Refleksi Hari Bumi dan Masa Depan Ekowisata Geopark Ciletuh

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Pemandangan Geopark Ciletuh yang fantastis. (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)
Pemandangan Geopark Ciletuh yang fantastis. (Sumber: disparbud.jabarprov.go.id)

Hari Bumi tahun ini mengetengahkan tema "Our Power, Our Planet" (Kekuatan Kita, Planet Kita). Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Geopark Ciletuh yang membutuhkan peran masyarakat lebih jauh untuk terlibat aktif dalam perlindungan lingkungan ekowisata tersebut. Mengunjungi geopark tersebut kita akan lebih mengenal struktur lapisan bumi dan fenomena geologi yang terlihat sangat eksotik. ada batuan unik dan air terjun yang menawan, menjadikan Geopark ini sebagai destinasi idaman bagi para pecinta petualangan dan alam.

Dengan pemandangan hamparan Samudra Hindia yang memukau dan keberagaman ekosistem, Geopark ini telah menjadi destinasi favorit para pencinta alam. Selain itu, Tak heran, keelokan Geopark Ciletuh akhirnya mendapat pengakuan dari UNESCO.

Masa depan geopark Ciletuh Sukabumi, Jawa Barat adalah mempertahankan keberlanjutan status UNESCO Global Geopark (UGG) melalui revalidasi, konservasi ketat serta pengembangan ekowisata berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Pengembangan infrastruktur perlu terus didorong untuk meningkatkan nilai investasi dan pariwisata berwawasan lingkungan.

Ada sederet masalah krusial, antara lain masalah sampah, terutama berupa tumpukan sampah rumah tangga dan plastik. Kondisi sampah cukup parah dan telah mencemari jalur akses seperti Jalan Raya Bagbagan, hingga menimbulkan bau menyengat.

Pilar Industri Pariwisata

Bersyukur Geopark Ciletuh bisa mendapatkan Green Card dari UNESCO. Itu merupakan predikat tertinggi dalam revalidasi empat tahunan oleh UNESCO. Tahapan revalidasi telah dilaksanakan pada 30 Juni sampai 4 Juli 2025 lalu oleh dua perwakilan UNESCO yaitu Bojan Rezun (Slovenia) dan Zhang Cheng Gong (Tiongkok).

Selain Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, ada dua geopark lain di Indonesia yang mendapatkan status Green Card dari UNESCO. Keduanya adalah Geopark Rinjani dan Geopark Kaldera Toba.

 The International Ecotourism Society menyatakan bahwa ekowisata merupakan pilar industri kepariwisataan yang memerlukan keseriusan dalam membenahi variabel daya saing.

Perlu langkah yang tepat untuk memperkenalkan lebih dalam lagi berbagai kecantikan ekowisata Indonesia kepada dunia. Definisi ekowisata pada mulanya diperkenalkan oleh The Ecotourism Society, yakni perjalanan ke areal yang masih alami dan untuk menjaga lingkungan serta menopang kesejahteraan masyarakat lokal.

Ekowisata merupakan bentuk wisata yang dikelola dengan pendekatan konservasi yang disertai peningkatan kesejahteraan atau pendapatan masyarakat sekitar Daerah Tujuan Ekowisata (DTE). Konservasi merupakan upaya menjaga kelangsungan pemanfaatan sumber daya alam untuk kini dan masa mendatang. Pendekatan lainnya adalah Ekowisata harus dapat menjamin kelestarian lingkungan. Dalam arti menjaga tetap berlangsungnya proses ekologis yang tetap mendukung sistem kehidupan; melindungi keanekaragaman hayati; serta menjamin kelestarian dan pemanfaatan spesies dan ekosistemnya.

Geopark Ciletuh adalah objek yang lengkap untuk kategori ekowisata atau wisata alam, mulai dari garis pantai yang meliuk terpadu batu dan karang, beberapa air terjun, patahan lapis Bumi, hingga puncak bukit Darma yang memiliki sudut pandang yang sangat eksotik. Selain itu ombak lautan yang perkasa, tebing curam, dan pemandangan lainnya bisa pengunjung nikmati.

Pengunjung juga akan disuguhi pemandangan sawah yang amat memesona hingga membelai sukma jika melintasi sepanjang perjalanan ke puncak Darma. Amat beragam dan setiap sudut mata memandang terlihat eksotis sebagai gatra destinasi ekowisata. Pemandangan malam yang amat menakjubkan ribuan lampion menghiasi langit pantai Palangpang Geopark Ciletuh di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Wisatawan sangat terpesona melihat ribuan lampion terbang menghiasi langit.

Geopark atau taman bumi Ciletuh, Pelabuhan Ratu resmi ditetapkan sebagai salah satu Unesco Global Geopark pada 17 April 2018, dalam sidang Executive Board UNESCO ke 204, Programme and External Relations Commissions di Paris, Prancis. Proses penetapan hanya berjarak 3 tahun setelah menjadi kawasan geopark nasional dan prosesnya termasuk yang paling cepat di Indonesia. Kawasan Geopark Ciletuh ditetapkan menjadi kawasan Geopark Nasional sejak 2015 dengan luas area 45.820 ha mencakup 15 desa dan 2 kecamatan. Dalam perkembangannya, kawasan Geopark Ciletuh meluas hingga mencapai wilayah Cisolok dan Palabuhanratu dengan peningkatan luas area menjadi 126.100 ha dan mencakup 74 Desa di 8 Kecamatan.

Secara aspek geologi, Ciletuh merupakan satu-satunya wilayah yang memiliki singkapan batuan tertua di Jawa Barat, berupa batuan langka ofiolit, metamorf dan batuan melange. Batuan ini merupakan produk hasil tumbukan antar lempeng benua Eurasia dengan Samudra Hindia (Indo-Australian) sekitar 60 juta tahun yang lalu. Kawasan Ciletuh juga memiliki batuan lanskap berbentuk setengah lingkaran menyerupai tapal kuda terbuka. Batuan tebing ini membentang dengan diameter bentangan sekitar 15 kilometer. Bentangan ini banyak disebut sebagai amphitheater (teater alam) terbuka dengan banyak air terjun yang jatuh di sela tebing.

Dari segi keanekaragaman hayati, Ciletuh memiliki ragam kawasan konservasi alam, mulai dari nature reserve, wildlife reserve, forest conservation, taman nasional dan kawasan konservasi penyu hijau. Kawasan Ciletuh juga memiliki berbagai budidaya tambak, perkebunan, pertanian dan hutan produksi. Sedangkan dari segi budaya, Ciletuh menyimpan kearifan lokal masyarakat Sunda yang masih terjaga hingga kini. Mulai dari tinggalan mitos dan folklor, hingga berbagai tinggalan situs Megalitikum, tinggalan kolonial, serta Kampung Budaya Kasepuhan yang masih memegang kuat tradisi Sunda.

Pesona luar biasa Ciletuh Geopark membutuhkan mitigasi risiko kebencanaan. Karena bentang alam yang menakjubkan itu juga mengandung potensi kebencanaan, seperti longsor, kecelakaan transportasi hingga gempa bumi.  Dibutuhkan manajemen risiko bencana untuk sektor pariwisata yang andal. Manajemen risiko ini memerlukan peta tematik kebencanaan sebagai informasi kebencanaan spasial. Peta tematik kebencanaan ini juga merupakan informasi yang sangat dibutuhkan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pariwisata.

Ciletuh merupakan ekowisata berbasis masyarakat yakni usaha ekowisata yang menitikberatkan peran aktif komunitas. Ekowisata berbasis masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja lewat jasa pemandu, penyedia transportasi, homestay, menjual kerajinan, dan sebagainya.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)