Dari Gerobak Kaki Lima hingga Membuka Cabang di Jakarta

4 menit baca
Nur Regita
Ditulis oleh Nur Regita diterbitkan
Suasana kedai pada sore hari dengan pelanggan yang sedang menyantap mie, lokasi Mie Akup. Jalan Mekar Utama No. 33, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (11/11/2025). (Foto: Nur Regita Azahra Rawal)
Suasana kedai pada sore hari dengan pelanggan yang sedang menyantap mie, lokasi Mie Akup. Jalan Mekar Utama No. 33, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (11/11/2025). (Foto: Nur Regita Azahra Rawal)

Kedai itu memiliki aroma khas dari kuah bakso pangsit yang menggoda selera di seluruh penghujung bangunan kedai. Suasana yang ramai pengunjung dengan suara benturan antar mangkuk sendok dengan perbincangan hangat terjadi di kedai bernama Mie Akup.

Mie Akup Bandung menjadi salah satu kuliner UMKM Bandung yang masih eksis sejak 1987 yang berlokasi di Jalan Mekar Utama No. 33, Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Minggu (2/11/2025).

Miftah Rozi sebagai General Manager dari Mie Akup memberikan penjelasan bagaimana awalnya kedai ini terbentuk

“Mie Akup mempunyai cikal bakal berasal dari keluarga Pak H. Yakub yang memang usaha bisnisnya dirintis dari awal di gerobak kaki lima yang dijual di area lapangan Tegalega. Kemudian di hibahkan kepada orang yang lebih bisa membuat bisnis ini berjalan. Sesuai dengan branding kita dari 1987, mulainya itu dengan gerobak-gerobak jalan keliling, sangat sederhana, kaki lima. Itu awal mulanya dari situ dengan cita rasa yang memang kami pertahankan” ujarnya.

Dengan passion serta keinginan keluarga Pak H. Yakub untuk membuat mie sendiri dan di distribusikan kepada rekannya. Saat mie menjadi makanan keseharian dari masyarakat di Bandung. Maka mie ini menjadi angan-angan usaha yang dapat dikembangkan. Sampai saat ini rumah keluarga dari Pak H. Yakub masih ditempati dengan menjadi pabrik pengolahan mie yang akhirnya di sebar di seluruh kedai Mie Akup di Bandung.

Dengan berjalannya waktu serta rasa minat masyarakat kepada Mie Akup. Pada tahun 2021 Mie Akup memberanikan diri untuk membuka kedai mie pertamanya di Metro Margahayu. Dengan tempat yang lebih memadai agar pelanggan dapat makan di tempat. Diikuti dengan pembukaan cabang di daerah lain seperti Mekarwangi, Gegerkalong, dan Antapani. Selanjutnya Mie Akup akan membuka cabang pertamanya di Jakarta pada tahun 2026.

Mie Akup menjadi salah satu usaha kuliner UMKM yang bertahan dari masa ke masa. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Mie Akup untuk tetap bertahan di dunia bisnis kuliner. Berfokus dengan menjual mie, Mie Akup mempertahankan bisnis kulinernya dengan menjual berbagai variasi dari mie serta beberapa menu tambahan agar tetap ke kinian dan dapat diterima oleh seluruh kalangan usia.

Tak hanya dari sisi variasi menu mie, namun juga dengan bagaimana Mie Akup tetap mempertahankan cita rasanya dalam mie yang dimiliki oleh Mie Akup sejak 1987, agar tetap memiliki rasa yang konsisten dan tidak berubah dilidah pelanggan.

Miftah Rozi memberikan penjelasan bagaimana cita rasa dapat terus dipertahankan dalam menjaga konsistensi.

“Ketika kita berharap orang makan di kedai yang di Mekarwangi sama rasanya dengan yang makan di Metro. Tentunya kita harus memiliki satu tempat yang di mana tempat tersebut bisa mengelola dari master recipe yang akan di distribusikan kepada masing-masing kedai yang berada di central kitchen. Yang akan membantu bagaimana cara membuat mie, pangsit, baso, dan makanan lainnya agar takarannya tetap sama,” ucapnya dalam wawancara.

Selain dari cita rasa mie, Mie Akup mempunyai promosi yang unik dan sudah dilakukan sejak awal mereka berbisnis, dengan cara net promoter score. Mie Akup percaya bahwa jika score dari pelanggan baik maka mereka akan merekomendasikan makanan tersebut baik kepada keluarga dan teman tentang kenikmatan makanan dari Mie Akup.

Untuk sosial media sendiri, Mie Akup menjadikannya sebagai opsi kedua, saat ini Mie Akup aktif di sosial media seperti Instagram @mieakup1987 yang sudah memiliki pengikut sebanyak 22.1 ribu dan beberapa sosial media lainnya seperti TikTok serta Facebook. Adapun cabang-cabang Mie Akup menyesuaikan segmen dari pasarnya sendiri.

“Itu tergantung kedai kita berada, jika area kita berada di tempat yang banyak pemukiman, terutama pemukiman yang berada di sekitar kita, contohnya Mekarwangi, ternyata banyak pemukiman yang ada di sekitar kita perumahan termasuk perkantoran. Tentunya menjadi market kita mereka yang berada di sekitar kita” ujarnya.

Dengan segmen berdasarkan generasi seperti Gen Z, millenial, dan generasi lainnya, Mie Akup masuk ke dalam seluruh segmen usia dan generasi, mereka sudah paham dengan rasa dan konsistensi yang dimiliki oleh Mie Akup.

Meskipun sudah berjalan lama, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh Mie Akup seperti hadirnya beberapa kompetitor yang baru dan dari sisi status perekonomian secara makro, di mana daya membeli masyarakat menurun sehingga Mie Akup dengan segmen menengah masih bisa eksis di era saat ini.

Tak hanya saat ini, Mie Akup tetap berusaha untuk tetap hadir saat Covid-19, dengan keadaan sulit, pesanan secara online menjadi salah satu cara Mie Akup tetap hadir untuk masyarakat. Tetapi dari situasi sulit tersebut tidak pernah membuat usaha Mie Akup goyah, sehingga sampai hari ini Mie Akup masih bisa menjadi andalan bagi masyarakat di Bandung.

Mie Akup mempunyai harapan untuk lebih dikenal di daerah lain baik di dalam kota Bandung maupun di luar kota Bandung seperti di Jakarta. Mie Akup juga ingin selalu bisa hadir dan memberikan kebahagiaan kepada orang-orang, baik itu di dalam internal usahanya, pelanggan tetap, bahkan kepada masyarakat yang ingin mencoba Mie Akup. Mie Akup siap membuka cabang pertamanya di luar Bandung, yaitu di PIK 2 dan Cijantung yang akan dibuka pada 2026 mendatang.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)