Makna Persahabatan Sejati di Tengah Kehidupan Modern

Pepen Supendi
Ditulis oleh Pepen Supendi diterbitkan Kamis 23 Apr 2026, 15:10 WIB
Ilustrasi sahabat. (Sumber: Pexels | Foto: irwan zahuri)

Ilustrasi sahabat. (Sumber: Pexels | Foto: irwan zahuri)

Menjelang siang, telepon genggam saya berdering. Ketika saya lihat, ternyata panggilan itu berasal dari Prof. Babun Suharto. Seperti biasa, beliau membuka percakapan dengan menanyakan kabar. Bagaimana kabarnya? Alhamdulillah, sehat, Prof," jawab saya. Beliau lalu menimpali dengan kalimat sederhana, tetapi sangat bermakna, "Kabar baik itu mahal, yang paling mahal adalah kesehatan."

Saya mengenal beliau sebagai sosok yang tidak pernah lelah memberi nasihat. Setiap kali kami berjumpa, baik secara langsung maupun melalui telepon, selalu ada pelajaran hidup yang beliau sampaikan. Siang itu, saya kembali memperoleh pelajaran berharga tentang arti persahabatan.

Dalam percakapan yang hangat, beliau menjelaskan bahwa dalam kehidupan setidaknya ada tiga jenis sahabat, yaitu: sahabat sejati, sahabat merpati, dan sahabat kalajengking. Penjelasan itu sederhana, tetapi sangat dalam, karena membuat saya menyadari bahwa tidak semua orang yang dekat dengan kita dapat disebut sahabat.

Manusia tidak dapat hidup sendirian. Kita membutuhkan teman untuk berbagi cerita, saling menguatkan, dan menemani perjalanan hidup. Namun, setiap persahabatan memiliki warna yang berbeda. Ada yang memberi ketenangan, ada yang datang ketika membutuhkan, dan ada pula yang justru melukai.

Pertama adalah sahabat sejati. Inilah sahabat yang selalu hadir dalam suka maupun duka. Ia tidak hanya datang ketika kita sedang berhasil, tetapi juga tetap bertahan ketika kita gagal, jatuh, atau mengalami kesulitan. Sahabat sejati tidak melihat seseorang dari jabatan, harta, atau popularitasnya. Ia menerima sahabatnya apa adanya. Ketika kita salah, ia menasihati dengan tulus. Ketika kita sedih, ia memberi semangat. Ketika kita berhasil, ia ikut bahagia tanpa rasa iri.

Di zaman sekarang, sahabat sejati terasa semakin langka. Banyak pertemanan dibangun karena kepentingan, ingin mendapat keuntungan, mencari kedudukan, atau sekadar mengikuti lingkungan. Karena itu, menemukan sahabat sejati adalah nikmat yang patut disyukuri. Ada beberapa ciri sahabat sejati diantaranya, yaitu: jujur, menjaga rahasia, mau membantu tanpa pamrih, dan berani mengingatkan ketika kita salah. Diantara ciri-ciri tersebut, yang paling penting adalah ia tetap setia meskipun keadaan berubah. Persahabatan seperti inilah yang membuat hidup terasa lebih kuat dan bermakna.

Kedua, adalah sahabat merpati. Merpati biasanya datang ketika ada makanan, lalu pergi setelah kebutuhannya terpenuhi. Dalam persahabatan, sahabat merpati adalah teman yang hadir ketika membutuhkan sesuatu, tetapi menghilang ketika urusannya selesai. Ia tampak ramah dan dekat, tetapi kedekatannya bergantung pada keadaan. Ketika kita memiliki sesuatu yang menguntungkan baginya, ia sering datang. Namun, ketika kita sedang kesulitan, ia perlahan mulai menjauh. Banyak orang pernah bertemu sahabat seperti ini. Misalnya, ada teman yang hanya menghubungi ketika membutuhkan bantuan, meminjam uang, atau meminta dukungan. Setelah kebutuhannya terpenuhi, ia tidak lagi peduli.

Sahabat merpati sebenarnya tidak selalu jahat. Kadang-kadang ia hanya belum memahami makna persahabatan yang sesungguhnya. Meski demikian, kita perlu berhati-hati agar tidak terlalu berharap kepada orang seperti ini. Jangan sampai seluruh rahasia dan kepercayaan kita diberikan kepada orang yang hanya datang ketika membutuhkan.

Ketiga adalah sahabat kalajengking. Inilah sahabat yang paling berbahaya. Kalajengking tampak tenang, tetapi sewaktu-waktu dapat menyengat. Demikian pula sahabat kalajengking itu di depan tampak baik dan dekat, tetapi di belakang justru menyakiti atau menikam. Ia bisa tersenyum di hadapan kita, tetapi berbicara buruk di belakang. Ia tampak mendukung, tetapi sebenarnya iri terhadap keberhasilan kita. Bahkan, ia dapat memanfaatkan kepercayaan yang kita berikan untuk kepentingannya sendiri. Di era media sosial, sahabat kalajengking semakin mudah ditemukan. Ada orang yang tampak akrab, tetapi diam-diam menyebarkan rahasia, menjelekkan, atau menjatuhkan temannya. Luka karena pengkhianatan seperti ini sering kali lebih sakit daripada permusuhan biasa, karena datang dari orang yang kita percaya. Ada beberapa tanda sahabat kalajengking itu setidaknya adalah suka iri, senang membicarakan keburukan orang lain, memanfaatkan teman, dan gembira ketika orang lain gagal. Jika menemukan sahabat seperti ini, kita tidak perlu membalas dengan keburukan. Cukup menjaga jarak dengan bijak agar tidak kembali disakiti.

Nasihat Prof. Babun Suharto pagi ini tidak hanya mengajarkan saya untuk mengenali jenis-jenis sahabat, tetapi juga mengajak saya bercermin. Jangan-jangan selama ini kita pun pernah menjadi sahabat merpati atau bahkan sahabat kalajengking bagi orang lain. Maka, sebelum mencari sahabat sejati, kita harus terlebih dahulu belajar menjadi sahabat sejati. Menjadi sahabat sejati berarti hadir dengan ketulusan, mendengarkan, membantu, menjaga kepercayaan, dan tetap setia dalam keadaan apa pun.

Persahabatan bukan tentang siapa yang paling sering bersama, tetapi siapa yang tetap ada ketika keadaan tidak mudah. Pilihlah sahabat dengan hati-hati, dekatlah dengan sahabat sejati, waspadalah terhadap sahabat merpati, dan hindarilah sahabat kalajengking. Lebih penting lagi, jadilah sahabat yang mampu menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Terima kasih prof atas nasihat dan inspsirasinya pagi ini.

Wallāhu a‘lam.

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Pepen Supendi
Tentang Pepen Supendi
Pepen Supendi, Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Beranda 23 Apr 2026, 18:22

Cerita di Balik Volume Sampah di Cikapundung Cikalapa Turun Drastis dari 1 Ton ke 100 Kilogram

Aksi bersih rutin selama 17 tahun berhasil menekan volume sampah di Cikapundung Cikalapa dari satu ton hingga tersisa 100 kg, mengembalikan kelestarian sungai melalui konsistensi komunitas lokal.

Volume sampah di Sungai Cikapundung kawasan Cikalapa kini berkurang drastis dari satu ton menjadi 100 kilogram berkat aksi pembersihan rutin selama 17 tahun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 18:13

Diskon PPN Rumah 2026, Stimulus Ekonomi atau Ilusi Akses Hunian?

Pemerintah kembali memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan pada tahun 2026.

Dukungan Pemerintah dalam Program Prioritas Presiden dalam penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat (Sumber: jabarprov.go.id | Foto: Diskominfo Kab. Bekasi)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 17:20

Dari Timur ke Tren Nasional, Apresiasi Budaya atau Komodifikasi ‘Timurnesia’?

Membahas bagaimana 'Timurnesia' sebagai bentuk apresiasi budaya sekaligus memunculkan potensi komodifikasi.

Fenomena popularitas musik timur menjadi momentum yang penting seiring perkembangan teknologi. (Sumber: Pexels | Foto: teras dondon)
Bandung 23 Apr 2026, 17:07

Cari Makan di TikTok Bukan Google? Ini Rahasia Brand F&B Bandung Tetap Viral dan Relevan

Di tengah menjamurnya bisnis F&B yang kian masif, fokus industri telah bergeser, bukan lagi soal siapa yang paling enak melainkan siapa yang paling kuat melekat dalam ingatan konsumen.

Public Relations Kopi Cantel & Bruasusual, Nida Yasmin. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 17:07

Temuan (Dugaan) Terowongan di Banceuy

Catatan harian arkeolog (ngawur) tentang penemuan terowongan di Jl. Banceuy saat proyek IPT 2026. Melalui riset literatur, terungkap temuan itu sebagai sistem riol kolonial dari rencana sanitasi 1919.

Gambar 3D temuan "Terowongan" Banceuy. (Sumber: PT. Bandung Investama)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 15:10

Makna Persahabatan Sejati di Tengah Kehidupan Modern

Persahabatan bukan tentang siapa yang paling sering bersama, tetapi siapa yang tetap ada ketika keadaan tidak mudah.

Ilustrasi sahabat. (Sumber: Pexels | Foto: irwan zahuri)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 14:39

Melihat Persoalan Pelestarian Gedung Sate

Setiap pengembangan Cagar Budaya harus mematuhi koridor regulasi, mengedepankan transparansi melalui Kajian Dampak Cagar Budaya (KDCB), serta mengintegrasikan partisipasi publik yang inklusif.

Gedung Sate, tempat pemerintahan Jawa Barat. (Sumber: Unsplash/Ari Nuraya)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 14:09

Ngomong Keras Bukan Berarti Benar: Logika yang Kalah oleh Emosi

Dominasi emosi dalam debat membuat kebenaran sering kalah oleh suara yang lebih keras daripada argumen yang lebih logis.

Buku Ajar Logika Untuk Berpikir Kritis Dalam Menghadapi Sesat Pikir. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Pernando Aigro S.)
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 13:24

Ngemuseum, Yuk!

Museum adalah ruang hidup yang menyimpan memori kolektif, menyalakan imajinasi, dan mendidik tanpa memaksa.

Museum Sri Baduga (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 23 Apr 2026, 11:08

7 Jajanan yang Cocok Disantap Saat Cuaca Dingin: Hangat, Gurih, dan Sulit Ditolak

Rekomendasi 7 jajanan hangat seperti seblak, cireng, batagor kuah, hingga sosis bakar yang cocok disantap saat cuaca dingin.

Seblak.
Ayo Netizen 23 Apr 2026, 09:01

Rupiah Terus Melemah, Krisis Bahan Baku Industri Kian Parah  

Perlu menerapkan strategi Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) untuk mengatasi krisis bahan baku.

Ilustrasi pekerja yang tengah mempersiapkan bahan baku (Sumber: petrotrainingasia.com)
Beranda 23 Apr 2026, 08:27

Sukses Tak Harus Gengsi, Cerita Fandi Bangun Mimpi Lewat Roda Kopi Keliling di Tamansari

Fandi Ginanjar membuktikan sukses tak butuh gengsi. Lewat Tony’s Coffee, ia merajut mimpi di jalanan Tamansari, Bandung, menjajakan kopi estetik yang dia bangun secara mandiri dari nol.

Penjual kopi keliling, Fandi Ginanjar, melayani pembeli dengan memanfaatkan sepeda listrik hasil modifikasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Wisata & Kuliner 23 Apr 2026, 05:00

Panduan Wisata Ciater: Pilihan Itenerary, Harga Tiket, hingga Berburu Kuliner

Panduan wisata Ciater dengan rencana perjalanan satu hari dari pemandian air panas hingga kuliner khas seperti sate kelinci.

Pemandian air panas Sari Ater di Ciater, Subang. (Sumber: subang.go.id)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 19:21

Refleksi Hari Bumi dan Masa Depan Ekowisata Geopark Ciletuh

Geopark Ciletuh adalah objek yang lengkap untuk kategori ekowisata

Pemandangan Geopark Ciletuh yang fantastis. (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 18:08

Hari Bumi di Bandung: Krisis Transportasi dan Jalan Panjang Menuju Mobilitas Berkelanjutan

Kemacetan, rendahnya layanan transportasi publik, serta buruknya infrastruktur pejalan kaki dan pesepeda cermin krisis transportasi Bandung. Hari Bumi mengingatkan pentingnya mobilitas berkelanjutan.

Ilustrasi yang menggambarkan kontradiksi antara transportasi polutif dan transportasi berkelanjutan, dengan fokus pada pelestarian bumi. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 17:00

Kisah Kaum Urban 'Hikayat Urang Pasar' (Bagian 1)

Mereka yang sering disebut Urang Pasar, mampu menunjukkan diri mereka sebagai “Saudagar Bandung”.

Penulis bersama rekan-rekan saat mengunjungi rumah keluarga Pasar Baru Bandung yang masih terjaga keasliannya, dan berada di tengah Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 16:25

Dari Padel ke Hyrox: Komodifikasi Olahraga dan Representasi Gengsi Kelas Atas dalam Budaya Populer

Pergeseran tren olahraga dari padel ke Hyrox sebagai simbol gaya hidup kelas atas.

Olahraga hyrox. (Sumber: universe.roboflow.com)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 12:53

Buruh Digital yang Bahagia: Menelaah Eksploitasi di Balik Fenomena Fan-Edit TikTok

Fenomena fan-edit TikTok adalah bentuk digital labour.

Program Google AI Tools for Journalist yang digelar selama dua hari, 23–24 Desember 2025 di Kantor Ayo Media Network. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 22 Apr 2026, 11:26

7 Kuliner yang Cocok Disantap Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kuliner hangat seperti bakso, soto, mi instan, hingga sekoteng yang cocok disantap saat cuaca dingin dan hujan.

Mi instan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 22 Apr 2026, 11:25

Hari Puisi Nasional: Bandung, Antara Ekspektasi dan Kenyataan yang Dijalani

Di Hari Puisi Nasional, Bandung tidak hanya sebagai kota yang indah, tetapi juga sebagai ruang pengalaman yang memperlihatkan jarak antara ekspektasi dan kenyataan yang dijalani.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)