Daging Tiga Putera, menceritakan bahwa owner mulai merintis bisnis ini sejak tahun 2019. Awalnya, ia hanya berjualan di depan rumah menggunakan resep keluarga. Namun, berkat kreativitas dan ketekunannya, cilok buatannya kini dikenal hingga ke beberapa wilayah Bandung seperti Dipatiukur, Cihapit dan Saparua. 

“Awalnya saya ingin membantu ekonomi keluarga. Waktu ikut berjualan cilok urat daging karena beda dari yang lain. Eh, ternyata banyak yang suka,” ujar Irfan sambil tersenyum saat ditemui di lapaknya.

Cilok Urat Daging Tiga Putera menawarkan sensasi kenyal berpadu dengan gurihnya daging sapi urat yang terasa di setiap gigitan dan menyuguhkan varian seperti isi keju quickmelt, cincang dan isian unik lainnya. Tak hanya itu, saus sambal racikan sendiri menjadi kunci utama kelezatan jajanan ini kental, manis-gurih, dan sedikit pedas.

Selain menjaga kualitas rasa, Cilok Urat Daging Tiga Putera juga memperhatikan aspek kebersihan dan penyajian. Setiap pagi menyiapkan bahan baru tanpa pengawet, memastikan cilok tetap segar dan higienis.

“Biar cuma jualan cilok, saya tetap jaga kebersihan. Pembeli sekarang kan banyak yang sadar soal makanan sehat,” tuturnya.

Harga seporsi cilok dibanderol mulai Rp5.000 hingga Rp10.000, tergantung pilihan bumbu dan isiannya. Menu favorit pelanggan adalah Cilok Urat Komplit, yang disajikan dengan bumbu chili oil, kecap dan saus sambal.

Seiring perkembangan zaman, pun tak ketinggalan memanfaatkan media sosial. Cilok Urat Daging Tiga Puteramempromosikan jualannya lewat Instagram dan WhatsApp, serta mendaftarkan usahanya di layanan pesan antar seperti GoFood dan GrabFood. Strategi ini berhasil memperluas jangkauan pembeli, bahkan hingga luar kecamatan.

Kini, Cilok Urat Daging Tiga Putera tidak hanya menjadi jajanan pinggir jalan, tetapi simbol semangat wirausaha kecil yang mampu bertahan di tengah persaingan kuliner modern. Irfan memberitahu bahwa owner mempersiapkan langkah berikutnya membuka kedai tetap dengan konsep sederhana namun nyaman.

“ Harapannya, nanti ada tempat duduk biar orang bisa makan santai dan juga mau tambah menu baru kayak cilok bakar,” ujarnya.

Dengan cita rasa otentik, harga terjangkau, serta ketulusan dalam setiap racikan, Cilok Urat Daging Tiga Putera membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap bisa beradaptasi dan berkembang tanpa kehilangan jati diri. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rangga Dwi Rizky
Mahasiswa Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)