Menjaga Irama Tradisi: Semangat Panca Wijaya Art dalam Melestarikan Tari Jaipong di Era Modern

2 menit baca
Keira arumi wijaya
Ditulis oleh Keira arumi wijaya diterbitkan
Deretan kostum tari memenuhi ruang Latihan Sanggar Panca Wijaya Art di Kecamatan Kiaracondong, Bandung, Minggu (02/11/25). (Foto: Keira Arumi Wijaya)
Deretan kostum tari memenuhi ruang Latihan Sanggar Panca Wijaya Art di Kecamatan Kiaracondong, Bandung, Minggu (02/11/25). (Foto: Keira Arumi Wijaya)

Deretan kostum warna-warni menggantung rapi di sudut ruangan, sementara piala dan piagam berjejer di atas lemari kecil yang menandakan panjangnya jejak prestasi. Di antara gemerlap kain dan hiasan kepala penari, aroma semangat terasa kental di ruang latihan para penari. Tempat ini bukan sekadar wadah berlatih, tetapi pusat kreativitas yang menjaga denyut hidup tari Jaipong agar tetap berirama di tengah derasnya budaya modern. Panca Wijaya Art, Jalan Kiara Asri Barat II No.4, Sukapura, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung.

Sanggar yang dibina oleh Yosep Gunawan, pengajar sekaligus pembina Sanggar Panca Wijaya Art, menegaskan bahwa Jaipong merupakan bagian penting dari warisan budaya Sunda yang berasal dari tarian rakyat bernama Ketuk Tilu.

“Jaipong berkembang dari tarian rakyat yang digarap ulang oleh Gugum Gumbira. Gerakannya mencerminkan semangat dan keanggunan perempuan Sunda,” ujarnya pada Minggu (02/11/25).

Ia menjelaskan, menjaga eksistensi Jaipong di tengah arus modernisasi bukan perkara sederhana. Perubahan selera generasi muda dan pengaruh budaya global menjadi tantangan tersendiri.

“Sekarang anak-anak lebih tertarik pada Jaipong kreasi. Mereka banyak memberi ide baru dalam gerakan, dan itu jadi tugas kami untuk tetap mengenalkan nilai tradisi di baliknya,” tuturnya.

Meski begitu, minat terhadap Jaipong masih cukup tinggi. Banyak anak-anak dan remaja yang rutin berlatih di sanggar setiap pekan. Sebelum mulai menari, mereka selalu diperkenalkan pada makna serta sejarah di balik setiap gerakan agar memahami bahwa Jaipong bukan sekadar tarian, melainkan sarana untuk menelusuri filosofi budaya Sunda.

Untuk menjaga antusiasme peserta latihan, sanggar terus berinovasi dengan memadukan unsur klasik dan modern dalam setiap karya tari. Musik tradisional sering dikombinasikan dengan aransemen kekinian tanpa meninggalkan ciri khas Jaipong sebagai tarian tradisional. Pendekatan ini membuat Jaipong tetap relevan dan diminati oleh generasi muda.

Para penari Sanggar Panca Wijaya Art menampilkan tarian Jaipong di West Java Festival, Kecamatan Batununggal, Bandung, Sabtu (25/10/2025), sebagai bentuk pelestarian budaya Sunda di era modern. (Foto: Yosep Gunawan)
Para penari Sanggar Panca Wijaya Art menampilkan tarian Jaipong di West Java Festival, Kecamatan Batununggal, Bandung, Sabtu (25/10/2025), sebagai bentuk pelestarian budaya Sunda di era modern. (Foto: Yosep Gunawan)
  • Selain berlatih, Sanggar Panca Wijaya Art juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni dan kebudayaan, seperti West Java Festival, Bandung Fair, hingga perayaan Hari Jadi Kota Bandung. Keterlibatan dalam berbagai acara tersebut menjadi bukti bahwa Jaipong masih memiliki tempat di hati masyarakat dan terus berkembang mengikuti zaman.

Media sosial kini berperan penting dalam memperluas jangkauan kesenian Jaipong. Melalui unggahan foto dan video latihan di Instagram dan TikTok, sanggar berhasil menarik perhatian banyak anak muda yang sebelumnya belum mengenal Jaipong.

Menurutnya, kunci utama dalam menjaga keberlangsungan Jaipong adalah konsistensi dan semangat berkarya. Dunia seni tidak akan bertahan tanpa inovasi dan dedikasi pelaku seninya.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Anak-anak harus terus berkarya agar budaya ini tidak hilang,” ucapnya.

Dengan komitmen dan kerja keras, Sanggar Panca Wijaya Art membuktikan bahwa Jaipong tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Gerak dan iramanya tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga wujud kebanggaan dan jati diri masyarakat Sunda. Selama masih ada generasi muda yang mau menari dan memahami maknanya, Jaipong akan terus bergema di setiap panggung, menjadi simbol semangat budaya yang tak lekang oleh waktu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Keira arumi wijaya
Mahasiswa Digital PR Telkom University

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)