Meningkatkan Kerjasama Ketenagakerjaan dengan Jepang

Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Senin 20 Apr 2026, 20:22 WIB
Keberangkatan pekerja dari Bandung untuk magang dan bekerja di Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)

Keberangkatan pekerja dari Bandung untuk magang dan bekerja di Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)

Animo kaum muda di Bandung agar bisa bekerja di Jepang cukup tinggi. Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 1.300 tenaga kerja terlatih asal Jawa Barat diberangkatkan secara resmi ke Jepang melalui berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berpusat di Kota Bandung.

Tenaga kerja tersebut bekerja di berbagai sektor, termasuk konstruksi, pertanian, pengolahan makanan, industri jahit, logam, hingga perawatan mobil. Disnaker Kota Bandung terus memfasilitasi pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi warga Bandung agar siap kerja, dengan fokus pada pelatihan berbasis kompetensi, kuliner, dan pariwisata.

Secara keseluruhan, jumlah pekerja migran Indonesia di Jepang terus meningkat, mencapai lebih dari 121.000 orang pada tahun 2024, di mana Jawa Barat merupakan salah satu provinsi penyumbang tenaga kerja terbesar.

Data Pekerja Migran Indonesia (PMI) 2025 menunjukkan kawasan Asia Timur termasuk Jepang mengalami peningkatan pekerja migran, terutama di sektor manufaktur, perikanan, dan industri teknologi. Jawa Barat jadi salah satu provinsi penyumbang terbesar karena banyak Balai Latihan Kerja (BLK) yang fokus pelatihan bahasa Jepang. Kondisi kependudukan di Jepang yang memasuki booming kaum lansia menimbulkan kebutuhan tenaga kerja perawat dan usaha yang terkait dengan masalah penduduk lansia.

Secara nasional, Jawa Barat konsisten ada di tiga besar provinsi pengirim pekerja migran, bersama Jawa Tengah  dan Jawa Timur. Untuk Jepang, daerah Indramayu, Cirebon, Subang, dan Bandung Raya jadi kantong utama.

Pelatihan bahasa dan budaya Jepang untuk calon tenaga kerja (Sumber: lpksekaimustika.com)
Pelatihan bahasa dan budaya Jepang untuk calon tenaga kerja (Sumber: lpksekaimustika.com)

Banyak anak muda Bandung berangkat kerja ke Jepang lewat program Specified Skilled Worker (SSW) dan magang ke sektor perawat lansia, konstruksi, pertanian. Pemkot Bandung dan Kabupaten Bandung aktif memberangkatkan tenaga kerja ke Jepang melalui kerja sama pelatihan bahasa dan budaya. Program ini mencakup magang dan  SSW, dengan fokus pelatihan bahasa setara JLPT N4, disiplin, dan simulasi wawancara.

Pelatihan sering diselenggarakan bersama LPK Sekai. Antara lain LPK SEKAI MUSTIKA yakni lembaga pelatihan kerja, bahasa dan pengetahuan budaya Jepang sekaligus lembaga pembimbingan dan pendampingan untuk program pemagangan ke Jepang. Berdiri sejak tahun 2021 di kota Bandung, dan telah menjadi lembaga Sending Organization (SO) pada tahun 2022. Sending organizer adalah lembaga pendidikan dan pengirim yang memberikan pelatihan budaya dan bahasa Jepang. Bertanggung jawab dan dibawah pengawasan Kementerian Tenaga Kerja.

 

Wawancara calon tenaga kerja dengan perusahaan Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)
Wawancara calon tenaga kerja dengan perusahaan Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)

Memahami Hubungan Industrial Jepang

Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Kaisar Naruhito menaruh perhatian besar terhadap sektor pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia. Beliau menyempatkan berkunjung ke Universitas Darma Persada dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mitra Industri MM2100, sebuah sekolah yang didirikan di kawasan industri MM2100 yang dikelola oleh perusahaan Jepang di Daerah Bekasi. Kaisar Naruhito juga menggelar audiensi dengan perwakilan warga negara Jepang di Indonesia dan Relawan Kerja Sama Luar Negeri JICA.

Kunjungan Kaisar Naruhito sangat bermakna dalam hubungan antara Indonesia dengan Jepang. Selama sepuluh tahun terakhir makna hubungan tersebut ditandai dengan mengetengahkan semboyan “Kerja bersama, Maju bersama” dalam rangka  Indonesia-Japan Strategic Partnership.

Kontribusi Jepang terhadap pembangunan Indonesia dalam berbagai bidang sangat berarti. Kondisi globalisasi dan persaingan bangsa-bangsa mengharuskan bangsa Indonesia mengoptimalkan dan memperbaiki hubungan internasional, khususnya dengan Jepang. Kerjasama kedua negara di bidang perdagangan, investasi, kebudayaan, pariwisata, iptek, pendidikan hingga ketenagakerjaan perlu ditingkatkan dan disesuaikan dengan tantangan zaman.

Bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Barat mesti menjamin keamanan dan kelancaran usaha bagi sekitar 20 ribu warga Jepang yang menetap di seluruh Indonesia. Juga memperlancar aktivitas 1.800 perusahaan telah Jepang  yang  eksis di Indonesia. Perusahaan Jepang di Indonesia memiliki kontribusi besar di bidang ketenagakerjaan. Perusahaan tersebut perlu didorong agar menambah investasinya. Bagi perusahaan Jepang yang terkendala dengan masalah teknis dan ketenagakerjaan perlu dicarikan solusi yang tepat dan cepat. Sehingga perusahaan tersebut tidak hengkang ke negara lain atau merelokasikan pabriknya.

Salah satu isu penting yang perlu terus ditekankan kepada pemerintah Jepang adalah masalah ketenagakerjaan yang merupakan masalah pelik di Indonesia. Jepang patut dicontoh karena berhasil mewujudkan hubungan industrial yang konstruktif antara buruh dengan pengusaha. Indonesia perlu mengirimkan lebih banyak lagi pekerja migran ke Jepang.

Kunjungan Kaisar ke Indonesia merupakan misi penting kedua negara untuk mewujudkan strengthen education partnership Jepang-RI. Terutama dibidang pengembangan pendidikan vokasi untuk memenuhi kompetensi SDM atau tenaga kerja yang dibutuhkan oleh kalangan  industri yang dimiliki kedua negara.

Pemerintah Jepang melalui perusahaan multinasional dan lembaga lainnya perlu mengulurkan bantuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan untuk  mendukung sektor industri. Selain itu juga perlu memberi kesempatan terhadap guru SMK untuk belajar di Jepang.

Selain pendidikan vokasi juga perlu pendidikan dan teknologi untuk mitigasi bencana. Kondisi geografis Jepang dan Indonesia memiliki kesamaan terkait dengan potensi bencana alam. Untuk itu kerja bersama di bidang mitigasi bencana  merupakan hal yang urgen. Kerja sama pada gilirannya bisa menurunkan indeks risiko bencana di Indonesia. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Ikon 21 Apr 2026, 18:46

Hikayat Tol Cipali, Warisan Enam Presiden yang jadi Jantung Penghubung Jawa Barat

Sejarah panjang Tol Cipali dari krisis 1998 hingga beroperasi, serta dampaknya terhadap konektivitas dan ekonomi Pulau Jawa.

Tol Cipali. (Sumber: Ayomedia)
Beranda 21 Apr 2026, 17:08

Di Hari Kartini, Dua Perempuan Ojol Ceritakan Realitas Kerasnya Pekerjaan di Jalanan

Di Hari Kartini, dua perempuan pengemudi ojol di Bandung berbagi pengalaman menghadapi risiko, stigma, dan ketidakpastian penghasilan saat bekerja di jalanan.

Bagi Enis, menjadi Kartini masa kini berarti pantang menyerah mencari nafkah di usia senja. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 16:12

Kartini Masa Kini yang Menggeluti Energi Angin

Wanita yang mendapat julukan ”Iron Lady” ini tumbuh dalam budaya Betawi yang kental.

Ani Dwi Octavia, Kartini masa kini yang menggeluti energi angin. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ani Dwi Octavia)
Komunitas 21 Apr 2026, 15:51

Lewat Kearifan Lokal, Komunitas Cika-Cika Konsisten Jaga Ekosistem Sungai Selama 17 Tahun

Komunitas Cika-Cika menjaga ekosistem Sungai Cikapundung selama 17 tahun melalui edukasi dan kearifan lokal. Aksi nyata ini mengubah bantaran sungai menjadi ruang sosial ekonomi yang berkelanjutan.

Pengunjung beraktivitas di bantaran Sungai Cikapundung, Cikalapa pada Minggu 19 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 15:29

Langkah Kecil Merawat Bumi

Menjaga lingkungan bukan sekadar kebiasaan baik, tetapi menjadi bagian dari ibadah.

Sejumlah siswa SD Darul Hikam Bandung menanam pohon di kawasan Dago Giri, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 25 April 2024 (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 12:32

Jejak Kiprah Radio Bandung Era Tahun 70-an

Romantisme mendengarkan radio di Bandung pada awal dekade 1970-an bukan sekadar hiburan.

Para penyiar Radio Flippies Psychedelic, salah satu radio favorit di Bandung pada awal 1970-an. (Sumber: Majalah Aktuil)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 10:21

Mewujudkan Bandung Kota Vokasional

Bandung memiliki potensi besar menjadi kota vokasional, terutama berbasis industri kreatif, teknologi, dan jasa.

Ilustrasi sekolah kejuruan SMKN 4 Bandung. (Sumber: Laman SMKN 4 Bandung)
Beranda 21 Apr 2026, 09:41

Memburu Senyum Wisatawan, Rezeki Fotografer Jalanan di Asia Afrika Kota Bandung

Kisah inspiratif para fotografer jalanan di Asia Afrika Bandung yang tetap eksis di era ponsel, mengubah momen liburan wisatawan menjadi kenangan berharga demi mengais rezeki.

Wisatawan lokal berpose di Jalan Asia Afrika Kota Bandung dengan latar belakang gedung bersejarah, Hotel Savoy Homann. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 08:58

Tangkuban Parahu dari Sudut yang Tak Biasa

Kisah perjalanan empat orang ke Upas Hill yang tidak hanya soal puncak, tapi juga cara baru melihat Tangkuban Perahu.

Empat orang di perjalanan menuju puncak Upas Hill, sebelum semua sudut pandang berubah di atas ketinggian 2084 Mdpl. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Pernando Aigro S.)
Ayo Netizen 21 Apr 2026, 07:55

Rahasia Dapur Putri Jepara: Menghidupkan Kembali 209 Resep Autentik R.A. Kartini

Warisan kuliner ini kini terdokumentasi secara megah dalam buku Kisah dan Kumpulan Resep Putri Jepara: Rahasia Kuliner RA Kartini, RA Kardinah, RA Roekmini.

Sampul depan buku Kisah dan Kumpulan Resep Putri Jepara: Rahasia Kuliner RA Kartini, RA Kardinah, RA Roekmini. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Bandung 20 Apr 2026, 21:13

Dari Kantoran ke Roastery, Cerita Good Things Membangun “Rasa” dan Relasi Lewat Kopi

Good Things dimulai dari langkah sederhana sang founder, Alvira Kanusa Putra, yang memilih resign dari pekerja kantoran dan gagasan sederhana yang berkaitan dengan ketertarikannya dengan kopi.

Good Things dimulai dari langkah sederhana sang founder, Alvira Kanusa Putra, yang memilih resign dari pekerja kantoran dan gagasan sederhana yang berkaitan dengan ketertarikannya dengan kopi. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Wisata & Kuliner 20 Apr 2026, 20:28

Wisata Gunung Singah, Gunung Api Purba yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Panduan pendakian Gunung Singah Bandung, termasuk jalur pendakian, estimasi waktu, kondisi trek, dan pemandangan luas Cekungan Bandung dari puncaknya.

Pemandangan dari puncak Gunung Singah. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Apr 2026, 20:22

Meningkatkan Kerjasama Ketenagakerjaan dengan Jepang

Salah satu isu penting yang perlu terus ditekankan kepada pemerintah Jepang adalah masalah ketenagakerjaan

Keberangkatan pekerja dari Bandung untuk magang dan bekerja di Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)
Seni Budaya 20 Apr 2026, 14:27

Ketakutan dalam Kehidupan Baduy Luar: Modernisasi yang Diterima Diam-Diam dan Adat yang Tetap Mengawasi

Di Baduy Luar, barang modern seperti sabun hingga panel surya mulai digunakan, namun tetap disembunyikan karena aturan adat yang kuat.

Rumah dengan panel surya, bukti Baduy luar menerima modernisasi dengan cara sembunyi-sembunyi dari ketua adat.
Ayo Jelajah 20 Apr 2026, 13:39

Di Tanah Baduy, Kesetaraan Tak Perlu Didebatkan

Di tanah Baduy, kesetaraan laki-laki dan perempuan tak diperdebatkan, melainkan dijalani dalam keseharian yang sederhana dan harmonis.

Di tanah Baduy, kesetaraan laki-laki dan perempuan tak diperdebatkan, melainkan dijalani dalam keseharian yang sederhana dan harmonis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Dian Naren Prastiti)
Ayo Netizen 20 Apr 2026, 13:10

Dari Lari ke Meditasi: Lari sebagai Praktik Budaya Populer dalam Transformasi Ruang Kota Bandung

Tren lari selalu menjadi solusi untuk mencari ketenangan dalam setiap indiividu.

Komunitas dan aktivitas lari yang semakin marak di Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Wisata & Kuliner 20 Apr 2026, 11:45

Wisata Geopark Ciletuh Sukabumi, Panduan Jelajah dari Puncak hingga Pantai

Jelajahi Geopark Ciletuh dari Puncak Darma hingga pesisir Samudra Hindia dengan panduan akses, tiket, dan spot wisata terbaik.

Geopark Ciletuh Sukabumi. (Sumber: anri.go.id)
Ayo Netizen 20 Apr 2026, 10:28

Kartini di Jalan Kota: Mengapa Transportasi Inklusif Masih Jadi PR?

Hari Kartini mengingatkan: emansipasi belum selesai jika perempuan masih merasa tidak aman dalam mobilitas.

Potret Raden Ajeng Kartini, pelopor emansipasi perempuan Indonesia yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan, dan kebebasan berpikir bagi perempuan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 20 Apr 2026, 09:57

Hari Buku Sedunia dan Angka 59: Ketika Bandung Belum Benar-Benar Membaca

Peringatan Hari Buku Sedunia dan realitas minat baca di Bandung yang masih cenderung rendah berdasarkan data BPS.

Ilustrasi Hari Buku Sedunia yang menjadi pengingat bahwa buku bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk dibaca dalam keseharian. (Sumber: Freepik | Foto: Black Foundry)
Beranda 20 Apr 2026, 09:14

Curhat Konsumen Pertamax Turbo hingga Dexlite di Bandung, Pakar Ingatkan Adanya Risiko Kelangkaan

Harga BBM non-subsidi naik drastis! Konsumen di Bandung mengeluh terbebani, sementara pakar ekonomi memperingatkan risiko kelangkaan BBM subsidi akibat migrasi konsumsi masyarakat.

Warga mengeluhkan kenaikan harga BBM non-subsidi yang dianggap mencekik dan berharap pemerintah lebih bijak dalam menetapkan regulasi harga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)