Dari Gerobak Kaki Lima hingga Membuka Cabang di Jakarta

Nur Regita
Ditulis oleh Nur Regita diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 15:47 WIB
Suasana kedai pada sore hari dengan pelanggan yang sedang menyantap mie, lokasi Mie Akup. Jalan Mekar Utama No. 33, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (11/11/2025). (Foto: Nur Regita Azahra Rawal)

Suasana kedai pada sore hari dengan pelanggan yang sedang menyantap mie, lokasi Mie Akup. Jalan Mekar Utama No. 33, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (11/11/2025). (Foto: Nur Regita Azahra Rawal)

Kedai itu memiliki aroma khas dari kuah bakso pangsit yang menggoda selera di seluruh penghujung bangunan kedai. Suasana yang ramai pengunjung dengan suara benturan antar mangkuk sendok dengan perbincangan hangat terjadi di kedai bernama Mie Akup.

Mie Akup Bandung menjadi salah satu kuliner UMKM Bandung yang masih eksis sejak 1987 yang berlokasi di Jalan Mekar Utama No. 33, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Minggu (2/11/2025).

Miftah Rozi sebagai General Manager dari Mie Akup memberikan penjelasan bagaimana awalnya kedai ini terbentuk

“Mie Akup mempunyai cikal bakal berasal dari keluarga Pak H. Yakub yang memang usaha bisnisnya dirintis dari awal di gerobak kaki lima yang dijual di area lapangan Tegalega. Kemudian di hibahkan kepada orang yang lebih bisa membuat bisnis ini berjalan. Sesuai dengan branding kita dari 1987, mulainya itu dengan gerobak-gerobak jalan keliling, sangat sederhana, kaki lima. Itu awal mulanya dari situ dengan cita rasa yang memang kami pertahankan” ujarnya.

Dengan passion serta keinginan keluarga Pak H. Yakub untuk membuat mie sendiri dan di distribusikan kepada rekannya. Saat mie menjadi makanan keseharian dari masyarakat di Bandung. Maka mie ini menjadi angan-angan usaha yang dapat dikembangkan. Sampai saat ini rumah keluarga dari Pak H. Yakub masih ditempati dengan menjadi pabrik pengolahan mie yang akhirnya di sebar di seluruh kedai Mie Akup di Bandung.

Dengan berjalannya waktu serta rasa minat masyarakat kepada Mie Akup. Pada tahun 2021 Mie Akup memberanikan diri untuk membuka kedai mie pertamanya di Metro Margahayu. Dengan tempat yang lebih memadai agar pelanggan dapat makan di tempat. Diikuti dengan pembukaan cabang di daerah lain seperti Mekarwangi, Gegerkalong, dan Antapani. Selanjutnya Mie Akup akan membuka cabang pertamanya di Jakarta pada tahun 2026.

Mie Akup menjadi salah satu usaha kuliner UMKM yang bertahan dari masa ke masa. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Mie Akup untuk tetap bertahan di dunia bisnis kuliner. Berfokus dengan menjual mie, Mie Akup mempertahankan bisnis kulinernya dengan menjual berbagai variasi dari mie serta beberapa menu tambahan agar tetap ke kinian dan dapat diterima oleh seluruh kalangan usia.

Tak hanya dari sisi variasi menu mie, namun juga dengan bagaimana Mie Akup tetap mempertahankan cita rasanya dalam mie yang dimiliki oleh Mie Akup sejak 1987, agar tetap memiliki rasa yang konsisten dan tidak berubah dilidah pelanggan.

Miftah Rozi memberikan penjelasan bagaimana cita rasa dapat terus dipertahankan dalam menjaga konsistensi.

“Ketika kita berharap orang makan di kedai yang di Mekarwangi sama rasanya dengan yang makan di Metro. Tentunya kita harus memiliki satu tempat yang di mana tempat tersebut bisa mengelola dari master recipe yang akan di distribusikan kepada masing-masing kedai yang berada di central kitchen. Yang akan membantu bagaimana cara membuat mie, pangsit, baso, dan makanan lainnya agar takarannya tetap sama,” ucapnya dalam wawancara.

Selain dari cita rasa mie, Mie Akup mempunyai promosi yang unik dan sudah dilakukan sejak awal mereka berbisnis, dengan cara net promoter score. Mie Akup percaya bahwa jika score dari pelanggan baik maka mereka akan merekomendasikan makanan tersebut baik kepada keluarga dan teman tentang kenikmatan makanan dari Mie Akup.

Untuk sosial media sendiri, Mie Akup menjadikannya sebagai opsi kedua, saat ini Mie Akup aktif di sosial media seperti Instagram @mieakup1987 yang sudah memiliki pengikut sebanyak 22.1 ribu dan beberapa sosial media lainnya seperti TikTok serta Facebook. Adapun cabang-cabang Mie Akup menyesuaikan segmen dari pasarnya sendiri.

“Itu tergantung kedai kita berada, jika area kita berada di tempat yang banyak pemukiman, terutama pemukiman yang berada di sekitar kita, contohnya Mekarwangi, ternyata banyak pemukiman yang ada di sekitar kita perumahan termasuk perkantoran. Tentunya menjadi market kita mereka yang berada di sekitar kita” ujarnya.

Dengan segmen berdasarkan generasi seperti Gen Z, millenial, dan generasi lainnya, Mie Akup masuk ke dalam seluruh segmen usia dan generasi, mereka sudah paham dengan rasa dan konsistensi yang dimiliki oleh Mie Akup.

Meskipun sudah berjalan lama, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Mie Akup seperti hadirnya beberapa kompetitor yang baru dan dari sisi status perekonomian secara makro, di mana daya membeli masyarakat menurun sehingga Mie Akup dengan segmen menengah masih bisa eksis di era saat ini.

Tak hanya saat ini, Mie Akup tetap berusaha untuk tetap hadir saat Covid-19, dengan keadaan sulit, pesanan secara online menjadi salah satu cara Mie Akup tetap hadir untuk masyarakat. Tetapi dari situasi sulit tersebut tidak pernah membuat usaha Mie Akup goyah, sehingga sampai hari ini Mie Akup masih bisa menjadi andalan bagi masyarakat di Bandung.

Mie Akup mempunyai harapan untuk lebih dikenal di daerah lain baik di dalam kota Bandung maupun di luar kota Bandung seperti di Jakarta. Mie Akup juga ingin selalu bisa hadir dan memberikan kebahagiaan kepada orang-orang, baik itu di dalam internal usahanya, pelanggan tetap, bahkan kepada masyarakat yang ingin mencoba Mie Akup. Mie Akup siap membuka cabang pertamanya di luar Bandung, yaitu di PIK 2 dan Cijantung yang akan dibuka pada 2026 mendatang.(*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nur Regita
Tentang Nur Regita
Telkom University Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Feb 2026, 07:19

Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu.

Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 18:39

Bandung Selatan di Ujung Krisis: Ketika Kawasan Konservasi Dijadikan Ladang Bisnis

Jangan sampai atas nama wisata dan pertumbuhan ekonomi, kita justru menciptakan “neraka keseimbangan lingkungan” yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu sudut TWA Cimanggu-Ciwidey. (Foto: Dokumen pribadi)
Bandung 26 Feb 2026, 17:32

Begini Cara Jitu Bikin AI Patuh Bantu Promosi Produk UMKM

Kupas tuntas rahasia optimasi AI untuk konten UMKM agar tidak halu, pelajari trik prompt jitu dan strategi AIDA di workshop ini.

Arif Budianto menyampaikan materi modifikasi dan pemanfaatan AI dalam workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 17:06

Bukan Sekadar Ngonten, Ini Cara UMKM Ubah Akun Sosmed Jadi Akun Promosi

Dalam cakupan dunia digital yang serba bisa dilihat melalui layar saja, persaingan muncul dan dibentuk secara organik, serta tidak hanya berfokus pada unggahan biasa saja.

Pembicara Workshop Pelatihan UMKM bertajuk Produksi Konten Media Sosial dan AI: “Ngonten Pintar, Usaha Lancar," yakni Creative Manager, Bibo Bani yang membawakan materi tentang optimalisasi media sosial. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 15:52

UMKM dan Humas BUMN Antusias Ikuti Workshop Produksi Konten Medsos dan AI oleh Ayo Bandung

Tak hanya untuk UMKM, wokshop ini pun cocok bagi humas instansi, lembaga, corporasi, konten kreator pemula, dan umum yang ingin belajar lebih jauh memproduksi konten.

Workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz di Kantor Ayo Bandung, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 15:04

Ramadhan, Kemacetan, dan Ujian Tata Kelola Kota Bandung

Menyoroti kemacetan Bandung saat Ramadhan.

Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)