Kartini Penggerak Energi Panas Bumi

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Pekerja wanita pada pembangkit listrik panas bumi (Sumber: geodipa.co.id)
Pekerja wanita pada pembangkit listrik panas bumi (Sumber: geodipa.co.id)

Peringatan Hari Kartini tahun 2026  ini mengingatkan saya dengan kehebatan Kartini masa kini yang menggeluti panas bumi untuk menghasilkan energi baru terbarukan.  Kartini penggerak energi panas bumi bisa  kita jumpai di Bandung Raya dan Kabupaten Garut. 

Peran wanita dalam proses transisi energi berkelanjutan yakni energi panas bumi atau geothermal cukup signifikan. Peran tersebut kian mempesona karena Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, merupakan sosok wanita yang menaruh perhatian besar terhadap sumber daya alam (SDA) di daerahnya untuk kesejahteraan rakyat.

SDA panas bumi lengket dengan wanita, tak kurang dari Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, adalah  Eniya Listiani Dewi, merupakan Kartini masa kini yang menaruh perhatian besar terhadap energi panas bumi dan getol melakukan penguatan green jobs dan talenta muda yang ahli dalam Renewable Energy (RE).

Indonesia perlu mencetak SDM ahli dan terampil untuk membuat dan merawat Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTP ). Potensi panas bumi di Indonesia sebesar 23,9 Gigawatt (GW). Sayangnya potensi tersebut baru dimanfaatkan sebesar 8,9 % atau 2.130,6 MW, masih banyak yang belum dimanfaatkan. perihal ini Pemerintah menargetkan peningkatan pemanfaatan panas bumi menjadi 7.241,5 MW atau 16,8 % di 2025.

Kabupaten Garut yang dikenal seluruh dunia sebagai Swiss Van Java memiliki potensi dan sumber daya yang masih belum dibangunkan dengan proses kreativitas dan inovasi,

Sebagai lumbung energi terbarukan yang kapasitas dan mutunya uap panas bumi ( Geothermal ) yang luar biasa, mestinya semua faktor diatas bisa  menjadikan masyarakat Garut hidupnya lebih sejahtera.

Keniscayaan panas bumi bisa memperbaiki tingkat sosial ekonomi masyarakat lokal yang bermukim di sekitar pembangkit Geothermal. Terlebih usaha pemanfaatan panas bumi di Indonesia masih belum banyak menggunakan teknologi yang memakai komponen lokal. Perlu meningkatkan TKDN pembangkit panas bumi. Juga perlu rekrutmen kaum perempuan lokal untuk bekerja sebagai teknisi atau tenaga operasional pembangkit geothermal.

Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina (Sumber: akun sosmed Putri Karlina)
Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina (Sumber: akun sosmed Putri Karlina)

Tingkatkan Jumlah Pekerja Perempuan

Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang menekankan kesetaraan gender perlu diperluas bagi perusahaan energi lainnya. Hal ini antara lain dengan memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan agar mampu menjadi penggerak dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia dan bahkan di tingkat global.

Merujuk data PGEO dalam kesetaraan gender di atas tergambar dari peningkatan jumlah karyawan perempuan yang tersebar pada berbagai posisi. Pada tahun 2022, porsi karyawan perempuan di PGEO mencapai 11,91 persen, meningkat dari 11,33 persen di tahun 2020. Sementara, jumlah perempuan pada manajemen top level mencapai 13 persen  di tahun 2022, meningkat hingga 3 kali lipat dibanding 2020.

 Keniscayaan perusahaan energi panas bumi perlu lebih banyak lagi merekrut tenaga kerja lokal utamanya wanita. Lalu meningkatkan kapasitas karyawan wanita melalui berbagai program pengembangan, baik secara manajerial untuk pengembangan peran kepemimpinan, hingga pengembangan fungsional yang menambah keterampilan dan keahlian.

Di tengah menipisnya produksi dan ketersediaan bahan bakar fosil, perkembangan teknologi di bidang Energi Baru dan Terbarukan (EBT) telah membuat biaya pengembangan Pembangkit EBT terus menurun dan dapat bersaing dengan Pembangkit berbahan bakar fosil. Biaya eksplorasi dan juga biaya modal pembangkit listrik geothermal lebih tinggi dibandingkan pembangkit-pembangkit listrik lain yang menggunakan bahan bakar fosil. Namun, setelah mulai beroperasi, biaya produksinya rendah dibandingkan dengan pembangkit-pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Biaya eksplorasi dan modal pembangkit harus disertai dengan peningkatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Makin tinggi TKDN dalam pengembangan panas bumi diharapkan dapat menurunkan biaya pokok pembangkitan listrik. Di sisi lain peningkatan TKDN akan memberi multiplier efek yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena tiap-tiap jenis industri komponen PLTP merupakan klaster industri yang didukung oleh industri-industri kecil dan menengah. Lembaga riset dan teknologi dalam negeri sudah mampu merancang dan memproduksi sepenuhnya PLTP skala kecil yakni PLTP 3 MW tipe Condensing Turbine.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi (Sumber: dokpri | Foto: Eniya Listiani Dewi)
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi (Sumber: dokpri | Foto: Eniya Listiani Dewi)

Tingkatkan Komponen Lokal PLTP

Seluruh tahapan dan proses Engineering Procurement and Construction (EPC) sampai dengan manufaktur komponen pem-bangkit dilakukan oleh industri dalam negeri. Dalam pelaksanaannya, melibatkan beberapa industri sebagai mitra kerja, antara lain PT Rekayasa Industri untuk pekerjaan engineering design, PT Nusantara Turbin dan Propulsi untuk manufaktur turbin, PT Pindad manufaktur generator, PT. Boma Bisma Indra (BBI) untuk komponen-komponen separator, condenser, jet ejector dan komponen pendukungnya.

TKDN diperhitungkan berdasarkan barang dan jasa produk yang digunakan. Berdasarkan data-data dari hasil survei dari setiap perusahaan yang memproduksi komponen utama,Komponen pendukung yakni steam turbine generator, SAGS (Steam Above Gathering System) Electrical Balance of Plant (BOP) Sementara untuk Cooling Tower, Condenser, Gas Extraction SystemPiping, Civil, Instrumentation & Control. Untuk komponen piping, Civil, Instrumentation and Control seluruh jasanya bisa 100 persen berasal dari kandungan dalam negeri.

Geothermal merupakan energi baru dan terbarukan yang bisa menghasilkan tenaga Listrik yang ramah lingkungan. Potensi sumber daya geothermal di Indonesia selain volumenya yang sangat besar juga ditambah lagi dengan mutu baku termodinamika yang sangat bagus. Kebanyakan reservoir geothermal di Indonesia dari sisi geokimia memiliki kualifikasi panas bumi dengan indikasi steam heated springs atau sangat dominan uap, dengan PH 3-4, dan komposisi Cl dan Si0 rendah (di bawah 5 ppm). Spesifikasi itulah yang membuat lapangan geothermal tidak terlalu banyak tercium bau belerang sehingga sangat ideal untuk diproses menjadi tenaga listrik.

Pengusahaan geothermal sangat menguntungkan secara bisnis. Namun usaha itu sering menimbulkan sengketa antara pihak investor atau kontraktor dengan pihak pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Kompleksitas pengusahaan geothermal perlu dicarikan solusinya secara adil. Tidak bisa dimungkiri bahwa pengusahaan geothermal selama ini mengandung ironi, seperti terlalu murahnya harga uap atau energi geothermal, kerusakan lingkungan dan sosial, minimnya kontribusi kepada masyarakat sekitar serta rendahnya penggunaan jasa dan komponen lokal.

Potensi sumber daya geothermal di Jawa Barat cukup besar. Secara ekonomis sangat menggiurkan karena mutu baku termodinamika yang sangat bagus. Dari aspek geokimia memiliki kualifikasi panas bumi dengan indikasi steam heated springs atau sangat dominan uap, dengan PH 3-4, dan komposisi Cl dan Si0 rendah.

Spesifikasi itulah yang membuat lapangan geothermal tidak terlalu banyak tercium bau belerang sehingga sangat ideal untuk diproses menjadi tenaga listrik. Reservoir geothermal itu memiliki tekanan rata-rata 35 bar, dengan suhu rata-rata 250 derajat celcius. Spesifikasi tersebut menunjukkan reservoir tergolong entalpi tinggi. Hal ini membuat pemanfaatan panas bumi tersebut tidak rumit.

Sebagai gambaran tentang bagusnya kualitas reservoir bisa dilihat di PLTP Kamojang yang terbukti dengan adanya sumur yang masih berproduksi dengan baik meskipun telah 20 tahun beroperasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)