Meningkatkan Kerjasama Ketenagakerjaan dengan Jepang

4 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan
Keberangkatan pekerja dari Bandung untuk magang dan bekerja di Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)
Keberangkatan pekerja dari Bandung untuk magang dan bekerja di Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)

Animo kaum muda di Bandung agar bisa bekerja di Jepang cukup tinggi. Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 1.300 tenaga kerja terlatih asal Jawa Barat diberangkatkan secara resmi ke Jepang melalui berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berpusat di Kota Bandung.

Tenaga kerja tersebut bekerja di berbagai sektor, termasuk konstruksi, pertanian, pengolahan makanan, industri jahit, logam, hingga perawatan mobil. Disnaker Kota Bandung terus memfasilitasi pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi warga Bandung agar siap kerja, dengan fokus pada pelatihan berbasis kompetensi, kuliner, dan pariwisata.

Secara keseluruhan, jumlah pekerja migran Indonesia di Jepang terus meningkat, mencapai lebih dari 121.000 orang pada tahun 2024, di mana Jawa Barat merupakan salah satu provinsi penyumbang tenaga kerja terbesar.

Data Pekerja Migran Indonesia (PMI) 2025 menunjukkan kawasan Asia Timur termasuk Jepang mengalami peningkatan pekerja migran, terutama di sektor manufaktur, perikanan, dan industri teknologi. Jawa Barat jadi salah satu provinsi penyumbang terbesar karena banyak Balai Latihan Kerja (BLK) yang fokus pelatihan bahasa Jepang. Kondisi kependudukan di Jepang yang memasuki booming kaum lansia menimbulkan kebutuhan tenaga kerja perawat dan usaha yang terkait dengan masalah penduduk lansia.

Secara nasional, Jawa Barat konsisten ada di tiga besar provinsi pengirim pekerja migran, bersama Jawa Tengah  dan Jawa Timur. Untuk Jepang, daerah Indramayu, Cirebon, Subang, dan Bandung Raya jadi kantong utama.

Pelatihan bahasa dan budaya Jepang untuk calon tenaga kerja (Sumber: lpksekaimustika.com)
Pelatihan bahasa dan budaya Jepang untuk calon tenaga kerja (Sumber: lpksekaimustika.com)

Banyak anak muda Bandung berangkat kerja ke Jepang lewat program Specified Skilled Worker (SSW) dan magang ke sektor perawat lansia, konstruksi, pertanian. Pemkot Bandung dan Kabupaten Bandung aktif memberangkatkan tenaga kerja ke Jepang melalui kerja sama pelatihan bahasa dan budaya. Program ini mencakup magang dan  SSW, dengan fokus pelatihan bahasa setara JLPT N4, disiplin, dan simulasi wawancara.

Pelatihan sering diselenggarakan bersama LPK Sekai. Antara lain LPK SEKAI MUSTIKA yakni lembaga pelatihan kerja, bahasa dan pengetahuan budaya Jepang sekaligus lembaga pembimbingan dan pendampingan untuk program pemagangan ke Jepang. Berdiri sejak tahun 2021 di kota Bandung, dan telah menjadi lembaga Sending Organization (SO) pada tahun 2022. Sending organizer adalah lembaga pendidikan dan pengirim yang memberikan pelatihan budaya dan bahasa Jepang. Bertanggung jawab dan dibawah pengawasan Kementerian Tenaga Kerja.

 

Wawancara calon tenaga kerja dengan perusahaan Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)
Wawancara calon tenaga kerja dengan perusahaan Jepang (Sumber: lpksekaimustika.com)

Memahami Hubungan Industrial Jepang

Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Kaisar Naruhito menaruh perhatian besar terhadap sektor pendidikan dan ketenagakerjaan di Indonesia. Beliau menyempatkan berkunjung ke Universitas Darma Persada dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mitra Industri MM2100, sebuah sekolah yang didirikan di kawasan industri MM2100 yang dikelola oleh perusahaan Jepang di Daerah Bekasi. Kaisar Naruhito juga menggelar audiensi dengan perwakilan warga negara Jepang di Indonesia dan Relawan Kerja Sama Luar Negeri JICA.

Kunjungan Kaisar Naruhito sangat bermakna dalam hubungan antara Indonesia dengan Jepang. Selama sepuluh tahun terakhir makna hubungan tersebut ditandai dengan mengetengahkan semboyan “Kerja bersama, Maju bersama” dalam rangka  Indonesia-Japan Strategic Partnership.

Kontribusi Jepang terhadap pembangunan Indonesia dalam berbagai bidang sangat berarti. Kondisi globalisasi dan persaingan bangsa-bangsa mengharuskan bangsa Indonesia mengoptimalkan dan memperbaiki hubungan internasional, khususnya dengan Jepang. Kerjasama kedua negara di bidang perdagangan, investasi, kebudayaan, pariwisata, iptek, pendidikan hingga ketenagakerjaan perlu ditingkatkan dan disesuaikan dengan tantangan zaman.

Bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Barat mesti menjamin keamanan dan kelancaran usaha bagi sekitar 20 ribu warga Jepang yang menetap di seluruh Indonesia. Juga memperlancar aktivitas 1.800 perusahaan telah Jepang  yang  eksis di Indonesia. Perusahaan Jepang di Indonesia memiliki kontribusi besar di bidang ketenagakerjaan. Perusahaan tersebut perlu didorong agar menambah investasinya. Bagi perusahaan Jepang yang terkendala dengan masalah teknis dan ketenagakerjaan perlu dicarikan solusi yang tepat dan cepat. Sehingga perusahaan tersebut tidak hengkang ke negara lain atau merelokasikan pabriknya.

Salah satu isu penting yang perlu terus ditekankan kepada pemerintah Jepang adalah masalah ketenagakerjaan yang merupakan masalah pelik di Indonesia. Jepang patut dicontoh karena berhasil mewujudkan hubungan industrial yang konstruktif antara buruh dengan pengusaha. Indonesia perlu mengirimkan lebih banyak lagi pekerja migran ke Jepang.

Kunjungan Kaisar ke Indonesia merupakan misi penting kedua negara untuk mewujudkan strengthen education partnership Jepang-RI. Terutama dibidang pengembangan pendidikan vokasi untuk memenuhi kompetensi SDM atau tenaga kerja yang dibutuhkan oleh kalangan  industri yang dimiliki kedua negara.

Pemerintah Jepang melalui perusahaan multinasional dan lembaga lainnya perlu mengulurkan bantuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan untuk  mendukung sektor industri. Selain itu juga perlu memberi kesempatan terhadap guru SMK untuk belajar di Jepang.

Selain pendidikan vokasi juga perlu pendidikan dan teknologi untuk mitigasi bencana. Kondisi geografis Jepang dan Indonesia memiliki kesamaan terkait dengan potensi bencana alam. Untuk itu kerja bersama di bidang mitigasi bencana  merupakan hal yang urgen. Kerja sama pada gilirannya bisa menurunkan indeks risiko bencana di Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)