Tantangan Kartini Masa Kini : Bangkitkan Kesadaran Konsumen dan Geluti Ekonomi Kreatif

5 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Ilustrasi RA.Kartini dalam sebuah film (Sumber: Legacy Pictures)
Ilustrasi RA.Kartini dalam sebuah film (Sumber: Legacy Pictures)

Kaum perempuan masa kini sesuai dengan perkembangan zaman bisa disebut Kartini 4.0. Peringatan Hari Kartini 2026 bagi kartini masa kini memiliki dua tantangan penting. Yaitu membangkitkan kesadaran konsumen dan menggeluti ekonomi kreatif secara cerdas. 

Kartini 4,0 memiliki ciri mampu membangkitkan kesadaran konsumen terhadap lingkungan terutama keluarganya. Mereka jangan justru mengidap konsumerisme sehingga boros dan tidak tidak memiliki literasi tentang cara memilih produk yang baik dan tidak terjebak kepada gaya hidup yang tidak produktif.

Membangkitkan Kesadaran Konsumen

Perempuan yang notabene juga seorang ibu merupakan pembentuk intelektual anak. Bayi yang baru lahir mulai merangkai kecerdasannya dimulai dengan mendengar tutur sapa dan isyarat dari ibunya. Tingkat kecerdasan sang anak semakin tumbuh pesat jika sang ibu gemar berliterasi, utamanya sering membaca buku.

Perempuan mau tidak mau harus bersiap diri menghadapi revolusi industri gelombang keempat atau Industri 4.0. Kuncinya adalah meningkatkan daya literasi. Termasuk literasi terkait kesadaran konsumen yang harus terus dibangkitan.

Salah satu upaya membangkitakn kesadaran konsumen pada saat berbelanja adalah mendorong penerapan “Cek KLIK” (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengkonsumsi produk pangan olahan. Selain itu masyarakat agar lebih teliti memilih produk dengan membaca dan memahami informasi nilai gizi (ING) pada label pangan, sehingga dapat memilih dan mengkonsumsi pangan secara seimbang.

Masyarakat perlu diberi pencerahan supaya tidak malas membuka aplikasi BPOM Mobile untuk memudahkan dalam memperoleh berita aktual dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mengecek legalitas suatu produk.

Tugas Sejarah Kartini Terkait Pangan Tradisional

 Peringatan hari Kartini  juga momentum untuk melindungi dan memberikan insentif kepada usaha pangan tradisional. Dahulu pada saat penulis masih bersekolah, setiap Hari Kartini siswi tidak hanya berpakaian kebaya, tetapi juga ada cara lomba memasak menu tradisional khasanah Nusantara dengan bahan baku lokal.

Kartini 4.0 memiliki tugas sejarah antara lain memperbaiki mutu, volume produksi dan kemasan pangan tradisional sehingga lebih adaptif dengan pasar. Selama ini usaha untuk menerapkan manajemen mutu bagi usaha pangan tradisional belum optimal.

Pangan tradisional juga mewarnai wisata kuliner yang menjadi pesona berbagai daerah. Sayangnya, usaha pangan tradisional masih sarat dengan masalah. Masalah utama adalah kurangnya insentif dan pembinaan. Perhatian pemerintah daerah terhadap usaha pangan tradisional masih sebatas seremonial dan belum ada insentif yang berkelanjutan.

R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)
R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)

Definisi pangan tradisional adalah makanan, minuman, dan bahan campuran yang digunakan secara tradisional dan telah lama berkembang secara spesifik di daerah. Biasanya pangan tradisional diolah dari resep yang sudah dikenal masyarakat lokal dengan bahan-bahan yang juga diperoleh dari sumber lokal.

Kita semua masih prihatin, melihat kondisi yang masih lemah dalam melindungi konsumen. Eksistensi Undang Undang Perlindungan Konsumen jangan menjadi macan kertas. Akibatnya, masyarakat semakin tidak berdaya dikepung oleh aneka produk pangan yang merugikan dirinya. Mestinya ada kebijakan yang keras dan ekstra hati-hati untuk produk pangan. Dibutuhkan langkah yang konsisten dan strategis yang terkait registrasi pabrik produk pangan baik yang dimiliki oleh pengusaha dalam negeri maupun asing. Registrasi harus komprehensif sehingga bisa mencakup ketentuan tentang rekam jejak produk. Rekam jejak itu mencakup aspek pengolahan, pengemasan, transportasi, distribusi, dan pengapalan.

Dwifungsi Kartini

Keniscayaan bagi para Kartini 4.0 untuk mencetak generasi yang unggul dan adaptif dengan perkembangan zaman. Konsekuensi bagi seluruh warga agar bersiap diri menghadapi revolusi industri gelombang keempat atau Revolusi Industri 4.0. Generasi saat ini perlu menambah ilmu pengetahuan karena semakin banyak realitas yang sulit dikenali lagi.

Tantangan Kartini 4.0 yang krusial adalah masalah perubahan lapangan kerja yang semakin berbasis ekonomi digital. Semua jenis profesi menuju pekerjaan yang mengandalkan platform digital. Dari perekrutan tenaga kerja hingga metode bekerja semua dilakukan secara online.

Akibatnya pasal perjanjian kerja dan beban kerja sudah berubah secara total. Istilah karyawan sudah berganti menjadi mitra, jam kerja menjadi sangat fleksibel. Pasal hak-hak normatif pekerja sudah sirna digantikan dengan aturan yang dikontrol oleh sistem digital.

Sosok Kartini 4.0 perlu mentransformasikan dirinya dalam ber dwifungsi. Yakni fungsi menjadi pendukung ekonomi keluarga dan fungsi keduanya sebagai seorang ibu yang berkemampuan untuk mengatasi bermacam masalah keluarga. Salah satu persoalan krusial bangsa saat ini adalah masih banyaknya ibu rumah tangga yang tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang gizi keluarga.

Kartini 4.0 perlu berperan memperluas lapangan kerja dan menumbuhkan profesi baru yang terkait dengan perempuan. Para Kartini 4.0 perlu regulasi yang selama ini menghambat aktivitasnya di sektor ekonomi kreatif. Jangan ada lagi resistensi dan pembatasan di beberapa tempat terkait dengan bidang usaha perempuan, utamanya di sektor ekonomi kreatif.

Di masa mendatang semakin banyak sosok Kartini 4.0 yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Juga menjadi tulang punggung perekonomian bangsa. Mereka menjadi pemimpin di berbagai start up dan menjadi pencipta model bisnis baru. Kondisi diatas sesuai dengan kajian Mckinsey, konsultan terkemuka dunia dalam laporannya yang berjudul “How Helping Women Helps Business”. Kajian tersebut secara garis besar menyatakan bahwa selama satu dekade terakhir perempuan telah berperan meningkatkan 1,6 persen Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara.

Tantangan bagi Kartini 4.0 yang paling menjanjikan adalah menggeluti ekonomi kreatif. Gambaran singkat dari kinerja ekonomi kreatif menurut World Bank setiap tahunnya mencapai pertumbuhan 9 persen. Malah ada negara yang mengalami pertumbuhan hingga 15 persen, antara lain Inggris. Tak pelak lagi, selama lima tahun terakhir sekitar 7,5 persen PDB dunia adalah kontribusi dari industri kreatif. Pekerja kreatif akan terus tumbuh rata-rata diatas 7 persen setiap tahun.

Sayangnya, untuk mencetak Kartini 4.0 sebanyak banyaknya masih terhambat oleh faktor pendidikan. Hal ini sesuai dengan laporan dari United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Ternyata Indonesia masih menduduki peringkat bawah negara yang di survei. Laporan UNESCO yang berjudul “Education for All (EFA) Global Monitoring Report” itu, pada intinya menyoroti masih rendahnya kesempatan bagi anak perempuan untuk menikmati pendidikan.

Laporan UNESCO diatas sesuai dengan data yang menyatakan bahwa angka partisipasi tingkat SMP baru mencapai 71 persen, angka partisipasi kasar tingkat SMA/SMK hanya sebesar 55 persen dan pendidikan tinggi hanya mencapai 15 persen. Tingkat partisipasi itu secara gradasi terus menurun dari tahun ke tahun. Tingkat partisipasi itu masih dikurangi dengan angka putus sekolah yang cukup tinggi. Laporan itu bisa dijadikan indikator masih rendahnya kualitas kaum perempuan di negeri ini yang dampaknya bisa berlarut-larut hingga beberapa tahun kedepan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)