Tari Merak di Pusat Bina Tari, Ketika Jemari Lentik dan Senyum Manis Berkisah

3 menit baca
Mikha Br Sirait
Ditulis oleh Mikha Br Sirait diterbitkan
Para penerus tari merak menebar pesona lewat jemari lentik dan senyum manis yang menghidupkan semangat budaya di Pusat Bina Tari pada Minggu (09/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Mikha Br Sirait)
Para penerus tari merak menebar pesona lewat jemari lentik dan senyum manis yang menghidupkan semangat budaya di Pusat Bina Tari pada Minggu (09/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Mikha Br Sirait)

Jemari yang lentik nan anggun dari para penari ini berbicara tanpa kata, menuturkan kisah tentang cinta pada tradisi dan kebanggaan akan warisan negeri. Iringan musik tradisional berpadu dengan semangat dan senyuman manis yang menghadirkan suasana hangat dan penuh energi di Sanggar Pusat Bina Tari, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (09/11/2025).

Ivo merupakan salah satu pelopor pelestarian seni tari merak di Pusat Bina Tari, Bandung. Baginya, setiap gerakan bukan hanya sekedar estetika, tetapi juga napas warisan budaya Sunda yang harus terus dijaga agar tidak punah. “Tari merak bukan hanya sekadar gerakan, tetapi ada keanggunan dan keangkuhan yang hidup dalam setiap kepakan sayapnya, ujarnya.

Tari merak pertama kali diciptakan oleh Raden Tjetje Somantri pada tahun 1955 dan diubah kembali oleh pendiri Pusat Bina Tari, yaitu Irawati Durban pada tahun 1965. Perubahan yang diciptakan oleh Irawati Durban menciptakan tarian ini tampil lebih lincah, hidup, dan memiliki makna simbolik. Dalam setiap geraknya, tampak perpaduan antara keangkuhan dan keindahan, menggambarkan karakter burung merak yang sangat bangga pada keelokan dirinya.

Latihan tari merak dengan penuh semangat di ruangan yang terbuka (09/11/2025) (Sumber: Mikha Br Sirait | Foto: Mikha Br Sirait)
Latihan tari merak dengan penuh semangat di ruangan yang terbuka (09/11/2025) (Sumber: Mikha Br Sirait | Foto: Mikha Br Sirait)

Perjalanan tari merak pada Pusat Bina Tari tidak hanya di ruang latihan semata, melainkan terus menari menembus waktu dan generasi sampai menjadi simbol keanggunan budaya Sunda yang abadi. Sejak tahun 1960-an, tarian ini telah melangkah dari panggung-panggung lokal hingga ke istana negara dan luar negeri, membangkitkan rasa bangga terhadap budaya Sunda. “Bahkan di Belanda, dalam satu hari kami bisa menampilkan tari merak hingga empat kali,” ucap Ivo dengan tersenyum bangga. Setiap pertunjukan menjadi bukti bahwa seni tradisi Indonesia memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan hati, menyampaikan keindahan dan makna melalui setiap gerakannya.

Pusat Bina Tari menjadi rumah bagi generasi penerus seni tari merak, tempat di mana warisan budaya dijaga, dipelajari, dan diteruskan dengan penuh dedikasi. Dari murid-murid yang baru belajar dasar gerakan hingga penari profesional berpengalaman, semuanya berlatih dengan disiplin yang tinggi dan semangat yang membara. Ivo menekankan bahwa kesempurnaan tari tak hanya lahir dari proses tetapi juga dari ketekunan tanpa henti. Latihan bahkan bisa berlangsung berbulan-bulan, hanya demi menyempurnakan satu gerakan tangan yang lentik atau satu putaran kepala yang penuh makna.

Kostum yang dikenakan para penari saat tampil juga bukan sekadar hiasan semata, melainkan simbol yang mencerminkan keanggunan, keangkuhan dan juga memiliki filosofi. Warna hijau dan biru menjadi ciri khasnya, melambangkan keseimbangan alam, ketenangan jiwa, serta keanggunan burung merak yang menari bebas di tengah rindangnya hutan tropis. Setiap jahitan manik-maniknya juga dirancang dengan sangat teliti, mencerminkan filosofi bahwa keindahan lahir dari ketekunan dan cinta pada budaya.

Seiring berjalannya waktu, Pusbitari tidak hanya berperan sebagai tempat latihan menari, tetapi juga menjadi simbol semangat pelestarian seni budaya Sunda di Indonesia. Penetapan tari merak sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh pemerintah pada tahun 2020 menjadi bukti nyata pengakuan terhadap keindahan, nilai sejarah, dan makna mendalam.

Pelestarian budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menanamkan rasa bangga dan cinta pada warisan leluhur di hati generasi muda. Ia percaya, selama masih ada yang menari dengan sepenuh hati dan jiwa, keindahan tari merak ini akan terus hidup dan mekar sepanjang masa. Keindahan tari merak juga menjadi simbol bahwa tradisi dapat beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Tiga kata yang paling menggambarkan tari merak menurut Ivo adalah indah, angkuh, dan elegan. Dalam tiga kata itu mencerminkan makna mendalam tentang kebanggaan, pesona, dan keabadian budaya Sunda yang harus tetap dilestarikan. Setiap gerakannya menjadi wujud nyata dari cinta dan tanggung jawab generasi penerus dalam menjaga warisan seni yang tak ternilai harganya. Melalui setiap lentikan jemari, langkah gemulai, dan tatapan yang penuh makna, mereka tidak hanya sekadar menari, tetapi juga merawat identitas budaya yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Mikha Br Sirait
Tentang Mikha Br Sirait
Mahasiswi Digital Public Relation Telkom University Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)