Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan Jumat 17 Apr 2026, 11:16 WIB
Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Hari Angkutan Nasional diperingati setiap 24 April untuk mengenang sejarah perkembangan angkutan umum di Indonesia, khususnya terkait pendirian DAMRI. Peringatan bertujuan mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan kualitas mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kondisi angkutan di Bandung Raya hingga saat ini sarat dengan masalah. Walikota dan gubernur silih berganti. Namun hingga kini masih bingung menentukan sistem angkutan massal yang tepat untuk wilayahnya.  Belum ada solusi  yang mendasar atau esensial sehingga masalah laten angkutan massal di tatar Pasundan masih amburadul.

Sistem LRT cocok sebagaai angkutan massal di Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Sistem LRT cocok sebagaai angkutan massal di Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Pemerintah mesti berani melakukan ”revolusi” angkutan kota yang esensial dengan membangun Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya. Apalagi kawasan metropolitan Bandung (Bandung Raya) saat ini menghadapi tekanan urbanisasi yang luar biasa besar, yang bermanifestasi dalam bentuk pertumbuhan wilayah suburban yang tidak terkendali atau urban sprawl.

Banyak kawasan yang bertransformasi dari kawasan agraris produktif menjadi pusat hunian dan pendidikan yang padat tanpa didukung oleh sistem transportasi massal yang memadai. Krisis mobilitas yang terjadi di berbagai ruas dan koridor Bandung Raya bukan sekadar masalah kemacetan lalu lintas, melainkan indikator kegagalan integrasi tata guna lahan dengan sistem konektivitas masyarakat.

 

Bangunan Stasiun LRT Cikokol di Jakarta Timur (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bangunan Stasiun LRT Cikokol di Jakarta Timur (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Keniscayaan LRT Bandung Raya

Proyek kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT)  di Jabodetabek dan Palembang sudah beroperasi dengan baik.  Mestinya diikuti dengan pembangunan LRT di kawasan Bandung Raya. Sistem LRT dinilai lebih cocok dan feasible untuk kawasan Bandung Raya ketimbang sistem monorel yang sudah lama digadang-gadang oleh Gubernur Jawa Barat namun sudah bertahun-tahun baru sebatas omon-omon.

Bandung Raya mestinya tidak kalah dengan Palembang yang sudah memiliki sistem transportasi LRT sepanjang 24,5 km dengan 23 stasiun pemberhentian. Rutenya mulai dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Kompleks Olahraga Jakabaring. Nilai investasi LRT Palembang ditaksir sebesar Rp 7,2 triliun. Rencana awal pendanaan proyek tersebut mengandalkan investor swasta. Namun, berhubung tidak ada investor swasta yang mau menanamkan modalnya karena dianggap kurang menguntungkan dari sisi bisnis, maka pemerintah menugaskan BUMN untuk menggarap proyek tersebut.

Gairah pengembangan perkeretaapian juga mempercepat proses pembangunan KA bandara yang terintegrasi dengan KA komuter dan kereta cepat (KCIC). Transformasi perkeretaapian yang kini menjadi tekad pemerintah hendaknya juga dipadukan dengan langkah pemerintah daerah terkait dengan pembenahan angkutan publik, pengembangnan wilayah, serta sistem logistik daerah. 

Sebaiknya Pemprov Jabar dan pemkot Bandung membulatkan tekad membangun LRT dengan memanfaatkan jalur KA yang kini tidak aktif. Seperti jalur KA Bandung-Ciwidey. Investasi LRT lebih layak dan murah karena infrastruktur sudah ada tinggal pengadaan rangkaian kereta LRT, pembangunan infrastruktur rel serta membereskan tanah yang kini banyak diserobot oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Stasiun LRT Halim yang terintegrasi dengan Stasiun keretea cepat (KCIC) Halim (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Stasiun LRT Halim yang terintegrasi dengan Stasiun keretea cepat (KCIC) Halim (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Keunggulan Sistem LRT

Saatnya pemerintah daerah berkolaborasi dengan lembaga yang paling berkompeten di sektor angkutan massal, utamanya perkeretaapian. Kini  arah pengembangan perkeretaapian nasional difokuskan untuk menghasilkan solusi angkutan publik dan logistik yang modern dan efektif. Serta menghidupkan kembali jalur-jalur KA yang selama ini telah mati dengan sistem KA yang teknologinya lebih modern seperti LRT.  

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain. LRT atau biasa disebut dengan trem kota merupakan alternatif dalam menanggulangi kemacetan kota. LRT sangat tepat untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan jalan kota yang telah eksis. LRT bisa berbaur dengan moda lalu lintas kota lainnya. Biasanya LRT terdiri dari 4 rangkaian kereta atau disebut Heavy Rail Transit (HRT) satu set ( 4 gerbong ).

Berbagai keunggulan teknis LRT antara lain bobot kendaraan ringan dan dapat dibuat oleh balai yasa KA, INKA bahkan perusahaan karoseri bus. Tidak ada emisi di jalan dan suaranya tidak bising. Selain itu LRT merupakan angkutan serbaguna dan dapat berjalan pada kecepatan tinggi di jalan terpisah dan dapat menembus jalan sempit serta dapat mengatasi gradien curam dan tikungan tajam.

Moda Bus Listrik di bawah Stasiun LRT Dukuh Atas. Merupakan intergrasi antar moda angkutan massal. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Moda Bus Listrik di bawah Stasiun LRT Dukuh Atas. Merupakan intergrasi antar moda angkutan massal. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

LRT Bandung Raya Klop dengan Program Elektrifikasi

Rencana Pemprov Jabar mengaktifkan kembali jalur kereta api antara Rancaekek-Tanjungsari bisa juga dikonkritkan dengan sistem LRT. Kemudian jalur KA sepanjang 10,8 kilometer itu diperpanjang hingga Kabupaten Sumedang dan Majalengka. Dengan demikian terwujud KA bandara Kertajati.

Sistem LRT di Bandung Raya bisa menjadi solusi masalah kemacetan dan kesemrawutan abadi sepanjang hari. Populasi angkot dan sepeda motor yang sangat padat mengakibatkan lingkaran setan sistem transportasi kota  Bandung yang tidak bisa dipecahkan.

Tingkat keparahan kemacetan kronis dari dan menuju kantong-kantong pemukiman suburban semakin hari semakin menggerus kualitas hidup masyarakat perkotaan di Bandung Raya. Waktu tempuh antara tempat tinggal ke tempat kerja atau belajar semakin tidak rasional. Ratusan jam per tahun terbuang secara kurang produktif. Belum lagi masalah ikutan seperti masalah kesehatan, tingginya tingkat stress, dan kerawanan serta kerentanan patologi sosial yang dapat memantik respon destruktif di jalanan.

Sistem LRT untuk Bandung Raya klop dengan langkah pemerintah ( Kementerian Perhubungan ) yang saat ini tengah mengerjakan proyek elektrifikasi jalur kereta api lintas Padalarang–Cicalengka sepanjang 42 kilometer. Proyek ini ditargetkan selesai dan bisa beroperasi pada tahun 2027. Tujuan utama untuk mentransformasi sistem kereta api komuter di Daops II PT KAI yang saat ini masih menggunakan mesin diesel menjadi Kereta Rel Listrik (KRL) yang ramah lingkungan.

Elektrifikasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi mobilitas, seperti antara lain:

- ​Pemangkasan Waktu Tempuh: Perjalanan sepanjang 40 kilometer yang sebelumnya memakan waktu 2 jam akan dipangkas menjadi hanya 1 jam.

- ​Peningkatan Kapasitas dan Frekuensi: Penggunaan armada listrik memungkinkan frekuensi keberangkatan yang lebih rapat (headway lebih pendek) untuk melayani lonjakan penumpang.

- ​Perluasan Jangkauan: Mulai 1 Februari 2026, layanan Commuter Line Bandung Raya hingga Stasiun Cicalengka ditingkatkan frekuensinya, untuk memperkuat konektivitas aglomerasi di wilayah timur.

 

Stasiun LRT Dukuh Atas (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Stasiun LRT Dukuh Atas (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Stasiun KA Kiaracondong Simpul Antar Moda

Untuk mewujudkan TOD Bandung Raya, Stasiun KA Kiaracondong memegang peranan vital sebagai stasiun awal (initial station) bagi layanan LRT yang menuju ke arah selatan (Baleendah/Soreang). Konsep Transit-Oriented Development (TOD) adalah pola pembangunan wilayah yang memaksimalkan jumlah ruang hunian, bisnis, dan rekreasi dalam jarak berjalan kaki dari transportasi umum yang aman dan nyaman.

Stasiun KA Kiaracondong yang kini sudah dibangun  sangat megah dan modern, bisa berfungsi sebagai simpul integrasi antarmoda, di mana penumpang dari arah barat (Padalarang/Cimahi) dan timur (Rancaekek/Cicalengka) dapat berpindah ke moda LRT tanpa harus meninggalkan area stasiun. Integrasi ini merupakan kunci untuk menciptakan sistem transportasi yang efektif dan tanpa hambatan (seamless transport) yang dapat menarik pengguna kendaraan pribadi berpindah ke transportasi publik.  (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Apr 2026, 12:51

Perempuan yang Menulis dalam Bahasa Penjajahnya, Sisi Lain Kartini yang Tak Pernah Diajarkan di Sekolah

Di balik peringatan Hari Kartini, ada sisi gelap yang terlupakan, perjuangan seorang perempuan yang bahkan harus menulis dalam bahasanya sendiri.

R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)
Beranda 17 Apr 2026, 11:45

Lapak Cilok dan Buku: Cara Raja Menantang Stigma di Jalan Dago

Lapak cilok di Dago jadi ruang baca gratis yang digagas Raja. Ia menantang stigma bahwa membaca hanya milik kalangan tertentu, lewat buku yang dibuka untuk siapa saja.

Berjualan cilok menjadi sumber penghasilan utama Raja, di sela kegiatannya mengelola lapak baca sederhana di pinggir jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 11:16

Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain.

Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Linimasa 17 Apr 2026, 10:44

Para Peramal Piala Dunia, dari Paul Si Gurita hingga Prediksi AI

Fenomena ramalan Piala Dunia berkembang dari Paul si gurita hingga kecerdasan buatan yang kini memprediksi hasil turnamen global 2026.

Paul Si Gurita, peraamal Piala Dunia 2010. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)