Langkah Kecil Merawat Bumi

7 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Sejumlah siswa SD Darul Hikam Bandung menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa SD Darul Hikam Bandung menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Siang itu terasa terik. Angin berhembus kencang, membawa udara panas yang menyesakkan dada. Di kejauhan, kepulan asap membumbung, disertai percikan api dari jerami yang dibakar petani di sawah. Sungguh menjadi pemandangan yang dianggap biasa, tapi selalu menyisakan tanda tanya besar, sampai kapan bumi menanggung semuanya?

Di tengah suasana itu, saat asyik membaca Green Deen karya Ibrahim Abdul Matin, buku lawas terbitan Zaman tahun 2012 yang mengulas bagaimana Islam menghadirkan inspirasi dalam merawat dan menjaga alam.

Dengan mengedapankan enam prinsip  utama: Tauhid (Kesatuan), Memahami kesatuan Tuhan dan ciptaan-Nya; Ayat (Tanda), Melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta; Khalifah (Penjaga), Manusia bertanggung jawab melestarikan alam; Amanah (Kepercayaan), Alam adalah titipan yang harus dijaga; Mizan (Keseimbangan), Menjaga keseimbangan ekosistem; dan Adl (Keadilan), Bersikap adil terhadap alam.

Bumi, alam dan lingkungan bukan sekadar ruang hidup, melainkan amanah yang dititipkan kepada manusia dan harus dijaga, dirawat untuk keberlangsungkan hidup anak cucu dan generasi masa depan.

Belum selesai satu bab, pintu rumah terbuka. Aa Akil, anak kedua (11 tahun), baru pulang les dari Komunitas Belajar Musi. Dengan wajah polos dan nada penasaran, bertanya, “Bah, emang bumi sudah tua?”

Sambil menutup buku sejenak. Pertanyaan sederhana itu terasa lebih berat daripada halaman-halaman yang baru dibaca. “Muhun,” jawabku singkat.

Bocah kelas lima SD itu menimpalinya dengan cepat, “Tadi kan Aa belajar bagaimana merawat dan mencintai bumi yang kita tinggali. Kalau emang sudah tua, kayak nenek dong?” jelasnya sambil tertawa terbahak-bahak.

Rupanya, di kepala anak-anak, usia tua identik dengan sosok nenek yang sudah renta, butuh perhatian, dan tak bisa diperlakukan sembarangan. Berbeda dengan orang dewasa yang menganggap itu biasa, alami dan tidak ada hubungan sama sekali dengan keberadaan dan keberlangsungan hidup.

Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Bumi Semakin Menua

Bumi memang menua, sekitar empat setengah miliar tahun! Tua sekali ya? Usianya sekarang sekitar 4,54 miliar tahun diukur berdasarkan penanggalan radiometik meteorit dan sesuai usia bebatuan tertua yang pernah ditemukan.

Hutan ditebang, riset lembaga Auriga Nusantara mencatat 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Hutan yang hilang bertambah 66% atau 172.684 hektare, bila dibandingkan angka deforestasi tahun lalu sebesar 261.574 hektare.

Sungai tercemar, hasil pemantauan mutu air semester I 2025 di 4.482 lokasi pada 1.482 sungai menunjukkan 70,7% lokasi tercemar dan hanya 29,3% memenuhi baku mutu. Tiga provinsi menjadi juaranya. DKI Jakarta, Kepulauan Riau, dan Papua Selatan, bahkan mencatat seluruh titik pemantauan sungainya tercemar.

Udara dipenuhi (pencemaran) asap, Indonesia masuk daftar negara paling berpolusi di dunia tahun 2025, tepatnya di urutan ke-17, versi laporan perusahaan pemantau kualitas udara IQAir. Berdasarkan data tahunan ke-8 World Air Quality Report 2025 IQAir, kadar rata-rata PM2.5 di bumi Nusantara mencapai 30 mikrogram per meter kubik (µg/m3), di atas ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Parahnya, tanah dipaksa berproduksi tanpa jeda bak mesin. Sampah menggunung tinggi, yang didominasi sampah rumah tangga dan sisa makanan sebanyak 39,67%. Dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) per April 2025, tercatat timbulan sampah 33,6 juta ton per tahun dengan 39,9% tidak terkelola. (Kompas 22 April 2012, 02:41 WIB, Kompas 25 Maret 2026, 19:34 WIB, BBC Indonesia 31 Maret 2026, www.kemenlh.go.id, www.mongabay.co.id)

Ibarat seorang nenek dalam keluarga, bumi tak pernah berhenti memberi. Dengan tetap menyediakan air, pangan, udara, dan ruang bagi generasi yang terus datang silih berganti. Sayangnya, kita kerap lupa bumi yang tua seharusnya dirawat, bukan dieksploitasi. Semestinya yang renta dijaga, bukan dibebani. Ironis memang.

Setiap tanggal 22 April kita memperingati Hari Bumi. Untuk tahun 2026, bertajuk "Kekuatan Kita, Planet Kita" (Our Power, Our Planet) (Sumber: www.ksdae.kehutanan.go.id)
Setiap tanggal 22 April kita memperingati Hari Bumi. Untuk tahun 2026, bertajuk "Kekuatan Kita, Planet Kita" (Our Power, Our Planet) (Sumber: www.ksdae.kehutanan.go.id)

Kekuatan (Planet) Kita

Setiap tanggal 22 April kita memperingati Hari Bumi. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet Bumi, mendorong aksi nyata untuk perlindungan lingkungan dan melawan krisis iklim, mengurangi plastik, hemat energi, dan menanam pohon.

Peringatan ini melibatkan berbagai kegiatan mulai dari tingkat individu hingga global, mengajak semua pihak berkolaborasi menjaga bumi untuk masa depan. Untuk tahun 2026, bertajuk "Kekuatan Kita, Planet Kita" (Our Power, Our Planet). Tema ini sangat berperan vital untuk masyarakat dalam pelestarian lingkungan, mendorong aksi komunitas demi masa depan yang lebih berkelanjutan, memfokuskan pada transisi energi bersih dan tindakan iklim kolektif.

Semuanya dilakukan dalam meningkatkan kesadaran ihwal pentingnya menjaga lingkungan dan mengatasi krisis iklim. Dengan mengajak individu hingga komunitas di dunia untuk menjaga kelestarian alam dan melakukan aksi nyata sambil mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, dan menanam pohon demi keberlanjutan bumi.

Kali pertama dirayakan pada tahun 1970 di Amerika Serikat, dipelopori oleh John McConnell dan Senator Gaylord Nelson. Diawali dengan gerakan yang melibatkan jutaan orang yang memprotes permasalah lingkungan seperti polusi udara, air, dan penggunaan bahan kimia berbahaya. Sejak saat itu, gerakan terus berkembang menjadi peringatan hari bumi global yang mendorong lahirnya berbagai kebijakan penting terkait perlindungan lingkungan.

Deka membersihkan rumput dan beristirahat di saung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)
Deka membersihkan rumput dan beristirahat di saung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha)

Peringatan ini menjadi momen untuk menghargai kekuatan alam yang memberi kehidupan, inspirasi, dan pembelajaran bagi manusia. Sungguh cara-cara sederhana dan berdampak bisa dilakukan mulai dari membersihkan sampah plastik di lingkungan sekitar, menanam pohon, mengunjungi ruang terbuka hijau, menggunakan tanaman lokal, menghemat air, mengurangi penggunaan bahan kimia dalam berkebun.

Perubahan gaya hidup yang mengurangi limbah makanan, mengonsumsi lebih banyak makanan nabati, dan menghindari produk sekali pakai sangat dianjurkan. Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi plastik, bijak menggunakan listrik, membawa tempat makan (tumbler) sendiri untuk membeli makanan,  minuman, berbagi kendaraan sesuai jumlah penumpang, memilah sampah organik dan non-organik, mengelola limbah elektronik dengan benar, membuat lubang biopori untuk meningkatkan resapan air dan mengurangi banjir.

Tentunya, masyarakat didorong untuk memilih produk ramah lingkungan, tidak membeli satwa liar ilegal, mengikuti komunitas peduli lingkungan untuk berbagi informasi dan inspirasi. Hari Bumi bukan hanya perayaan, justru menjadi momentum yang tepat (ajakan) untuk bertindak dan berkolaborasi dalam menjaga bumi. Kepedulian terhadap lingkungan harus melibatkan semua generasi agar planet ini tetap lestari bagi masa depan.

Dengan peringatan hari bumi sedunia ini, mari kita meningkatkan kepedulian kita terhadap bumi kita tercinta dengan suatu aksi nyata. Jangan jadikan hari bumi sedunia ini sekedar ajang berkumpul mencemaskan bumi, namun tanpa tindakan nyata menjaga, merawat, dan menyelamatkan bumi.

Kelestarian bumi bukanlah tanggungjawab perorangan, tapi sudah menjadi tanggungjawab semua pihak yang hidup di bumi tanpa terkecuali. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya kelestarian bumi perlu ditanamkan pada diri masing-masing individu sedini mungkin dan secara berkesinambungan. (RRI 21 Apr 2025 18:17 WIB dan 09 Apr 2026 11:13 WIB).

Peringatan Hari Bumi itu, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajarkan berbagai edukasi tentang mencintai dan melestarikan bumi, mulai dari mengolah sampah, budidaya magot, hingga menanam pohon. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Peringatan Hari Bumi itu, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajarkan berbagai edukasi tentang mencintai dan melestarikan bumi, mulai dari mengolah sampah, budidaya magot, hingga menanam pohon. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Mulai dari yang Kecil 

Ingat, segala krisis lingkungan sejatinya bukan semata soal teknologi, kebijakan, melainkan bermula dari cara pandang manusia terhadap bumi. Apakah bumi dianggap benda mati yang bebas diperas, dieksploitasi. Padahal keberadaan rumah bersama ini penuh jasa dan pantas dimuliakan.

Ketika siang terasa semakin panas dan asap pembakaran jerami masih mengepul, kita diingatkan bahwa alam sedang memberi tanda-tanda. Pasalnya, dari langkah kecil yang dilakukan hari ini, merawat asa, harapan untuk masa depan tetap bisa tumbuh dan berkembang.

Dalam ajaran Islam, manusia tidak hanya diberi hak memanfaatkan alam, tetapi memiliki kewajiban merawat dan melestarikannya. Bumi, hewan, tumbuhan, air, dan udara adalah ciptaan Allah yang tidak boleh dirusak, dizalimi. Menjaga lingkungan bukan sekadar kebiasaan baik, tetapi menjadi bagian dari ibadah. Kesalehan tidak hanya tampak di tempat ibadah, melainkan dalam sikap peduli terhadap alam sekitar.

Dengan demikian, mari merawat bumi yang dimulai dari remeh temeh yang dianggap sederhana sejak hari ini. Hemat listrik dengan mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan, tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah sesuai jenisnya. Menanam pohon, merawat tanaman di rumah, menyebar benih di lahan kosong menjadi amal kebaikan dan ikut mensukseskan buruan sae yang pemanfaatan pekarangan (lahan) yang ada dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri.

Dari Anas bin Malik ra. berkata Rasulullah saw. Bersabda, “Tak seorang pun muslim yang menanam pohon atau menabur benih tanaman, lalu (setelah ia tumbuh) dimakan oleh burung, manusia, atau hewan lainnya, kecuali akan menjadi sedekah baginya” (HR. Al-Bukhari)

Saking pentingnya menanam pohon, Rasul bersabda, "Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah," (HR Bukhari dan Ahmad).

Walhasil, dari langkah kecil yang dilakukan bersama ini, mudah-mudahan bumi akan terasa lebih sejuk, bersih, dan sejahtera. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 15:26

Menghalau Asap dengan Sains dan Kolaborasi Akademisi dalam Mitigasi Karhutla

Kampus punya ilmu dan jaringan untuk mencegah karhutla. Simak peran riset gambut, KKN tematik, dan konsorsium lintas kampus di wilayah rawan.

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 14:09

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos

Menyoroti fenomena bansos bagi pelaku judi online

Evolusi Judi dan Fenomena Bansos. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 13:10

Instrumen Bumi sebagai Komposisi Sorawatu

Setiap bunyi dihasilkan dari gelombang suara, mengontruksi logika rasa manusia. Getaran batu di pukul memiliki frekuensi yang mampu memicu ketenangan batin.

Gamelan Sorawatu. (Foto: Penulis)
Beranda 30 Okt 2026, 12:02

AMSI Awards 2026 Apresiasi Inovasi 10 Media Siber Indonesia

AMSI Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026

Para pemenang di malam penghargaan AMSI Awards 2026 berpose bersama setelah acara, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) malam WIB. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 11:45

Cicadas Camping Ground: Tempat Kemah Super Luas di Sumedang

Cicadas Campimg Ground tempat kemah yang luas dan asri. Cocok untuk berkegiatan bareng teman, keluarga atau pasangan. Fasilitasnya juga lengkap.

Lapangan tempat kemah,di  kawasan Cicadas Camping Ground, Sumedang.
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 10:33

‎Dari 'Deadline' hingga 'Healing': Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percakapan Sehari-hari ‎

Penggunaan istilah seperti deadline, meeting, healing, overthinking, random, hingga literally menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat terus mengalami perkembangan.

Wawancara kepada Mahasiswa: Ketika Bahasa Inggris Masuk ke Percapakan Sehari-Hari (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 08:04

Dampak ISPA dari Asap Karhutla bagi Ibu Hamil

Menurut Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kp., M.N.Sc., Ph.D. Asap Karhutla ancam Ibu Hamil dan Generasi Mendatang

Ilustrasi ibu hamil. (Sumber: Pexels | Foto: Helena Lopes)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 20:09

Mati Sebelum Berkembang, Inovasi Birokrasi di Indonesia

Sudah hampir satu Periode Rencana Jangka panjang (25 Tahun) Reformasi Birokrasi digulirkan, fakta di lapangan Birokrasi masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 29 Okt 2026, 19:44

Intip Serunya Theatrical 360 Audio Horror Experience di Braga CityWalk, Wahana Rumah Hantu 'Next Level' Cuma Lewat Suara

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran.

Berbeda dari rumah hantu konvensional, Theatrical 360 Audio Horror Experience menawarkan sensasi horor imersif yang sepenuhnya dimainkan lewat stimulasi indera pendengaran. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 19:08

Yang Perlu Dibicarakan Ketika Membicarakan Rencana Program Historic Urban Landscape di Kota Bandung

HUL adalah pendekatan holistik dan kerangka kerja dinamis untuk mengelola lanskap sejarah perkotaan yang terus berkembang, bukan predikat, status, yang berhenti di atas kertas dan jargon.

Salah satu gedung bersejarah di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 18:50

PA 98 Desak Polda Jabar Transparan Tangani Perkara Mahasiswa, Tolak Kriminalisasi Gerakan Demokrasi

PA 98 mendesak penghentian kriminalisasi dan intimidasi mahasiswa, transparansi penangkapan, jaminan bantuan hukum, serta perlindungan hak akademik dan kebebasan demokrasi.

Aksi aliansi masyarakat sipil dan mahasiswa Bandung dalam memperingati 2 tahun rezim Prabowo-Gibran. (Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 29 Okt 2026, 14:50

Peran Strategis Warga Bandung dalam Gerakan Nasional Penanggulangan Karhutla

Warganet Bandung seharusnya dapat berperan dalam penanganan penanggulangan karlutha secara strategis. Sikap nasionalisme adalah bentuk empati dan tanggung jawab konkret untuk mengatasi bencana ini.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)