Transformasi Curug Tilu Leuwi Opat Menjadi Wisata Favorit untuk Dikunjungi

3 menit baca
Najmi Zahra Aulia
Ditulis oleh Najmi Zahra Aulia diterbitkan
Pesona curug yang jernih mengundang pengunjung untuk turun merasakan kesegaran airnya pada Rabu siang, 5 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Najmi Zahra)
Pesona curug yang jernih mengundang pengunjung untuk turun merasakan kesegaran airnya pada Rabu siang, 5 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Najmi Zahra)

Deru lembut air terjun berpadu dengan alunan sungai di balik pepohonan, menciptakan harmoni yang menenangkan telinga dan menyejukkan hati. Di balik pesona itu, tersimpan kisah perubahan Curug Tilu Leuwi Opat yaitu destinasi yang dulunya hanyalah lahan pribadi, kini menjadi wisata alam favorit masyarakat untuk menenangkan diri dari roller coaster kehidupan. Curug Tilu Leuwi Opat terletak di Desa Ciwangun, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut Tantan Kurnia, Pengelola Curug Tilu Leuwi Opat, kawasan ini mulai dibuka untuk umum sejak tahun 2006. “Dulunya tempat ini hanya lahan untuk bertani. Tapi kami melihat potensi alamnya besar, jadi kami mulai membuka akses jalan agar pengunjung bisa melihat curug lebih dekat,” ujarnya pada Rabu (05/11/2025).  

Seiring berjalannya waktu, minat wisatawan terhadap wisata alam terus meningkat. Curug Tilu Leuwi Opat pun bertransformasi menjadi destinasi populer tanpa mengubah keaslian lingkungannya.

“Kami tetap menjaga keasrian kawasan ini. Hewan seperti monyet masih sering turun ke area curug karena habitatnya masih alami. Kami hanya menambah akses yang aman dan beberapa wahana seperti flying fox, rappelling, rock climbing, dan kegiatan alam lainnya,” tambah Kang Tantan.  

Nama Curug Tilu Leuwi Opat juga bukan sekadar sebutan biasa. Dalam bahasa Sunda, curug berarti air terjun, leuwi berarti kolam alami, sedangkan tilu dan opat berarti tiga dan empat. Sesuai namanya, sekali melangkah tiga curug dan empat leuwi dapat ditemui.   

Selain memiliki tiga curug dengan pesona berbeda, kawasan Curug Tilu Leuwi Opat juga menyimpan satu leuwi yang menjadi spot tersembunyi atau sering disebut hidden gem karena keindahannya, yakni Leuwi Rakit.

“Tapi aksesnya belum dibuka untuk umum karena jalurnya yang belum cukup aman, hanya warga dan komunitas pecinta alam yang sesekali mengunjunginya,” ungkap pria bertopi hitam.

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi seluruh curug dan leuwi, tak perlu khawatir soal jarak dan keamanan. Jalur tracking dari pintu masuk menuju area utama hanya memakan waktu sekitar 10–15 menit dengan track yang ramah, bahkan untuk anak-anak dan orang tua.  

Setiap area curug dijaga oleh tim pengelola yang siap membantu pengunjung. Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, pengelola Curug Tilu Leuwi Opat juga menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari area camping ground, penginapan berkapasitas sepuluh orang, hingga fasilitas outbound dan wahana permainan adrenalin.  

Spot foto alami yang ikonik dan populer di kalangan pengunjung Curug Tilu Leuwi Opat  
yang diambil pada Rabu, 5 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Najmi Zahra)
Spot foto alami yang ikonik dan populer di kalangan pengunjung Curug Tilu Leuwi Opat yang diambil pada Rabu, 5 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Najmi Zahra)

Secara legalitas, Curug Tilu Leuwi Opat ini telah berbadan usaha resmi. Sekitar 70 hingga 80 persen lahannya merupakan milik pribadi, sementara sisanya termasuk kawasan Perhutani karena berada di area aliran sungai milik negara. Namun sejak awal, Almarhum Ai sebagai pendiri kawasan ini, memiliki visi agar Curug Tilu Leuwi Opat tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat sekitar agar roda ekonomi desa ikut berputar.  

Keterlibatan warga juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan ini. Banyak di antara mereka kini membuka usaha kecil seperti warung makan, dan penyewaan alat camping. Dari awal masuk daerah Ciwangun hingga pintu masuk curug, kehadiran masyarakat setempat menjadi bukti bahwa tempat ini tumbuh bersama dan memberikan kehidupan bagi warga sekitarnya.   

Meski pengunjung terus berdatangan, pengelola tetap berkomitmen menjaga keaslian dan keseimbangan lingkungan. Sehingga tak ada bangunan besar yang mengubah lanskap alami, hanya jalur-jalur sederhana yang memudahkan pengunjung menikmati setiap sudut curug.

Alam dibiarkan berbicara dengan caranya sendiri melalui deru lembut air terjun, semilir angin, dan kesejukan yang menenangkan hati. Curug Tilu Leuwi Opat bukan sekadar destinasi alam, melainkan ruang untuk kembali merasakan harmoni antara manusia dan alam.

Di tempat inilah, kesunyian menjadi irama, dan kesejukan menjadi pelukan bagi siapa pun yang datang mencari kesenangan serta ketenangan.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Najmi Zahra Aulia
Mahasiswa S1 Digital Public Relations, Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!