Tari Merak di Pusat Bina Tari, Ketika Jemari Lentik dan Senyum Manis Berkisah

Mikha Br Sirait
Ditulis oleh Mikha Br Sirait diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 14:54 WIB
Para penerus tari merak menebar pesona lewat jemari lentik dan senyum manis yang menghidupkan semangat budaya di Pusat Bina Tari pada Minggu (09/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Mikha Br Sirait)

Para penerus tari merak menebar pesona lewat jemari lentik dan senyum manis yang menghidupkan semangat budaya di Pusat Bina Tari pada Minggu (09/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Mikha Br Sirait)

Jemari yang lentik nan anggun dari para penari ini berbicara tanpa kata, menuturkan kisah tentang cinta pada tradisi dan kebanggaan akan warisan negeri. Iringan musik tradisional berpadu dengan semangat dan senyuman manis yang menghadirkan suasana hangat dan penuh energi di Sanggar Pusat Bina Tari, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (09/11/2025).

Ivo merupakan salah satu pelopor pelestarian seni tari merak di Pusat Bina Tari, Bandung. Baginya, setiap gerakan bukan hanya sekedar estetika, tetapi juga napas warisan budaya Sunda yang harus terus dijaga agar tidak punah. “Tari merak bukan hanya sekadar gerakan, tetapi ada keanggunan dan keangkuhan yang hidup dalam setiap kepakan sayapnya, ujarnya.

Tari merak pertama kali diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri pada tahun 1955 dan diubah kembali oleh pendiri Pusat Bina Tari, yaitu Irawati Durban pada tahun 1965. Perubahan yang diciptakan oleh Irawati Durban menciptakan tarian ini tampil lebih lincah, hidup, dan memiliki makna simbolik. Dalam setiap geraknya, tampak perpaduan antara keangkuhan dan keindahan, menggambarkan karakter burung merak yang sangat bangga pada keelokan dirinya.

Latihan tari merak dengan penuh semangat di ruangan yang terbuka (09/11/2025) (Sumber: Mikha Br Sirait | Foto: Mikha Br Sirait)
Latihan tari merak dengan penuh semangat di ruangan yang terbuka (09/11/2025) (Sumber: Mikha Br Sirait | Foto: Mikha Br Sirait)

Perjalanan tari merak pada Pusat Bina Tari tidak hanya di ruang latihan semata, melainkan terus menari menembus waktu dan generasi sampai menjadi simbol keanggunan budaya Sunda yang abadi. Sejak tahun 1960-an, tarian ini telah melangkah dari panggung-panggung lokal hingga ke istana negara dan luar negeri, membangkitkan rasa bangga terhadap budaya Sunda. “Bahkan di Belanda, dalam satu hari kami bisa menampilkan tari merak hingga empat kali,” ucap Ivo dengan tersenyum bangga. Setiap pertunjukan menjadi bukti bahwa seni tradisi Indonesia memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan hati, menyampaikan keindahan dan makna melalui setiap gerakannya.

Pusat Bina Tari menjadi rumah bagi generasi penerus seni tari merak, tempat di mana warisan budaya dijaga, dipelajari, dan diteruskan dengan penuh dedikasi. Dari murid-murid yang baru belajar dasar gerakan hingga penari profesional berpengalaman, semuanya berlatih dengan disiplin yang tinggi dan semangat yang membara. Ivo menekankan bahwa kesempurnaan tari tak hanya lahir dari proses tetapi juga dari ketekunan tanpa henti. Latihan bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan, hanya demi menyempurnakan satu gerakan tangan yang lentik atau satu putaran kepala yang penuh makna.

Kostum yang dikenakan para penari saat tampil juga bukan sekadar hiasan semata, melainkan simbol yang mencerminkan keanggunan, keangkuhan dan juga memiliki filosofi. Warna hijau dan biru menjadi ciri khasnya, melambangkan keseimbangan alam, ketenangan jiwa, serta keanggunan burung merak yang menari bebas di tengah rindangnya hutan tropis. Setiap jahitan manik-maniknya juga dirancang dengan sangat teliti, mencerminkan filosofi bahwa keindahan lahir dari ketekunan dan cinta pada budaya.

Seiring berjalannya waktu, Pusbitari tidak hanya berperan sebagai tempat latihan menari, tetapi juga menjadi simbol semangat pelestarian seni budaya Sunda di Indonesia. Penetapan tari merak sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh pemerintah pada tahun 2020 menjadi bukti nyata pengakuan terhadap keindahan, nilai sejarah, dan makna mendalam.

Pelestarian budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menanamkan rasa bangga dan cinta pada warisan leluhur di hati generasi muda. Ia percaya, selama masih ada yang menari dengan sepenuh hati dan jiwa, keindahan tari merak ini akan terus hidup dan mekar sepanjang masa. Keindahan tari merak juga menjadi simbol bahwa tradisi dapat beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Tiga kata yang paling menggambarkan tari merak menurut Ivo adalah indah, angkuh, dan elegan. Dalam tiga kata itu mencerminkan makna mendalam tentang kebanggaan, pesona, dan keabadian budaya Sunda yang harus tetap dilestarikan. Setiap gerakannya menjadi wujud nyata dari cinta dan tanggung jawab generasi penerus dalam menjaga warisan seni yang tak ternilai harganya. Melalui setiap lentikan jemari, langkah gemulai, dan tatapan yang penuh makna, mereka tidak hanya sekadar menari, tetapi juga merawat identitas budaya yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Mikha Br Sirait
Mahasiswi Digital Public Relation Telkom University Bandung

Berita Terkait

News Update

Bandung 18 Apr 2026, 15:10

Manis Legit Jenang Mbak Nana, Primadona Baru di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Cihapit

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan.

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 18 Apr 2026, 14:30

Melawan Arus Digital: Denyut Musik Analog di Bandung dan Makassar

Di tengah dominasi digital, kaset dan vinyl tetap hidup sebagai simbol identitas, koneksi emosional, dan ruang nostalgia antargenerasi.

Koleksi kaset lama di DU 68 Musik. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 18 Apr 2026, 11:47

Uang Menjadi Simbol: Membaca Realitas Sosial Lewat Lukisan “Uang Kecil”

Lukisan "Uang Kecil" karya Vania Kamila Zahra merefleksikan ketimpangan sosial dan perjuangan hidup melalui detail uang lusuh, mengajak penonton bersyukur di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Vania Kamila Zahra dan lukisannya yang berjudul “Uang Kecil”. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 20:52

Tantangan Kartini Masa Kini : Bangkitkan Kesadaran Konsumen dan Geluti Ekonomi Kreatif

Kartini 4.0 memiliki tugas sejarah memperbaiki mutu, volume produksi dan kemasan pangan tradisional sehingga mampu bersaing di pasar.

Ilustrasi RA.Kartini dalam sebuah film (Sumber: Legacy Pictures)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 19:51

Pamer atau Bertahan? Logika Sosial di Balik Tren Flexing di Media Sosial

Flexing bukan sekadar pamer kekayaan, tetapi bagian dari logika media sosial yang menuntut setiap orang untuk terus terlihat dan diakui.

Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 18:03

Kisah Kaum Urban 'Wong Kalang' di Jantung Parijs van Java

Mungkin untuk sebagian orang kisah “Wong Kalang” ini masih terdengar samar.

Anak turun keluarga wong kalang yang menetap di barat Braga sejak 1880. (Foto: Dokumentasi keluarga Apandi)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 17:25

Di Balik Roda yang Bergerak: Bandung, Angkot, dan Cara Kita Membaca Kota

Hari Angkutan Nasional menjadi momen bersejarah sekaligus cara untuk mengenal Kota Bandung, tidak hanya dari keindahannya, tetapi juga dari kehidupan yang bergerak di dalamnya.

Angkot di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 17 Apr 2026, 16:44

Panduan Wisata Situ Bagendit Garut: Tiket, Rute, dan Wahana

Situ Bagendit menawarkan tiket murah, akses mudah, wahana air, dan panorama empat gunung, cocok untuk wisata keluarga di Garut.

Situ Bagendit, Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 12:51

Perempuan yang Menulis dalam Bahasa Penjajahnya, Sisi Lain Kartini yang Tak Pernah Diajarkan di Sekolah

Di balik peringatan Hari Kartini, ada sisi gelap yang terlupakan, perjuangan seorang perempuan yang bahkan harus menulis dalam bahasanya sendiri.

R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)
Beranda 17 Apr 2026, 11:45

Lapak Cilok dan Buku: Cara Raja Menantang Stigma di Jalan Dago

Lapak cilok di Dago jadi ruang baca gratis yang digagas Raja. Ia menantang stigma bahwa membaca hanya milik kalangan tertentu, lewat buku yang dibuka untuk siapa saja.

Berjualan cilok menjadi sumber penghasilan utama Raja, di sela kegiatannya mengelola lapak baca sederhana di pinggir jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 11:16

Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain.

Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Linimasa 17 Apr 2026, 10:44

Para Peramal Piala Dunia, dari Paul Si Gurita hingga Prediksi AI

Fenomena ramalan Piala Dunia berkembang dari Paul si gurita hingga kecerdasan buatan yang kini memprediksi hasil turnamen global 2026.

Paul Si Gurita, peraamal Piala Dunia 2010. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)