Kota bandung tidak pernah diam, setiap sudutnya selalu tercium oleh aroma kuliner yang menggoda dan cita rasa yang sangat khas. Hadirnya Waroeng Spesial Sambal membawa cita rasa pedas yang membangkitkan selera dan kehangatan meja makan keluarga. Dengan tiga cabang di Jatinangor, Bawean, dan Jl. Sukabumi, waroeng Spesial Sambal membawa pesona sambal khas Nusantara, ditambah dengan lauk pauk khas Nusantara. Jl. Sukabumi, Kacapiring, Kec. Batununggal, Kota Bandung.
Nanang Suhendar sebagai kepala dapur Waroeng Spesial Sambal di Jl. Sukabumi menyebut bahwa Waroeng SS Berani menawarkan 30 lebih varian sambal. Hal inilah yang menjadi keunggulannya.
Berdiri sejak 20 Agustus 2002, Waroeng Spesial Sambal berawal dari sebuah waroeng tenda sederhana di Kawasan Kaliurang, Yogyakarta. Dari usaha kecil yang dirintis oleh bapak Yoyok Setiawan, bisinis ini terus berkembang pesat berkat prospek yang menjanjikan dan cita rasa sambal yang khas. Kini, Waroeng SS telah memiliki lebih dari 105 cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, Malaysia, Dan Australia.
Sementara itu, Waroeng SS cabang Bandung yang berlokasi di Jl. Sukabumi termasuk pendatang baru di wilayah tersebut. Berdiri sekitar dua tahun lalu, cabang ini menjadi bagian ekspensi waroeng SS yang berupaya mengahdirkan sambal spesial dan hidangan Nusantara lebih banyak bagi penikmat kuliner.
Walau banyak waroeng yang menjual sambal juga tetapi waroeng spesial sambal menwarkan varian sambal yang lebih dari 30 varian jika dibandingkan dengan waroeng yang lain. Karena bapak Yoyok hobi memasak dan ingin belajar terkait memasak dan banyak riset dari situ ada inovasi dalam menu sambal di waroeng SS. dari banyaknya varian sambal terciptanya tagline “spesial sambal” dengan memastikan rasa pedas,panas, dan mantap yang menjadi daya Tarik bagi pengunjung.
“Selain adanya SKBN ( Standar Kerja Baku Nasional) waroeng spesial sambal juga mementingkan mentalitas karyawannya,” kata Nanang, Selasa (04/11/2025).
Demi menjaga konsistensi rasa di semua cabang waroeng spesial sambal dengan mengadakan workshop yang dilakukan kurun waktu satu minggu atau sebulan sekali. Selain itu, juga mengadakan briefing guna mengkaji resep-resep dan adanya SKBN (standar kerja baku nasional) yang tertuang di waroeng spesial sambal. Terdapat training bagi karyawan baru yang mendapat pelatihan dasar selama tujuh hari untuk memahami resep, proses, dan mentalitas kerja yang harus dijaga.
“Untuk mengobati rasa kangen konsumen di masa pandemi, kami menghadirkan inovasi frozen food agar konsumen pelanggan bisa menikmati menu waroeng SS tanpa harus datang langsung,” ungkapnya.
Bagi SS, menjaga rasa bukan sekadar mengikuti resep, melainkan menjaga mentalitas untuk tetap peduli pada cita rasa pelanggan. Selain menjaga standar rasa, SS juga berinovasi mengikuti perkembangan zaman melalui produk frozen food dan bahan dapur siap pakai. Inovasi ini lahir saat masa pandemi COVID-19, ketika perusahaan harus mencari cara agar pelanggan tetap bisa menikmati cita rasa SS dari rumah. Langkah ini menjadi bukti bahwa SS tak hanya menjual rasa pedas, tapi juga komitmen terhadap kualitas dan kepuasan pelanggan.
Dengan semangat untuk terus beradaptasi, Waroeng SS membuktikan bahwa cita rasa bisa tetap dijaga meski zaman berubah dan selera Masyarakat semakin beragam dari waktu ke waktu. Di balik kepulan sambal pedasnya, tersimpan nilai disiplin, konsistensi, dan pelayanan tulus yang membuat pelanggan merasa dekat dan selalu ingin Kembali menikmati cita rasa khasnya.
Bagi Waroeng SS, mempertahankan rasa bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk cinta mendalam terhadap kuliner Nusantara yang terus hidup di setiap piraing yang disajikan. (*)
