Makna Persahabatan Sejati di Tengah Kehidupan Modern

4 menit baca
Pepen Supendi
Ditulis oleh Pepen Supendi diterbitkan
Ilustrasi sahabat. (Sumber: Pexels | Foto: irwan zahuri)
Ilustrasi sahabat. (Sumber: Pexels | Foto: irwan zahuri)

Menjelang siang, telepon genggam saya berdering. Ketika saya lihat, ternyata panggilan itu berasal dari Prof. Babun Suharto. Seperti biasa, beliau membuka percakapan dengan menanyakan kabar. Bagaimana kabarnya? Alhamdulillah, sehat, Prof," jawab saya. Beliau lalu menimpali dengan kalimat sederhana, tetapi sangat bermakna, "Kabar baik itu mahal, yang paling mahal adalah kesehatan."

Saya mengenal beliau sebagai sosok yang tidak pernah lelah memberi nasihat. Setiap kali kami berjumpa, baik secara langsung maupun melalui telepon, selalu ada pelajaran hidup yang beliau sampaikan. Siang itu, saya kembali memperoleh pelajaran berharga tentang arti persahabatan.

Dalam percakapan yang hangat, beliau menjelaskan bahwa dalam kehidupan setidaknya ada tiga jenis sahabat, yaitu: sahabat sejati, sahabat merpati, dan sahabat kalajengking. Penjelasan itu sederhana, tetapi sangat dalam, karena membuat saya menyadari bahwa tidak semua orang yang dekat dengan kita dapat disebut sahabat.

Manusia tidak dapat hidup sendirian. Kita membutuhkan teman untuk berbagi cerita, saling menguatkan, dan menemani perjalanan hidup. Namun, setiap persahabatan memiliki warna yang berbeda. Ada yang memberi ketenangan, ada yang datang ketika membutuhkan, dan ada pula yang justru melukai.

Pertama adalah sahabat sejati. Inilah sahabat yang selalu hadir dalam suka maupun duka. Ia tidak hanya datang ketika kita sedang berhasil, tetapi juga tetap bertahan ketika kita gagal, jatuh, atau mengalami kesulitan. Sahabat sejati tidak melihat seseorang dari jabatan, harta, atau popularitasnya. Ia menerima sahabatnya apa adanya. Ketika kita salah, ia menasihati dengan tulus. Ketika kita sedih, ia memberi semangat. Ketika kita berhasil, ia ikut bahagia tanpa rasa iri.

Di zaman sekarang, sahabat sejati terasa semakin langka. Banyak pertemanan dibangun karena kepentingan, ingin mendapat keuntungan, mencari kedudukan, atau sekadar mengikuti lingkungan. Karena itu, menemukan sahabat sejati adalah nikmat yang patut disyukuri. Ada beberapa ciri sahabat sejati diantaranya, yaitu: jujur, menjaga rahasia, mau membantu tanpa pamrih, dan berani mengingatkan ketika kita salah. Diantara ciri-ciri tersebut, yang paling penting adalah ia tetap setia meskipun keadaan berubah. Persahabatan seperti inilah yang membuat hidup terasa lebih kuat dan bermakna.

Kedua, adalah sahabat merpati. Merpati biasanya datang ketika ada makanan, lalu pergi setelah kebutuhannya terpenuhi. Dalam persahabatan, sahabat merpati adalah teman yang hadir ketika membutuhkan sesuatu, tetapi menghilang ketika urusannya selesai. Ia tampak ramah dan dekat, tetapi kedekatannya bergantung pada keadaan. Ketika kita memiliki sesuatu yang menguntungkan baginya, ia sering datang. Namun, ketika kita sedang kesulitan, ia perlahan mulai menjauh. Banyak orang pernah bertemu sahabat seperti ini. Misalnya, ada teman yang hanya menghubungi ketika membutuhkan bantuan, meminjam uang, atau meminta dukungan. Setelah kebutuhannya terpenuhi, ia tidak lagi peduli.

Sahabat merpati sebenarnya tidak selalu jahat. Kadang-kadang ia hanya belum memahami makna persahabatan yang sesungguhnya. Meski demikian, kita perlu berhati-hati agar tidak terlalu berharap kepada orang seperti ini. Jangan sampai seluruh rahasia dan kepercayaan kita diberikan kepada orang yang hanya datang ketika membutuhkan.

Ketiga adalah sahabat kalajengking. Inilah sahabat yang paling berbahaya. Kalajengking tampak tenang, tetapi sewaktu-waktu dapat menyengat. Demikian pula sahabat kalajengking itu di depan tampak baik dan dekat, tetapi di belakang justru menyakiti atau menikam. Ia bisa tersenyum di hadapan kita, tetapi berbicara buruk di belakang. Ia tampak mendukung, tetapi sebenarnya iri terhadap keberhasilan kita. Bahkan, ia dapat memanfaatkan kepercayaan yang kita berikan untuk kepentingannya sendiri. Di era media sosial, sahabat kalajengking semakin mudah ditemukan. Ada orang yang tampak akrab, tetapi diam-diam menyebarkan rahasia, menjelekkan, atau menjatuhkan temannya. Luka karena pengkhianatan seperti ini sering kali lebih sakit daripada permusuhan biasa, karena datang dari orang yang kita percaya. Ada beberapa tanda sahabat kalajengking itu setidaknya adalah suka iri, senang membicarakan keburukan orang lain, memanfaatkan teman, dan gembira ketika orang lain gagal. Jika menemukan sahabat seperti ini, kita tidak perlu membalas dengan keburukan. Cukup menjaga jarak dengan bijak agar tidak kembali disakiti.

Nasihat Prof. Babun Suharto pagi ini tidak hanya mengajarkan saya untuk mengenali jenis-jenis sahabat, tetapi juga mengajak saya bercermin. Jangan-jangan selama ini kita pun pernah menjadi sahabat merpati atau bahkan sahabat kalajengking bagi orang lain. Maka, sebelum mencari sahabat sejati, kita harus terlebih dahulu belajar menjadi sahabat sejati. Menjadi sahabat sejati berarti hadir dengan ketulusan, mendengarkan, membantu, menjaga kepercayaan, dan tetap setia dalam keadaan apa pun.

Persahabatan bukan tentang siapa yang paling sering bersama, tetapi siapa yang tetap ada ketika keadaan tidak mudah. Pilihlah sahabat dengan hati-hati, dekatlah dengan sahabat sejati, waspadalah terhadap sahabat merpati, dan hindarilah sahabat kalajengking. Lebih penting lagi, jadilah sahabat yang mampu menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Terima kasih prof atas nasihat dan inspsirasinya pagi ini.

Wallāhu a‘lam.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pepen Supendi
Tentang Pepen Supendi
Pepen Supendi, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 12:36

Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Membaca Vista hari ini seperti memutar kembali sebuah kaset lama.

Majalah Vista, salah satu majalah hiburan populer pada era 1980–1990-an. Majalah ini menyajikan beragam informasi seputar musik, film, dan perkembangan dunia hiburan. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)