Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Hari Angkutan Nasional diperingati setiap 24 April untuk mengenang sejarah perkembangan angkutan umum di Indonesia, khususnya terkait pendirian DAMRI. Peringatan bertujuan mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan kualitas mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kondisi angkutan di Bandung Raya hingga saat ini sarat dengan masalah. Walikota dan gubernur silih berganti. Namun hingga kini masih bingung menentukan sistem angkutan massal yang tepat untuk wilayahnya.  Belum ada solusi  yang mendasar atau esensial sehingga masalah laten angkutan massal di tatar Pasundan masih amburadul.

Sistem LRT cocok sebagaai angkutan massal di Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Sistem LRT cocok sebagaai angkutan massal di Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Pemerintah mesti berani melakukan ”revolusi” angkutan kota yang esensial dengan membangun Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya. Apalagi kawasan metropolitan Bandung (Bandung Raya) saat ini menghadapi tekanan urbanisasi yang luar biasa besar, yang bermanifestasi dalam bentuk pertumbuhan wilayah suburban yang tidak terkendali atau urban sprawl.

Banyak kawasan yang bertransformasi dari kawasan agraris produktif menjadi pusat hunian dan pendidikan yang padat tanpa didukung oleh sistem transportasi massal yang memadai. Krisis mobilitas yang terjadi di berbagai ruas dan koridor Bandung Raya bukan sekadar masalah kemacetan lalu lintas, melainkan indikator kegagalan integrasi tata guna lahan dengan sistem konektivitas masyarakat.

 

Bangunan Stasiun LRT Cikokol di Jakarta Timur (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bangunan Stasiun LRT Cikokol di Jakarta Timur (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Keniscayaan LRT Bandung Raya

Proyek kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT)  di Jabodetabek dan Palembang sudah beroperasi dengan baik.  Mestinya diikuti dengan pembangunan LRT di kawasan Bandung Raya. Sistem LRT dinilai lebih cocok dan feasible untuk kawasan Bandung Raya ketimbang sistem monorel yang sudah lama digadang-gadang oleh Gubernur Jawa Barat namun sudah bertahun-tahun baru sebatas omon-omon.

Bandung Raya mestinya tidak kalah dengan Palembang yang sudah memiliki sistem transportasi LRT sepanjang 24,5 km dengan 23 stasiun pemberhentian. Rutenya mulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Kompleks Olahraga Jakabaring. Nilai investasi LRT Palembang ditaksir sebesar Rp 7,2 triliun. Rencana awal pendanaan proyek tersebut mengandalkan investor swasta. Namun, berhubung tidak ada investor swasta yang mau menanamkan modalnya karena dianggap kurang menguntungkan dari sisi bisnis, maka pemerintah menugaskan BUMN untuk menggarap proyek tersebut.

Gairah pengembangan perkeretaapian juga mempercepat proses pembangunan KA bandara yang terintegrasi dengan KA komuter dan kereta cepat (KCIC). Transformasi perkeretaapian yang kini menjadi tekad pemerintah hendaknya juga dipadukan dengan langkah pemerintah daerah terkait dengan pembenahan angkutan publik, pengembangnan wilayah, serta sistem logistik daerah. 

Sebaiknya Pemprov Jabar dan pemkot Bandung membulatkan tekad membangun LRT dengan memanfaatkan jalur KA yang kini tidak aktif. Seperti jalur KA Bandung-Ciwidey. Investasi LRT lebih layak dan murah karena infrastruktur sudah ada tinggal pengadaan rangkaian kereta LRT, pembangunan infrastruktur rel serta membereskan tanah yang kini banyak diserobot oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Stasiun LRT Halim yang terintegrasi dengan Stasiun keretea cepat (KCIC) Halim (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Stasiun LRT Halim yang terintegrasi dengan Stasiun keretea cepat (KCIC) Halim (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Keunggulan Sistem LRT

Saatnya pemerintah daerah berkolaborasi dengan lembaga yang paling berkompeten di sektor angkutan massal, utamanya perkeretaapian. Kini  arah pengembangan perkeretaapian nasional difokuskan untuk menghasilkan solusi angkutan publik dan logistik yang modern dan efektif. Serta menghidupkan kembali jalur-jalur KA yang selama ini telah mati dengan sistem KA yang teknologinya lebih modern seperti LRT.  

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain. LRT atau biasa disebut dengan trem kota merupakan alternatif dalam menanggulangi kemacetan kota. LRT sangat tepat untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan jalan kota yang telah eksis. LRT bisa berbaur dengan moda lalu lintas kota lainnya. Biasanya LRT terdiri dari 4 rangkaian kereta atau disebut Heavy Rail Transit (HRT) satu set ( 4 gerbong ).

Berbagai keunggulan teknis LRT antara lain bobot kendaraan ringan dan dapat dibuat oleh balai yasa KA, INKA bahkan perusahaan karoseri bus. Tidak ada emisi di jalan dan suaranya tidak bising. Selain itu LRT merupakan angkutan serbaguna dan dapat berjalan pada kecepatan tinggi di jalan terpisah dan dapat menembus jalan sempit serta dapat mengatasi gradien curam dan tikungan tajam.

Moda Bus Listrik di bawah Stasiun LRT Dukuh Atas. Merupakan intergrasi antar moda angkutan massal. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Moda Bus Listrik di bawah Stasiun LRT Dukuh Atas. Merupakan intergrasi antar moda angkutan massal. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

LRT Bandung Raya Klop dengan Program Elektrifikasi

Rencana Pemprov Jabar mengaktifkan kembali jalur kereta api antara Rancaekek-Tanjungsari bisa juga dikonkritkan dengan sistem LRT. Kemudian jalur KA sepanjang 10,8 kilometer itu diperpanjang hingga Kabupaten Sumedang dan Majalengka. Dengan demikian terwujud KA bandara Kertajati.

Sistem LRT di Bandung Raya bisa menjadi solusi masalah kemacetan dan kesemrawutan abadi sepanjang hari. Populasi angkot dan sepeda motor yang sangat padat mengakibatkan lingkaran setan sistem transportasi kota  Bandung yang tidak bisa dipecahkan.

Tingkat keparahan kemacetan kronis dari dan menuju kantong-kantong pemukiman suburban semakin hari semakin menggerus kualitas hidup masyarakat perkotaan di Bandung Raya. Waktu tempuh antara tempat tinggal ke tempat kerja atau belajar semakin tidak rasional. Ratusan jam per tahun terbuang secara kurang produktif. Belum lagi masalah ikutan seperti masalah kesehatan, tingginya tingkat stress, dan kerawanan serta kerentanan patologi sosial yang dapat memantik respon destruktif di jalanan.

Sistem LRT untuk Bandung Raya klop dengan langkah pemerintah ( Kementerian Perhubungan ) yang saat ini tengah mengerjakan proyek elektrifikasi jalur kereta api lintas Padalarang–Cicalengka sepanjang 42 kilometer. Proyek ini ditargetkan selesai dan bisa beroperasi pada tahun 2027. Tujuan utama untuk mentransformasi sistem kereta api komuter di Daops II PT KAI yang saat ini masih menggunakan mesin diesel menjadi Kereta Rel Listrik (KRL) yang ramah lingkungan.

Elektrifikasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi mobilitas, seperti antara lain:

- ​Pemangkasan Waktu Tempuh: Perjalanan sepanjang 40 kilometer yang sebelumnya memakan waktu 2 jam akan dipangkas menjadi hanya 1 jam.

- ​Peningkatan Kapasitas dan Frekuensi: Penggunaan armada listrik memungkinkan frekuensi keberangkatan yang lebih rapat (headway lebih pendek) untuk melayani lonjakan penumpang.

- ​Perluasan Jangkauan: Mulai 1 Februari 2026, layanan Commuter Line Bandung Raya hingga Stasiun Cicalengka ditingkatkan frekuensinya, untuk memperkuat konektivitas aglomerasi di wilayah timur.

 

Stasiun LRT Dukuh Atas (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Stasiun LRT Dukuh Atas (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Stasiun KA Kiaracondong Simpul Antar Moda

Untuk mewujudkan TOD Bandung Raya, Stasiun KA Kiaracondong memegang peranan vital sebagai stasiun awal (initial station) bagi layanan LRT yang menuju ke arah selatan (Baleendah/Soreang). Konsep Transit-Oriented Development (TOD) adalah pola pembangunan wilayah yang memaksimalkan jumlah ruang hunian, bisnis, dan rekreasi dalam jarak berjalan kaki dari transportasi umum yang aman dan nyaman.

Stasiun KA Kiaracondong yang kini sudah dibangun  sangat megah dan modern, bisa berfungsi sebagai simpul integrasi antarmoda, di mana penumpang dari arah barat (Padalarang/Cimahi) dan timur (Rancaekek/Cicalengka) dapat berpindah ke moda LRT tanpa harus meninggalkan area stasiun. Integrasi ini merupakan kunci untuk menciptakan sistem transportasi yang efektif dan tanpa hambatan (seamless transport) yang dapat menarik pengguna kendaraan pribadi berpindah ke transportasi publik.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jul 2026, 21:02

Stamp Hunting di Kota Kembang: Fenomena Demam “Museum Passport” dan Candu Baru Kaum Metropolis Bandung

Siapa sangka selembar kertas dan ketukan tinta bisa memicu adrenalin sedahsyat ini? Di Jakarta, demam stamp hunting sudah lebih dulu meledak. Sekarang fenomenanya menular ke Kota Bandung.

Para Stamp Hunter Peserta Komunitas Cerita Bunda Lintas Generasi Berfoto di Museum KAA (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 19:06

Ketika Pelajar Diminta Pulang Cepat, Apakah Bandung Menjadi Lebih Aman?

Jika seorang pelajar dianggap aman hanya karena berada di rumah setelah pukul 21.00, lalu bagaimana dengan keamanan kota setelah jam itu?

Warga berlalu lalang di kawasan Asia Afrika, Kota Bandung, pada malam hari. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ditya Rafi Muttaqin/Magang)
Linimasa 24 Jul 2026, 18:41

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari

Seni ukir kayu menjadi cara warga Kampung Bunisakti, Arjasari, memperkenalkan daerahnya. Beragam ukiran bernilai seni diproduksi dengan teknik khas.

Menengok Produksi Kerajinan Ukir Arjasari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 18:33

5 'Warung' Sarapan di Pilihan Bandung, dari Kedai Legendaris hingga Hidden Gem

Jelajahi 5 kedai sarapan favorit di Bandung dengan pilihan menu rumahan, panorama asri, hingga hidden gem yang cocok untuk memulai hari.

Sajian di Sepiring Pagi.
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 17:15

Di Balik Kampanye Digital Jakarta International Marathon 2025: Analisis Merek Air Mineral Nasional

Membedah hal-hal yang tidak terlihat di balik kampanye digital.

Ilustrasi. (Sumber: AI)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 16:18

Pesta Kesenian Bali sebagai Bukti Apresiasi Seni yang Perlu Ditularkan ke Provinsi Lain

Ketika suatu festival seni dapat memberi inspirasi bagi daerah lain.

Pertunjukan Pesta Kesenian Bali tahun 2026 (Sumber: Youtube: Disbud Prov. Bali)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:27

Mega Korupsi Era 90-an Skandal Bapindo dan Eddy Tansil Mengguncang Indonesia

Pengusaha bernama lengkap Edy Tansil (Tan Tjoa Ing) dituntut hukuman penjara seumur hidup serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp800 miliar.

Surat kabar Bandung Pos edisi akhir Juli 1994 yang menampilkan berita utama mengenai kasus mega korupsi Eddy Tansil. (Sumber: Foto dan koleksi surat kabar Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 15:10

Modernisasi Berkebaya yang Berbudaya

Tidak dapat ditawar lagi dengan berkebaya. Kebaya sudah menjadi identitas yang sangat penting bagi Indonesia.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 14:17

Telusur Arca Derenten: Ikonografi Durga-Agastya, Omon-Omon dari Kebun Binatang ke Museum Kota

Pengejawantahan arkeolog sebagai 'detektif masa lalu': mengkaji ikonografi Arca batu, menelusuri jejak hilangnya, hingga mengurai urgensi lembaga Museum Kota

Pintu masuk kebun binatang Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 13:40

Pentingnya Patuh Minum Obat Hipertensi: Penyuluhan Mahasiswa PKPA UMB di Puskesmas Cibiru

Kegiatan kolaborasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan praktisi fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien di puskesmas cibiru.

Mahasiswa PKPA Universitas Muhammadiyah Bandung sedang melaksanakan Penyuluhan di Puskesmas Cibiru. Kamis (23/6/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Indri Wahyuni A)
Wisata & Kuliner 24 Jul 2026, 13:22

Lontong Goreng Gasibu, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Gedung Sate Bandung

Cari sarapan enak di Bandung? Lontong Goreng Gasibu menawarkan lontong goreng hangat dan tahu Sumedang dengan harga mulai Rp4.000 di kawasan Lapangan Gasibu.

Lontong Goreng Gasibu. (Sumber: Instagram @hayulahgaskeun)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 10:22

Sate, Sang Mahakarya Kuliner Nusantara: Dari Warisan Budaya hingga Diplomasi Rasa Dunia

Indonesia boleh dibilang merupakan "Negeri Seribu Sate".

Pedagang sate. (Sumber: Pexels | Foto: nourrie zein)
Ayo Netizen 24 Jul 2026, 07:55

Kesantunan Berdigital bagi Anak

Kecerdasan buatan tidak boleh membatasi proses tumbuh kembang anak.

Orang tua dan anaknya. (Sumber: Pexels/Lgh_9)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 19:42

Gunung Alit Telah Lahir di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu

Gunung Alit ini lahir di sisi utara Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu.

Gunung Alit lahir di dalam Kawah Ratu pascaletusan Juli–Agustus 2019. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 18:02

Serunya Belajar di Alam Bebas

Pendidikan terbaik bukan selalu tentang seberapa cepat anak mampu membaca, menulis, berhitung. Melainkan ketika anak tumbuh menjadi manusia yang rasa ingin tahunya tetap hidup, hatinya tetap lembut

Asyiknya Kakang naik Bebek Gowes di Pondok Tandang Bakti Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Ahad (31/5/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 17:00

Hari Anak Nasional: Kenalkan Proses Kreatif Sejak Dini Lewat Program Little Creator

Kreativitas di segala bidang kehidupan adalah kunci masa depan anak.

Program Kreator Cilik yang diselenggarakan oleh Omochatoys menekankan proses kreatif sejak usia dini (Foto: dok Omochatoys)
Wisata & Kuliner 23 Jul 2026, 16:22

Wahana Pilihan TMII, dari Kereta Gantung hingga Drone Show Gratis

Rencanakan kunjungan ke TMII dengan panduan wahana terbaik, lengkap dengan tiket, museum pilihan, Jagat Satwa Nusantara, dan tips berkunjung hemat.

Museum Indonesia TMII. (Sumber: TMII)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 16:21

Hari Anak Nasional: Sudahkah Anak-Anak Indonesia Merdeka?

Apakah anak-anak layak dikatakan sudah merdeka? jika rasa aman, nyaman dan hak-hak dasar dalam hidup mereka belum sepenuhnya bisa ditunaikan.

Seorang anak sekolah di Aceh yang menyebrangi jembatan tali menuju sekolah. (Sumber: Generated AI (Terinspirasi dari Video Asli di Aceh))
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 15:11

Hari Anak Nasional Menjadi Momen Tumbuhnya Generasi Kuat dan Cerdas

Seharusnya peringatan Hari Anak Nasional dijadikan momentum penting untuk membangun anak-anak yang kuat dan cerdas.

Butuh kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dalam rangka mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak-anak negeri ini. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 23 Jul 2026, 14:39

Ketika Kritik Tenggelam dalam Kebisingan

Status quo tidak selalu bertahan karena kritik dibungkam, tetapi karena perhatian kita terlalu mudah dialihkan.

Sebuah pagelaran seni dog-dog di tengah sebuah aksi. (Foto: Dokumen pribadi)